"Tekad yang Hilang"
hutan yang sempat menjadi arena pertempuran salah satu pemilik heavenly dragon dengan Orang tua penjual ramen bernama Naruto, terlihat cukup buruk dengan banyaknya lubang akibat serangan mereka... yah kurang tepat sih karena yang mendominasi serangan adalah Vali. Naruto hanya bertarung efektif namun mematikan, strategi yang bagus untuk Orang tua agar tidak terlalu menguras stamina. Dan kini datang lagi seorang gadis loli imut yang bernama Ophis yang tengah dirundung rasa terkejut.
"Naruto, kau..." ucap Ophis terkejut.
"Hmb, ada apa.?" tanya Naruto kalem.
"Kau menyapaku lebih dulu...," ucap Ophis agak tak percaya.
"Hah..." bingung Naruto.
"Ini pertama kalinya kau menyapaku lebih dulu setelah puluhan tahun kita bertemu kan." ucap Ophis yang tampak senang.
"Hanya karena aku menyapamu.?" tanya Naruto.
"Tentu saja." jawab Ophis yang masih terlihat senang.
"Yah terserah kau lah Ophis." jawab Naruto tak perduli.
Terlihat vali tengah dirawat oleh kuroka, lalu Arthur dan Bikou yang menonton obrolan Ophis dan Naruto yang tampak membosankan. tapi beda lagi sekarang. Mereka harus mati matian menahan keterkejutan mereka karena melihat Ophis tengah tersenyum malu malu,
"Shit, pelet apa yang di gunakan tua bangka itu hingga Ophis sampai seperti itu..." gumam Bikou lemas karena baru kali ini dia melihat kejadian super langka didepannya.
"ahahaha, ini sungguh sangat mengejutkan." ucap Arthur.
"Ne, Naruto. . bisakah kau menyapaku sekali lagi...!" ucap Ophis malu malu, terlihat wajah imutnya kini bertambah imut dan super imut.
Crot
Darah menetes dari hidung Bikou...,
"apa yang terjadi, Bikou.? kau mimisan." tanya arthtur.
Dengan cepat Bikou menutup lubang hidungnya dengan jari telunjuk dan tengah.
"Ti...tidak lupakan." jawab bikou.
'sial, kawainya... Wajahnya imut banget... Woahh.' batin Bikou.
"Yang benar saja, Ophis yang tidak pernah menunjukkan ketertarikannya pada apapun selain great red... Kini dia..." ucap Vali kaget.
"Orang tua itu punya banyak sekali misteri." jawab kuroka yang mendengar perkataan vali.
"mungkin kau benar." jawab vali pelan.
-Disisi Naruto dan Ophis-
"Hah, yang benar saja. jangan bertingkah layaknya Abg, Ophis." jawab Naruto kalem.
"ayolah... Naruto.!"
"Tidak."
"Ayolah, katakan saja."
"Tidak."
"Ayolah."
"Tidak."
"Ayolah."
Twich
Pertigaan muncul didahi Naruto.
-Mind scape Naruto-
'Jika diteruskan maka tidak akan ada habisnya Naruto, sebaiknya kau sumpal mulut jeleknya dengan bijuudama.' ucap kurama kesal dari alam bawah sadar Naruto.
"Sabar kurama, sabar... aku masih sadar diri, aku gak mau sekarat lagi." jawab Naruto sambil menenangkan kurama.
'Gh,' Kurama hanya mendengus kesal.
-Mind scape out-
"Tidak usah berbelit belit, katakan apa maumu Ophis.?" tanya Naruto kalem.
"Yah, seperti biasa... Bisakah aku memiliki anak darimu." tanya Ophis.
"Tidak."
"Kenapa.?"
"Aku tidak tertarik denganmu." jawab Naruto enteng.
"Bukankah, dulu kau bilang kau suka dengan cewek yang imut. Apa aku kurang imut? Katakan apa yang kurang aku akan perbaiki." ucap Ophis.
"Hoek," Naruto muntah dengan ucapan Ophis.
"Cukup Ophis, jangan lagi. Aku masih ingat dulu kau seorang kakek kakek. Memikirkan kalau kita melakukannya membuatku ingin muntah."
"Hoek."
Mendengar itu dari belakang Ophis Bikou terduduk lemas.
"Bu...buset aki-aki." gumam bikou lemas.
"Aku bisa berubah menjadi apapun, Naruto. aku bahkan bisa berubah menjadi cewek seksi dengan dada besar." ucap Ophis meyakinkan Naruto.
"Hah, aku bilang tidak ya tidak." Ucap Naruto agak kesal.
"Pokoknya harus mau."
"jangan memaksa Ophis, atau...
"atau apa.?" tanya Ophis penasaran dengan wajah dibuat buat imut.
"...kau tidak akan bisa bertemu denganku lagi." jawab Naruto kalem.
"Jangan... Baiklah, aku tidak akan memintanya lagi." jawab Ophis panik.
"Dasar, Cebol jadi jadian." ucap Naruto dengan Suara berat.
Ophis yang mendengar suara yang sangat familiar segera membalas dengan sengit.
"Dasar hewan berbulu jelek." balas Ophis.
"apa katamu." jawab Naruto yang bertukar kesadaran dengan kurama.
"Hewan berbulu kuning."
"aku tidak kuning, Cebol. Tapi Oranye" ucap Kurama tidak terima.
"Sama saja."
"grr, ngajak ribut.?"
"Ayo.." jawab Ophis bersemangat.
-Mind scape-
"Kurama-chan jangan ya.., kasihani aku.., apa kau mau membunuhku.? Jangan berantem lagi ya... ya."
'Berisik, Bocah. Akan ku tendang dan kucakar muka jeleknya.' teriak kurama.
"Kurama-chan. . . jangan.., Nanti aku kasih daging panggang, oke. jangan marah lagi." panik Naruto.
'Berisik.'
-Mind scape Out-
Sementara para anggota vali yang mendengar itu agak merinding dibuatnya.
"Kita kabur aja yah, aku masih sayang nyawa." ucap Bikou panik.
"Jangan bercanda, kejadian seperti ini tidak akan terjadi dua kali." jawab Vali lalu berdiri dan berjalan pelan mendekati Naruto dan Ophis.
"Apa hubunganmu dengan tua bangka itu, Ophis." tanya Vali yang telah berada disamping Ophis.
Ophis tidak bergeming dan masih terfokus pada Naruto, seolah tidak ada yang lebih menarik dari pada Orang tua pirang itu.
"Jawab, Ophis." tanya Vali lagi.
"Dia.. Bukan siapa siapa." jawab Ophis tanpa menoleh.
"Siapa dia, dan bagaimana kau bisa begitu tertarik dengannya." tanya Vali lagi.
Sementara Naruto masih berkutat dengan pikirannya sendiri, dia menenangkan kurama yang ingin mengamuk.
"Karena... dia menarik." jawab Ophis singkat.
"apa karena dia memiliki senjutsu.?" tanya vali.
Ophis menoleh kearah Vali.
"Itu Salah satunya." jawab Ophis dengan tanpa ekspresi.
"Salah satunya.? Maksudmu dia masih memiliki kekuatan lain.?"
Ophis diam sejenak.
"Dia lebih dari yang kau bayangkan."
"Sialan."
[Vanishing Dragon Balance Break]
Tubuh Vali telah tertutup Armor.
"Apa yang akan kau lakukan." tanya Ophis kalem.
"membunuh tua bangka itu, karena telah menjatuhkan harga diriku." jawab Vali.
"Kau tidak akan mampu." ucap Ophis.
"Kau meremehkanku.?"
"Dia, lebih gila dari yang kau bayangkan." jawab Ophis.
"apa maksudmu."
"Dia penah menantangku bertarung, waktu dia masih muda dulu."
Vali terbelalak.
"Menantangmu bertarung.?" tanya Vali terkejut.
"Benar, dan dia hampir saja mengalahkanku." jawab Ophis tenang.
"Kau yang kalah waktu itu Ophis." sergah Naruto yang telah selesai menenangkan kurama.
"Kheh, kau bahkan terkapar tak berdaya waktu itu."
"Itu karena aku kehabisa tenaga tahu. Tapi kau curang. Energimu tak terbatas kampret." tunjuk Naruto kearah Ophis dengan tidak terima.
"Karena itulah aku lebih kuat darimu" jawab Ophis tenang.
"Yah, memang sih. tapi... Kau sudah terkena teknik 1000 kesakitan ku waktu itu hahaha." ucap Naruto sambil tertawa.
Ophis menyipitkan matanya. Sepertinya dia agak kesal.
"Itu adalah serangan paling laknat yang pernah kuterima." ucap Ophis.
"Bwahahaha, apalagi waktu itu aku berada dalam mode kurama. pasti itu sangat menyakitkan."
"Urussai." ucap Ophis dingin.
Dan dengan seketika, semua yang ada disana bergidik ngeri dan langsung menjauh dari Ophis.
"Wo...woy... Aku kan cuma bercanda Ophis." panik Naruto yang melihat Ophis mengeluarkan aura hitam pekat.
Perlahan tangan mungil Ophis diselimuti aura hitam pekat. Dengan langkah berat Ophis menuju kearah Naruto berada.
Naruto mudur perlahan,
Dan ketika jarak mereka sudah sangat dekat dan Ophis juga telah bersiap menghantamkan pukulan supernya, Naruto berkata dengan panik.
"―A-Ahh—! Tunggu! Maafkan aku, maafkan aku! Lupakan apa yang aku katakan!"
E
Naruto mencoba untuk menjelaskan sementara dengan panik melambai-lambaikan tangan kanan kepada Ophis, yang baru saja akan melemparkan tinju supernya kepada Naruto.
"Tidak, sampai aku mematahkan beberapa tulangmu." jawab Ophi dingin.
Mendengar itu, bagaikan didatangi Oleh Shinigami yang kapanpun siap mencabut roh Naruto. Naruto clingak-clinguk mencari akal untuk lepas dari situasi ini tapi hasilnya -Nihil.
Naruto semakin panik, tatkakala tinjunya telah dilayangkan kearah tepat diperutnya.
Buagh
"."
Dan hutan itu -pun, dipenuhi teriakan pilu dari Naruto.
Skip time
-Naruto pov's-
Aku sekarang berjalan dengan santai menuju rumahku melewati tengan hutan belantara. Setelah aku bertemu dengan bocah bangsat yang seenak jidatnya menghancurkan kedaiku lalu aku dipindah kedalam hutan dan kami bertarung, sungguh pertarungan yang sangat- membosankan.
Dan setelah itu datanglah Ophis dengan permintaan permintaan anehnya yang berakhir -aku menjadi korban pelampiasannya dan ditelantarkan disini. Orang tua rentan ini disuruh pulang sendiri dengan jalan kaki pula. Sungguh tak punya hati, Ophis. 'Ops, apa Ophis memang punya hati.?' aku berfikir seperti orang bodoh.
"bodo amat ah." ucapku pelan, lalu aku memasukkan kedua tanganku kedalam saku celanaku. berperilaku layaknya anak muda walaupun dengan pakaian yang jauh dari kata baik baik saja. bagaimana tidak, sekarang ini pakaianku telah copang camping tak ayalnya seorang gelandangan.
Aku terus berjalan santai melewati rimbunya pepohohan lebat hutan.
-Naruto pov's end-
-Mind scape Naruto-
'Kau tidak seperti biasanya, Naruto.' ucap Kurama dalam pikiran Naruto.
"apa maksudmu kurama.?" tanya Naruto.
'Tidak biasanya kau terlalu menahan diri seperti tadi.'
"Mungkin hanya perasaanmu saja, kurama." jawab Naruto kalem sambil memejamkan matanya.
'Kau tidak apa apa kan.? Kau tampak semakin menghawatirkan.' ucap kurama khawatir.
"Apa yang kau katakan kurama, aku baik baik saja." jawab Naruto dengan senyuman.
Sreek
'Ada yang mengikutimu sejak tadi...'
"Yah, aku tahu itu."
'Kalau sudah tahu kenapa kau membiarkanya begitu saja...' teriak Kurama.
"Selama dia tidak mengganggu , tidak masalah bagiku." jawab Naruto kalem.
'Kau terlalu santai... Naruto.'
"Yah.. Mau bagaimana lagi. Aku juga sudah tidak terlalu tertarik lagi dengan urusan dunia ini. Alasan aku masih bertahan... Adalah untuk menjaga manusia dari makhluk supranatural yang ingin mengacau... Kau tahu itukan, Kurama.?"
Ucap Naruto, Tapi hanya dibalas dengan dengusan oleh Kurama.
-Mind scape out-
Srekk sraak
-Naruto pov's-
Aku mendengar sesuatu yang keluar dari semak semak di sampingku. Dan instingku mengatakan tanda bahaya. Dengan cepat aku menggeser tubuhku kebelakang. Dan benar saja, ada sesosok makhluk yang ingin mencakarku dari samping. Aku menatapnya dengan kalem, bagaimana mengatakannya ya... Dia memakai jubah hitam, dan ditambah cahaya yang cukup minim membuatku agak kesulitan menggambarkan wujudnya. Malam ini memang bulan purnama tapi karena lebatnya hutan membuatku tidak bisa melihat dengan sempurna.
"Darah, aku ingin darah."
Aku tertegun, itu suara cewek... 'Sial bagaimana bisa ada seorang cewek ditengah dihutan begini.?' batinku bertanya tanya. Tapi kudengar dia tadi mengatakan "Darah" dia ingin Darah. Apa maksudnya itu. Apa dia "Anemia"... Ahhh daripada aku berpikiran tidak jelas lebih baik aku tanyakan saja.
"Siapa kau.?" tanyaku masih dengan nada kalemku.
Kulihat dia tidak menjawab dan justru semakin mendekat kearahku.. Dan secercah cahaya bulan yang berhasil melewati rimbunya pepohonan menyinari Sosok tersebut dan sekarang terlihatlah wajah putih bening dengan Rambut merah muda pink panjang yang keluar dari jubahnya. Tangannya melambai kearahku tidak lupa kuku kuku panjangnya yang membuatku agak merinding dibuatnya.
"Aku ingin darahmu!"
Aku tertegun sesaat,
'Shit, dia punya taring..' batinku berteriak.
'Dia itu Vampir goblok. Apakah sudah sepikun itu dirimu sekarang. Padahal kau juga pernah bertarung dengan salah satu Vampir dulu.' ucap Kurama berteriak dalam pikiran Naruto.
"Ahahahah, aku cuma mendramatisir saja kok kurama.." ucap Naruto lewat pikiran sambil menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal.
'Ghhh.. Terserah kau saja.' Jawab kurama tidak peduli.
"Dasar kurama kampret." Aku berteriak kearah Kurama, dan sekarang aku kembali mengalihkan fokusku kearah cewek cakep yang aku tahu sebagai seorang Vampire ini yang ingin menghisap Darahku, kheh yang benar saja.
-Naruto pov's end-
"Darahku.?" Tanya Naruto kalem.
"Darah yang begitu harum dan memabukkan. Baru kali ini aku menemukan darah semenggiurkan ini." Ucap vampire tadi sambil terus mendekat kearah Naruto.
"Jadi, kau ingin menghisap darahku.?" Tanya Naruto masih dengan Nada kalem khasnya.
"Tenang saja, ini tidak akan sakit." Jawabnya pelan sambil membuka tudung yang menutupi kepalanya dan kini terlihat jelas rupa Cewek Vampire tadi. Rambut pink panjang wajah putih pucat dan matanya yang sayu.
"Maaf saja, tapi aku tidak ingin terkena Anemia...," jawab Naruto kalem.
"Kalau kau menyerahkan dirimu baik baik maka aku tidak akan menyakitimu, tapi jika kau melawan maka aku akan menggunakan kekerasan." Ancam Vampire tadi.
Naruto memejamkan matanya pelan,
"Untuk seorang cewek cakep, kau garang juga rupanya" ucap Naruto lalu bersidekap dada.
"Kau tahu, aku tidak suka diancam. Jadi bisakah kau merayuku saja. Apalagi dengan wajah cantikmu, aku pasti dengan senang hati memberikannya padamu. Jangankan darah bahkan hidupku pun akan kuberikan." Ucap Naruto dengan tatapan menggoda.
"Sialan, beraninya kau menggodaku, orang tua." Geram vampire tadi lalu menyiapkan Cakarnya dan bersiap untuk mencakar Naruto yang hanya berjarak 1 meter didepannya.
Jrash
XxxxX
XxxX
XxX
Xx
X
To be Continued...
Author Note :
Yo... Apa kabar gaes, , , hehe ane balik lagi dengan fic amburadul ini.. Hehe cuba tebak siapa si vampir cantik yang mau ngehisep darahnya si Naru hayo.? Sapa yang bisa jawab muehehe.
Oke... Pertama buat words pendek, , , ini udah panjang banget gaes. . . ane nulis pake hp soalnya jadi segini aja dah banyak banget.
Kedua, Dan untuk pair. . . muehehe Bukan Ophis lah. . . . pokoknya ada lah ntar, tapi itu kalo ane berbaik hati, kalo gak ya ngejones hahahah.
Dan yang ketiga buat yang ngasih pendapatnya ane ucapin thankyu sekalee lho :v.
Woke keempat gimana tentang chapter ini gaes.? Kalo ngegantung itu pasti karena gak kuat nulis banyak banyak njeer :v haha. terus lagi typo juga absolut. :v oke sekian dari gui.
Balasan reviuw:
FhiengkyePsycho
Pendapatku,,, nanggung kalee... : wow good bang. . . tolong maklumin aja yak. . . nyahahaha
narumika
kaya ya ophis pernah ketemu sama Naruto yhh Thor. diliat dari reaksi
ya ophis dan santai ya Naru pas ketemu ophis?
ganbate. : hoho mereka bahan pernah bertarung...
Ashuraindra64
Ficnya mantap.
Tapi pleaslah thor wordnya jgn dkit amat kayak gini. : thankyu mhang, mau gimana lagi. . . gak bisa lebih panjang lagee. . .
Sedakama Amatrakai
cuma satu yang bermasalah disini menurut saya: wordnya pendek..
jadinya kurang puas bacanya.-. : wanjeer. . . segini aja udah bikin pusing gaess hahaha
Inay-Kun
menurut ane sih bagus, cuma fic author lain aja yg udah kelewat
bagus. ibarat batu kecubung ngumpul bareng ama emas berlian, batu
kecubung yg sebenarnya bagus jadi kelihatan gak berharga. author paham?
jangan tersinggung oke! ane aja SEANDAINYA nulis fic pasti gak ada yg bakal
rewiew, kalo ada juga mungkin itu flame doang.. oke jadi intinya bagus gak
bagus selama author sendiri senang kenapa enggak..: Wow . . . gak bisa berkata apa apa ane gan. . . . pokoknya top lah reviuw mu muehehe
Paijo Payah
The power of emak2 udah datang, kelar deh tarungnya.
Lanjut tor. : wkwk mantap :v
suriken
apa nantinya Naruto oji-san akan berpihak pada salah satu ketiga
fraksi.,!? Semoga aja tidak. : wkwkwk, , , ini sih sebenarnya spoiler dan rahasia ...tapi ya udah lah. . . . Naruto gak bkal ke fraksi manapun gaes. . .
darkreign999
Adegan pertarungan nya seru tapi kayaknya masih agak terasa terlalu
kecepatan kayaknya. Typo gak ada. Tapi kayaknya saran buat Author
coba pake font italic atau Bold untuk membedakan antara dialog biasa dan
adegan pertarungan,juga Pembicaraan di , Review pertama saya di FFN & Ini
akun pertama The Way, Saya suka ide Author dengan cerita ini jadi Keep Up
The Good Work ! : mantap gan, , , kalo adegan fightnya emang aku buat cepet gak tahan nulisnya gan hehe. . . . gmana yang sekarang . . . apa udah lebih maju.? Thankyk bang atas masukannya...
guest
tenang saja senpai ficmu bagus dan anti-mainstream. mungkin
bagian2 yg membuat reader tertarik utk fav, fol, dan review blom
nampak.
update kilat yah : hoho ane cukug tersanjung gan. . . makasi yak... ini udah kilat kok hehe
Yolo
akhir nya kakek legend ngamuk lanjut cuk :v : wkwkwk kampret lu gan. .
namekaze fauzan
Yo thor :v maaf baru review hehehe :v btw thor lu up kapan aj dan
lanjut thor :v: gak tau gan...tergantung mood. . . hehe
Nitasya Nur
lanjuuttt,,, seru juga kenapa naruto tua? Kirain awet muda n tidak
akan mati huff: kalo Narutonya muda, kasian si issei gak kebagian harem gan hehe. . .
Rodvek97
was walau udah tua (bangke?) masih tetep kuat ternyata Naruto :v
lanjut dah: wkwkwk good lah
redblue1899
thor, kalo bisa pair nya Naruto x
Ophis, biar lucu, Orang Tua vs Lolicon : wkwkwk , iya si, tapi Narunyd gak mau gan hehehe
Kurogane Hizashi
Well~ setidaknya wordsnya dikit:v
jadi AGAK ngegantung. Muehehe:v: wkwkwkwk mantap lah, digantungin emang mantap rasanya. . . hahaha tp udah banyak itu gans. . . . :v
Ryoko chapter 3 . Sep 16
Cep 2 is the terbaik hehehehe!
.
Tulisan rapihin lagi dan latar suasananya
kurangggg berasaa! : ampuuun. . . .chap 3 emang agak nyeleneh. . . apalagi note ane gak jelas hahaha tapi kuharap ini dah lebih baik. . . . makasi pendapatnya gans. . .
Namikaze Yohan396 chapter 2 .
Lanjuttt. Naruto disini lebih kuat
dengan para pemimpin fraksi apa ngga ? : udah pasti lah gaesssss... Hehe
Dan buat yang reviuw lanjut ini dah lanjoot. . . . :v
Woke akhir kata. . .
Wasalamu'alaiku gaees. . .
