Dangerous Romance
Chapter 16
Permainan poker yang diadakan sebagai acara puncak peresmian ini sudah akan dimulai, para pemain yang terdiri dari para pimpinan Perusahaan ternama di Korea yang telah diundang mulai memasuki ruangan dan mengambil tempat duduk di sekeliling meja hijau berbentuk elips. Seulgi, sang Tuan Rumah sudah duduk manis dengan kostum pakaiannya kini mengenakkan celana ketat hitam dan juga model pakaian crop tee ketat dihiasi dengan sebuah syal berbulu hewan. Yoora duduk disisi kiri Seulgi, dan Kris menyusul duduk di sisi Yoora. Tiga orang pengusaha lainnya bergabung dan mengambi tempat yang masih kosong dan kini berhadapan dengan Yoora dan Kris.
"Irene?" Seulgi berucap melihat sosok wanita mungil yang mengenakkan dress hitam berpotongan rendah masuk bergabung dan duduk tepat disebelah Kris.
"Hai." Irene menyapa kearah Seulgi.
"Wow, jadi permainan ini dipenuhi oleh Keluarga besar Park?" Kris berkomentar memandangi Irene yang tersenyum licik kearahnya.
"Itu membuat kami semakin kaya, benarkan Eonnie."
"Betul sekali." Yoora menyahut dan tersenyum lebar kearah tiga orang pengusaha dihadapannya yang memperhatikan mereka berbicara tadi.—"Sepupu." Yoora menjelaskan dan mereka bertiga menganggukkan kepala entah menandakkan paham atau apa.
"Seharusnya aku mengikuti Sehun untuk mengundurkan diri dari permainan ini." Kris menyandarkan badannya kebelakang kursi.
"Jangan seperti itu, tidak baik menyerah sebelum berperang."
"Berperang melawan kalian bertiga akan membuatku bangkrut—
"Tuan dan Nyonya!" salah satu petugas yang akan memandu permainan berdiri tepat ditengah meja. "Permainan akan segera dimulai, mohon siapkan cek anda dengan nominal keseluruhan sebesar 100.000.000 won."
Para pemain yang tengah berkumpul segera mengeluarkan buku cek dan menyerahkan kepada petugas.
"Tuan Park?"
Chanyeol bergabung dan menyerahkan lembaran ceknya kepada petugas dan duduk berhadapan dengan Seulgi. Tatapannya terlihat bingung melihat sepupunya yang entah kenapa bisa datang dan duduk bersama dirinya di meja permainan."Sejak kapan kau datang?"
"Annyeong Oppa!" Irene menyapa, tangannya masih sibuk memberikan tanda tangan pada selembar kertas ceknya.
Chanyeol menggelengkan kepala dan mengabaikan sepupunya.
"Semua sudah berkumpul, saya tidak akan menjelaskan langkah dan peraturan permainan malam ini karena mengingat ini hanya permainan yang bertujuan untuk amal yang akan diserahkan kepada Yayasan milik keluarga Kang dan sebagian lagi akan menjadi hadiah untuk pemenang yaitu, paket liburan di Las Vegas yang untuk detailnya akan dijelaskan kepada pemenang nantinya."
Petugas memandangi satu per satu para pemain yang cukup serius mendengarkan dirinya menjelaskan."Total taruhan sebesar 100.000.000 won per orang dan tidak bisa ditambah selama permainan, bagi pemain yang kalah dan mengundurkan diri di tengah permainan tidak akan mendapat penggantian sedikit pun dari total uang yang sudah dikeluarkan."
Semua pemain menganggukkan kepala dan pada akhirnya petugas pemandu mulai mengerluarkan kartu dan mengocokknya secara cepat. Satu per satu kartu dibagikan dan dalam hitungan ketiga pemandu yang lainnya mengisyaratkan permainan dimulai.
Dangerous Romance
Permainan telah dimulai hampir 1 jam dan meninggalkan Kris, Irene, Chanyeol dan satu pengusaha lain yang masih berada pada table poker. Yoora dan Seulgi telah menyerah dalam permainan dan kini duduk bersama Sehun, Luhan, Jongin dan Jongdae di meja bar yang tak jauh dari meja permainan.
"Chanyeol gelisah tapi masih bisa bertahan bermain."
"Tentu saja gelisah, kekasihnya belum ada kabar." Sehun tertawa kecil begitu juga dengan Luhan yang ikut tertawa mengingat kejadian sebelumnya Sehun mendapatkan telepon dari Baekhyun yang terdengar panik dan mengatakan akan datang ke acara ini.
"Kenapa kalian terlihat senang?" Yoora berucap melihat tingkah Sehun dan Luhan.
"Pasangan baru." Jongin menyahuti dan setelahnya ia harus menerima sebuah pukulan dari tangan Jongdae dan juga Luhan.
"Kau akan mengetahuinya nanti Noona, ada sebuah kejutan yang bisa membuat adikmu itu semakin semangat bermain."
"Kejutan apa?" Yoora bertanya lagi.
"Tunggu saja." Luhan yang menyahut dan membuat Yoora semakin menggelengkan kepala menyerah untuk menerka apa yang mereka maksudkan.
Pandangannya kembali kearah meja dimana permainan poker masih berlanjut dan kini semakin memanas karena bisa terlihat jumlah koin dan kartu yang ada sebagai jaminan para pemain mulai terlihat berubah. Chanyeol dan Kris memiliki jumlah koin dan kartu yang semakin banyak, sedangkan Irene hanya menyisakan dua blok kartu dimana bisa dianggap jumlah uang yang bisa ia pertaruhkan hanyalah sekitar 5juta, sama halnya dengan yang dimiliki oleh pengusaha lainnya yang masih berada di meja tersebut. Kartu yang bisa ia pertaruhkan hanyalah sekitar 10juta dan itu menandakkan Irene dan Pengusaha lain itu harus siap menghadapi kekalahan dan mundur dari meja permainan.
"Tuan Park?" Pemandu menanyakkan kepada Chanyeol.
"Call." Chanyeol memberikan dua koin yang berada di tangannya sebagai taruhan.
"Tuan Wu?" kali ini sang pemandu menanyakkan keputusan Kris.
Pria itu menatap Chnayeol dalam ketenangan tapi mengintimidasi.
"Aku belum membuka kartuku Tuan Wu, apapun bisa terjadi."
"Ck!" Kris mendengus kesal dan menggeser sedikit untuk mengintip kartunya.
"Call." Kris memberikan koin dengan jumlah yang sama dengan yang Chanyeol berikan sebelumnya.
Pemandu permainan menanyakkan pada Irene dan Pengusaha lainnya yang belum memutuskan untuk melanjutkan permainan atau tidak. Kris memainkan koin – koinnya dan masih memperhatikan Chanyeol yang duduk tidak bergairahnya dengan tangan yang masih sibuk memeriksa ponselnya sesekali.
Irene melempar kartunya menandakan ia menyerah.
"Fold." Pemandu mengambil kartu Irene dan kini ia menanyakkan kepada pengusaha yang lainnya menunggu keputusan untuk menambahkan taruhan atau mematikan kartu dan menyerah seperti yang dilakukan Irene.
"All in."
Chanyeol dan Kris melihat kearah sang pengusaha yang menyerahkan sisa kartunya ditengah meja.
"Gentleman." Sang pemandu menanyakkan pada Chanyeol dan Kris apakah mereka akan menaikkan jumlah taruhan atau tidak. Kris dengan santainya memberikan kartu pada jumlah yang sama dengan yang diserahkan pengusaha tersebut begitu juga Chanyeol.
"Gentleman, show your card please."
Chanyeol menunduk untuk melihat kartunya sejenak sebelum ia memberikan kepada sang pemandu dan akan dibuka disana—suasana riuh mulai terdengar dari belakangnya dan itu sontak membuat Chanyeol mengangkat wajahnya dan beralih mengikuti pandangan sang pengusaha yang terdiam terpaku melihat seseorang yang berjalan dari arah pintu masuk—Baekhyun.
"Mr. Lessva, your card please."
Wanita itu berjalan dengan angkuhnya namun tetap memperlihatkan smirk senyuman kecilnya ketika ia tahu Chanyeol tengah melihat kearahnya dengan tatapan begitu terpesona. Bagaimana tidak, wanita itu mengenakkan gaun yang sebelumnya Luhan siapkan—gaun hitam metalik yang memiliki model tali spaghetti melingkar di bahunya dengan bagian depan ada gaun itu menjuntai kebawah hingga jelas memperlihatkan jelas bagian dadanya sedikit. Baekhyun masih melanjutkan langkahnya menyusul kearah Chanyeol tanpa mengucapkan kata permisi atau maaf, ia melenggang berjalan dan begitu dirinya tiba tepat didekat Chanyeol, Baekhyun menunduk dan memberikan ciuman pada pipi pria itu, kecupan ciuman yang cukup lama hingga Chanyeol memejamkan matanya merasakan aroma strawberry yang menguar dari tubuh Baekhyun.
"Good Luck! Menangkan permainan ini supaya kau mendapatkan hadiah yang lainnya." Baekhyun berbisik dengan suara rendahnya yang sudah pasti berhasil membuat Chanyeol menegang seketika ditambah jemari – jemari lentiknya yang bermain diwajah dan dagu pria itu, dan juga kedipan mata akhir Baekhyun berikan sebelum ia melangkah pergi keluar dari area permainan untuk duduk pada bangku bar dimana Seulgi, Yoora, Luhan, Sehun, Jongin dan Jongdae sudah berada disana lebih dulu.
"Terima kasih sudah mau datang, aku sungguh merasa—
"Aku tidak datang untukmu." Baekhyun dengan dinginnya menyahuti Seulgi, ia tengah duduk diapit Sehun dan Luhan dimana kedua orang itu sengaja menempatkan Baekhyun diantara mereka berdua sebelum terjadi perang dunia yang timbul karena Seulgi berada didekat Baekhyun.
"Aku tetap berterima kasih. Lagi pula aku tidak mungkin bisa menjadi seperti sekarang ini kalau kau tidak menyarankan aku untuk menjadi seorang arsitek—
"Bisa kau diam? Aku tengah memperhatikan Chanyeol saat ini dan perhatianku terganggu hanya karena mulutmu tidak bisa berhenti bicara—
"Girls.. calm down.." Yoora menengahi, posisinya kini berada didekat Seulgi dan juga Luhan bersiap menghalangi apapun yang bisa saja terjadi.
"Chanyeol masih berada di tempat yang sama Baekhyun, dia masih berada di jangkauanmu sedangkan kau yang tidak bisa menjangkau dirinya—
"Kau ingin membahasnya?" Baekhyun meletakkan gelasnya pada meja bar dengan cukup keras dan kini ia beranjak berdiri menghadapkan dirinya pada Seulgi. "Kau ingin membahas bagaimana orangtuamu yang memohon pada keluarga Park agar kalian dijodohkan? Atau kau ingin membahas bagaiamana keluargamu menyarankan kedua orang tuaku untuk menjodohkan aku juga? Apa yang bisa kau berikan jawabannya lebih dulu? Atau aku harus menanyakkan pada orang tuamu saat ini kenapa mereka berdua bisa selamat berada disini sedangkan kedua orangtuaku tidak ada?"
"Baekhyun." Luhan memegang tangan Baekhyun dan menahan wanita itu untuk memundurkan langkahnya agar tidak semakin terbawa emosi kearah Seulgi.
"Kau masih menyalahkan kedua orangtuaku atas apa yang terjadi waktu itu?" Seulgi menyahuti dengan suara lirihnya.
"Menurutmu?" Baekhyun menyerang lagi. "Hanya kalian yang tahu bagaimana keadaan saat itu, dan kalau bukan karena kedua orang tuamu dan juga kakakmu yang meminta pertunangan dipercepat pada hari itu mungkin saat ini kedua orangtuaku masih hidup. Dan ingat, aku tidak akan pernah merestui dan menerima kakakmu menikah dengan Baekbeom—
"Baekhyun!" suara Chanyeol yang mengakhiri kalimat panjang yang Baekhyun katakan.
Baekhyun menoleh dan melingkarkan tangannya pada lengan Chanyeol, sebuah senyuman ia perlihatkan kearah Seulgi dan mereka kembali saling pandang. "Chanyeol milikku. Kalau keluargamu menginginkan dia untuk menikah denganmu, mungkin kalian harus berpikir untuk membunuhku atau—
Chanyeol menyeret Baekhyun pergi menjauh dari tempat itu, langkah yang Chanyeol ambil cukup membuat Baekhyun kesulitan berjalan dan bahkan memohon pada Chanyeol untuk melangkah pelan.
"Akh—Chanyeol sakit." Baekhyun menahan tangan Chanyeol ketika kakinya kesulitan menaikki tangga.
Chanyeol berbalik, pria itu menunduk dan membenarkan posisi kaki Baekhyun dan juga memijatnya sebentar. "Maaf." Pada akhirnya Chanyeol menjadi pihak yang meminta maaf terhadap Baekhyun meskipun ia sendiri cukup marah dengan apa yang Baekhyun lakukan sebelumnya. "Masih sakit?" Chanyeol bertanya lagi dan Baekhyun menggelengkan kepalanya.
Chanyeol kembali mengalungkan tangan Baekhyun pada lengannya sebelum mereka melangkah menuju restoran dimana para tamu undangan masih menikmati setiap sajian makanan disana. Melihat kehadiran Chanyeol yang masuk keruangan itu semua pasang mata mulai mengalihkan pandangannya terlebih Baekhyun berada disampingnya yang terlihat sangat mempesona.
"Awalnya aku kira mereka memandangimu karena kau memang cukup cantik dan sangat mempesona malam ini. Tapi pada kenyataannya kau memang mengundang mata pria untuk melihat punggung putih halusmu ini bukan?" Baekhyun menahan erangannya ketika tangan Chanyeol bergerak naik turun pada punggung belakangnya yang tidak tertupi satu bahan apapun.
"Kenapa tiba – tiba kau datang?" Chanyeol berpindah untuk berdiri dihadapan Baekhyun sebelum mereka menempati sebuah meja yang sudah selesai disiapkan.
Baekhyun memandangi Chanyeol yang lebih terlihat tampan dan menawan seperti dulu sejak mereka pertama kali bertemu. Baekhyun melangkah mendekat, mengalungkan tangannya pada pinggang Chanyeol, kepalanya mendongak untuk melihat bagaimana wajah yang selalu ia impikan dan rindukan setiap saatnya.
"Entah kenapa aku merasakan debaran aneh ketika melihatmu dalam jarak begitu dekat, dan semakin aneh ketika aku melihatmu bersama wanita lain, rasanya berbeda. Itu terasa sakit dan juga membuatku sulit bernafas, bahkan aku ingin memaki setiap wanita yang ada didekatmu saat itu dan menarikmu untuk kembali berada disampingku, pada pelukanku dan juga mengatakan pada mereka semua kalau kau adalah milikku sepenuhnya—
Chanyeol mendengarkan setiap kalimat yang di katakan dan juga menyimaknya dengan penuh perhatian, ia setuju dengan apa yang Baekhyun katakan ketika melihat wajah lembut dan cantik itu, detak jantungnya bergerak tidak normal seakan – akan ingin melompat keluar. Dan ketika membayangkan para pria lain yang berusaha mendekati Baekhyun, Chanyeol merasakan juga bagaimana dirinya ingin meluapkan emosi dan memukul setiap pria walaupun ia hanya memperhatikan Baekhyun dengan mata nakalnya.
"… Aku tahu aku tidak mungkin bisa mengatakan ini, tapi terlepas dari isi perjanjian ataupun perjodohan yang dibuat—
"Aku mencintaimu."
Baekhyun membelakkan matanya ketika bibir Chanyeol mencium bibirnya secara tiba – tiba setelah pria itu mengatakan kalimat yang sebenarnya ingin ia katakan lebih dulu. Usapan lembut pada leher dan punggungnya mengalihkan fokus pikirannya untuk menjauh meminta Chanyeol tidak mencium bibirnya—karena nyatanya Baekhyun mengeratkan pelukan pada pinggang Chanyeol dengan matanya yang ikut bergerak terpejam sedangkan bibirnya bergerak mengikuti pergerakan bibir Chanyeol untuk mendominasi bibirnya. Baekhyun tidak peduli bila setiap wartawan dan reporter akan menangkap moment mereka kali ini, dan juga ia tidak mau memperdulikan permasalahan isi perjanjian yang pernah ia buat, sama halnya dengan perjodohan yang lebih Baekhyun tidak pedulikan.
Kali ini ia ingin menikmati bagaimana memiliki Chanyeol dan menganggapnya layaknya seorang kekasih hati dengan sepenuh hati, jiwa dan raganya.
Dangerous Romance
"Kita akan kemana..? Baekhyun bertanya. Suaranya terdengar sangat pelan ketika mereka baru saja masuk kedalam lift. Chanyeol masih bersamanya, pria itu juga yang menggesekkan kunci kamar pada lift tersebut sehingga alat indicator didalam sana menyebutkan nomor kamar dan juga lantai yang mereka tuju.
Baekhyun seketika menahan malu dan juga sedikit gugup mengingat ciuman yang mereka lakukan sebelumnya bisa dikatakan cukup panas dan saat ini mereka didalam lift, berdua. Chanyeol berada dihadapannya membelakangi pintu lift, matanya masih menatap Baekhyun dengan begitu dalam hingga wanita itu menunduk karena tidak tahan untuk tersenyum malu.
"Jangan memandangi aku terus." Baekhyun berucap lagi, masih sama dengan nada sebelumnya pelan dan lembut.
Sedangkan Chanyeol tidak memberikan jawaban, langkahnya semakin mendekat mengikis jarak yang tercipta dengan Baekhyun hingga kini hanya berjarak dengan tangan Baekhyun yang menahan dada bidangnya.
"Tidak disini." Baekhyun masih menunduk.
"Aku belum melakukan apapun."
"Belum, tapi kau akan melakukannya." Baekhyun menjawab lagi.
"Kau tidak tahu aku akan melakukan apa." Chanyeol membalas dengan seringai nakalnya, Baekhyun memandanginya dengan sedikit kesal tapi pada akhirnya dia tersenyum dan memukul pelan dada Chanyeol.
"Kau memang mesum."
"Kau juga." Chanyeol membalas langsung. Tangannya mengangkat dagu Baekhyun hingga semakin dekat dengan wajahnya, Chanyeol mensyukuri bahwa Baekhyun kini mengenakkan high heels yang cukup tinggi hingga perbedaan tinggi mereka tidaklah terlalu jauh dan ia bisa lebih mudah mencium bibir wanita itu tanpa harus menunduk.
Mereka berdua larut kembali dalam ciuman memabukkan yang didominasi oleh Chanyeol—seperti biasanya. Baekhyun yang sebelumnya menolak, kini mengalungkan tangannya pada leher Chanyeol dan juga menariknya untuk semakin melekat pada tubuhnya. Tidak peduli akan kamera cctv yang tengah merekam apa yang mereka lakukan saat ini, ataupun saat pintu lift terbuka dan beberapa orang disana melihat secara langsung bagaimana Chanyeol yang memunggungi mereka menutupi wajah Baekhyun tapi jelas mereka bisa menebak apa yang dilakukan dibalik sana, terdengar suara lenguhan dan cipakkan bibir yang saling beradu serta remasan tangan Baekhyun yang meremas dan membelai rambut Chanyeol, belum lagi salah satu kaki wanita itu kini diangkat oleh Chanyeol dan melingkar pada pinggangnya.
e)(o
Dangerous Romance
