chapter 2
#Malam hari
Cklek
Naruto menutup pintu kedainya dan menguncinya. Setelah itu dengan tenang Naruto berjalan melewati jalan yang masih cukup ramai karena belum terlalu larut. Naruto berhenti saat berada dipersimpangan jalan dan menyebrang kearah tempat yang sepi karena masih jarang ada rumah dan kebanyakan masih berupa tanaman pohon yang lumayan besar.
Setelah masuk lebih dalam Naruto sampai di depan sebuah rumah kayu minimalis ah bukan lebih tepat dibilang kecil. Naruto perlahan meraih gagang pintu dan membuka kuncinya.
Cklek
"Tadaima." gumam Naruto pelan.
Krik krik krik
Brak
Naruto menutup pintu dengan agak kasar. Perlahan Naruto melangkah kearah kamarnya dan melepaskan jaket hitam yang dia pakai dan menggantungnya.
Tap
Tap
Lalu Naruto membuka bajunya dan memperlihatkan otot dada dan perut yang masih setia menempel, itu adalah bukti kerja keras dan perjuangannya waktu muda dulu. Dengan langkah pelan Naruto masuk kekamar mandi dan membuka celannya dan mulai membasuh tubuhnya dengan segayung air yang terasa begitu dingin.
"Uh, Dinginnya...,
'Kalau punya istri enak bisa di peluk peluk...,'
"Ah, apa yang kupikirkan..., sial gara gara air dingin otakku jadi terganggu." ucap Naruto pelan."
Pluk
Naruto meraba tempat sabun dan tidak menemukan apapun disana.
"Ah, kampret sabunnya habis lagi. Heran, cepet banget sih habisnya." gerutu Naruto.
"Mungkin aku terlalu sering melakukan rutinitasku.." tambahnya lagi.
#skip time
Setelah selesai mandi Naruto kini tengan duduk bersila diatas ranjangnya.
#Naruto mind scape.
"Yo, kurama-chan." sapa Naruto pada seekor rubah berekor 9 yang tengah menyatukan tangannya sambil berkonsentrasi penuh.
'Urrusai, aku sedang berkonsentrasi tahu.' sengit Kurama.
"Tak apa, kurama. Istirahatlah."
'Cih, sok kuat. Kalau aku tidak terus menyuplai senjutsu ketubuhmu kau pasti sudah lama mati gaki.'
"Haah, aku sungguh ingin mati saja. Tidak ada gunanya juga aku hidup. Bahkan si cebol jadi jadian itupun juga tidak bisa mengembalikanku ke dunia shinobi. Ditambah karena kejadian waktu itu benar benar hampir membuat nyawaku melayang" ucap Naruto dengan ekspresi tak terbaca.
'Paling tidak kau sudah berusaha untuk kembali, walaupun memang tidak bisa, itu tidak masalah.' ucap kurama sambil tersenyum kecil kearah Naruto.
"Kurama..., kau adalah bola buluku yang paling berharga...," ucap Naruto sambil meneteskan air matanya.
'hoy hoy, sejak kapan kau jadi cengeng seperti ini... Seharusnya kau gembira punya partner sepertiku.'
"Yah, aku sangat senang dan beruntung sekali bisa memilikimu... Kurama."
'Khuh.' dengus Kurama.
"Kurama... Kulihat akhir akhir ini aktifitas makhluk suprantural mulai meningkat... Aku khawatir kalau mereka menggangu manusia."
'Yah.. Aku juga berfikir begitu.'
Deg
'Naruto, apa kau merasakanya.?'
"Ada apa kurama.?"
'Aku merasakan aura malaikat, malaikat jatuh dan juga iblis. Tepat di tengah kota.'
"Yang benar.?"
'ghh, sepertinya kepekaanmu mulai tumpul...,' cibir kurama.
Naruto mulai mempertajam perasanya.
"Yah, kurasa memang benar. Sepertinya sedang Terjadi kekacauan... Walaupun terasa samar... Mungkin mereka memasang kekkai." ucap Naruto kalem.
'Kau tak mau ikut.'
"Huhh.. Maless deh..., lebih dari pada itu, apa kau mau membunuhku...?"
'Ghh, bocah kampret... Sepertinya ada pertarungan seru disana... Aku sudah lama tidak bertarung tahu.'
"Peduli amat... Kurama-chan...kita bisa bertarung disini...bagaimana?"
'grrr... Keluar sana...' bentak Kurama sambil menghempaskan ekornya kearah Naruto sampai membuat Naruto terlempar.
#mind scape out.
"Ugh..
Brukk
Naruto terjengkang kebelakang... Dan dengan cepat langsung bangun dan menghardik kurama.
"Dasar kurama kampret... Seenaknya saja memutus kontak." ucap Naruto sengit.
"Haaaaah... Sebaiknya aku tidur... Besok harus kepasar." ucap Naruto lalu mulai merebahkan tubuhnya dan menutup matanya.
Sementara di kuoh academy sedang terjadi kekacauan yang sangat parah dikarenakan penyerangan iblis golongan lama atau old satan yang ingin mengambil kembali kekuasaannya.
Skip aja sama kaya di cerita asli.
Sampai ke-3 kubu memutuskan untuk beraliansi.
..
1 bulan setelah penyerangan golongan old satan.
#pagi Hari kota kuoh.
Pagi ini terlihat agak mendung terbukti dengan tertutupnya matahari yang seharusnya sudah berada diperaduannya.
Tokoh utama kita kini tengah kerepotan membawa barang belanjaan sebanyak 2 karung yang di gotong diatas pundaknya.
Banyak orang yang lewat berbisik melihatnya.
"Wah...walaupun sudah berumur tapi tetap perkasa ya..."
"Lihatlah otot ditubuhnya.. Sangat eksotis."
Gumam ibu ibu yang sedang pulang belanja.
"Lihatlah gaya rambutnya anti mainstream. Kyaah" kali ini seorang siswi cewe ikutan nimbrung juga. Dan diberi tatapan aneh oleh 2 orang ibu ibu tadi. Sementara siswi tadi yang mendapat tatapan itu hanya gelagapan dan meminta maaf.
"Ah, su..sumimasen.." ucapnya lalu melesat pergi.
Ke 2 ibu ibu tadi malah tambah heran.
"Siapa sih dia... Padahal dia gak masuk dalam dialog kita."
"Iya yah..Udah abaikan aja."
Sementar Naruto kini hanya berusaha tetap tegar mendapatkan tatapan kagum dari ibu ibu rumah tangga yang melihatnya.
'Cih.. Terkukut kau Model rambutnya madara-teme.. gara gara kau aku jadi kelihatan keren...' batin Naruto berteriak.
"Haah...Seharusnya aku memang merubah model rambutku..." gumam Naruto pelan.
Skip
Naruto telah sampai di kedainya san membuka pintunya pelan lalu masuk dan meletakkan karung berisi bumbu dan sayuran untuk ramen.
Naruto lalu mulai mengolahnya dengan gesit.
3 jam berlalu akhirnya Naruto telah membuka kedainya kembali.
Naruto duduk santai di kursi sambil menghitung pemasukan bulan lalu.
"Aduhh kok rugi ya... Heran, banyak banget yang ngutang bulan lalu." ucap Naruto kalem.
'Makanya jangan goblok goblok banget kalo jualan... Hahaha' hardik Kurama dari dalam pikirannya.
Twich
Muncul pertigaan di pelipis Naruto walaupun terhalang oleh rambutnya yang panjang.
Srekk
"Yo...paman Naruto lama tidak bertemu... Apa kau merindukanku..." teriak pemuda berambut coklat yang tiba tiba masuk.
"Ohh.. Issei..tentu saja...aku sangat merindukanmu datang kemari dan membayar BON mu yang nunggak bulan lalu." ucap Naruto kalem.
"Eeehhh... Benar aku lupa paman.. Hehe." ucap issei cengengesan.
Sementara Naruto tampak meneliti tubuh issei sebentar lalu kembali menutup matanya santai.
"Kau tampak lebih berotot dari sebelumnya issei... Apa yang kau lakukan sebulan ini.?" tanya Naruto kalem.
"Ah.. Apa betul." ucap Issei lalu meraba tubuhnya sendiri.
"Aku memang berlatih keras sebulan ini..paman."
"Ohh, sepertinya kau jadi lebih kuat."
"Tentu saja... Aku sudah bisa masuk balance break..."
Ucapanya lalu terhenti ketika sadar kalau dia salah bicara.
"Yahh..yah.. Aku sudah tahu maksudmu.." ucap Naruto kalem.
'Sial...aku Keceplosan'
"Apaa... Jadi Paman tahu tentang balance breaker.?" teriak issei terkejut.
"Tentu saja, kau pikir aku tidak tahu huh."
"Umb.. Anoo.. Apa paman juga punya Sacred gear.?" tanya issei ragu ragu.
Haaah
Naruto menghela nafas pelan.
"Sepertinya otakmu semakin terganggu sejak tak ada kabar 1 bulan ini.. Dasar anak muda. Kau berfikir bisa jadi super hero yang bisa berubah jadi manusia berlapis baja yang omong kosongnya kebangetan itu... Sungguh anak muda yang malang." Ucap Naruto panjang lebar.
Sementara issei hanya sweat drop mendengarnya.
"Dan apa apaan itu Sacred gear, apa itu sejenis ultramen.?" tanya Naruto.
Haaaah
Issei menghela nafas lega...
'Kufikir paman tahu tentang sacred gear.. Ternyata dia berfikir kalo aku sedang berbual menjadi super hero yang kemarin kemarin lagi booming... Kamen rider.'
"Eheeehee... Maaf ya paman... Pesan seperti biasa ya.!" ucap Issei sambil cengengesan lalu duduk.
"Tidak bisa." tolak Naruto tegas.
"Eh... Kenapa.?" tanya issei heran.
"Lunasi dulu setengah BON mu."
"Apaaaaaaa..."
Skip time
Issei berjalan dengan lemas sepanjang jalan...
"Kampret.. Uangku langsung habis semua." ucapnya lemas. Sampai sesuatu perasaan kuat melintas.
Issei langsung menegakkan badanya dan melihat lelaki berambut abu abu gelap berjalan dengan tenang kearahnya.
"Ghhh, Vali. Apa kau ingin mengajakku bertarung.?"
"Ohh, jadi ada sekiryuute ya.. Sayang sekali padahal aku ingin sekali bertarung denganmu. Tapi, kurasa tidak mungkin kalau sekarang, aku sedang ada urusan jadi sebaiknya kau persiapkan dirimu baik baik agar tidak seperti dipertemuan terakhir kita." ucap Orang yang dipanggil Vali tadi, lalu berjalan melewati Issei begitu saja.
Lalu diikuti perempuan berambut hitam panjang dangan dada super uh dan juga telinga mirip kucing... Dan laki laki berambut kuning dengan kacamata dan juga pedang ditangannya lalu pemuda bersurai hitam pendek dengan tongkat ditangannya.
"Apa kita tidak menyapa dulu nyan.?" ucap perempuan bertelingan kucing yang menempel pada issei.
"Terserah kau saja." jawab Vali enteng.
"Dasar kucing jadi jadian." ucap Lelaki berambut hitam pendek yang membawa tongkat.
"Dasar monyet nyasar... Kembali kehutan sana." balas perempuan tadi kesal karena dipanggil kucing jadi jadian.
"Apa kau bilang..." ucap lelaki berambut hitam pendek tadi sambil mengacungkan tongkatnya pada perempuan bertelingan kucing.
"Hoy... Kuroka , Bikou.. Kalian ikut tidak.? Vali-sama sudah didepan jauh loh." ucap Lelaki berambut kuning kepada kuroka dan bikou.
"Urusai." ucap mereka bersama.
Skip time.
Naruto tengah mengelap mejanya dengan santai lalu setelah selesai Naruto duduk di kursinya dengan santai sambil menutup matanya.
Sreek
Penutupnya terbuka dan memperlihatkan seorang pemuda berambut abu abu gelap disusul ke 3 orang lainnya yang mengikuti dari belakang.
"Hey.. Pak tua." panggil Pemuda berambut abu abu gelap tadi.
"Kalian mau pesan apa.?" tanya Naruto yang dengan agak ogah ogahan mulai berdiri.
"Kami kesini bukan untuk makan.." ucapnya lagi.
"Ahh.. Kalau kau ingin meminjam uang. maaf saja aku tidak punya uang..kemarin saja masih rugi." ucap Naruto cepat.
"Apa kita tidak salah tempat Kuroka.?" tanya Vali.
"Tidak, katanya memang disini." jawabnya serius sambil memperhatikan Naruto intens.
"Apa kau Uzumaki Naruto.?" tanya Vali.
"Benar, ada masalah apa sebenarnya.. Aku lelah tahu, kalau kalian tidak pesan sebaiknya kalian keluar aku ingin istirahat." ucap Naruto kalem.
"Aku agak ragu kalu dia yang di maksud Ophis." ucap Vali.
"Dia hanya tua bangka tak berguna." tambahnya.
Twich
'Bocah ini.' batin Naruto geram.
"Sepertinya memang dia Orang yang dimaksud." ucap Kuroka.
"Apa kau yakin.?"
"Kita bawa saja." jawab kuroka lalu mulai maju kedepan.
"Katakan dengam jujur pak tua-san dari mana kau mempunyai senjutsu ditubuhmu.?" tanya kuroka serius.
"hmb.?" gumam Naruto sambil mengangkat alisnya pura pura bingung.
"jangan pura pura bodoh pak tua." ucap Kuroka.
"Kurasa aku tidak tua tua amat, kenapa kalian terus memanggilku pak tua.?" protes Naruto.
"Lihat kerutanmu itu pak tua.!" ucap bikou dari belakang.
"jangan mengalihkan pembicaraan. Kau mungkin bisa mengelabui mereka tapi kau tidak bisa mengelabuiku. Didalam tubuhmu energi senjutsu mengalir walaupun terasa samar. aku tidak tahu apa yang kau lakukan sampai bisa menutupinya sebaik ini. Yang aku ingin tahu bagaimana kau bisa memiliki senjutsu.?" ucap Kuroka serius.
"Senjutsu.?" gumam Vali.
Haaah
"Aku tidak mengira kau mampu menyadarinya, padahal aku sudah sebisa mungkin menutupinya dengan kekuatan rikudou. Nekomata memang sangat peka pada Senjutsu."
"Aku tidak perduli kau punya senjutsu atau apapun. Yang paling penting kau harus ikut denganku untuk menemui Ophis." Ucap Vali.
Naruto tersenyum tipis.
"bisa dibilang ini salah satu kemampuanku. dan katakan pada Ophis kalau aku sedang sibuk kalau ada perlu suruh dia datang kesini sendiri" ucap Naruto kalem.
"Mustahil, tidak ada manusia yang mampu menggunakan Senjutsu. jangan membual." ucap kuroka tajam.
"Terserah padamu saja percaya atau tidak."
Swush
Sebuah pukulan melesat kearah wajah Naruto Namun dengan refleks yang baik Naruto dapat dengan mudah menghindarinya dengan memiringkan kepalanya kesamping.
"jangan mengacuhkanku tua bangka." geram Vali.
"Cara bicaramu sungguh tak sopan. seharusnya kau menghormati yang lebih tua." Ucap Naruto masih kalem.
"Cih, banyak Bacod." geram Vali lalu menendang tubuh samping Naruto. Dengan mudah Naruto menangkisnya. Namun tidak sampai disitu vali lalu mulai memukuli Naruto dengan beringas tapi setiap pukulanya bisa dihindari dengan mudah. melihat ada celah Naruto mendorong tubuh Vali kebelakang hingga membuatnya terjengkang kebelakang.
Dengan cepat Vali bangun dan dengan wajah Marah Vali langsung mengeluarkan Sacret gear nya berupa Sayap biru mekanik dipunggungnya.
"Cukup Sudah, ku habisi kau." Teriak Vali.
Kedai kecil itu bergetar karena lonjakan Energi Vali.
"Baiklah baiklah Cukup hentikan, aku mengaku kalah." Ucap Naruto panik melihat perabotannya mulai berjatuhan dilantai.
'Kampret, kalau begini terus kedai yang kusewa dengan semua uangku bisa hancur.' panik Naruto dalam hati.
Perlahan muncul lingkaran sihir Norse ditelapak tangan Vali, (dia belajar waktu lawan Loki) lalu menembakkan sihir tersebut kearah Naruto. dengan jarak yang sangat dekat memang terkesan mustahil untuk menghindar, tapi itu tidak berlaku bagi Naruto.
Naruto agak ragu untuk menghindar. setelah berfikir singkat akhirnya dia memutuskan untuk menghindar dan merelakan tempat penyimpanan barangnya hancur dari pada terkena encok jika menerima serangan vali.
Blard
Gah. . .
Naruto menutup mulutnya dengan kedua tangan.
"Haaa, kedai yang kusewa dengan segenap uangku." teriak Naruto yang melihat kedainya kini hampir seperti rumah Hantu jepang bahkan lebih seram dengan mie yang berceceran.
Vali tidak menggubrisnya dan bersiap menembakkan Sihir Norse lagi.
Naruto dengan cepat mengangkat tangannya.
"Cukup..., aku mengerti maksudmu. tapi tidak disini." ucap Naruto dingin, ekspresinya tidak terlihat karena terhalang pony, tapi terlihat jelas kalau Naruto sedang kesal.
Dan tanpa berbicara apapun Vali mentranfer semua yang ada di dalam kedai kedalam lingkaran sihir teleportasinya.
#Hutan.
Perlahan lingkaran Sihir muncul dan memunculkan 5 Orang.
"Kita lihat apa yang bisa kau lakukan pak tua." Ucap Vali.
"Balance Break."
Perlahan tubuh vali tertutup Armor Putih dan melayang diudara.
Naruto memejamkan matanya perlahan.
"Kheh, baiklah. akan kuajarkan padamu tata krama pada orang yang lebih tua."
.
.
To be continued.
yo gaes, kebali lagi saya dimalam jum'at yan verkah ini, , , :v
oke saya cuma mau mengucapkan terimakasih untuk kalian yang sudah dukung ane dengan fav fol dan reviuw. . .
dan juga thanks buat bang "THE SPIRIT OF LIGHTnHING" atas infonya.
ane out dulu bye gaess :v
wasalamu'alaikum
