Code DXD

Chapter 4

Kehidupan yang baru

XxxX

XxX

XX

X

Hari sudah menjelang malam, sudah banyak murid-murid sekolah yang pulang kerumah tapi tidak dengan Issei, ia tengah sibuk melamun di atas jembatan penyebrangan, ia melamunkan soal dirinya yang masih menjoblo padahal dia sangat ingin memiliki pacara yang bisa ia ajak melakukan hal-hal ecchi.

Karena keasikan melamun ia jadi tidak menyadari ada seorang gadis yang mendekatinya,"Apa kamu Hyodo Issei dari akademi komaou ?" tanya sang gadis.

kata-kata sang gadis berhasil menyadarkan Issei dari lamunannya. Issei menoleh ke sumber suara dan ia menemukan sosok seorang gadis berambut hitam Panjang, mata berwarna hitam, badannya sangat seksi dan proposional dan ia memakai seragam yang berbeda dengan Issei.

"Iya benar" jawab Issei.

'siapa dia ? aku sama sekali tidak tau seragam sekolah mana itu' pikir Issei yang kebingungan dengan sosok didepannya .

"Ada perlu apa ?" tanya Issei.

"Issei apa kau menyukai seseorang sekarang ?" tanya sang gadis.

"T-tidak" jawab Issei terbata-bata, ia mulai merasa gugup dengan sosok gadis di depananya.

"Ka..kalau be..begitu maukah… kamu menjadi….pacarku ?" tanya gadis itu sambil terbata-bata, wajahnya memerah karena rasa malu yang ia rasakan.

"E-h ? apa yang kau katakana ?" tanya Issei yang masih belum percaya dengan apa yang ia dengar.

"Aku selalu melihatmu melalui jalan ini dan semakin aku melihatmu semakin aku merasakan ada sesuatu yang tumbuh di dalam hatiku" tutur sang gadis sambil menunduk untuk menyembunyikan wajahnya yang memerah.

'apa ini nyata?' tanya Issei pada dirinya sendiri.

"Jadi… maukah….menjadi pacarku" kata gadis itu dan tiba-tiba saja Issei menggenggam tangan gadis itu.

"Tentu saja aku mau" kata Issei dengan penuh semangat.

"Ngomong-ngomong siapa namamu ?" tanya Issei.

"Namaku Amano Yuuma" kata sang gadis sambil tersenyum manis kepada

XXXXX

Di hari selanjutnya Issei langsung memamerkan pacaranya pada teman-teman yang masih jomblo dan reaksi merasa terlihat sangat terkejut. Mereka tidak habis pikir kenapa hal itu bisa terjadi.

Hari sudah menjelang malam, Issei dan Yuuma tengah berdiri di atas jembatan penyebrangan yang menjadi saksi bisu pernyataan cinta Yuuma pada Issei.

"Ken…kenca ?" tanya Issei yang kaget karena Yuuma mengajaknya kencan.

"Gimana apa minggu ini bisa?" tanya Yuuma sambil malu-malu. Melihat itu semangat Issei menjadi meningkat.

"Tentu saja aku mau" kata Issei penuh semangat. Melihat tingkah Issei yang seperti anak-anak itu membuat Yuuma tersenyum.

"Kalau begitu aku pulang dulu sampai jumpa hari minggu" kata Yuuma sambil berjalan meninggalkan Issei. Melihat sosok Yuuma yang sudah tidak terlihat, Issei pun berjalan pulang dengan penuh kegembiraan tanpa ia sadari ada orang yang tengah memperhatikannya.

Orang itu adalah Koneko, Koneko telah mengikuti Issei sampai sekarang. Setelah sosok Issei menjauh, Koneko pun memutuskan untuk pulang.

Di perjalananya pulang Koneko melewati sebuah taman dan di taman itu ia melihat sesosok orang yang ia kenal tengah berjongkok di dekat air mancur, Koneko memutuskan untuk ketempat orang itu. Koneko berjalan mendekati orang itu dari arah belakang orang itu.

"Apa yang kau lakukan, Uzumaki-san ?" tanya Koneko kepada orang itu yang ternyata adalah Naruto.

Mendengar Namanya di panggil Naruto pun menoleh ke arah sumber suara. Saat Naruto menoleh Koneko dapat melihat seekor kucing yang terlihat mengenakan perban hampir di sekujur tubuhnya.

"Kucing itu kenapa penuh dengan luka?" tanya Koneko.

"Sebenarnya kemarin aku melihat anak kucing ini di aniyaya oleh beberapa berandalan jadi aku membawanya ke rumah sakit dan hari ini aku mengembalikannya lagi ke sini" jawab Naruto.

Koneko berjongkok di dekat Naruto, ia mengelus anak kucing. "Kau orang baik Uzumaki-san" kata Koneko sambil terus mengelus si kucing.

Naruto sedikit terkejut karena tiba-tiba Koneko berkata begitu "Aku bukannya orang baik, aku bahkan tidak ada keberaniaan untuk menghentikan para berandalan itu dan hanya bisa membawa kucing ini setelah para berandalan itu bosan menyiksa kucing ini" jawab Naruto.

"Walau pun begitu menurutku kau tetap saja orang baik, karena jika kau tidak menolong kucing ini mungkin aku tidak akan bertemu kucing ini" jawab Koneko. Mendengar itu Naruto pun menoleh ke arah Koneko dan begitu juga sebaliknya.

Mereka saling menatap satu sama lain, Koneko seakan tenggelam dalam mata Naruto yang sebiru langit biru. "Uzumaki-san" panggil Koneko dan orang yang di panggil pun menoleh ke arah Koneko.

"Iya" jawab Naruto.

"Apa sebelumnya kita pernah bertemu ?" tanya Koneko.

"Kalau yang kau maksud adalah sebelum aku pindah maka jawabannya tidak" jawab Naruto.

"Lalu kenapa kau selalu bertanya seperti itu ?" tanya Naruto yang penasaran alasan Koneko bertanya demikian.

"Aku hanya merasa bahwa kita pernah bertemu sebelumnya" kata Koneko.

"Kurasa kau salah orang" kata Naruto sambil memalingkan wajah dari Koneko.

Mendengar itu semangat Koneko pun hilang "Kalau gitu aku pergi dulu" kata Koneko sambil berdiri.

"Hm" gumam Naruto sambil tetap memalingkan wajahnya.

Koneko pun berjalan kembali, meninggalkan Naruto seorang diri disana "Pernah bertemu ya" kata Naruto sebelum ia pergi dari tempat itu.

XxxxX

Diruang klub ilmu gaib Rias,Akeno dan juga Koneko tengah berkumpul Bersama, "Firasat Rias-Buchou benar" kata Koneko.

"Benar katamu?" kata Rias sambil tersenyum.

"Iya mereka sudah memulai gerakan mereka" jawab Koneko.

"Lalu apa yang harus kita lakukan Rias-buchou ?" tanya Akeno.

"Tidak usah tergesa-gesa, karena pada akhirnya semuanya tergantung pada dirinya sendiri" kata Rias.

Hari minggu pun tiba saatnya Issei dan Yuuma akan memulai kencan pertama mereka. Issei tengah menunggu kedatangan Yuuma di dekat sebuah jam kota.

"Sebentar lagi" kata Issei sambil mengecek jam tangannya.

"Tolong bantu kami" kata seorang wanita cantik sambil menyerahkan secaring kertas kepada Issei, Issei yang disodorkan itu secara reflek menerima kertas itu. Setelah itu wanita itu pun meninggalkan Issei sendirian lagi.

Kertas itu memiliki gambar seperti lingkarang sihir dan sebuah kalimat pendek "Aku akan mengabulkan keinginanmu" kata Issei yang membaca isi dari kertas itu.

"Issei-kun" kata Yuuma yang baru datang dan Issei masukan kertas itu kedalam saku celananya.

"Maaf aku terlambat, apa kau sudah lama menunggu ?" tanya Yuuma.

"Tidak, aku juga baru sampai" jawab Issei, 'aku selalu ingin mengatakannya walau hanya sekali' Pikir Issei yang kegirangan karena salah satu keinginnya telah terkabul.

Kencan Issei dan Yuuma pun berjalan dengan baik dan disaat mampir ke sebuah toko aksesoris Issei membelikan sebuah gelang yang imut untuk Yuuma. Issei begitu bahagia dengan kencannya dan tanpa Issei sadari hari sudah menjelang malam, mereka berdua memutuskan untuk berjalan-jalan di taman yang sepi sebagai tempat untuk menutup kencan mereka.

Mereka berjalan beriringan, Issei mencoba menggenggam tangan Yuuma tapi sayang Yuuma malah berjalan menjauh, lalu ia pun berdiri di depan Issei "Issei-kun untuk merayakan kencan pertama kita, mau kah kau mengabulkan keinginanku" kata Yuuma.

"Ap-apa yang kau inginkan ?" tanya Issei ia mulai gugup dan menghayalkan yang tidak-tidak.

Yuuma tersenyum mendengar itu "Mau kah kau mati untuk ku" kata Yuuma sambil tersenyum tapi bukan senyum manis yang biasa ia perlihatkan tapi sebuah senyuman yang mengerikan.

Issei yang mendengar itu pun terkejut "Maaf Yuuma bisa kau katakana lagi, sepertinya telingaku lagi bermasalah hehehe" kata Issei sambil ngorek telinganya dengan jari kelingkingnya.

Yuuma pun mendekati telinga Issei "Maukah kau mati untuk ku" kata Yuuma dan secara tiba-tiba pakaian Yuuma tercerai berai, sayap hitam pun muncul di punggunya dan pakaian yang tercerai berai itu berubah menjadi pakaian seksi yang ketat.

Issei yang melihat tubuh Yuuma yang polos sampai-sampai iya telat untuk menyadari ke anehan sayap Yuuma. 'tubuh Yuuma luar biasa' pikir Issei.

'Tunggu dulu, bukan itu masalahnya. Sayap?' pikir Issei setelah menyadari sayap milik Yuuma.

"Kencan kita cukup menyenangkan….." kata Yuuma sambil tersenyum, ia merentangkan tangannya ke depan, cahaya merah keluar dari tangannya cahaya itu mulai memanjang hingga terlihat seperti tombak, Yuuma menggenggam tombak itu kuat-kuat, "Hadiah yang kau berikan akan ku jaga baik-baik Karena itu matilah untukku" kata Yuuma sambil melemparkan tombak cahaya itu.

"Ugh…." Issei terbatuk darah ketika tombak cahaya menusuk perutnya. Tombak itu menghilang dan darah mengalir dengan deras dari tubuh Issei.

"Berdasarkan informasi yang kami terima kau merupakan sosok yang berbahaya dan harus segera di singkirkan. Jika ada yang mau di salahkan maka salahkan tuhan yang memberikanmu sacred gear" Kata Yuuma. Tanpa mengecek kematian Issei,Yuuma pun pergi meninggalkan Issei.

Issei terkapar ia sudah tidak bertenaga lagi, ia hanya bisa berbaring sambil menunggu ajal menjemputnya. 'apa seperti ini akhirku, mati tanpa penjelasaan seperti ini' pikir Issei.

Issei melihat tangannya yang berlumuran darah 'merah…merah yang sama dengan rambut Rias-senpai' pikir Issei sambil mengingat sosok Rias yang merupakan primadona sekolah.

'andai aku bisa memilih kematianku aku ingin mati di pelukannya dan juga oppai indah miliknya' pikir Issei dan tiba-tiba keluar cahaya berwarna merah keluar dari saku celananya, cahaya itu berasal dari kertas yang Issei terima.

Kertas itu terbang menjauhi Issei sebelum kertas itu berubah menjadi lingkaran sihir yang cukup besar dan dari lingkaran sihir itu muncul sosok Rias Gremory.

"Kalau kau tidak mau mati maka ikutlah denganku dan mulai sekarang hidupmu adalah milik ku" kata Rias. Issei mendengar kalimat itu sebelum ia menutup matanya.

XxxxX

Matahari terbit dari barat, mengganti gelapnya malam dengan cahayanya yang menghangatkan hari. Di hari ini Issei pun bangun di kasurnya.

Issei membuka matanya ia melihat sekelilingnya dan yang ia lihat adalah pemandangan kamarnya yang biasa, tiba-tiba ia teringat dengan ke jadian kemarin dan ia melihat perutnya yang seharusnya sudah berlubang tapi nyatanya tidak ada luka sama sekali.

"Apa yang terjadi kemarin itu adalah mimpi ?" tanya Issei pada dirinya sendiri.

Disekolah isi pun bertanya kepada temannya mengenai Yuuma tapi tidak ada yang mengingat siapa Yuuma itu dan anehnya kontak Yuuma yang ada di dalam hpnya juga hilang. Hari itu Issei bersekolah dengan perasaan yang masih bercampur aduk dan kepalanya di penuhi oleh Yuumma.

Hari sudah menjelang malam anak sudah pulang kerumah mereka masing-masing tapi tidak termasuk Issei, ia tengah mendatangi taman yang sama dengan saat ia berkencan dengan Yuuma.

"Apa kejadian kemaren itu cuma mimpi ?" tanya Issei pada dirinya sendiri

"Apa itu ?" kata Issei ketika ia merasakan aura yang tidak mengenakan dari arah belakang, Issei pun menoleh kebelakang dan ia melihat seorang pria paruh baya mengenakan duffle coat.

"Apa yang kau lakukan disini sendirian" kata pria itu.

Issei merasakan aura berbahaya dari pria itu, ia pun memutuskan untuk lari dan menjauh dari tempat itu. Ia berlari dengan sekuat tenaga dan saat berlari Issei melihat bulu burung berwarna hitam berjatuhan dari langit, Issei pun melihat ke langit dan ia melihat pria itu tengah terbang dengan sayapnya.

Sang pria turun di depan Issei dan itu membuat Issei berhenti berlari "Aku tidak merasakan keberadaan master atau temanmu bahkan tidak terdapat symbol magis pada tubuh mu, aku menyimpulkan bahwa kau tidak berguna dan tidak ada masalah jika aku membunuhmu sekarang" kata pria itu.

Pria itu mengeluarkan tombak cahaya yang sama dengan tombak cahaya Yuuma. Issei yang melihat itu pun berlari menjauh dari tempat itu. 'apa ini mimpi, jika aku harus mati dalam mimpi aku lebih memilih mati di tangan wanita cantik' pikir Issei

sang pria tidak mau tinggal diam, ia melemparkan tombak itu ke arah Issei dan hasilnya tubuh Issei pun terkena tombak itu. "Sakit…ini sakit sekali…. Ini jauh lebih sakit dari pada waktu Yuuma menusukku" kata Issei yang merintih kesakitan, sangking menyakitkannya Issei tidak kuat untuk berdiri.

Issei mencoba menyentuh tombak cahaya itu tapi tangannya terasa terbakar saat menyentuh tombak itu. "Itu pasti sangat menyakitkan terlebih lagi cahaya adalah racun bagi kalian" kata pria itu.

Tombak cahaya milik pria itu menghilang dan darah mulai mengalir deras dari tubuh Issei. Tombak kitu muncul lagi di tangan kiri pria itu "Ku pikir satu serangan cukup untuk membunuh mu tapi rupanya kau cukup Tangguh juga tapi tenang saja kali ini kau pasti akan mati" kata pria itu sambil berancang-ancang ingin melempar tombaknya ke arah Issei lagi.

"Seseorang….tolong…aku…." kata Issei tertatih-tatih, Saat hendak melempar tomboknyanya ada energi gelap berwarna hitam menyambar tombak cahaya itu sehingga pria itu kehilanganan tombaknya.

Pria itu melihat arah energi hitam itu muncul dan ia melihat Rias tengah berdiri tidak jauh dari mereka. "Bisa lepaskan anak itu" kata Rias.

"Rambut..merah….Rias…Senpai…" kata Issei sebelum ia kehilangan melirik sebentar kea rah Issei sebelum ia melihat pria itu.

"Siapa kau ?" tanya pria itu sambil melihat Rias dengan tatap kurang senang. Ia melempar tombak cahaya miliknya ke arah Rias tapi Koneko yang muncul dari atas langsung memukul tombak itu hingga terpental.

Sang pria membuat satu tombak lagi dan langsung berlari ke arah Rias tapi tiba-tiba saja kilat jatuh dari langit mengenai pria itu hingga pria itu tersetrum oleh kilat itu dan entah muncul dari mana Akeno sudah berada di dekat Rias.

"Rambut merah…aku mengerti, jadi kau berasal dari klan gremory" kata pria itu ketika sengatan di tubuhnya sedikit menghilang.

"Benar, aku Rias Gremory. Hari yang indah, tenshi-san" kata Rias.

"Aku tidak tau bahwa wilayah ini di jaga oleh klan Gremory. Apa anak itu berasal dari klanmu" tanya pria itu sambil meilhat Issei.

"Benar, jadi jika kau menyakitinya aku tidak akan mengampunimu" kata Rias.

"Kalau begitu aku minta maaf untuk hari ini" kata Pria itu.

"Namun seharusnya kau tidak membiarkan pengawasanmu lepas darinya, sebab orang sepertiku mungkin saja tidak sengaja membunuhnya" kata pria itu.

"Aku hargai peringatanmu itu. Tapi aku juga akan memberimu peringatan bahwa jika hal ini terjadi lagi aku tidak akan segan" kata Rias.

Pria itu tersenyum "namaku Donashik, jika kita bertemu lagi maka akan ku habisi kalian" kata pria itu sambil terbang menjauh dari taman itu.

Mereka yang tertinggal mendekati tubuh Issei yang terkapar di tanah "Apa yang akan kita lakukan jika terus seperti ini, dia akan mati" kata Akeno.

"Aku tidak akan membiarkanyanya mati, selepas dari semuanya dia tetaplah milik ku" kata Rias.

XxxxX

Matahari sudah terbit menjalankan tugasnya untuk menyinari dunia dan seperti itu juga jam weker Issei yang menjalankan tugasnya untuk membangunkan majikannya. Dengan wajah yang terlihat kelelahan Issei keluar dari selimutnya dan mematikan jam itu.

"Kenapa aku mimpi aneh lagi" keluh Issei.

Setelah mematikan jam weker itu Issei baru menyadari bahwa dirinya tengah telanjang bulat. "Hah kenapa aku telanjang bulat ?" kata Issei.

"Mana celanaku" kata Issei sambil mencari celana miliknya. Ia menyingkirkan selimutnya dan betapa terkejutnya ia saat ia melihat Rias yang tengah tidur tanpa sehelai benang pun pada tubuhnya yang seksi. Sangking kagetnya ia pun terjatuh dari ranjangnya.

"Ri..ri…Rias-senpai" kata Issei dengan suara yang cukup keras.

Karena suara yang cukup keras itu membuat Rias bangun dari tidurnya, "Pagi" kata Rias sambil mengucek matanya, ia bangun dari ranjang dan merebah posisinya menjadi terduduk,

"A..apa ini juga mimpi ?" kata ISsei yang kebingungan.

"Bukan… ini kenyataan, dan semua yang kau alami adalah kenyataan. Aku Rias Gremory, aku adalah iblis" kata Rias.

"I..i..iblis ?" kata Issei yang tidak percaya dengan apa yang ia dengar.

"Dan juga aku adalah tuanmu. Senang bertemu denganmu" kata Rias sambil tersenyum.

Dari arah luar ibu Issei memanggil anak semata wayangnya "Issei ayo bangun" kata Ibu Issei.

"Iya aku sudah bangun. Tunggu sebentar" kata Issei.

"Setiap pagi pasti selalu seperti itu" kata Ibu Issei sambil terus menaiki tangga menuju kamar Issei.

Issei semakin panik seiring kedatangan ibunya yang semakin dekat dengan dirinya. Pintu kamarpun terbuka dan ibu Issei melihat anak semata wayangnya tengah telanjang dengan wanita yang tidak ia kenal.

"Selamat pagi" kata Rias.

"Hm…selamat pagi. Tolong siap-siap berangkat sekolah" kata Ibu Issei sebelum ia menutup pintu kamar Issei.

"Sayang ada seorang gadis di kamar Issei" teriak Ibu Issei kepada suaminya.

Setelah ibu Issei keluar Rias mulai menjelaskan tentang dirinya dan juga hal yang terjadi sudah menimpa Issei dan juga menjelaskan bahwa alasan mereka telanjang adalah untuk menyembuhkan Issei dan bukan hal yang lainnya.

Rias dan Issei pun pergi kesekolah Bersama, banyak siswa dan siswi yang melihat mereka dan tidak percaya dengan apa yang mereka lihat dan ada juga siswa maupun sisiwi yang mengutuk Issei karena kejadian itu.

Sesampainya di sekolah mereka pun berpisah ke kelas mereka masing-masing. Bel sekolah berbunyi menandakan jam pulang sekolah sudah datang dan para murid pun bersiap-siap untuk pulang atau bersiap mengikuti ekskul mereka.

Issei masih termenung di meja "Katanya nanti akan datang tapi sampai sekarang tidak ada yang datang" kata issei sambil menopang dagu.

Tiba-tiba suasana kelas yang tenang berubah menjadi riuh karena kedatangan siswa terpopuler yaitu kiba, kiba menghiraukan sorak-sora siswi dan lebih memilih mendekati Issei.

"Hallo" kata Kiba.

"Jadi kau ?" tanya Issei.

"Iya, jadi mau kah ikut denganku" kata Kiba. Sekali lagi keras pun riuh tapi kali ini berbeda kali ini kelas riuh karena mengejek Issei.

Kiba membawa Issei ke ruang klub ilmu gaib yang ada di sekolah lama komaou, di sana Issei bertemu dan berkenalan dengan Koneko, Akeno dan juga kiba. Disana Rias menjelaskan siapa diri mereka yang sesungguhnya yang merupakan iblis yang melawan tuhan dan juga tentang malaikat dan juga malaikat jatuh.

"Issei apa kau ingat siapa gadis ini" kata Rias sambil meletakan sebuah foto yang memperlihatkan sosok Issei dan juga Yuuma.

"Yuuma-chan…" kata Issei.

"Sepertinya kau masih ingat, dia ini adalah malaikat jatuh yang sama dengan pria yang menyerangmu semalam" kata Rias.

"Tapi kenapa teman-temanku tidak ada yang mengingatnya ?" tanya Issei.

"Kalau itu dia menggunakan kekuatan untuk mengontrol pikiran dan itu sama dengan apa yang ku lakukan pada orang tua mu untuk menghilangkan kecurigaan mereka pada pagi tadi" kata Rias, Issei pun jadi teringat memang aneh karena tiba-tiba saja ayah dan ibunya bisa menerima Rias dan berhenti membicarakan kejadiaan tadi pagi.

"Dan alasan kenapa teman mu tidak mengingatnya itu karena misinya, jadi dia menghapus semua memory dan bukti dirinya dari orang-orang di sekitarmu" kata Rias.

"Misi ?" tanya Issei.

"Misinya adalah membunuhmu, itu dilakukan guna memastikan ada sesuatu yang berbahaya dalam dirimu atau tidak" kata Rias.

"Benar juga Yuuma pernah mengatakan tentang sac" kata Issei

"Sacred Gear (gear suci)" kata Rias melengkapi kata-kata Issei.

"Ini adalah kekuataan yang di titipkan tuhan pada beberapa manusia, dikatakan bahwa orang-orang terkenal pada masa lalu memiliki kekuatan itu" kata Akeno.

"sekarang Issei coba kau angkat tangan kirimu" kata Rias.

"seperti Ini?" kata Issei sambil mengangkat tangannya.

"sekarang coba kau fokuskan energi pada tangan kirimu" kata Rias.

"Fokus…focus…" kata Issei tapi sayang ia tidak bisa focus karena matanya selalu tertuju pada dada Rias.

"Sepertinya kamu belum bisa mengeluarkannya" kata Akeno.

Issei terlihat sedikit kecewa karena tidak berhasil sacred gear miliknya, "tidak perlu sedih begitu, kita akan berusaha membantumu untuk bisa mengeluarkan kekuatanmu yang tersembunyi itu" kata Rias sambil menepuk pundak Issei, Issei mendengar itu pun menjadi semangat lagi.

"Selagi kita berusaha kau bisa membantu mengerjakan tugas yang lain" kata Rias.

"Tugas ? maksudnya ?" tanya Issei.

Rias mengeluarkan secaring kertas dari dalam sakunya dan menyerahkannya pada Issei, Issei mengambil kertas itu dan ia teringat bahwa kertas itu sama dengan kertas yang ia terima pas berkencan dengan Yuuma.

"Kertas ini, sama dengan kertas yang waktu itu?" kata Issei.

"Benar ini kertas yang sama dengan yang kau terima waktu itu, dan kali ini aku ingin kau menyebarkan kertas itu" kata Rias.

"Saat ini tidak ada manusia yang menggambar lingkaran sihir di tanah untuk memanggil iblis. Jadi kau harus memberikan ini pada orang yang membutuhkannya" kata Rias.

"Baik" kata Issei.

"Biasanya kami melakukan ini sendiri, tapi kamu harus melakukan pekerjaan ini sebagai pelayanku" kata Rias. Rias mendekatkan mulutnya ke telinga Issei. "Berjuanglah, kau mungkin bisa mendapatkan pelayanmu sendiri" bisik Rias.

"Pelayanku sendiri" kata Issei yagn sedikit terkejut dan juga senang.

"Itu semua tergantung seberapa keras kau berusaha" kata Rias.

"pelayan…. Berarti dia tidak bisa menentangkukan ?" tanya Issei dengan penuh semangat.

"Itu benar" kata Rias.

"Jadi aku bisa melakukan apa pun yang kumau kan" kata Issei.

"Iya" kata Rias

"Bahkan jika itu melakukan hal ecchi" kata Issei.

"Jika itu pelayanmu, aku rasa tidak ada yang salah dengan itu" kata Rias.

"Yosha….aku akan berusaha dan aku akan menjadi iblis harem" kata Issei dengan semangat bergebu-gebu.

Sudah tiga hari Issei menyebarkan selebaran atau kertas kontrak kepada orang-orang. Issei mengayuh sepeda di jalan yang begitu sepi.

"Hari ini benar melelahkan, tidak kusangka akan sampai semalam ini agar kerta-kertas itu habis" keluh Issei sambil terus mengayuh sepedanya.

Tiba-tiba saja muncul perasaan tidak enak, perasaan itu sama dengan saat ia bertemu sosok asli Yuuma dan Donashik. Issei mengeok ke belakang tempat munculnya aura tidak mengenakan itu, Issei melihat sosok wanita cantik berambut hitam tengah berjalan mendekatinya.

"Sangat aneh, bagaimana kau bisa tetap hidup hingga sekarang ?" tanya wanita itu,ia mengerluarkan sepasang sayap hitam seperti sayap gagak dari tubunya.

"malaikat jatuh" kata Issei.

"Kau seharusnya sudah mati" kata wanita itu sambil mengeluarkan tombak cahaya. Wanita itu melemparkan tombak itu kepada Issei, Issei tidak tinggal diam ia melompat ke arah samping sehingga ia selamat dari tusukan tombak itu.

Saat melompat tanpa di sengaja lambang klan gremory di telapak tangan Issei terlihat oleh wanita itu. "Lambang klan Gremory" kata wanita itu yang terkejut melihat lambing itu.

"Aku akan di bunuh lagi ?" kata Issei yang masih terduduk di tanah, ia merasa takut bila kejadian sebelumnya terjadi padanya.

"Jadi begitu kau orang yang bertemu dengan donashik" kata wanita itu.

"Aku tidak pernah berpikir klan Gremory akan merekrutmu, dalam hal ini alasan untuk membunuhmu menjadi lebih kuat" kata wanita itu sambil terbang.

"Dia akan membunuhku. Aku butuh kekuatan… kekuatan yang bisa mengalahkannya" kata Issei yang menjadi panik.

'fokuskan energi pada tangan kirimu' kata-kata Rias mulai muncul lagi di dalam kepala Issei.

Issei mulai memfokuskan energinya ketangan kirinya "Kekuatan…beri aku kekuataan" kata Issei dan tiba-tiba saja muncul angin kencang yang membuat wanita itu sulut untuk terbang.

Di tangan Issei muncul sebuah sarung tangan tak berjari dengan sebuah batu berwarna hijau di punggu lengannya, ia mengarahkan tangan kirinya kea rah wanita itu dan keluar cahaya-cahaya berwarna hijau yang menyerang wanita itu hingga membuat pakaian wanita itu tercabit-cabit.

"Aku tidak bisa membunuh sekarang, aku harus melaporkan ini" kata wanita itu sebelum ia meninggalkan Issei.

Sesampainya di ruang klub ilmu gaib Issei langsung menunjukkan sacred gear miliknya.

"Kerja bagus Issei, akhirnya kau berhasil mengeluarkan sacred gear milikmu" puji Rias.

"Ini memang bagus tapi bagaimana cara menghilangkannya ?" tanya Issei.

"Itu mudah kau cukup focus dengan niat untuk menghilangkannya" kata Rias. Issei pun mencobanya dan perisai itu pun hilang. Issei pun merasa senang karena bisa menghilangkannya.

"Mengesankan Issei" puji Akeno.

"B-benarkah" kata Issei sambil menggarut bagian belakang kepalanya yang tidak gatal.

"Sekarang kau sudah menempatkan kami dalam posisi yang buruk. Para malaikat jatuh sudah tau kami sudah menyelamatkanmu dan merubah mu menjadi iblis" kata Rias.

"Maafkan aku" kata Issei.

"itu tidak kesengajaan yang menempatkanmu dengan malaikat jatuh, jadi kami tidak menyalahkanmu. Berjanjilah untuk tidak sombong dan terus berusaha" kata Rias.

"Baik aku mengerti. Aku akan pergi sekarang" kata Issei sebelum ia meninggalkan ruang club itu.

"Bukankah kau terlalu berlebihan, dia masihlah pemula" kata Akeno.

"Justru karena itu ia harus menganggab ini serius. Aku tidak akan membiarkan para malaikat jatuh itu menyentuh bawahanku yang berharga" kata Rias.

Sementara itu Issei tengah mengayuh sepedanya menuju arah rumahnya. "Hari ini banyak yang terjadi tapi yang lebih penting" kata Issei sambil melihat tangan kirinya.

"Yang lebih penting aku semakin dekat dengan impianku menjadi iblis harem" kata Issei senang, ia pun mengayuh sepedanya dengan lebih kencang lagi tanpa ia sadari ada orang yang tengah mengikutinya dari tadi dan mendengar setiap ucapan Issei. Dan orang itu adalah seorang pemuda berambut kuning jabrik yang mengenakan topeng rubah.

"Iblis harem..? sungguh impian yang konyol" kata pemuda itu sambil terus mengikuti Issei dan sambil terus menyembunyikan dirinya.

Xxxxx

Xxxx

Xxx

Xx

X

Bersambung….

X

X

X

Akhirnya chapter 4 selesai juga, semoga kalian juga suka dengan chapter ke-4 ini, saya tunggu kritik dan saran agar saya bisa membuat cerita ini menjadi lebih baik lagi.