"Tenang saja, ini tidak akan sakit." Jawabnya pelan sambil membuka tudung yang menutupi kepalanya dan kini terlihat jelas rupa Cewek Vampire tadi. Rambut pink panjang wajah putih pucat dan matanya yang sayu.
"Maaf saja, tapi aku tidak ingin terkena Anemia...," jawab Naruto kalem.
"Kalau kau menyerahkan dirimu baik baik maka aku tidak akan menyakitimu, tapi jika kau melawan maka aku akan menggunakan kekerasan." Ancam Vampire tadi.
Naruto memejamkan matanya pelan,
"Untuk seorang cewek cakep, kau garang juga rupanya" ucap Naruto lalu bersidekap dada.
"Kau tahu, aku tidak suka diancam. Jadi bisakah kau merayuku saja. Apalagi dengan wajah cantikmu, aku pasti dengan senang hati memberikannya padamu. Jangankan darah bahkan hidupku pun akan kuberikan." Ucap Naruto dengan tatapan menggoda.
"Sialan, beraninya kau menggodaku, orang tua." Geram vampire tadi lalu menyiapkan Cakarnya dan bersiap untuk mencakar Naruto yang hanya berjarak 1 meter didepannya.
'huaaa, bagaimana mungkin aku bisa mengucapkan kalimat laknat seperti tadi dengan sangat lancaaar, Dedemit kau Ero-sannin... Sifat bejatmu mulai menular kepadaku...' teriak Naruto dari dalam batin.
Jrash
-Naruto's pov-
Aku segera sadar dari ratapan batinku, dan Aku mundur satu langkah kebelakang untuk menghindari Cakaran maut dari Vampir didepanku, Sehingga cakaranya tadi hanya mengenai udara kosong. Dan dengan sedikit mengumpulkan Chakra ditelapak tanganku aku maju satu langkah kedepan dan mendorong Vampire didepanku tepat dibahunya.
Tap
Bug
Swuush
Vampire tadi terlempar kebelakang dan terseret diatas tanah.
Aku hanya bisa menatap kejadian itu dengan tidak percaya.
'Ahaha, yang benar saja. Aku hanya menimpuknya dengan sedikit Chakra, dan dia sudah terlempar seperti itu. Apa dia benar benar Vampire.' Batinku berteriak tidak percaya. Karena yang aku tahu dulu waktu aku bertarung dengan salah seorang Vampire, dia lumayan Kuat, dia bahkan sanggup menerima Rasengan superku. Aku jadi agak ragu apa dia benar Vampire. Karena dia belum mengatakan identitasnya.
"Ugh." Rintih Vampir tadi.
Dengan langkah pelan aku melangkah kearah Perempuan yang kuduga sebagai seorang Vampire yang ada didepanku.
Dan, setelah aku berada didepannya, aku bisa melihat kondisinya cukup menyedihkan.
"Apa...kau seorang Vampire.?" Tanyaku dengan kalem.
"Ugh,"
Dia tidak menjawab dan berusaha untuk berdiri. "Kenapa kau diam.? Apa kau takut.?" Tanyaku dengan tenang.
Dia mengangkat wajahnya dan menatapku tajam.
"Aku tidak pernah takut dengan Manusia rendahan sepertimu." Desisnya tajam.
"Gila, tajam banget." Jawabku tenang sambil melipat tanganku didepan dada.
Melihat itu dia menggertakkan giginya geram.
"beraninya kau memperlakukanku seperti ini." Desisnya lalu meraih kakiku dan mencoba berdiri dengan memakai tubuhku sebagai panjatan. Jujur saja, suasana hatiku sudah sangat buruk sejak kejadian Ramen tempo hari, dan aku tidak ingin mengamuk ditempat seperti ini.
"Apa Kau ingin mati.? Orang menyedihkan sepertimu tak pantas Hidup. Jika kau ingin Hidup.. katakan padaku alasan kuatmu untuk Hidup, jika kau tidak punya tujuan hidup, dan hanya memburu manusia untuk kau ambil darahnya, maka, aku akan membunuhmu." Ucapku tajam dan dingin sambil mengarahkan katana yang aku ambil dari fuin ditanganku, aku terinpirasi dari Sasuke-teme. Karena memang sangat efektif dalam menyimpan senjata.
Dia menengadahkan wajahnya seolah menantangku melakukannya.
"Kalau begitu lakukanlah!" Ucapnya dengan wajah menantang.
Nih cewek nekat banget yah. jujur aja, kalau dia tidak Cakep, pasti udah aku bunuh sejak tadi. Karena mengganggu acara pulangku dan memotong waktu tidur santaiku.
"Souka... Kau memiliki tatapan mata yang bagus." melihatnya seketika membuat suasana hatiku sedikit membaik, entah kenapa Aku sangat mengenali tatapan mata itu, yah, sama seperti milik Sasuke dulu waktu ingin membalas dendam pada itachi. Dan dengan pelan aku menurunkan katana yang berada satu centi dari kulit leher pucatnya.
"Kenapa?"
"Hah.?" Kenapa sih nih cewek.
"Ayo, bunuh aku. kau tadi bilang ingin membunuhku bukan.?" jawabnya pelan.
"bersyukurlah, aku sedang malas hari ini."
"maa... kurasa kau tidaklah buruk... jadi kenapa kau berkeliaran disini... yang kutahu ini bukanlah tempat vampire berkeliaran." tanyaku sambil ikut duduk menyamakan posisiku dengan vampire didepanku.
"bukan urusanmu." jawabnya sambil memalingkan wajahnya, yang membuatku agak jengkel.
"kau bisa mempercayaiku, kau bisa cerita apa saja padaku. jadi, ceritakanlah! siapa tahu aku bisa membantu." tawarku memberikan keyakinan padanya agar dia mau menceritakan tentang dirinya.
"aku tidak butuh bantuanmu, lebih baik bunuh saja aku! bukankah kau tadi ingin membunuhku. -ayo lakukan!" ucapnya membuatku tertawa pelan.
"sepertinya kau punya masalah serius. baiklah, aku takkan memaksa kalau kau tak ingin bercerita. yah, bukankah kau ingin darahku.?"
"..." dia hanya diam tak membalas.
aku tersenyum tipis lalu menyodorkan lenganku kearahnya.
"ambilah darahku secukupnya."
"jauhkan tangan kotormu dariku." jawabnya sambil menepis tanganku. bener-bener, hal ini membuatku sangat- sangat jengkel. Aku mencoba untuk bangun Namun...
Bruk
-Naruto's pov end-
Sekarang Vampire tadi tengah menubruk tubuh Naruto dan dengan cepat menggigit lehernya. karena cukup terkejut Naruto akhirnya terjengkang dan telentang dengan Vampire tadi berada diatas tubuh Naruto dan menghisap darahnya.
Naruto masih terlihat Kaget, Namun dengan cepat dia segera sadar dan meraih telinga Vampire itu dan menariknya.
(Ngeeek)
"ouch." rintih Vampire tadi dan Dengan Seketika melepas gigitannya.
"sudah kubilang, jangan terlalu banyak, Bodoh. kau mau membunuhku." gerutu Naruto yang telah mengangkat tubuhnya dan memindahkan vampire tadi kesamping tubuhnya sambil masih menjewer kuping Vampire tadi.
"ittai, apa yang kau lakukan, konoyaro." teriaknya lalu menepis tangan Naruto dan dengan cepat meraih leher Naruto dan mencekiknya.
"uhuk."
'gila, kenapa jadi mantep gini genggamannya.' teriak Naruto dalam hati.
"eh." Naruto terkejut melihat perubahan tubuh Vampire tadi. dan dengan tenang Naruto menggenggam tangan Vampire jadi yang digunakan Untuk mencekiknya.
"sial, aku cukup terkejut melihat perubahanmu. rambut pinkmu kini menjadi perak, dan dadamu juga semakin mantep aja." ucap Naruto tenang.
"kheh, kini tubuhku telah kembali bugar. berbanggalah karena seorang bangsawan Vampire sudi menghisap darahmu." ucapnya angkuh lalu melepaskan cekikannya pada leher Naruto.
"kheh, dasar." jawab Naruto tak peduli lalu mulai berdiri dan berjalan pelan meninggalkan vampire tadi.
melihat itu sontak membuat vampire tadi geram.
"hey, Orang tua bodoh. dimana rasa hormatmu pada bangsawan sepertiku." teriak vampire tadi tapi tidak dibalas Oleh Naruto.
"Berani beraninya kau mengacuhkanku." teriaknya lebih keras.
"setidaknya, aku tidak membiarkanmu mati mengenaskan." jawab Naruto singkat tanpa menoleh.
"Apa..."
dengan perlahan Naruto mulai menghilang dalam kegelapan malam tengah hutan.
Vampire tadi masih terdiam ditempat tadi sambil menyentuh bibirnya.
'darahnya, benar benar nikmat, sangat berbeda dari semua manusia pada umumnya. seiharusnya, manusia yang telah berumur akan memiliki rasa darah yang agak pahit. tapi, ini bahkan lebih dahsyat dari darah bayi. Aku harus mendapatkannya . .'
"eh, tidak tidak, kenapa aku malah berpikiran begitu." ucapnya sambil menggeleng gelengkan kepalanya.
"tapi, tidak ada salahnya...
.-Hutan bekas pertarungan Naruto dan Vali-.
terlihat 2 sosok misterius berada di Hutan bekas pertarungan Naruto dan Vali,
"Sepertinya memang benar, Uzumaki Naruto ada disini tadi." ucap salah satu pria Misterius berpenampilan sangar dan juga penuh akan wibawa dan arogansi.
"Anda benar, Sakra-sama. sisa sisa chakra dari Uzumaki Naruto masih terasa disini." ucap pria yang satunya.
"khuhu, saat pembalasan akan kekalahan waktu itu telah tiba. kita kembali Sun wukong. kita telah menemukannya." ucap nya lalu menghilang.
"wakarimasta."
mereka datang dan menghilang tanpa meninggalkan bekas apapun.
.-Skip time-.
Mentari telah kembali keperaduannya dan siap memberikan semangat baru kepada para makhluk hidup dibumi.
dan kini tidak seperti biasanya Naruto telah berada dikedainya dan sedang memperbaiki kedainya yang rusak parah. raut wajahnya tidak ada kata ramah ataupun kalem, Namun wajah uring uringan yang membuat kerutannya jadi tambah banyak. tapi tidak menghilangkan kesan keren dan gantengnya.
tok
tok
tok
Naruto memaku pintu tempat penyimpanan yang tempo hari dirusak /ralat) (dihancurkan) oleh Vali.
"Akhirnya, selesai." ucap Naruto kalem. Raut wajahnya telah berubah kemode kalemnya.
"mungkin aku libur dulu hari ini. dan tiduran dirumah." ucapnya enteng lalu mulai melangkah meninggalkan kedai yang telah kembali maknyus setelah dilembur sejak subuh oleh Naruto + bunshinya.
tap
tap
tap
Naruto melangkah pelan melewati kerumunan manusia yang juga sedang melakukan aktifitas keseharian mereka. dan seperti biasa para ibu rumah tangga yang habis dari pasar berbisik bisik tentang Naruto.
'ya ampun, itu ibu ibu dikasih jatah kagak sih tadi malem.' pikir Naruto sweatdrop.
dan setelah berjalan cukup lama akhirnya Naruto telah melewati tempat ramai dan hampir sampai di gubuk sederhananya.
tap
tap
tap
"ohayou, pak tua-san." sebuah suara memasuki gendang telinganya.
Naruto clingak clinguk mencari asal muasal suara.
"apa telingaku mulai bermasalah.?" tanyanyap pada dirinya sendiri sambil mengorek telinganya dengan jari kelingking.
tap
suara orang menapakkan kaki terdengar dibelakangnya Naruto dan membuatnya menoleh keasal suara dan terlihatlah cewek putih mulus dengan surai dark silver mata merah ruby dan juga taring kecil yang membuatnya terlihat manis, dan juga pakaian yang tergolong mewah, aslinya sama dengan yang tadi malam. tapi karena gelap tidak terlalu terlihat.
"Ohayou." sapanya lagi.
dan dengan seketika Naruto tersadar dari lamunannya.
"ah, maaf aku tidak kenal." jawabnya kalem lalu berbalik dan meninggalkan cewek cakep yang ternyata adalah vampire yang ditolongnya tadi malam.
swush
dan dalam sekejap vampire tadi sudah berada dibelakang tubuh Naruto dan memeluknya erat.
"mengacuhkan seorang gadis itu tindakan yang tidak sopan, tahu. apalagi seorang bangsawan sepertiku." bisiknya tepat ditelinga Naruto.
"maaf, aku tidak mengenalmu. jadi tolong lepaskan aku! terlebih dadamu menempel dipunggungku." jawab Naruto kalem.
"ufufu ternyata kau orang tua mesum ya." jawabnya lalu melangkah pelan kehadapan Naruto.
'kampret, bener bener minta ditikam nih cewek.' batin Naruto kesal.
"benar, dan super duper mesum. jadi tolong lekas pergi sebelum aku menjadi liar dan memperkosamu disini."
"ara, kenapa aku harus pergi, kalau kau mau kau boleh melakukannya." jawabnya sambil membuka kancing pakaian atasnya.
tap
Naruto menahan tangan vampire tadi agar tidak semakin jauh lagi.
"maaf, aku tidak punya waktu untuk ini. permisi." ucap Naruto kalem. lalu melangkah pelan melewati vampire tadi.
"ufufufu...menarik."
-skip-
Naruto telah sampai didepan Rumahnya dan dengan pelan Naruto membuka pintunya.
cklek
"Okaerinasai." Sambut sebuah suara feminim dan juga seorang cewek vampire yang tadi ditemuinya beberapa menit lalu.
Naruto melongo,
"Ma-maaf, sepertinya aku salah rumah." ucapnya lalu berbalik.
"tidak tidak dilihat dari manapun ini adalah rumahku." dia lalu berbalik lagi dan melangkah masuk.
"ini rumahku." gumam Naruto pelan.
"tentu saja, ini rumahmu." jawab vampire tadi.
"lalu, kenapa kau disini.?"
"itu terserah padaku. sebaliknya, kau harusnya berbangga diriku mau memasuki rumah kumuh begini." jawabnya angkuh.
'sue, gak tahu di untung.' teriak Naruto kesal dalam hati.
"Bilang aja kalau kau vampire gembel yang gak punya tempat tinggal." jawab Naruto pelan lalu mulai masuk kedalam.
"apa katamu, jangankan membeli rumah kumuh seperti ini. membeli hotel berbintang itu hal yang mudah bagiku." teriak vampire tadi tidak terima.
"kenapa tidak kau lakukan" jawab Naruto enteng setelah kembali dengan dua gelas air putih.
"sekarang aku tidak bisa." jawabnya pelan sambil menundukkan kepalanya.
"kheh, sudah kuduga kau memang vampire gembel yang suka berkhayal." ucap Naruto kalem.
"jaga ucapanmu manusia, ketahuilah tempatmu. kau tidaklah pantas berbicara semacam itu padaku. kau tidak lebih dari sekedar makanan bagi kaum kami." ucapnya dingin.
"souka. duduklah tidak baik membiarkan tamu berdiri." jawabnya kalem lalu mendudukkan dirinya dibangku kayu yang berada diruang tamu super duper sempit yang hanya muat untuk 4 orang saja, lalu meminum air putih ditangannya dengan pelan dan menaruh gelas satunya dimeja kecil berukuran setengah meter.
tep
vampire tadi terlihat masih kesal dan lalu mulai mendudukkan dirinya disalah satu bangku kayu.
"Bagaimana menurutmu, tentang bangkunya.?" tanya Naruto kalem.
"paling buruk yang pernah kududuki." jawabnya ketus.
Naruto tersenyum tipis,
"sudah kuduga memang yang paling buruk." ucap Naruto.
"kenapa tidak diminum.?" tanyap Naruto kalem.
"aku tidak memberinya racun, tenang saja."
vampire tadi menatap tajam kearah Naruto,
"jangan samakan aku denganmu, aku tidak meminum hal semacam ini." jawabnya tajam.
"souka." jawab Naruto lalu menyamankan posisi duduknya.
"ngomong- ngomong, bukankah tidak baik, bertamu tanpa memperkenalkan dirimu. Vampire-chan!. apalagi orang itu yang telah menolongmu" ucap Naruto kalem.
"Namaku adalah... Moka... Akashiya Moka." jawabnya tenang.
"Moka ya." gumam Naruto pelan.
"Naruto...kau boleh memanggilku begitu, Neng moka." ucap Naruto kalem.
"Ngomong-Ngomong, apa yang membuatmu sampai menemuiku.?"
"apa tujuanmu.?" tanya Naruto masih kalem.
Wajah moka yang semula tampak kesal mulai menunjukkan keragu raguan.
"Aku...menemuimu untuk..."
"berterima kasih.?" ucap Naruto kalem.
"mana mungkin.." jawab moka cepat. "tapi... kalau seperti itu mau bagaimana lagi... terima kasih." ucapnya sambil membuang muka.
haaah
"apakah seperti itu, cara seseorang berterima kasih." ucap Naruto kalem.
"memangnya aku harus bagaimana.?" bentaknya sambil berdiri.
"pasang wajah sopan dan membungkuk atau apapun agar terlihat lebih sopan." jawab Naruto sambil menegakkan duduknya.
"ogah... peduli amat. aku tak sudi harus memberi hormat pada manusia rendahan."
haaah
"ya ampuun... kalau kau hanya ingin membuang waktuku sebaiknya kau keluar saja. aku ingin tidur." ucap Naruto malas.
"kau mengusirku.?" tanya moka.
"sudah sana keluar." usir Naruto, lalu mengambil gelasnya yang berisi air putih lalu meneguknya.
"tidak mau... aku akan tinggal disini."
fryuuuuh
Naruto menyemburkan minumanya.
"apa... oh... tidak tidak tidak. aku tidak menerima gelandangan sepertimu berada dirumahku." jawab Naruto cepat.
"terserah, aku tetap tinggal disini." jawab moka tak peduli.
"ini rumahku dan aku yang berkuasa disini. dan yang berhak memutuskan." ucap Naruto tegas.
"aku tidak perduli." jawabnya tak acuh.
Blam
"kau membuang 30 menit waktu tidurku. cepat pergi atau ku tendang kau dari sini." ucap Naruto tajam.
"tidak akan. sudah kubilang aku akan tinggal disini."
Naruto lalu berdiri dan mendekat kearah Moka,
"apa tujuanmu.?" tanya Naruto tajam.
Moka membalas tatapan tajam Naruto.
"darahmu, aku ingin darahmu. karena itu aku akan tinggal disini dan meminim darahmu setiap saat." jawabnya Tenang.
"lucu sekali, sebaiknya kau segera pergi." jawab Naruto kalem.
"baiklah, aku akan melakukan apa saja.. sebagai gantinya aku akan tinggal disini dan meminum darahmu saat aku haus. Bagaimana.?" tawar Moka.
"apa saja.?" tanya Naruto memastikan.
"apa saja."
"uhmm... kalau dipikir pikir ada untungnya juga..." ucap Naruto sambil memikir mikirkan keputusannya.
"bagaimana.?"
"baiklah... kau boleh tinggal... tapi...
"apa lagi.?" tanya Moka malas.
"kau harus menuruti semua perintahku..!"
"baiklah, aku mengerti." jawab Moka.
"hahahah... menarik sekali... bersiaplah, kau akan segera tahu bagaimana rasanya menjadi budak dari uzumaki Naruto." ucapnya tajam.
Skip time
satu hari setelah Moka tinggal dirumah Naruto, kini dia tidak lagi memakai pakaian ala bangsawan seperti sebelumnya tapi memakai pakaian biasa plus sapu ditangannya. yup, dia sedang menyapu halaman rumah Naruto dengan wajah kesal dan super kesal.
"brengsek, orang tua itu... kukira dia akan meminta hal hal bejat... tapi apa ini, bisa bisanya aku disuruh menyapu. bahkan memotong kukupun aku tidak pernah... awas saja akan kuhisap habis darah nya..." ucapnya sambil menghentak hentakkan kakinya.
"moka..." teriak Naruto dari dalam.
"haaaah...apalagi sih maunya nih orang." gerutu Moka kesal.
"iya iya, sebentar." teriak moka lalu berlari masuk.
"ada apa..." jawabnya ketus.
"buatkan aku minum.!" ucap Naruto kalem.
"hmb..." gumam Moka lalu berjalan masuk, tapi langsung dihentikan Naruto.
"hey, kesini sebentar."
"apa lagi sihhh." teriak Moka.
"coba angkat tanganmu.!"
Dengan ogah ogahan Moka mengangkat tanganya.
"bereputar tiga kali...lalu bilang meong 3 kali."
moka menurut lalu berputar 3 kali dan...
"apaaaa... jangan main main denganku orang tua sialan." tunjuk Moka geram setelah sadar dia telah dipermainkan..
"pfffffttt... hahahhahah wajahmu sungguh lucu..." tawa Naruto terbahak bahak.
tap
tap
tap
"Ohayouuuu Naruto-kun" teriak suara feminim dari pintu.
mendengar itu Naruto lalu menoleh dan berhenti tertawa.
"ahh, kau sudah membali..." ucap Naruto.
"ara... lama tidak bertemu Naruto-kun." ucapnya Sambil tersenyum.
"yah, lama tidak bertemu...
...Kurumi-chan"
xxxxy
y y y
y
tbc. . . . :v muehehe
#author note:
fyuuh. . . akhirnya jadi juga chap 5. . . . sory gaes. . . belakangan mood ane ilang jadinya terabaikan dah. . . mau gimana lagi udah jadi setengah eh mood malah ilang. . . tapi gpp yang penting dah update. dan juga ini akhir dari chap tenang dan mulai chap depan konflik udah mulai muncul jadi siap siap aja gaes. :v.
woke segitu aja. . . yang udah mendoakan ane tetep sehat makasi banget ya gan. . . dan yang udah reviuw terima kasî banget. sory gak bisa bales atu atu. . . : yang pasti ane gak ada apa apanya kalo tanpa kalian.
woke sekian dari ane . . . eh iya sory MS WORD ANE KOPLAK JADINYA PAKE JOTA LAGI NULISNYA MUEHEHE. . .
WASALAMU'ALAIKUM GAES.
