"Chapter 01"

The First Meeting

_The First_

"ANDWAE!!!!"

Keep calm, guys. Itu hanya suara teriakan salah satu pemeran utama kita kok.

Penasaran siapa?

Dia itu Na Jaemin. Satu-satunya permata hati Johnny, ayahnya selaku dan Victoria. Jaemin ini juga pewaris perusahaan ayahnya yang maju dibidang teknologi.

"Jaemin, dengarkan mom, nak." kata Victoria dengan lembut. Jaemin itu memang penyabar, tapi, dalam masalah ini ia harus melakukan perjuangan membatalkannya semaksimal mungkin.

"BIG NO, mom! Aku tidak mau dijodohkan!!! Aku masih ingin keluar dengan teman-teman dengan bebas." celetuk Jaemin.

"Na Jaemin, perhatikan sikapmu! Apa daddy pernah mengajarimu untuk berteriak pada sosok wanita yang melahirkanmu?"

Johnny yang daritadi membaca berkas-berkas kantornya yang belum sempat ia baca di kantornya, dan itu demi anaknya yang tiba-tiba meraung di rumah karna perjodohan ini, bersuara dengan tegas.

"Mian, mom. But, dad... mom... Tidak perlu dengan perjodohan bukan? Look! I'm still young, mom. Eighteen isn't counted." kata Jaemin dengan sepasang mata yang memelas.

Victoria tersenyum, duduk disebelah pemuda beranjak dewasa itu, menggenggam tangan kiri anaknya. "Mom tahu, Jaemin. Kamu pasti ingin keluar dengan teman-teman secara bebas, kamu bisa pergi. Mom yakin, pasanganmu nanti akan membiarkanmu pergi, Jaemin." kata Victoria.

"Are you sure, mom? Tapi, bagaimana jika ada yang membullyku karna ini? Aku tidak mau, mom... Tidak mauuuuu." kata Jaemin yang merengek dikata-kata terakhirnya.

"Pergilah, nak... Kamu akan tahu siapa pasanganmu itu nanti. Mom yakin, kamu cocok dengannya." kata Victoria yang berusaha lembut dengan anaknya itu. Jaemin itu sama dengan Johnny, sama-sama keras kepala.

Ibarat kata, buah jatuh tak jauh dar pohonnya.

"Tapi, mom..."

"Na Jaemin, dad akan menyita semua barangmu 3 bulan kedepan dan kamu akan berada didalam pengawasan dad secara ketat 24 jam selama 5 bulan, jika kamu tidak mau pergi." kata Johnny yang merasa tidak ada cara lain.

Jaemin langsung menghempaskan tubuhnya dipunggung sofa dengan helahan yang berat.

Victoria hanya tersenyum dan mengelus surai coklat anaknya. Johnny kembali membaca berkas-berkasnya.

Jaemin mengerucutkan bibirnya. Sungguh ia tak tahan dengan semua ini. Ia tahu keluarganya, sejak beberapa keturunan silam, selalu mengadakan perjodohan. Daddyjuga begitu, ia terikat dengan mommy juga karna perjodohan.

"Mom..." panggil Jaemin dengan pelan. Victoria yang berada disebelahnya, langsung menatap Jaemin.

"Ada apa, Min?"

Bukannya menjawab, Jaemin malahan bangkit dari tempatnya, membawa Victoria untuk ikut bersamanya juga. Menaiki tangga satu persatu, untuk memasuki kamarnya.

"Apa lagi yang akan dibicarakan mereka? Hah... Memang banyak rahasia diantara mereka."

Johnny menyesap secangkir kopi yang terletak dimeja ruangan itu, dan kembali membaca berkas tersebut.

_The First_

Jaemin membawa Victoria untuk duduk dikasur yang lebih dari cukup untuk ditiduri Jaemin seorang, setelah menutup pintu tersebut.

"Ada apa, Min?" tanya Victoria yang cukup bingung dengan kelakuan Jaemin.

"Mom, aku mau tanya." tanya Jaemin dengan sepasang mata yang menunjukkan sebuah harapan besar.

"Tanya apa, Minnie?"

"I... itu, mom. Aku mau nanya, masalah namja yang akan dijodohin, mom." kata Jaemin yang membuat Victoria menghela nafas. Ia kira ada apa lagi dengan anaknya ini.

"Mau tanya apa ke mom?"

"A.. Anu, mom. Orangnya gimana?" tanya Jaemin.

"Orangnya ya... Eum... Mom hanya pernah melihatnya tiga kali sih. Wajahnya blasteran, tinggi, tegap, pokoknya perfect lha kalau untuk anak mom ini." kata Victoria yang sedikit memikirkan rupa orang tersebut.

Kalian merasa bingung? Tenang saja, baik Johnny maupun Victoria itu menerima kalau Jaemin itu menyukai sesama jenisnya. Jadi, mereka mencari yang sama namun, tetap saja bibit, bebet, bobotnya harus sempurna.

"Sikapnya gimana?"

"Eum... gimana ya? Selama ini sih, mommy lihat gak ada kekurangan sih. Sikapnya cukup sopan, terus apa lagi ya... Eh? kenapa Minnie menanyakan dia? Minnie mulai tertarik ya?"

"Ish... Mom... Belum lihat rupanya juga. Kalau seperti beast bagaimana? Nanti film beauty and the beast diceritakan disini." kata Jaemin yang sedikit takut dengan pasangannya nanti.

Victoria mengeluarkan suara tawa yang cukup kuat, "Hahaha... Astaga, Min. Mom tidak mungkin memilih yang salah untukmu, nak. Intinya, percaya dengan mom. Semua akan indah nantinya." kata Victoria.

KRIET

"Sayang, aku pergi dulu, ya. Ada meeting dengan Donghae." kata Johnny setelah membuka pintu anaknya dengan sesuka hati.

"Ne, John. Kamu hati-hati dijalan." kata Victoria dengan senyum lembut. Jaemin mendengus kesal, ayahnya ini memang sesuka hatinya saja. Untung mom udah berbicara selesai. Jika tidak, mungkin Jaemin akan diketawain lagi sama dad, gini-gini, dad juga jahil tahu.

"Kamu jaga rumah baik-baik, Vic. Jaga Jaemin, jangan biarkan dia keluar selain ke sekolah dan les sampai pertemuan mereka." kata Johnny yang berusaha mengingatkan Victoria.

"Iya, John. Cha! Sana, pergi bekerja." kata Victoria sambil merapikan jas kantor yang telah tersampir dipundaknya namun, sedikit acak.

Johnny tersenyum, "Jaga rumah baik-baik sayang. Aku akan kembali." kata Johnny sambil mencium pucuk kepala Victoria dengan lembut.

Jaemin menghela nafas, 'Jadi laleur lagi... Ya sudahlah, ini sudah biasa. Jaemin mah apa atuh... Cuman, bisa menunggu calon doang. Wish he is handsome!' batin Jaemin.

Selesai dengan acara ritual orangtua Jaemin, Victoria kembali ke kamar anak semata wayangnya, "Jae,..."

Jaemin menatap Victoria dengan wajah penasaran. "Mom ajarin kamu memasak, ya. Jadi, kamu punya persiapan jika calonmu meminta dibuatkan bekal." kata Victoria. Wanita ini bisa berpikir seperti itu, karna, ia adalah ibu rumah tangga sejati, lagian, ia juga hasil perjodohan, ibunya atau neneknya Jaemin mengajaknya juga untuk dijodohin.

"Maldo andwae! Nanti saja, mom... Lagian, aku tidak tahu apa ini akan berhasil atau tidak. Soalnya, aku tidak karateristiknya cocok denganku atau tidak." kata Jaemin tanpa sengaja melemparkan bantal jecil yang ada dikasurnya, dan tergeletak dilantai.

"Arraseo,... arraseo... Tapi, jangan salahkan mom jika tiba-tiba dia memintamu membuatkan bekal." kata Victoria sambil memungut bantal tersebut dan melayangkannya pas diwajah Jaemin.

"MOMMY!!!!"

_The First_

"Mom... Apa masih lama?"

"Sebentar lagi, Min. Lagian, mereka juga belum datang. Dad juga katanya di perjalanan kemari."

"Aish... Sudah kuduga akan seperti ini. Mom, aku ingin pacaran seperti yang lainnya, bukan melalui seperti ini."

"Sama saja, sayang. Lagian, jika kamu memilih sendiri, jika pacarmu buruk bagaimana?"

Kalian penasaran?

Baik, Hyuna akan menceritakannya, selepas dari Victoria meminta Jaemin untuk memasak, ini sudah memasuki minggu kedua, dan tepat pada hari sabtu, Keluarga Johnny maupun keluarga yang akan menjadi calon perjodohan ini, akan bertemu.

Sekarang yang ada diruang VVIP ini masih hanya ada Jaemin dan Victoria dengan Jaemin ditengah, dan ibunya disebelah kiri. Menunggu Johnny dan keluarga bodoh *menurut Jaemin* datang kemari.

"Mom... aku ingin ke kamar kecil."

"Astaga, sayang. Tahan sebentar saja. Mom yakin, mereka sebentar lagi akan datang. Selepas perkenalan nanti, kamu boleh pergi." kata Victoria yang melarang putranya ini pergi.

"Haha... Jinjja? Aku tidak tahu kalau ternyata seperti itu sistemnya. Mungkin aku akan belajar darimu nanti."

"Datang saja. Sehabis ini kita akan menjadi satu keluarga bukan?"

"John... Tindakanmu selalu seperti sejak SMA ya? Wajar jika kamu dijodohin oleh ahjumma."

Itu bukan suara Jaemin maupun Victoria. Tapi, itu suara yang ditunggu-tunggu oleh mereka berdua. Johnny dengan seorang pria yabg berusia sama dengan Johnny, sedang bercanda gurau, dibelakang mereka, seorang wanita yang disamping ada seorang lelaki berusia sekitaran 20 tahun.

"Hello, sayang. Sudah lama menunggu?" tanya Johnny sambil duduk disebelah kanan Jaemin. Jadi, Jaeminnya diapit, didepannya juga ada sosok namja yang tampak menatapnya dengan dingin.

"Tidak juga. Ah! Cepat kenalkan dirimu." kata Victoria sambil mendorong Jaemin.

"Annyeonghaseyo, Mr. Lee, Ms. Lee. Joneun Na Jaemin imnida..." kata Jaemin setelah berdiri dan membungkukkan dirinya di kalimat akhir.

"Omo... You're so cute, Jaemin. Ah! Jangan panggil Ms. Lee. Panggil saja eomma atau mom, karna, bukankah kamu akan menjadi bagian kami nanti?" tanya wanita yang berhadapan dengan Victoria.

"Ne, mom." cicit Jaemin, tanpa sadar, mengeluarkan suara yang cukup imut apalagi ekspresinya.

"Giliranmu, nak."

"Annyeong, Mr. Na, Ms. Na, Na Jaemin. Joneun Lee Jeno imnida." kata sosok lelaki yang sedaritadi hanya diam, memperkenalkan dirinya.

Jaemin tercekat.

Satu yang ia tahu...

Ia menyukai suara namja itu dipertemuan pertama mereka.

Terasa berat, dan cukup basah untuk didengar.

Jaemin mungkin akan tertarik dengan namja didepannya bukan?

NA

#Annyeongggg... Akhirnya up juga. Maaf jika jelek pada plotnya. Ini hanya seucil imajinasi Hyuna saat terlalu banyak waktu untuk melamun.

#Sorry juga jika ada typonya, dan gomawo untuk para reviewers, followers story.

#Review pleaseee...