LOVE BETWEEN FRIENDSHIP

Cast : Kim Minseok, Luhan, Oh Sehun, Kim Jongdae.

Leght : 5/...

Genre : yaoi. Sad dll

.

Happy reading

.

"Anyeong Jongdae-ya" kata namja itu setelah meletakkan bunga dimakam Jongdae.

"Kau senang sekarang aku kembali. Kau tidak pernah datang lagi kemimpiku setelah aku memutuskan untuk kembali, hah dasar kau Jongdae" namja itu terkekeh.

Namja itu berjongkok dan mengelus nisan Jongdae.

"Aku sangat merindukanmu Jongdae, juga leluconmu yang tidak lucu itu hehe, aku akan menepati janji ku kau tenang saja" namja itu mengelus nisan Jongdae.

Kruyuuuuk

"Uhg sial harusnya aku tadi makan dulu sebelum kesini" namja itu berdiri dan pergi dari pemakaman itu.

...

"Selamat datang mau pesan apa tuan"

"Paket makan siang nya satu"

"Baik tuan"

Namja itu duduk di kursi dekat jendela, tak lama kemudian makanan yang dipesannya datang, namja itu mulai memakannya.

"Chanyeol-ah!!!!!!!"

"Ya! Minseok sudah kubilang jangan berteriak saat kau kemari. Suaramu bisa mengganggu pelangganku"

.

'Minseok?' namja tadi menghentikan acara makannya dan melihat seseorang yang baru datang tadi.

Mata rusanya langsung melebar begitu melihat seseorang yang sedang tersenyum lebar tak jauh darinya.

Ternyata benar itu Minseok sahabatnya, seseorang yang telah disakitinya dan seseorang yang diam-diam dicintainya.

.

"Ehehehe mian chan-ie aku tidak bisa menghilangkan kebiasaanku itu"

"Heh untung kafe sedang sepi, ada apa kau kemari?" tanya Chanyeol.

"Sehun menyuruhku menemuinya disini, apa dia belum datang, aish kebiasaan" Minseok mempoutkan bibirnya.

"Kau tau bagaimana Sehun kan"

"Ya sudah buatkan aku satu americano ok" Chanyeol mengangguk.

Saat Minseok membalikkan badannya tatapannya bertubrukan dengan seseorang, sayang Minseok tidak melihat muka orang itu karena orang itu langsung menunduk memakan makanannya lagi dan menaikkan tudung hoodienya.

Minseok menghendikkan bahunya acuh dan duduk dikursi tak jauh darinya.

.

Namja itu terus memperhatikan gerak-gerik Minseok yang sangat lucu menurutnya. Saat ini Minseok sedang memainkan ponselnya dengan menggembungkan pipinya, kebiasaan Minseok jika sedang bosan.

'Kau tidak pernah berubah Minseok' namja itu tersenyum.

...

"Ahhh bosan sekali, dasar Oh Sehun menyebalkan" Minseok mengacak rambutnya kesal pasalnya Sehun belum datang juga sampai sekarang, dan Minseok tidak suka menunggu.

Minseok mengedarkan pandangannya dan melihat Chanyeol sedang mengangkati barang-barang. Minseok tersenyum dan mendekati Chanyeol.

"Chanyeol!"

"Ya! kau mengagetkanku" Chanyeol mengelus dadanya.

"Hehe mian, emm Chanyeol boleh aku membantumu"

"Tidak usah aku bisa sendiri"

"Ayolah Chanyeol aku bosan kalau hanya duduk saja, ya ya ya" Minseok memelas.

Chanyeol menghela nafas, dia tidak akan bisa berkata tidak jika sudah berhadapan dengan aegyo temannya ini.

"Baiklah" Chanyeol mengangguk.

Minseok mengangkat karung kecil berisi biji kopi, membawanya kedalam bersama Chanyeol sambil bercanda.

Namja yang sejak tadi memperhatikan Minseok tersenyum senang melihat Minseok dengan riangnya mengangkati barang-barang itu.

"Ah tinggal satu biar aku saja yang bawa Chanyeol"

"Baiklah" Chanyeol mengangguk lalu masuk kedalam.

"Oh yang ini ternyata agak berat juga" Minseok mengangkat kotak terakhir yang lumayan berat itu. Minseok berjalan pelan kedalam sambil memiringkan kepalanya karna tinggi kotak yang diangkatnya melebihi kepalanya.

BRUK

"Aw issh"

Namja yang sejak tadi memperhatikan Minseok dengan tersenyum langsung berdiri dengan wajah panik melihat Minseok tersandung kursi dan terjatuh. Ia ingin menghampiri Minseok tapi teriakan seseorang menghentikan langkahnya.

"Minseok hyung!" seorang namja tinggi berlari menghampiri Minseok yang terjatuh dilantai.

"Ya! Oh Sehun!!! Hweeeeee" Minseok berteriak kencang lalu menangis melihat orang yang dihadapannya adalah Sehun.

"Oh h- hyung kenapa kau menangis" Sehun panik mencoba menenangkan Minseok tapi Minseok malah menangis lebih kencang. Sehun frustasi, akhirnya dia menggendong Minseok dan membawanya pergi dari cafe Chanyeol.

...

"Hyung sudah ya jangan menangis lagi" bujuk Sehun. Saat ini mereka ada ditaman dekat kafe Chanyeol, duduk dikursi taman dengan Minseok yang memunggungi Sehun.

"Ini semua salahmu Sehun-ah"

"Aku, naega wae?"

"Ya!!" teriak Minseok membalikkan badannya menghadap Sehun.

"Jika kau tidak telat datang aku tidak akan bosan, karna aku bosan aku membantu Chanyeol mengangkati barang dan sekarang kakiku sakit, itu semua karna kau Oh pabo Sehun!" lanjutnya.

"Itu sih salah hyung sendiri, jika hyung menungguku dengan duduk manis saja tidak akan seperti inikan" bantah Sehun.

"Pokoknya semua ini salahmu!!" bentak Minseok lalu memunggungi Sehun lagi. Sehun mengelah nafas, 'ini harus diakhiri' batin Sehun.

"Iya iya aku yang salah hyung, maafkan aku ya hyung" Minseok tidak menjawab. Kalau sudah begini hanya ada satu cara membujuk hyung nya yang lagi ngambek ini.

"Hyung ayolah maafkan aku, bagaimana kalau aku traktir hyung baozi sebagai permintaan maafku" Sehun memelas. Minseok melihat Sehun dari ekor matanya, 'tawaran yang menarik' pikir Minseok.

"Tidak mau!!" Sehun membulatkan matanya, biasanya hyungnya yang satu ini akan luluh hanya dengan diiming-imingi baozi.

"Lalu aku harus bagaimana agar hyung memaafkanku" Minseok menyeringai. 'Kena kau Sehun, saatnya memeras Sehun ha ha ha'.

Minseok membalikkan badannya menghadap Sehun masih dengan ekspresi ngambek -imut nya.

"Kau harus menanktirku baozi dan ice cream selama seminggu, eotthae?"

Sehun menjatuhkan rahangnya, 'dasar Minseok hyung'

"Aha ha ha ne tentu saja asalkan hyung memaafkanku. Kajja!" Sehun berdiri, karna dirasa Minseok tidak bergerak dari tempatnya Sehun menengok kebelakang dan melihat Minseok masih diposisi awalnya sambil menatapnya kesal.

"Kenapa masih duduk hyung, ayo keburu malam nanti"

"Ya! Kau lupa kalau kakiku masih sakit!!" teriak Minseok.

"Hehehe aku lupa hyung, sini kubantu" baru Sehun akan membantu Minseok berdiri, Minseok sudah duluan mengulurkan kedua tangannya kearah Sehun.

"Gendong" rengek Minseok.

Sebenarnya kakinya sudah tidak sakit sih memang dasar Minseok saja yang ingin mengerjai Sehun, itung-itung balas dendam.

"A- apa?" nafas Sehun tercekat, oh lihatlah sepasang mata kucing yang berkaca-kaca itu, bibir mengerucut itu, dua pipi menggembung imut serta tangan mungil yang terulur kearahnya. Rasanya Sehun ingin memakan baozi imut didepannya ini.

"Ya! Oh Sehun!" teriakan Minseok menyadarkan Sehun dari lamunannya.

"A- ah ba- baiklah hyung" Sehun berjongkok di depan Minseok lalu menggendong minseok dibelakang.

"Baozi Im coming!!" teriakan semangat Minseok. Sehun tersenyum lebar lalu berjalan pelan menuju kedai baozi, menikmati momen manisnya dengan hyungnya yang juga manis ini.

Tanpa mereka sadari dari tadi ada seorang namja yang memperhatikan Minseok dan Sehun dari balik pohon besar. Namja itu menatap kepergian Sehun dan Minseok dengan tatapan yang sulit diartikan. Marah, kecewa, sedih tergambar jelas dikedua mata rusanya. Namja itu menyandarkan punggungnya dipohon tempat nya sembunyi lalu mengeluarkan kotak kecil dari sakunya.

'Jongdae-ya apa yang harus aku lakukan bisakah aku menepati janjiku, apakah aku harus menyerah'

"Luhan-ah, jadilah kekasih Minseok" ucap Jongdae pelan.

"Apa yang kau katakan Jongdae"

"A- aku sudah tidak bisa lagi menjaganya berada disampingnya" lanjut Jongdae.

"Jongdae-"

"Tolong Lu, gantikan aku untuk menjaga Minseok. Jangan biarkan dia bersedih, turuti semua keinginannya tapi jangan terlalu memanjakannya" Jongdae tersenyum saat mengingat kenangannya dengan Minseok. Luhan yang mendengar kalimat Jongdae air matanya kembali keluar.

"Aku mohon Jongdae jangan seperti ini"

"Ini sudah keputusanku Luhan, tolong berikan ini pada Minseok dan katakan kalau aku sangat mencintainya dan maaf karena aku tidak bisa menepati janjiku untuk bersama dengannya selamanya" Jongdae memberikan kotak kecil kepada Luhan.

"Luhan aku sangat berterima kasih padamu dan juga paman dan bibi Lu, karna telah membantuku selama ini" Jongdae menghela nafas panjang.

"Lu aku sudah tidak kuat lagi, tolong jaga Minseok dan jangan terlalu sering bertengkar dengan Sehun" Luhan terisak tidak bisa mengeluarkan kata-kata, dia hanya menggenggam erat tangan Jongdae.

"Ah katakan pada Sehun juga kalau aku sangat menyayanginya dan maaf karna aku selalu membelamu dibangding dia"

"Selamat tinggal..." mata Jongdae terpejam, tangan Jongdae yang ada digenggam Luhan melemas dan alat pendetak jantung Jongdae berbunyi nyaring dan menampilkan garis lurus.

"Jongdae" Luhan menggoncang pelan tubuh Jongdae.

"Jongdae tidak jangan pergi dulu Jongdae!!!" Luhan berteriak disela tangisannya.

Namja itu menegakkan tubuhnya.

"Tidak, aku tidak akan menyerah ini demi Jongdae, aku tidak akan mengecewakanmu Jongdae, aku akan menepati janjiku kali ini"

Namja itu menatap kursi taman yang ditempati Sehun dan Minseok tadi.

"Maaf jika aku akan menghancurkan hubungan kalian"

TBC

Emmmn, aaaa ah aku gak bisa ngomong apa-apa pokoknya aku seneng bangeeeet bisa nyeleseiin chapter ini

Maaf jika kalian tidak puas dengan chapter ini

Emmm apa lagi ya... Ah readersnim bisa kasih usul gak ff ini berakhir dengan xiuhun ato xiuhan, haha soalnya aku belom nentuin ini akan berakhir dengan xiuhun ato xiuhan

Ayo ayo tulis usul plus alesannya ya di kolom review, aku tunggu loooo