Let It Go
.
.
Cerita ini hanya fiktif belaka, sekedar karangan. Apresiasi atas cinta pada sang idola. Bukan bermaksud menjatuhkan, menjelekan apalagi mendoakan yang tidak-tidak.
.
.
Lima tahun sudah berlalu ketika Luhan mendeklarasikan bahwa Xiumin adalah kekasihnya, belahan jiwa, nafas, hidup dan segalanya yang katanya adalah penyokong jiwa untuk ia bertahan hidup, karena jika tanpa Xiumin, Luhan akan mati. Lalu bagaimana jika Luhan benar-benar kehilangan Xiumin?
.
.
Fanfiction
By
Moonbabee
.
.
Kiriman dari Korea, kotak surat itu terisi sebuah pos cantik berwarna biru muda lengkap dengan pernak-pernik kemewahan yang elegan, sebuah undangan.
Untuk Lu Han di tempat.
Untuknya, dari siapa? Kening lelaki cantik yang mengaku manly itu berkerut membuat alisnya menyatu pertanda ia kebingungan, dipagi hari seperti ini siapa kurir yang sudah mengantar surat dan jauh dari negeri seberang.
Dari Korea tetangga China.
Hi Luhan.
Annyeonghaseyo. Nihao. Kim Minseok imnida.
Bibir lelaki cantik itu tersungging menampilkan senyum kecil membaca surat yang terselip bersama undangan ketika dia membaca nama pengirimnya, rupanya dari si mungil Xiuminnya.
Lama tak jumpa, aku rindu sekali padamu, ingin pergi minum kopi bersama, bermain sepak bola, belanja, keliling kota, dan banyak lagi yang seperti pernah kita lakukan dulu.
"Ah, aku juga merindukanmu Minseokkie" ia bergumam kemudian menampilkan wajah sedih karena rindu si mungilnya.
Tapi kau sibuk ya? Kau sangat sibuk pasti, aku tahu. Kau terlihat kurus belakangan, kau pasti sering mengabaikan makanmu kan, jangan seperti itu Lu, kau bisa sakit, dan aku akan sedih.
"Ah romantisnya, jadi meski jauh, kau tetap mengawasiku ya? Dasar stalker." Ia terkikik, seperempat geli, selebihnya senang. Tentu saja senang, kesulitan terbesar dalam hidupnya adalah – mencuri perhatian seorang Kim Minseok.
Datanglah akhir bulan ini ke Korea Lu, aku ingin bertemu denganmu…
Ia segera melopat, bersorak gembira ketika si mungilnya ingin bertemu dengannya, ingin dia menemuinya. "Tentu saja, aku akan datang."
Aku akan menikah, jadilah sahabat yang baik dengan menjadi pengiringku menuju altar, aku harap kau mau datang dan menemaniku.
Luhan aku sayang padamu. Kesayanganmu Kim Minseok.
"Ah, dia akan menikah."
Tunggu, sepertinya ada yang salah, apa tadi Menikah?
Menikah?
Aku?
Maksudnya aku siapa?
Aku akan menikah?
Kim Minseok?
"APAAAAAAA?!"
.
.
Guri – Gyeonggi-do, Korea Selatan 23 Juni ….
Terlihat tamu undangan sedang bergilir untuk datang memberikan salam serta ucapan selamat kepada dua mempelai, mirip dengan undangan yang bernuansa biru. Dekorasi tempat pernikahan juga bernuansa biru. Kau tahu Queen Elsa dalam Frozen? Yeah seperti itu.
Minseok tampak manis dengan dan kecil menggunakan gaun biru yang membalut secara sempurna tubuhnya, bersama seseorang yang sangat mencintainya juga dicintai oleh Minseok sendiri.
Luhan berdiri ditengah lantai dansa, memperhatikan pasangan yang baru saja mengikat diri dalam janji suci.
Bukankah ini terlalu jahat untuknya. Untuk Luhan yang seperti sudah mati terbunuh dengan jutaan rudal dari Korea Utara. Seakan dia adalah kelinci percobaannya.
23 Juni? Itu adalah hari jadinya dengan Minseok, hari dimana menjadi saksi bisu bahwa XiuHan adalah legenda yang sangat menyihir bahkan pada lapangan hijau ketika keduanya adalah rival.
Lalu kenapa oleh si mungilnya dijadikan untuk hari pernikahannya? Apa semuanya disengaja?
"Let it go"
Tiba-tiba seseorang menepukan tangannya di pundak Luhan tanda memberikan semangat dan dukungan. "Mwo?"
"Lepaskan, Minseok nuna bukan lagi milikmu, atau tidak pernah menjadi milikmu"
"Kami berpacaran lima tahun terakhir"
Yang ada di hadapan Luhan terlihat menyunggingkan senyumnya lengkap dengan cacat kulit mempesonanya – lesung pipi. "Nyatanya, kau mengejarnya tapi dia hanya menganggapmu sahabat, disini cintamu bertepuk sebelah tangan, bukankah karena itu kau membuat kehebohan dengan cara yang menggelikan" ia bergidik di barengi kekahan kecil tanda jika Luhan memang terlihat menggelikan.
"Minseok nuna bilang kau benar-benar kekanakan dan dia ingin memukul wajahmu karena mempermalukan orang seperti itu, jadi sepertinya trikmu kurang jitu jika ingin mengambil perhatiannya. Jadi daripada kau mendadak gila, kurasa akan lebih baik kau melepaskannya, bukankah sangat cocok jika si cantik dan si tampan bersama.
Oh Sehun – Kim Minseok"
"Yixing"
Zhang Yixing berbalik ketika namanya dipanggil oleh Luhan setelah dia melangkah beberapa kali untuk menuju Minseok nunanya karena ingin mengucapkan selamat, karena pada akhirnya dia dan Sehun bisa bersama.
"Aku tidak mengerti maksud perkataanmu" Luhan berkata.
Yixing menyunggingkan sekali lagi senyumnya yang membuat lesung pipi itu muncul, ia tampak manis dengan itu. "Kau orang yang cerdas ge, jangan berpura-pura bodoh" ia berlalu. Yixing mengabaikan panggilan Luhan yang kembali menyerukan namanya.
Untuk orang secerdas Luhan, mustahil untuknya tidak mengerti maksud perkataan seorang Zhang Yixing yang sudah segamblang lautan pasifik. Bahkan yang sedang membaca inipun tahu maksudnya kan?
Jadi tidak salah Yixing menyebut mantan kakak tertua keduanya berpura-pura bodoh kan?
.
.
Kau adalah sesuatu yang terakhir yang aku inginkan. Caption Sehun dalam sebuah foto misterius di akun instagramnya yang dia unggah satu minggu sebelum konfirmasi pernikahan.
Foto yang secara otomatis membuat jutaan manusa gempar, pasalnya dalam foto tersebut, tampak sedang senja disebuah pantai, Sehun menggendeng tangan seseorang dengan cincin pasangan yang melingkari jari keduanya.
Sesuatu yang menjadi sangat membingungkan, antara foto dan caption terasa tidak ada singkronisasi. Fotonya terlihat seperti Sehun ingin menunjukan kalau dia memiliki seorang kekasih yang ingin ia ajak ke jenjang yang serius, tapi Kau adalah sesuatu yang terakhir yang aku inginkan, bukankah itu tandanya kalau Sehun tidak menginginkan dia atau apapun yang menyangkut dia, jadi kekasih sudah pasti bukan kan?
"Kau adalah sesuatu yang terakhir yang aku inginkan artinya adalah, Dia bukan yang pertama, kedua ke tiga atau seterusnya. Dia adalah yang terakhir, tandanya dia akan menjadi yang selamanya. Karena jika dia yang terakhir maka tidak akan ada yang selanjutnya. Bukankah di dunia ini tidak ada setelah yang terakhir"
Malting, bukankah Sehun sangat romantis. Siapa yang bisa menandingi seorang Oh Sehun, yang artinya tidak salah Kim Minseok menjawab iya pada ajakan pernikahan itu.
Ssang Namja. Semua orang menyebutnya demikian, melihat bagaimana caranya dia menunjukan kekasihnya pada orang lain yang begitu elegan, siapa yang berani menuduh atau mengatai Sehun dengan kasar? Dia banjir pujian, malahan.
Karena dia menempatkan kekasih hatinya selayaknya batu berlian yang berharga bahkan lebih, dan Kim Minseok membuat ribuan hati langsung potek karena pada akhirnya Oh Sehun takluk padanya.
"I Love You"
Minseok terkikik ketika dia menerima bisikan berisi ungkapan cinta dari Sehun, hingga matanya menangkap sang sahabat berdiri di area karpet yang membawa mereka untuk datang kepada mempelai jika ingin mengucapkan selamat.
"Luhan"
Segera Minseok berlari menerjang Luhan, memeluk leher lelaki yang lebih tinggi darinya kemudian di ikuti oleh Sehun "Oremanitda" setelah itu ia melepaskan pelukannya.
"Hey mister superstar, kau datang juga rupanya, kau masih memiliki loyalitas sebagai kawan juga ya. Aku salut padamu" Minseok mengacungkan kedua ibu jarinya tanda salut pada Luhan. "Hay hyung" Sehun melambai kecil, merangkul si kecil mungil yang sudah resmi menjadi isterinya.
"Sendirian saja? Tidak bersama kekasihmu?"
Luhan mendecih lengkap dengan tangannya terkepal erat, ingin memukul tapi tidak ingin merusak hari bahagia(mantan) kekasih tercinta-yang masih amat sangat ia cintai.
"Matta, dimana kekasihmu Lu?"
"Selamat atas pernikahanmu Min, kau sangat cantik. Semoga kalian(Tidak akan) bahagia" Luhan menyunggingkan senyum yang di paksakan, kemudian mengeluarkan sebuah kotak beludru merah, setelah dia memastikan kalau kotak itu sudah ada pada tangan Minseok, dia berbalik tanpa mengatakan apapun.
"Luhan mau kemana?" tidak dijawab membuat si cantik menatap si tampan yang hanya mengedikan bahu, lalu segera menggotong tubuh mungil itu menuju suatu tempat. Kau pasti tahu.
.
.
Kamar hotel. Jadi acaranya belum selesai, tapi Sehun sudah merasa malas berada ditengah acara yang menurutnya terlalu mengulur waktunya, maka dengan cara kabur ia gotong saja si mungil yang sudah resmi menjadi isterinya ke ruangan VIP yang sudah ia pesan secara khusus.
Minseok sudah mandi, dia ratu kebersihan jadi setelah mereka sampai di kamar, Sehun sedang mandi sekarang, dan Minseok teringat kalau ia mendapatkan kado dari Luhan.
Perhiasan?
Sebuah cincin dan kalung, juga sepucuk surat.
Kau jahat Minseok, aku ingin melamarmu kau malah mengirim undangan pernikahan padaku. Kau pikir hatiku ini apa hah? Dasar menyebalkan.
Ting. Ting.
Kotak beludru beserta isinya jatuh kelantai ketika sebuah tangan melingkar di sepanjang lingkaran perutnya, tidak lama setelah itu tangan lain mengenyahkan kertas di tangan dan seonggok tubuh bergerak mendekat.
"Ayo Minseokkie. Nuna~~"
Kau tahu apa yang selanjutnya terjadi.
.
.
23 Juni 2013 – Hari jadi Lu dan Min.
23 Juni …. – Hari pernikahan Se dan Min.
Kim Minseok dan Oh Sehun telah menikah. Luhan akan mati tanpa Minseok.
Itu artinya. Luhan sudah mati ketika Minseok menikah.
Luhan is death….. HAHA.
.
.
END
