Chapter 3

"Tekad yang Hilang"

.

.

Swush

Angin berhembus kencang dan semakin kencang, suasana semakin berat karena aura milik Vali terus mengintimidasi Naruto. Sementara Naruto masih dengan wajah tenangnya hanya berujar datar.

"Kau..gadis Nekomata. Sebaiknya kau buat sebuah kekkai."

Sementara Kuroka hanya diam tak membalas..

"Kau akan mengetahui semuanya nanti." tambah Naruto santai sambil menyilangkan tanganya didada.

Dan setelah itu tanpa komando apapun Kuroka langsung membuat sebuah kekkai tipis berwarna hitam.

"Hey hey.. Kekkai seperti ini saja tidak akan cukup." ucap Naruto pada kuroka.

"Cih..Banyak bacod kau tua bangka.. Aku akan menghabisimu dalam sekejap."

Swuush

Tap

Duar

Vali dengan kecepatan super gila menuju kearah Naruto dan melayangkan pukulan super keras.

Debu mengepul dari efek serangan Vali, perlahan debu mulai menipis dan terlihatlah pukulan super dari Balance breaker Vanishing dragon milik Vali ditahan dengan Satu tangan oleh Naruto, sementara satu tangan lainnya masih didepan dadanya.

Ekapresi kaget terlihat dari anggota Vali yang lain.

"Ka..kampret, Orang tua itu menahannya dengan satu tangan." Ucap Bikou terbata.

"Satu hal yang dapat aku simpulkan... Dia bukan orang sembarangan." ucap pria berambut kuning yang membawa pedang yang terbungkus kain dengan ekspresi serius.

Sementara Kuroka masih diam mengamati.

Disisi Naruto.

"Ohh.. Kau cepat juga..walaupun kau..

Srek

"Sialan..

Brak

Vali melayangkan tendangan kesamping tubuh Naruto dan dapat ditahan oleh Naruto menggunakan satu tangan yang lain.

Naruto tersenyum.. Tidak lebih tepatnya menyeringai.

Swuush

Blarrd

Ledakan energi dari tubuh Naruto membuat sebuah gelombang kejut yang membuat tubuh Vali terpental jauh.. Namun dia bisa dengan mudah kembali seibang dengan melayang keudara.

Ghh

Dan yap, sekarang para anggota Vali jatuh terlutut merasakan lonjakan energi yang luar biasa gila dari seorang manusia. Namun itu hanya sesaat sebelum energinya kembali Normal dan sekarang terlihat iris Naruto bukan lagi biru saphire tapi pupil mata katak khas myoboku, dan khas mata kambing di dunia nyata ini.

Dan sekarang Kuroka yang harus terbelalak tak percaya dengan apa yang dia rasakan sekarang.

"Mu..mustahil... In..ni pasti tidak benar..." ucap kuroka terbata.

"Ada apa kuroka.?" Tanya Arthur.

"Orang tua itu.. Dia benar benar Monster.. Tidak, sulit mengatkanya Arthur. Tapi yang jelas energi senjutsunya bukan main main. Bahkan aku yang seorang Nekomata tidak mampu mengukur batasan energi senjutsunya." ucap Kuroka masih dirundung keterkejutan.

"Apa maksudmu Kuroka.?" tanya Bikou.

"Di..dia..energinya tidak dapat diukur... Bisa dikatakan...

Kuroka menutup matanya mencoba menghilangkan rasa takut dihatinya, bahkan Seorang Nekotama sekalipun tidak akan mampu memakai energi senjutsu dengan skala besar karena akan membuatnya menjadi lepas kendali.

...dia adalah bagian dari energi alam itu sendiri." dengam susah payah Kuroka mengatakan itu.

"Apaa.." kaget Bikou.

"Bahkan kakekku Sun Wukong yang dikatakan memiliki senjutsu terbesar..."

"Dia bahkan tidak ada apa apanya, Bikou." ucap Kuroka.

"Entah bagaimana dia bisa melakukannya.. Yang jelas dia hanya manusia biasa."

Disisi Naruto.

Naruto tersenyum kecil, yahh senyum mengejek yang sering dilayangkan oleh Madara.

"Hmb, kenapa.?" tanya Naruto dengan Nada mengejek.

Sementara diatas Vali merasa telinganya terasa terbakar mendengar ucapan yang dilayangkan Naruto tadi.

"Sialan, kau.."

Sring

Aura perak terkumpul di kedua tangan Vali dan semakin besar.

Syuus

Salah satu Energi tadi dilemparkan kearah Naruto.

Bum

Dengan lompatan kecil Naruto dapat menghindari serangan Vali. Namun sepertinya itu adalah hal yang diinginkan Vali. Naruto melompat untuk menghindari serangan pertamanya. dan sekarang Vali telah berada didepan Naruto dengan energi perak di tangannya dan siap dilayangkan kearah Naruto. Walaupun sudah tahu dia mati langkah tapi Naruto masih sangat tenang. Sementara Vali telah tersenyum lebar.

"Enyahlah..

Swush

Blaaard

Vali melemparkan energi perak ditangannya kearah Naruto yang hanya berjarak 2 meter didepannya. Mustahil untuk menghindar.

Swuush

Vali terbang menjauh dari ledakan, asap mengepul dari ledakan tadi.

Sring

Vali kembali membuat Energi perak di kedua tangannya Namun kini ukurannya lebih Besar...

"Kuhabisi kau.."

Teriak Vali lalu melempar gumpalan energi perak tadi kearah kepulan debu dan asap dari serangan sebelumnya.

Blaaard

Blaard

Ledakan yang lebih besar terjadi. Tanah disekitar mulai hancur tak berbentuk.

"Apa berhasil.?" gumam Vali.

[KURASA TIDAK...DIA MASIH HIDUP..] ucap Albion dari sayap Vali.

Vali menggeram kesal..

"Seranganmu sangat menyakitkan tahu..." ucap sebuah suara dari dalam kepulan debu.

Swuush

Gelombang angin perlahan menyapu habis kepulan debu yang menutupi Naruto... Dan memperlihatkan Naruto yang kini pakaiannya sudah robek sana sini.

Naruto perlahan melirik kearah celemek yang masih dikenakannya yang telah robek parah.

"Apaa, celemek mahalku." ucap Naruto mengabaikan Vali yang benar benar sudah sangat kesal.

Swussh

Vali melesat dalam kilatan putih kearah Naruto lalu menendang dagu nya hingga terseret keatas, tidak sampai disana Vali lalu menendang perut Naruto hingga membuat Naruto meringis. Lalu vali membabat habis tubuh Naruto dengan pukulan dan tendangan yang bertubi tubi di udara. Sampai akhirnya vali meraih leher Naruto dan mencekiknya.

[Divide!]

Suara mekanik menggema.

Vali menyiapkan pukulan penuh akan energi dan tanpa ampun langsung dilayangkan kearah wajah Naruto hingga membuatnya meluncur bebas ke bawah.

Bum

Debu memenuhi tempat jatuhnya Naruto.

...

...
...

Perlahan debu mulai menipis dan terlihatlah Naruto yang tengah berlutut dengan Poni menutupi wajahnya.

"Ittai, , ,

Mereka yang ada disana tersentak. Begitu juga dengan Vali.

"... Itu tadi sangat menyakitkan tahu" ucap Naruto dengan santai.

"Apa apaan dia itu." ucap Arthur dari kejauhan.

[HATI HATI VALI ! AKU MERASAKAN KEKUATANYA MENINGKAT TAJAM.]

"gh... itulah yang kuinginkan sejak awal, Albion." ucap Vali dengan Senyum Maniak bertarung juga.

"Firasatku buruk tentang hal ini..." ucap Bikou.

"mereka berdua sama sama penggila bertarung kurasa." tambah kuroka.

"Lihatlah betapa senangnya mereka berdua."

"Kurasa tempat ini akan benar benar hancur, kalau sampai Vali-sama kelepasan."

"Yah, itulah masalahnya. aku tidak akan mampu mempertahankan kekkai ini lebih lama lagi. mereka berdua terlalu kuat."

#Disisi Naruto dan Vali.

Terlihat Naruto telah berdiri dengan tegap, pakaiannya sudah tidak berbentuk lagi.

"Seranganmu lumayan menyakitkan juga rupanya. Baiklah, sekarang giliranku." Ucap Naruto lalu dalam sekejap tubuhnya telah lenyap dan sudah berada dibelakang vali dan memberikan tendangan super keras.

Krak

Swush

Tubuh Vali meluncur kebawah, Namun dia berhasil menahan tubuhnya dan kembali terbang mengudara.

Tap

Naruto mendarat dengan mulus ditanah.

Sementara Vali melirik kearah belakang tubuhnya.

[VALI.]

'apa apaan dia itu, Armorku diremukkan dengan sekali tendang.' batin Vali terkejut.

"Hmb, ada apa.? apa kau sudah kalah.?" ucap Naruto mengejek.

"Sialan! Haaah."

Perlahan tubuh Vali memancarkan Cahaya putih dan dalam sekejap armor yang tadi rusak kembali utuh dan dalam kecepatan yang super vali menerjang Naruto yang berada dibawah.

Swush

Blard

Vali memukul wajah Naruto tapi dapat ditahan dengan mudah, sementara Naruto juga melancarkan pukulan kewajah Vali. Namun juga berhasil ditahan oleh Vali. Lalu dengan cepat mereka saling bertukar pukulan dan tendangan hingga menimbulkan gelombang kejut.

"Hahaha, sudah lama aku tidak merasakan sensasi ini." teriak Naruto disela sela bertukar pukulan.

Selama itu, belum ada satupun pukulan yang masuk, semuanya berhasil ditahan baik Naruto maupun Vali.

Lalu Vali dan Naruto menendang lurus kedepan hingga tendangan mereka beradu. mereka lalu melompat kebelakang.

Sreek

Tap

Dalam sekejap Vali kembali menerjang kearah Naruto dan menendang lurus kearah dada Naruto. Sementara Naruto menyilangkan tangannya untuk menahan serangan vali. Naruto lalu menghentakkan tangannya hingga Vali terseret kebelakang, Naruto lalu memanfaatkan moment ini untuk menendang tubuh Vali.

Tap

Krak

Tendangan keras Naruto ditahan dengan lengan kiri Vali. Akibatnya Armor tangan kiri Vali remuk dan Vali harus terseret kekanan karena kuatnya tendangan Naruto.

Melihat Vali yang oleng dengan cepat Naruto memukul perut vali yang masih terlindung Armor dengan pukulan penuh senjutsu.

Kretak

Ohok

Vali muntah darah. Dan terseret cukup jauh.

Pyar

Armor dibagian perut Vali hancur dan kristal didadanya juga pecah. Dan dengan itu, semua armor vali perlahan menghilang.

Dengan susah payah vali mencoba berdiri.

"Aku tid..dak menerima semua ini." geram Vali.

"Oh, ayolah. Apa hanya begini saja omong kosong yang kau ucapkan tadi." ucap Naruto memprovokasi.

Mendengar itu secara drastis energi vali meluap luap.

[VALI...JANGAN KATAKAN KALAU KAU AKAN MENGGUNAKAN "ITU"]

"aku tidak perduli lagi." jawab vali yang tengah dirundung kemarahan.

"Heyaaah."

Perlahan cahaya menyelimuti tubuh Vali dan tubuhnya kembali terbungkus Armor. Kali ini aura milik vali lebih kuat dan kental.

Sring

Dalam sekejap vali telah berada didepan Naruto dan menabraknya hingga terseret jauh.

"ghh." Naruto berusaha meraih pijakan kakinya ke tanah namun tidak sampai.

Buag

Vali memukul wajah Naruto hingga terpental.

"ghak."

Sring

Bang

Dengan cepat vali sudah ada diatas Naruto dan menendang perut Naruto hingga membuatnya meluncur kebawah dengan kencang.

Bum

Naruto terjatuh dengan sangat keras.

swush

Blam

Vali meluncur kearah dimana Naruto terjatuh dan menginjaknya.

"Hahaha mati kau tua bangka.."

[Divide][Divide][Divide][Divide][Divide]

Perlahan serpihan serpihan energi dibuang vali melalui sayapnya karena kelebihan muatan.

Vali tersentak.

"mustahil. Tidak ada habisnya." ucapnya.

[INI SUDAH BATASMU VALI.. TUBUHMU TIDAK AKAN SANGGUP LAGI.]

"aku tahu Albion."

Terlihat Naruto masih sadar dan sedang meringis kesakitan.

"Ittai, punggungku." Ucap Naruto sambil meringis menahan sakit di pinggangnya.

Vali menggeram marah, lalu memukul wajah Naruto, namun sayang sebelum mengenai wajahnya, Naruto lebih dulu menangkapnya dan meremas tangan bearmor Vali. Naruto menarik tangan vali kesamping.

"Kawazu tataki" ucap Naruto lalu mengarahkan tamparan itu kedada vali.

Ohok

Pyar

swush

Vali kembali terlempar jauh dengan armor yang hancur.

Naruto perlahan berdiri dan menepuk nepuk punggungnya.

"Ittee, punggungku kumat." ucap Naruto lalu menepuk pinggangnya agak keras.

Kretak

"Gah, uhh rada mendingan lah." ucap Naruto.

...

..

"A...apa... Dia tidak terluka sama sekali.. Setelah terkena serangan bertubi tubi dari Vali-sama.. Justru vali-sama yang terlihat terdesak." ucap arthur.

"Itu karena senjutsu.. Kekuatan dan ketahanan tubuh akan meningkat pesat." ucap Kuroka.

"Apa kita perlu membantu." ucap bikou.

"Jangan, tetap diam lebih baik.. Kurasa orang tua itu tidak akan membunuh Vali-sama." jawab kuroka.

"Baiklah kalau begitu.."

#vali dan Naruto.

Vali meringis kesakitan namun dia masih berusaha untuk bangun.

"Ohok."

Vali kembali muntah darah. Dan kembali terjatuh.

"Wah wah... Sepertinya mulut songongmu tadi sudah tidak terlihat ya... Aku tahu orang sepertimu pasti gampang mati..makanya aku sempat malas meladenimu...tapi menyangkut kadaiku aku tidak akan tinggal diam."

Vali masih terlihat geram, terlihat dari tangannya yang terkepal erat.

"Haaah, untuk saat ini kau kumaafkan." tambah Naruto lalu mulai berbalik dan mulai melangkah pergi.

"Kukira aku akan mendapat pertarungan yang seru, tapi lagi lagi hanya sebuah permainan anak anak." gumam Naruto pelan.

Deg

Sementara Naruto terhenti merasakan tekanan Aura yang melonjak sangat kuat dari belakangnya.

"Wah wah mulai serius ya." ucap Naruto lalu berbalik dan terlihat vali yang tengah diselimuti aura putih yang meledak ledak.

Vali lalu mulai mengucapkan mantra sakral, suaranya kini bercampur antara laki laki perempuan anak anak dewasa semuanya bercampur menjadi satu.

[Aku yang akan terbangun]
[Naga Surgawi yang telah mengambil prinsip supremasi dari Tuhan]
[Aku iri dengan "tak terbatas" dan Aku mengejar "mimpi"]
[Aku akan menjadi Naga Putih Supremasi]
[Dan...

Sesaat sebelum vali menyelesaikan mantranya kekkai yang menahan pertarungan mereka hancur berkeping keping.

Swush

Blard

Tercipta gumpalan debu yang menutupi sosok yang datang.

Mengetahui siapa yang datng Vali lalu menghentikan niatannya untuk melakukan Juggernaut Drive.

Tap

Tap

Tap

Arthur kuroka dan Bikou menyusul Vali untuk menghentikanya mengamuk.

"Jangan mengamuk disini.. Kalau mereka tahu kita bisa repot." ucap Bikou pada vali.

"Kenapa kau datang Ophis.?" tanya Vali.

"Kau lama sekali Vali." ucap Seorang gadis loli berwajah imut super imut namun ekspresinya kosong.

"Tua bangka itu menolak." jawab Vali.

Sementara Ophis lalu menatap kearah Naruto.

"Lama tidak bertemu Ophis." ucap Naruto kalem sambil bersidekap dada.

"Naruto..kau.." ucap Ophis terkejut.

To be continued...

author note:

yo... gimana kabar kalian silent rider... :v betapa kejamnya kalian mueheheh... lebih kejam dari emak emak... :v

gini gui cuma mau nanya... gimana pendapat kalian tentang chap ini.? dah gitu aja..

buat yang reviuw lanjut ini dah lanjoooot... :v