Dangerous Romance
Chapter 20
First and Last Dating
Tempat – tempat yang selalu dikunjungi oleh pasangan yang tengah berkencan selalu seputar area bermain pada pusat Kota, tempat wisata, restoran yang unik dan berkesan romantic atau pun menonton sebuah film di salah satu bioskop yang ada di Kota yang mereka tinggali.
Itu Biasanya. Setiap pasangan melakukan itu.
Tapi berbeda dengan pasangan ini. Chanyeol dan Baekhyun.
"Kau yakin?"
"Sangat."
"Kita bisa tertangkap bila melakukan ini Baekhyun."
"Aku tidak peduli. Pengacara bisa membantu kita bila harus disidang dan kau membayar uang jaminannya." Baekhyun berucap asal untuk menjawab Chanyeol sementara dirinya tengah berusaha membuka rantai dan gembok yang menutupi pintu salah satu stadion yang ada di Seoul, Korea.
Apa yang mereka lakukan? Berkencan. Berkencan sesuai dengan keinginan Baekhyun.
Ketika Chanyeol menanyakkan apa yang diinginkan Baekhyun ketika ada pria yang mengajaknya berkencan, wanita itu mengatakan tidak pada opsi pilihanya yang Chanyeol katakan didalam perjalanan mereka sebelumnya.
"Menonton film? drama romantis?"
"Tidak. Itu terlalu biasa."
"Hm.. kalau begitu mengunjungi restoran atau café?"
"No. kau biasa mengajakku kesana untuk apa lagi kau berkencan di tempat yang biasa kau kunjungi sehari – harinya." Baekhyun mengatakan tidak lagi untuk pilihan yang Chanyeol sebutkan.
"Baiklah, kalau begitu mungkin kita akan ke pusat kota dan berjalan – jalan di tempat unik atau bermain dengan wahana yang ada kau kan suka—
"Tidak. Chanyeol kita berkencan bukan akan piknik. Tolong bedakan." Baekhyun lagi dan lagi menolak.
"Sungai Han?"
Baekhyun tidak menjawab langsung tapi ia memperlihatkan mata tajam dan wajah tidak sukanya mendengar apa yang Chanyeol katakan. "Kau ingin berenang di Sungai Han? Atau kau mau aku menenggelamkan dirimu disana?" Baekhyun berujar kesal sementara Chanyeol tertawa lepas mendengar komentar pedas yang dilontarkan oleh wanita disampingnya kini.
"Kau yakin mau menenggelamkan aku disana?" Chanyeol menanyakkan meskipun suara tawanya masih bisa terdengar.
"Akan aku pikirkan ketika tahu kau bukanlah pria romantis yang pandai mengajak kekasihmu berkencan."
"Kau yakin? Kau akan merindukanku nantinya." Chanyeol masih menyahuti dan Baekhyun tidak menjawab. Wanita itu memilih tetap memandangi jalanan sekitar dan lalu lalang mobil serta kendaraan lainnya.
"Aku diabaikan." Chanyeol bergumam pelan, sangat pelan dan ia cukup yakin wanita disampingnya tidak mendengar apa yang ia katakan.
Ia tetap melajukan kendaraannya membelah jalanan petang Seoul sementara pikirannya berputar mengenai tempat apa yang bisa ia datangi sebagai tempat kencan pertama mereka saat ini. Semua pilihan yang ia sebutkan sedari awal ditolak mentah – mentah oleh Baekhyun dan kini otaknya sama sekali tidak memiliki pilihan lain.
Padaakhirnya Chanyeol mengemudikan mobilnya menuju Jamsil Arena Stadion. Kenapa mereka bisa sampai di tempat ini? jelas saja karena Baekhyun yang meminta.
Dengan alasan ingin menyaksikan pertandingan basket yang tengah berlangsung saat itu. Chanyeol membeli tiket untuk masuk menonton pertandingan, juga membelikan wanita itu popcorn serta minuman dan topi dengan lambang klub basket yang kini tengah bertanding meskipun Chanyeol tidak tahu apakah Baekhyun memang menyukai salah satu klub yang tengah bertanding atau tidak. Yang jelas mereka akan masuk dan duduk pada kursi penonton didalam sana.
Pertandingan cukup menarik untuk disaksikan oleh mereka berdua, meskipun sebenarnya mereka bukanlah salah satu fans kedua klub tapi melihat permainan yang cukup menarik setidaknya adalah tontonan bagus untuk disaksikan. Baekhyun bersemangat dan meneriakan setiap pemain yang berhasil melakukan tembakan bola dan masuk dengan mudahnya kedalam ring disana.
Hingga ketika permainan telah usai dan seiring berjalannya waktu setiap pengunjung mulai meninggalkan kursi penonton, Baekhyun dan Chanyeol masih tetap duduk dan saling terdiam bersama.
"Ayo, ada tempat lain yang bisa kita kunjungi." Baekhyun beranjak tak lama setelah petugas menginformasikan mereka akan menutup arena stadion.
Dan disinilah mereka, Baekhyun mengajak Chanyeol untuk mendatangi stadion basket lainya yang masih berada di arena Jamsil Stadion Arena. Baekhyun masih berusaha membuka gembok pada rantai yang melilit didepan pintu stadion dan berusaha membukanya dengan hanya bermodalkan jepitan rambut hitam yang ia gunakkan sebagai penjepit rambut sebelumnya.
"Belajar dari mana kau melakukan itu?" Chanyeol tengah memperhatikan sementara kedua tangannaya membawa sisa pop corn dan juga minuman yang sebelumnya ia beli.
"Hm.. aku belajar.." Baekhyun masih serius berkutat dengan gembok itu. "Dari.. film. YES!" Baekhyun memekik girang meskipun suaranya masih terdengar cukup pelan. Gembok itu ajaibnya berhasil terbuka dan Chanyeol hampir menjatuhkan pop corn dan minuman yang ia pegang menyadari wanita yang ia kenal hampir 10 tahun lebih ini melakukan hal ajaib dihadapannya untuk pertama kalinya.
"Come on!" Baekhyun membawa Chanyeol masuk kedalam dengan cepat. Ia berlari pelan dan berputar – putar menikmati arena permainan basket yang kosong tanpa satu orang pun disana. Untungnya pencahayaan pada arena itu masih tetap menyala sehingga memudahkan penglihatan mereka berdua menikmati kekosongan yang ada.
"Ini kencan yang kau inginkan? Menonton pertandingan basket dan juga membobol pintu stadion dan masuk tanpa ijin?" Chanyeol menjelaskan lagi kegiatan apa yang tengah mereka lakukan sementara Baekhyun tidak mendengarkan dan mulai berlari untuk mengambil bola basket yang tersedia pada sisi samping lapangan.
Wanita itu mengambil salah satu bola dan men-dribblelayaknya ia adalah pemain basket professional, Chanyeol memperhatikan dan menggelengkan kepalanya memperhatikan tingkah Baekhyun. Ia memilih untuk duduk pada lantai sisi salah satu lapangan Basket dan memakan kembali pop corn atau meminum soda miliknya—seakan –akan ia tengah menonton Baekhyun yang tengah bertanding.
Baekhyun tidak memperdulikan dan masih melanjutkan men-dribbledan melakukan tembakan two point kearah ring. Ia juga mengacuhkan Chanyeol yang bertepuk tangan ketika ia berhasil memasukkan bola nya atau sebuah seruan boo ketika ia gagal memasukkan bola—dan emosinya semakin terpancing ketika Chanyeol tidak hanya berteriak boo tapi juga mengejek mengenai masalah tinggi badannya yang dinilai tidak cukup mendukung hingga ia tidak bisa melakuakn lemparan three point dalam percobaannya yang baru dua kali.
"Jangan hanya bisa mengejek! Kau saja tidak pernah menang bila bertanding basket dengan Kris!" Baekhyun melemparkan bolanya kearah Chanyeol—sengaja.
Chanyeol menangkapnya dengan dua tangan dan kini ia bangkit berdiri untuk menunjukkan bagaimana cara yang benar untuk melakukan lemparan three point.
Percobaan sekali dan itu berjalan cukup baik. Bola yang Chanyeol lemparkan dengan mulus masuk kedalam ring dan membuat Baekhyun terdiam kesal melihat kearah pria itu. Percobaan kedua sama halnya berjalan lancar, kini Chanyeol memamerkan wajah bangganya dan diakhiri dengan sebuah seringai mengejek pada Baekhyun.
Ketika percobaan ketiga ingin Chanyeol lakukan, Baekhyun lebih dulu menahan dengan menepis bola itu dari tangan Chanyeol dan berlari menjauhi badan Chanyeol.
"Dasar tukang pamer." Baekhyun berucap dan siap melakukan lemparan dari posisinya yang cukup dekat dengan ring. Ia membanting bola tersebut dengan kencang hingga membuatnya memantul keatas tapi entah bagaimana bisa bola itu bergerak turun dan masuk kedala ring.
"1-0." Baekhyun berucap.
"Hohooo.. jadi kita bertanding ?" Chanyeol merasa ditantang dan ia berlari untuk mengambil bola itu, menempatkan dirinya tepat dimana Baekhyun berada dan melakukan hal yang sama seperti yang Baekhyun lakukan.
Sama halnya dengan yang Baekhyun lakukan, bola itu memantul dan masuk tepat kedalam ring. "1 -1, baby." Chanyeol mengambil bola basket yang tengah memantul kesembarang arah setelah lolos dari ring dan melemparkan bola itu kearah Baekhyun agar wanita itu bisa melakukan lemparan keduanya.
"Jangan terlalu sombong Yeol.. itu tidak bagus." Baekhyun berucap mengingatkan dan ia mulai memposisikan dirinya menghadap Chanyeol dan membelakangi Ring Basket. Baekhyun melemparkan bola itu terlihat asal dan tanpa perhitungan tapi nyatanya bola itu masuk melewati ring tanpa suara pantulan pada papan ring atau pun terkena besi lingkaran sekitar ring basket. "2 -1 , babe." Baekhyun membalas dan berjalan menjauhi Chanyeol menunggu pria itu melakukan lemparan yang sama seperti yang ia lakukan.
Chanyeol menggeleng pelan dan meyakinkan dirinya ia bisa melakukan apa yang Baekhyun lakukan—meskipun pada kenyataannya ia gagal dan Baekhyun tertawa kencang melihat bagaimana bola itu sama sekali tidak melambung mendekati ring.
"2-1!" Baekhyun berteriak kencang dan mulai men-dribblebola yang berhasil ia bawa kembali. Sementara Chanyeol yang masih menunduk dalam posisi berdirinya masih tidak percaya ia tidak bisa melakukan lemparan seperti yang Baekhyun lakukan.
Senyumnya terbentuk, Ia berbalik dan sedikit berjongkok melepaskan sepatu yang ia kenakkan.
"Apa yang kau lakukan?" Baekhyun bermain – main dengan bola ditangannya. Memutar bola basket itu diatas salah satu jarinya sambil memperhatikan Chanyeol.
"Kita bermain bukan?" Chanyeol bertanya. "Aku gagal memasukkan bola karea itu aku harus melepaskan salah satu pakaian atau apapun yang aku kenakkan. Begitulah permainannya sayang." Chanyeol berucap santai dan bertolak pinggang menunggu Baekhyun akan melakukan aksi selanjutnya untuk memasukkan bola lagi.
"Hm.. baiklah. Jangan menyesal atas apa yang kau lakukan Tuan Park." Baekhyun memberikan senyuman lebarnya dan bersiap melakukan tembakan bola nya dari posisi tepat di garis pertengahan antara dua sisi lapangan.
"Jangan terlalu memaksakan diri Byun Baekhyun.. kau tidak akan—bisa." Chanyeol menelan ludahnya dengan susah payah karena bola yang Baekhyun lemparkan dengan berhasil masuk kedalam ring.
Baekhyun benar – benar beruntung. 3-1 untuk Baekhyun.
"Kau bisa langsung menanggalkan celana jeansmu atau kemeja luaran yang kau kenakkan. Bebas." Baekhyun mengetukkan jarinya pada ujung dagunya sambil berjalan dengan angkuhnya melewati Chanyeol.
Pria itu tidak melakukan yang Baekhyun ucapkan namun kini tengah bersiap melakukan tembakan yang sama seperti yang Baekhyun lakukan—ia benar – benar berharap bola itu masuk kedalam ring.
Maaf Park Chanyeol, Dewi Fortuna lebih berpihak pada Baekhyun.
Bola yang ia lemparkan melambung jauh dan melewati dimana papan ring basket itu berada—dan sontak membuat Baekhyun tertawa lebih kencang dibandingkan sebelumnya. Wanita itu bahkan berkomentar mungkin ia bisa meminta petugas memindahkan papan ring terlebih dahulu sebelum Chanyeol melemparkan bola basket itu.
Chanyeol merutuk kesal. Melepaskan kemeja biru muda yang ia gunakan sebagai pakaian luarannya. Melemparkan asal dekat dengan dimana sepatu yang sebelumnya ia lepaskan sebelumnya.
Kini giliran Baekhyun bersiap melakukan tembakan keempatnya, ia masih tertawa mengingat bagaimana Chanyeol melakukannya tadi. Berusaha menahan keinginannya untuk terus tertawa dan kembali melemparkan bolanya.
Baekhyun memposisikan dirinya duduk tidak begitu jauh dari area penalty di sisi lapangan, matanya terarah melihat kearah ring sementara tangannya berlatih mengayun untuk melambungkan bola basket nantinya.
"Bisakah kau melakukannya dengan cara normal?" Chanyeol memprotest melihat Baekhyun lagi – lagi akan menunjukkan keajaibannya dalam memasukkan bola kearah ring.
"Well.. aku belum pernah mencoba." Baekhyun bersiap dan melambungkan bola itu dalam hitungan detik. "Woohhooooooo!" Ia meloncat gembira ketika bola itu lagi – lagi masuk melewati ring meskipun ia melakukannya dalam posisi duduk.
"4-1!" Baekhyun bertepuk tangan dan membungkukkan badan seakan – akan berterima kasih pada sorakkan para penonton—yang sebenarnya tidak ada.
"Sial." Chanyeol menggeleng dan mulai merasakan frustasi. Ia harus melakukan apa yang Baekhyun lakukan tadi dan ia sangat yakin tidak akan berhasil.
"Sungguh, aku tidak akan menghinamu bila kau menyerah dan menanggalkankan pakaianmu lagi sebelum mencoba." Baekhyun kembali memberikan pengertian, tapi nyatanya ucapannya tidak didengarkan oleh Chanyeol—untuk kesekian kalinya. Pria itu langsung bersiap pada posisinya dan Baekhyun membiarkan Chanyeol mencoba meskipun ia yakin bola yang Chanyeol lambungkan pasti tidak akan bisa masuk.
"Yaaaaassssss!" Chanyeol bangkit berdiri dan meluapkan kebahagiaannya mendapati bola yang ia lemparkan berhasil masuk kedalam ring. Baekhyun sempat terkejut tapi ia ikut bertepuk tangan pada akhirnya.
"Well.. akhirnya." Ucapannya bermaksud menyidir Chanyeol tepatnya. "Karena kau menanggalkan kemejamu, mau tidak mau aku melepaskan kaosku." Baekhyun mengangkat kaos putih yang ia kenakkan dan melemparkannya ke atas lapangan. Chanyeol masih terlihat lengkap dengan setelan kaos dan celana jeansnya sementara Baekhyun kini hampir telanjang diatas bagian badannya yang hanya menyisakkan bra hitam miliknya dan juga celana jeans selutut membalut kakinya. Ia berlari kecil untuk mengambil bola basket dan kemudian menimang posisi apa lagi yang bisa ia lakukan dan tentu saja memastikan bola itu masuk kedalam ring sebelum ia pada akhirnya yang akan berakhir telanjang dihapan Chanyeol.
Baekhyun memilih untuk melakukan tembakan secara langsung dari sisi samping lapangan dan itu tepat berhadapan lurus dengan ring basket bilai dilihat dari sisi ia berdiri. Baekhyun melakukan persiapan dan melemparkan bola itu dengan penuh keyakinan.
"5-2!" Baekhyun memekik senang kembali. Melompat – lompat dan menjulurkan lidahnya pada Chanyeol. Pria itu mengabaikan dan langsung berpindah pada posisi Baekhyun tadi, tanpa ada ucapan sahutan apapun Chanyeol melakukan hal yang sama seperti yang Baekhyun lakukan tapi nyatanya gagal lagi. Ia berteriak kesal, tangannya langsung membuka kaos putih yang ia kenakkan dan melemparkan asal—meluapkan kekesalannya yang lagi – lagi gagal untuk memasukkan bola.
"Tenang lah Yeol. Permainan masih panjang." Baekhyun tertawa lagi dan mulai bermain dengan bola basket ditangannya. Kali ini ia memposisikan dan melakukan gaya lay upseperti yang biasa dilakukan para pemain basket pada umumnya ditambah dengan permainan pantulan bola pada ruang antara kedua kakinya, sama seperti sebelum – sebelumnya. Baekhyun berhasil memasukkan bola tersebut dengan tanpa sedikit kesulitan.
Chanyeol sepertinya patut menanyakkan keberuntungannya hari ini.
Baekhyun duduk bersantai pada sisi lapangan setelah ia berhasil melakukan tembakan bola dengan melakukan sedikit lay upsebelumnya. Kini ia memperhatikan Chanyeol yang tengah bersiap melakukan gerakkan yang sama seperti yang ia lakukan.
"Kau mungkin harus mencuci tangan atau berdoa sebelum melakukan tembakan bola pada ring." Baekhyun memberikan saran—untuk membantu Chanyeol—atau bisa dianggap untuk mengejek Chanyeol.
Pria itu menggelengkan kepala dan tidak memperdulikan ucapan kalimat yang dilontarkan Baekhyun. Seingatnya ketika ia masih tengah di tingkat menengah atas, nilai olahraganya cukup bagus dan melakukan gerakkan lay upseharusnya bisa ia lakukan dengan hasil yang baik.
Tapi.. lagi – lagi gagal.
Chanyeol mengeram kesal sementara Baekhyun enggan untuk tertawa atau berkomentar lagi, ia hanya tersenyum kebar diwajahnya dan berlari – lari kecil mengambil bola, menunggu Chanyeol menanggalkan celana panjang jeans yang dikenakkan pria itu.
"Well.." Baekhyun memperhatikan dengan tatapan menggodanya. "Aku merasa tidak enak sungguh, kau terlihat sebagain dominan yang tidak pernah terlihat lemah.. tapi kau kalah denganku dalam permainan memasukkan bola." Baekhyun melemparkan lemparkan bola kearah tangan kanan dan kirinya bergantian sambil berjalan mendekat kearah Chanyeol.
"Jangan terlalu sombong Byun, masih ada pakaianku yang tersisa." Jawaban itu Chanyeol lontarkan kearah Baekhyun.
"Aku tidak sombong.. hanya memperjelas keadaan yang ada saat ini." Baekhyun mengedipkan matanya. Ia sudah melangkah pada sisi kiri bagian lapangan dan mulai memantulkan bola basket ditangannya, melakukan lay up dengan kaki kanan sebagai tumpuan awal dan memantulkan bola itu pada sisi kiri bagian papan ring basket—dan ia gagal.
Baekhyun mendengus lelah dan kesal sementara Chanyeol menahan suara tawanya dengan menutupi mulutnya dengan punggung tangannya. Baekhyun tidak berkomentar apapun dan dalam diamnya membuka kaitan pada celana jeans yang ia kenakkan dan menendang bahan itu dengan asal agar terbebas dari ujung kakinya. Keadaannya sudah hampir telanjang meskipun belum sepenuhnya.
Keadaan mereka kini sama – sama belum sepenuhnya telanjang.
Chanyeol mengambil alih bola basket dan kini bersiap mengikuti Baekhyun melakukan lay updari sisi kiri lapangan.
"Kalau aku berhasil melakukan ini apakah permainan selesai?" Chanyeol bertanya lebih dulu.
"Tergantung." Baekhyun menjawab cepat tanpa berpikir panjang. Ia masih berharap Chanyeol gagal dalam melakukannya dan harus menanggalkan boxer celananya—sungguh ia benar – benar berharap seperti itu.
Chanyeol menggelengkan kepala pelan dan melakukan gerakkan lay updengan baik dan bahkan tangannya bisa mengarahkan pantulan bola basket itu agar bisa masuk kedalam ring. Chanyeol bertepuk tangan bangga dan mengangkat kedua tangannya keudara. Sedangkan disisi lain, Baekhyun memutar bola matanya, ia memilih untuk mengejar bola basket yang tengah memantul kesembarang arah dan membawanya dalam gerakkan pantulan tangannya menghampiri Chanyeol.
"Aku tetap menang." Baekhyun berucap santai namun tetap menyombongkan diri.
"Kau sudah hampir telanjang dihadapannku Baekhyun." Chanyeol membalas dan menggerakkan matanya memperhatikan Baekhyun dari atas kepalanya hingga ujung kakinya.
"Kau juga." Baekhyun membalas ucapan Chanyeol dan melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan mata Chanyeol terhadap dirinya. "Maka dari itu permainan berubah." Baekhyun berkata lantang. "One by one." Ia melemparkan kasar bola basketnya kearah Chanyeol, wajahnya terlihat menantang dan bersiap melawan pria itu dalam permainan basket lainnya.
Chanyeol sempat meringis sakit merasakan bola yang dilemparkan kearahnya tepat mengenai perutnya, tapi demi menuruti keinginan mutlak seorang Byun Baekhyun, ia memantulkan bola basket itu disampingnya dan mulai membungkukkan sedikit badannya untuk bersiap melakukan permainan.
Nyatanya permainan one by one yang mereka lakukan dipenuhi dengan ciuman panas, pelukan dan gerakkan sentuhan tangan pada badan lawan masing – masing, tak jarang sebuah pukulan Chanyeol layangkan kearah bokong sintal Baekhyun atau pun sebaliknya dan kini kekehan tawa Baekhyun terdengar karena badannya dibopong oleh Chanyeol sambil berlari kencang mengitari satu sisi lapangan.
Apa yang mereka lakukan pada permainan itu jelas bukanlah permainan serius.
Chanyeol menurunkan badan Baekhyun kembali berpijak pada lantai lapangan dengan pelan penuh perasaan hati – hati menjaga wanita kesayangannya. Tapi Baekhyun masih menempelkan badannya pada badan Chanyeol, tangannya memeluk perut pinggang Chanyeol dengan erat sementara wajahnya ia usak pelan pada dada bidang Chanyeol yang jelas kini dibaluri keringat karena permainan yang mereka lakukan. Baekhyun tidak merasakan geli atau jijik dengan itu semua karena ia bahkan hampir merasakan dan melihat secara langsung bagaimana pria dalam pelukannya berkeringat penuh disetiap pencapaian ketika mereka tengah bercinta.
Mengingat bercinta. Baekhyun mengigit bibirnya dan menelan ludahnya dengan susah payah. Seluruh badannya entah kenapa bereaksi dengan cepat membayangkan Chanyeol menyentuh dan membuainya penuh kenikmatan.
Sial. Otaknya mulai bekerja penuh kemesuman.—Baekhyun merutuki pikirannya sendiri dan melepaskan pelukannya pada pinggang Chanyeol dengan cepat.
"Kita harus pulang." Baekhyun berucap pelan dan beralih memunguti setiap pakaian mereka yang berserakan di lapangan basket. Ia mengambil kemeja Chanyeol dan langsung memakaianya tanpa meminta ijin atau pun sekedar berbasa – basi menanyakkan kepada sang pemilik—dan Chanyeol juga tidak melayangkan protest melihat Baekhyun kini tengah mengancingi kemejanya.
Pikirannya membayangkan bagaimana ia nanti membuka kancing itu satu per satu dan membawa tubuh mungil itu terlempar diatas ranjang kemudian berakhir dengan desahan serta erangan ketika percintaan mereka mulai terasa panas dan penuh gairah. Chanyeol menggeleng cepat menghilangkan pikiran kotornya dan beralih memakai celana panjang dan kaosnya.
Langkah mereka berjalan bersamaan dengan tangan Baekhyun yang terkait pada lengan Chanyeol dengan begitu apiknya. Tidak memperdulikan keadaan bola basket didalam lapangan yang sedikit berantakkan atau pun rantai pada pintu arena yang tidak terpasang seperti sebelumnya. Mereka berdua tetap melangkah keluar menuju area parkiran mobil dengan begitu santainya.
Dangerous Romance
"Haaa—haaaa.. hmm."
"Lebih cepat..hmm terus.. ah!"
"Aaaaaahhhh.. Chanyeol!"
"Hmmmppptt.."
Desahan, erangan, pekikan erotis dan gerakkan sensual yang hampir tak beraturan mengisi keadaan mobil Mercedes milik Chanyeol.
Mereka berdua menjadikan pikiran kotor sebelumnya yang sempat terpikirkan didalam lapangan sana secara langsung dan cepat ketika keduanya baru masuk dan duduk didalam mobil. Kali ini Baekhyun yang memulai ketika ia memperhatikan Chanyeol yang mengusak rambutnya yang basah akan keringat—biasa saja sebenarnya—tapi tidak bagi Baekhyun.
Baginya apa yang Chanyeol lakukan jelas tengah membuatnya terasa panas dan terangsang.
Tanpa ada penolakan dan pertanyaan mengapa ia lebih dulu mengangkat badannya untuk berpindah pada pangkuan Chanyeol dan menghujami bibir tebal milik pria itu dengan sebuah ciuman panas bibir tipisnya—Chanyeol menyambutnya dengan senang hati.
Berawal dari sebuah ciuman, hisapan, lumatan pada bibir turun ke leher dan kini posisi Baekhyun tengah menunggangi Chanyeol dengan gerakkan naik turun yang bergerak cepat sesuai apa yang diperintahkan oleh Chanyeol. Dan kini ia tengah menikmati payudara milik Baekhyun yang bergerak naik turun mengikuti gerakkan badannya, sementara Baekhyun tak henti – hentinya mendesah menikmati yang ia rasakan.
Lubangnya terasa penuh dengan milik Chanyeol yang terasa semakin menggembung besar didalam sana dan juga bergerak menumbuk titik kelemahannya, badannya yang terus disentuh dengan tangan Chanyeol dan juga bibir basah dan panas milik pria itu yang tak henti – hentinya memberikan sentuhan pada setiap bagian kulit, bahu dan kembali pada bibirnya.
Mereka patutnya berterima kasih kepada petugas penjaga arena stadion yang tengah menutup semua akses keluar dan tidak ada yang berjaga malam itu dan juga kepada air hujan yang membasahi kota Seoul malam ini. Terkesan bahwa Tuhan mengijinkan mereka berbagi malam panas didalam mobil saat ini hingga sampai pencapaian kepuasan yang entah berapa kali akan mereka rasakan.
Karena malam ini mungkin tidak akan pernah terjadi lagi untuk kedua insan yang tengah dimabuk asmara.
Dangerous Romance
[Hot News] Beredar foto – foto kemesraan antara Park Chanyeol dan wanita misterius yang diyakini sebagai kekasihnya ketika mereka berlibur di Jepang.
[Dispatch Hot News] Executive muda tertangkap kamera tengah berlibur ke Jepang bersama sang kekasih yang diyakini adalah rekan kerjanya.
[Hot News] Park Chanyeol telah memiliki kekasih?
[Hot News] Beredar video dimana Executive muda yang diyakini adalah Park Chanyeol tengah berciuman dengan seorang wanita di sebuah resort di Jepang.
"Beberapa hari belakangan pembicaraan mengenai Executive muda yang cukup terkenal, Park Chanyeol menghiasi laman berita di media online. Dan berita ini semakin memanas karena banyak narasumber yang mengirimkan foto – foto lainnya atau pun video yang bagi mereka itu adalah seorang Park Chanyeol dan kekasihnya."
"Nama Park Chanyeol beberapa hari belakangan menjadi nama yang paling sering dicari beritanya pada portal naver atau media internet lainnya mengingat foto – foto dan video yang beredar memperlihatkan kemesraan dirinya dengan seorang wanita yang diyakini adalah kekasihnya."
"Mengingat pernyataan dari Nona Kang Seulgi sebelumnya, bahwa ia tidak ada hubungan apapun dengan Park Chanyeol. Tapi salah satu media menangkap mereka sering kali tertangkap kamera tengah bertemu di sebuah restoran atau pun tempat – tempat lainnya."
[Hot News] Beredar foto acara kencan malam Park Chanyeol ketika menonton pertandingan basket tadi malam!
[Hot News] Publik mendapati wanita misterius yang tengah bersama Park Chanyeol di acara pesta adalah benar kekasihnya!
[Hot News] Siapa wanita itu, Tuan Park Chanyeol?
"Ini berita baru pagi ini! Beberapa netizen mendapati melihat Park Chanyeol tengah menonton acara pertandingan basket tadi malam yang berlangsung di Jamsil Indoor Arena. Mereka yang melihat dengan jelas Chanyeol memang bersama seorang wanita dan ada kamera yang menangkap mereka tengah berciuman dan bergandengan tangan ketika berada disana."
"Ini semakin membuat media bertanya – tanya, kenapa sampai saat ini kami belum mendapatkan konfirmasi langsung dari Park Chanyeol."
"Jepang adalah negara yang cocok ketika kau membawa kekasihmu dan ingin berlibur bersama, dan aku sangat yakin mereka sudah dalam hubungan yang cukup serius mengingat kemesraan yang ditangkap oleh kamera – kamera selalu memperlihatkan kemesraan yang cukup panas.—Apa menurutmu wanita ini adalah sosok yang kita kenal?"
Baekhyun berdiri mematung melihat tayangan berita yang ditayangkan pada layar televisi di kamar Chanyeol saat ini. Hampir semua media membicarakan berita mengenai foto – foto Chanyeol dengan dirinya dan mereka mempertanyakkan siapa sosok wanita yang dijuluki kekasih seorang Park Chanyeol.
Ia tentu tidak percaya karena selama ini ia berpikir Chanyeol selalu tahu dan siap menghindari kejaran media ketika ia sedang sendiri ataupun bersamanya.
"Nona Kang, mohon konfirmasi kembali. Ada beberapa foto yang diperlihatkan ketika dirimu dan Park Chanyeol tengah menikmati makan siang bersama di sebuah restoran—
"Kami memang pernah bertemu dan makan siang bersama seperti yang ada pada foto itu, tapi kembali lagi aku yakini bahwa foto itu adalah foto kami tengah membicarakan masalah pekerjaan bukan kencan seperti yang dibicarakan! Untuk lebih jelasnya tolong kalian minta pihak Chanyeol yang memberikan klarifikasi."
"Nona Kang! Apakah kau mengetahui siapa wanita yang tengah dekat dengan Tuan Park?"
"Nona Kang!"
"Nona Kang, bisa informasikan sedikit mengenai wanita yang datang diacara peresmian Hotel anda beberapa waktu lalu. Jelas anda mengetahui siapa – siapa saja yang diundang datang—
"Aku mengundang semua kolega, rekan dan teman jadi wanita itu bisa siapa saja. Seharusnya kalian memberikan foot yang jelas padaku supaya aku bisa bantu untuk mencari tahu—maaf aku harus bergegas pergi."
Baekhyun melihat dan mendengar jelas ketika tayangan kamera media menyorot wajah Seulgi dengan begitu dekat ketika menjawab pertanyaan dari beberapa media yang menahannya. Ia mengabaikan deringan ponsel miliknya ataupun milik Chanyeol yang terdengar dari arah meja kecil dekat tempat tidurnya karena pikiran dan keinginan hatinya masih ingin melihat semua berita yang membicarakan mengenai wanita yang dicurigai sebagai kekasih Chanyeol.
Baekhyun mengganti saluran acara televisi guna mencari berita lainnya tapi nyatanya acara berita gossip pagi ini semuanya diisi oleh berita mengenai Chanyeol, Chanyeol dan Chanyeol.
"…hm kenapa? Aku baru bangun." Suara Chanyeol terdengar dari balik selimut yang menutupi badan pria itu diatas ranjang.
"Berita apa?!" kali ini Chanyeol bangkit berdiri dan membuang selimutnya dengan asal. Matanya menatap kearah Baekhyun yang tengah berdiri dihadapannya—masih dibalut handuk dengan tangan memegang remote tv bahkan rambutnya masih terlihat basah. "Sebentar, aku akan melihatnya." Chanyeol menjauhkan ponsel dari telingannya dan melempar kearah ranjang. Ia bangkit berdiri dan berjalan kearah kamar mandi mengabaikan Baekhyun yang menunggu untuk ia sapa atau pun sedikit pertanyaan mengenai hal apapun—nyatanya Chanyeol hanya mengambil handuk lainnya dan kini ia usapkan pada rambut Baekhyun.
"Rambutmu masih basah Baekhyun." Chanyeol mengusap pelan dan melilitkan handuk itu untuk membungkus rambut Baekhyun.
"Be-beritanya.." Baekhyun berucap ragu dan gagap dalam sekejap dihadapan Chanyeol.
Chanyeol tidak menjawab apapun. Tangannya masih menggenggam bahu Baekhyun sementara tatapan kini mulai terarah untuk melihat kearah layar televisi dimana channel yang ada disana lagi- lagi membahas mengenai berita dirinya dan juga sosok wanita misterius itu.
"Seharusnya mereka bisa mengambil gambar yang jelas. Sehingga tidak membuat berita yang penuh rahasia seperti ini." Chanyeol memaksakan senyumnya kearah Baekhyun, wanita itu masih terdiam dihadapannya. Tidak mengucapkan kalimat apapun dan hanya kedua matanya yang bergerak mengedap ngedip layaknya seorang anak kecil yang menunggu perintah dari orang tuanya. "Bersiaplah, kita harus tetap berangkat ke kantor." Chanyeol membelai pipi Baekhyun sebelum ia mengambil alih remote tv dari tangan wanita itu dan mematikan daya televisi yang terpajang di dindingnya. Kemudian beralih masuk kedalam kamar mandi meninggalkan Baekhyun masih mematung berdiri di tempatnya.
Dangerous Romance
Suasana canggung dalam diam menemani perjalanan Chanyeol dan Baekhyun menuju gedung kantor mereka. Tidak ada perbincangan diantara mereka berdua seperti biasanya karena Chanyeol terus menjawab panggilan pada ponselnya yang Baekhyun yakini mereka menanyakkan masalah berita mengenai dirinya dengan sosok wanita dimana diberitakan saat ini. Baekhyun bahkan enggan untuk menyalakan radio pada mobil Chanyeol mengingat pasti yang ia akan dengar selain lagu – lagu yang diputar ada beberapa berita juga yang akan disampaikan oleh sang penyiar dan ia tidak mau mendengarnya.
Baekhyun menunduk dalam duduknya dan hanya memperhatikan ponsel di tangannya—sebenarnya ia membaca komentar – komentar dari laman berita yang dibuat dan memberitakan mengenai masalah foto Chanyeol dan wanita itu—meskipun dalam hatinya sedikit merasa sakit setelah membaca sebagian komentar yang ada.
[+6587997609] : aku menunggu Chanyeol Oppa memberikan klarifikasi mengenai wanita itu.
[+5679828146] : aku juga menunggu hal yang sama! Walaupun aku belum siap mengetahui wanita itu adalah kekasihnya setidaknya bila ia mengklarifikasi secara langsung aku akan merestuinya T.T
[+4564678980] : Chanyeol Oppa! Foto kita tersebar XD
[+4351317671] : Kenapa Chanyeol belum juga mengklarifikasi? Mungkin saja wanita itu hanya wanita jalang yang ia manjakan.
[+2345663711] : Ya, bisa saja. Itu menjadi alasankenapa ia belum juga memberikan klarifikasi sampai saat ini. Bila wanita itu adalah kekasihnya tentu saja ia akan meminta media untuk tidak memberitakan dan menjaga privasi mereka. Simple.
[+2134155461] : Heol! Berita ini mengalahkan berita dating seorang idol!
[+8921489676] : Kenapa Chanyeol belum memberikan klarifikasi! Aku ingin mengacak – acak rambut wanita itu saat ini juga karena berani – beraninya ia mencium kekasihku!
[+7861461848] : aku masih berharap wanita itu hanya wanita selingannya, Chanyeol dikenal tidak menyukai komitmen yang serius terbukti diusianya yang sekarang ia bahkan tidak memiliki kekasih yang dikenalkan secara langsung di public. Dan aku yakin wanita itu adalah wanita yang berbeda di setiap fotonya! Kalau memang Chanyeol memiliki kekasih ia seharusnya sudah memperkenalkan wanita itu lebih dulu ke public dan tidak merahasiakannya.
Baekhyun mengangkat wajahnya dan menoleh kesamping menatap jalanan yang dilewati mobil Chanyeol. Keputusannya membaca komentar mengenai berita Chanyeol dan foto dirinya yang dianggap misterius nyatanya membuat hatinya semakin sakit dan mulai mempertanyakkan sikap Chanyeol terhadap dirinya selama ini.
Mereka memiliki perjanjian, perjanjian yang melarang untuk saling jatuh cinta—dan tentu saja alasannya bukan karena hanya untuk kelancaran bisnis yang mereka jalin sampai saat ini tapi memang pada akhirnya mereka tidak diijinkan untuk bersama. Baekhyun mengingat kembali bahwa dirinya sudah dijodohkan—ia sudah memiliki pasangan yang kelak akan ia nikahi mau tidak mau. Sementara Chanyeol, meskipun pria itu tidak memiliki kekasih, ia bisa saja menikahi wanita mana pun yang ia mau tanpa memperdulikan perasaan cinta karena Chanyeol bukan orang yang memegang teguh sebuah komitmen dalam sebuah hubungan.
Ini semakin masuk akal, kenapa Chanyeol tidak pernah menjawab permohonan Baekhyun untuk menikahi wanita itu.
Karena Chanyeol hanya akan menjadi sahabat dan orang yang ia cintai selamanya bukan pria yang bisa ia nikahi dan mendampingi dirinya selama sisa hidupnya.
Mobil yang Chanyeol kendarai berbelok masuk kedalam bagian lobby depan gedung Park Inc yang telah dipenuhi dengan beberapa awak media disana Chanyeol memberhentikan mobilnya dengan sesuka hati dan melepaskan seatbelt pada bagian depannya sama halnya dengan yang Baekhyun lakukan. "Jangan keluar, tunggu aku membukakan pintu untukmu." Chanyeol berucap penuh penekanan pada Baekhyun dan wanita itu hanya bisa menganggukkan kepala mengiyakan.
Chanyeol keluar dan disambut oleh beberapa kilatan kamera dan juga pertanyaan terlontar secara riuh dari mulut – mulut sang wartawan atau jurnalis disana. Dan ketika Baekhyun keluar dari dalam mobil Chanyeol, hampir semuanya mulai mengalihkan pertanyaan itu kearah Baekhyun dengan pertanyaan apakah Baekhyun tahu siapa wanita yang diberitakan tengah bersama dengan Chanyeol.
"Baekhyun-ssi.. apakah anda mengenal wanita yang tengah bersama Chanyeol ketika di acara peresmian Casino Resort kemarin?"
"Baekhyun-ssi, Chanyeol-ssi.. mohon klarifikasi berita ini!"
"Chanyeol-ssi.. mengenai wanita itu.. bisa dijelaskan apa dia kekasih anda atau hanya teman—
"Chanyeol-ssi, mohon klarifikasi mengenai—
Chanyeol membawa Baekhyun dalam dekapannya melewati setiap kerumunan para wartawan dan meminta petugas keamanan untuk berjaga agar tidak ada satu pun yang bisa masuk dalam gedungnya. Sama seperti hari – hari biasanya, Chanyeol bergandengan tangan membawa Baekhyun melangkah bersama dengan dirinya masuk kedalam lift menuju lantai ruangan kerja mereka berada.
"Kau tidak apa – apa?"
Baekhyun menganggukkan kepala. "Aku baik- baik saja." kalimat jawabannya ia lontarkan ditambah dengan senyuman kecil yang ia perlihatkan kepada Chanyeol. "Mereka.. benar – benar semangat." Baekhyun tidak tahu maksudnya apa ia mengatakan kalimat terakhirnya itu kearah Chanyeol.
"Hm. Mereka bersemangat untuk mencari berita. Tenang saja, aku yang akan mengurusnya." Chanyeol memberikan keyakinan dan Baekhyun menjawabnya dengan anggukkan kepala.
"Chanyeol-ah!" Suara Seulgi menyambut kedatangan Chanyeol dan Baekhyun ketika baru melangkah keluar dari Lift dan sontak sambutannya itu mendapatkan tatapan tajam dari Baekhyun yang tidak suka melihat kehadirannya ditempat yang sama dengannya. Baekhyun memanggil Kyungsoo dengan suara tingginya dan meminta sekretarisnya itu untuk masuk kedalam ruangannya segera. Sementara Chanyeol kini membawa Seulgi masuk kedalam ruangannya tanpa memperdulikan Baekhyun yang jelas tengah marah saat ini.
"Kenapa kau datang kesini?"
"Kenapa?! Kau tahu aku tidak bisa kemanapun dengan bebas karena seluruh wartawan itu mengikutiku!" Seulgi menunjuk kesembarang arah melampiaskan posisi wartawan yang selalu mengikuti dan melayangkan pertanyaan padanya. "Bersyukur Sehun berbaik hati mengantarku kemari tanpa ada kecurigaan karena ia meminta security di basement parkirmu untuk memberikan tempat parkir khusus."
"Sehun?" Chanyeol menyebut nama Sehun begitu mendengar Seulgi menyebutkan nama pria itu.
"Ya, Sehun. Dia sedang berbicara dengan sekretarismu dan Lu—
Belum selesai Seulgi menjelaskan lebih detail, Sehun dan Luhan mengetuk pintu ruangan kerja Chanyeol dan melenggang masuk tanpa menunggu sapaan dari sang empunya ruangan.
"Aku tidak bisa menahannya lagi." Sehun menjelaskan langsung tanpa peduli kondisi sekitarnya. "Hyejin, Yoora dan Irene tidak bisa menahan setiap media untuk menyebarkan foto – foto tentang kau dan Baekhyun. Media sudah tersebar dan mau tidak mau kau harus siap dengan keadaannya—
"Bagaimana dengan Baekhyun?" Luhan memotong ucapan Sehun. "Aku yakin ia sudah tahu mengenai hal ini kan?"
"Dia lebih dulu menonton beritanya pagi ini, dan aku yakin ia tidak baik – baik saja." Chanyeol menjawab dan mengusak wajahnya sebentar memikirkan kondisi yang diluar dari perencanaan yang ia susun selama ini.
Seharusnya berita itu keluar ketika ia mengirim Baekhyun ke China dan memudahkan memberikan alasan untuk wanita itu menetap sementara di China sampai dengan hilangnya berita ini dan juga menghilangnya Chanyeol ketika ia sudah masuk dalam masa wajib militernya. Tapi nyatanya media tidak bisa lagi ia permainkan dan kini semuanya seakan – akan menjadi bom waktu bagi dirinya dan juga Baekhyun.
"Aku akan membujuknya untuk ikut ke China." Luhan berucap dan setelahnya ia melangkah keluar dari ruangan Chanyeol menuju ruangan Baekhyun yang berada disebelah ruangan Chanyeol.
Sehun dan Seulgi masih berdiam diri memperhatikan Chanyeol yang berdiri dengan bertolak pinggang sementara kepalanya masih menunduk berpikir mengenai masalah pagi ini.
"Mungkin sudah saatnya kau mengakui dirinya sebagai kekasihmu."
Chanyeol mengangkat wajahnya kearah Seulgi ketika wanita itu mengucapkan rentetan kalimat pendek kearahnya.
"Ini tidak akan hilang begitu saja, dan mereka akan terus mencari jawaban sampai kapanpun. Bukan melalui darimu, tapi semua yang berhubungan dengan dirimu dan sebelum semuanya terbongkar aku hanya memperingatkan lebih baik kau membuka suara lebih dulu—
"Aku tidak bisa." Chanyeol memotong. Kali ini berbalik memunggungi Sehun dan Seulgi, pandangan matanya ia pilih untuk melihat keluar jendela dan memandangi susunan gedung – gedung pencakara langit lainnya yang memiliki bentuk hampir sama satu dengan yang lainnya. "Hanya untuk mengatakan bahwa Baekhyun adalah wanita yang bersamaku saat itu aku tidak bisa, Mengatakan bahwa dirinya lah yang bersamaku ketika di acara dan saat di Jepang pun aku tidak bisa, apalagi mengatakan bahwa ia adalah kekasihku? Jelas tidak bisa. Kami bukanlah berada dalam hubungan berpacaran atau apapun namanya—
"Kalian saling mencintai." Sehun yang memotong berniat untuk memperjelas hubungan yang Chanyeol anggap tidak bisa dijelaskan dengan mulutnya. "Katakanlah bahwa kalian mencintai dan terlibat dalam suatu hubungan tapi bukan berari akan menikah mengingat Baekhyun dijodohkan. Setidaknya berikan klarifikasi bahwa wanita itu adalah Baekhyun."
"Aku tidak bisa Sehun!" Chanyeol membalas dengan sedikit teriak. "Perjanjian yang aku buat jelas menjelaskan tidak ada satu pun yang bisa mengklaim bahwa kami terlibat dalam sebuah hubungan." Chanyeol berbalik dan menatap kearah Sehun serta Seulgi, tapi pandangannya menatap sosok lain yang ada didekat pintunya dengan wajah yang membuatnya merasa bersalah akan kalimat yang ia lontarkan—Baekhyun.
"Bisa kau katakan lagi alasannya kenapa kau tidak bisa mengatakan bahwa wanita yang tengah kau cium di acara itu adalah aku?" Baekhyun melangkah masuk melewati Sehun dan Seulgi dan berdiri tak jauh dari kedua orang itu tapi masih cukup menjaga jarak dengan Chanyeol yang kini berdiri kaku dihadapannya. "Katakan kenapa kau tidak bisa mengatakan bahwa kau mencintaiku dan wanita itu adalah aku? Katakan.." Suaranya terdengar sedikit bergetar dan Chanyeol bisa melihat dengan jelas Baekhyun tengah menahan kekesalan dan sakit hatinya mendengar kalimat yang Chanyeol katakan—dimana kalimat itu seharusnya bukan untuk Baekhyun perdengarkan secara langsung.
"Baekhyun.." Chanyeol mendekatkan dirinya kearah Baekhyun dengan langkah pelan namun wanita dihadapannya lebih dulu melangkah mundur dalam artiaan ia tidak mau berada dekat dengan pria itu.
"Mencintaimu terasa sangat sulit Chanyeol.." Baekhyun berucap lagi. Suaranya mulai parau dan Chanyeol bisa melihat air mata mulai mengalir dari sisi sudut mata bulan sabit milik Baekhyun yang mulai terlihat merah. Ia yakin wanita itu tengah menahan tangisannya untuk meledak dalam seketika.
"Baek—
Tangan Baekhyun lebih dulu terangkat ke udara guna mengisyaratkan Chanyeol untuk diam dan tidak mengatakan apapun lagi.
"Kau tidak perlu mengatakan apapun lagi, aku mengerti." Baekhyun berucap pelan. "Kau hanya perlu tahu satu hal. Aku mencintaimu, sungguh – sungguh mencintaimu." Kedua tangannya bergerak kearah dadanya dan menyatu disana. "Aku mencintaimu, Park Chanyeol.." Baekhyun melangkah mendekat kearah Chanyeol yang terdiam mendengarkan setiap kalimat yang dikatakan oleh Baekhyun dan rasanya begitu aneh mendengar Baekhyun mengucapkannya begitu saja.
Baekhyun tiba di dekatnya dan mengecup bibirnya singkat dengan cepat. "Aku mencintaimu, dan jatuh cinta padamu entah sejak kapan." Baekhyun tersenyum—senyum yang terlihat sangat dipaksakan. Chanyeol menggenggam pinggang Baekhyun hendak menahan wanita itu untuk menjauh dari badannya tapi Baekhyun lebih dulu mengambil langkah lebar menjauh darinya.
"Baekhyun.." Chanyeol melangkah menyusul kedepan dan Baekhyun semakin terisak menjauhi hingga badan wanita itu bergetar menabrak Seulgi dibelakangnya. Untungnya wanita itu dengan cepat menangkap badan Baekhyun dan merangkulnya.
"Baek.. dengarkan aku.." Chanyeol mencoba mendekatinya lagi dengan langkah pelan dan takut – takut.
Jangan pergi ku mohon.
"Baekhyun.. aku harus menjelaskan semuanya.. aku butuh waktu untuk menjelaskan semuanya.."
Ku mohon.. semuanya sudah aku rencanakan dengan baik.
"Inikah alasannya mengapa kau tidak pernah menjawab setiap aku memintamu untuk menikahiku kan? Ini mengapa kau membuat perjanjian hanya untuk bercinta denganku dan bukan untuk memilikiku—
"Bukan! Aku membuat perjanjian itu bukan hanya untuk bercinta denganmu!" Chanyeol memotong dan sedikit berteriak kearah Baekhyun dan itu berhasil membuat wanita mungil yang berdiri cukup jauh darinya hampir meloncat kaget dan kini terdiam dengan badan yang masih bergetar.
"Aku mencintaimu. Sungguh – sungguh mencintaimu.. aku mohon percaya padaku dan.. beri aku waktu.."
Baekhyun menggeleng. "Mudah mengatakan cinta pada setiap orang Yeol.. sementara kau tidak membuktikan apapun padaku."
"Baek.."
"Kalau kau bertanya bagaimana perasaanku padamu.." Baekhyun mengangkat wajahnya untuk melihat kearah wajah Chanyeol. "Aku mencintaimu. Aku benar – benar mencintaimu dan bahkan aku memiliki harapan terlalu tinggi untuk bisa menikah denganmu bukan dengan pria yang dijodohkan oleh Papa—tapi kenyataan.. kau bahkan selalu mengingatkan bahwa aku adalah wanita yang tidak bisa kau miliki dan dengan mudahnya menyerahkan aku untuk memilih pria yang dijodohkan." Baekhyun menggeleng dan berlari keluar dari ruangan Chanyeol, wanita itu bahkan melesak masuk kedalam lift yang tengah terbuka ketika Minseok baru saja tiba dan akan melangkah keluar.
"BAEKHYUN!" Chanyeol berteriak dan mengikutinya berharap ia bisa masuk kedalam lift yang sama dengan Baekhyun, tapi sialnya tidak. Lift itu lebih dulu tertutup dan Chanyeol mengumpat kesal dibuatnya. Ia memutuskan untuk berlari turun lewat tangga darurat dan berharap lift yang membawa Baekhyun turun akan tertahan lebih lama.
e)(o
Dangerous Romance
.
.
Nb:
Tidak akan ada lagi update Dangerous Romance di FF ya, bagi yang berkenan membaca chapter berikutnya silahkan liat di Wattpad.
Untuk yg di update di FFN adalah format DR dalam bentuk cetak dan untuk di WP itu masih tulisan original pertama yang aku buat.
Dari kalian pasti udah tahu kalau DR akan aku cetak (ini udah lama banget prosesnya) dan Puji Tuhan hari ini aku udah masukkin sample dokumennya ke percetakan, semoga hasil cetaknya memuaskan dan ga ada typo - typo mengganggu :)
Yang mau nanya PO bukunya bisa dm di ig: _yourvalentine ya.
Terima kasih!
