Name: Shinobi DxD Chronicles

Author: FCI. Arcana-paisen

Genre: Romance and Adventure

Rating: M

Pair: Menma Uzumaki x Haruka Suzumiya(OC), Iriana Liliana Strife(OC) x Rise Kujikawa x Seekvaira Agares x Sarada Uchiha, Naruto Uzumaki x Grayfia Lucifuge, Kurama x Yasaka, Issei Hyoudou x Rias Gremory x Akeno Himejima x Koneko Toujou x Xenovia Quarta, Irina Shidou x Ravel Phenex, Sasuke Uchiha x Rossweisse, Toneri Otsutsuki x Serafall Leviathan, Roxas x Sona Sitri, Edge Vanhite x Nell Ellis, and Alucard/Genya Arikado x Yoko Belnades

Pair Exclusive Buat Arc ini:

Yu Narukami x Yukiko Amagi, Kanji Tatsumi x Naoto Shirogane, Yosuke Hanamura x Labyrs, Kou Ichijo x Chie Satonaka, Minato Arisato/Makoto Yuuki x Yukari Takeba x Aigis x Mitsuru Kirijo, Akihiko Sanada x Fuuka Yamagishi, Junpei Iori x Chidori Yoshino, Kotone Arisato x Shinjiro Aragaki, Ken Amada x Nanako Dojima, Ren Amamiya/Joker x Sumire Yoshizawa/Violet, Ryuji Sakamoto/Skull x Ann Takamaki/Panther.

Disclaimer: Naruto, Highschool DxD, Persona, Final Fantasy and many more bukanlah milik saya.

Chapter 30: Side Story: P-1 Grand Prix Tournament Part 2

Minato Arisato, mantan ketua dalam organisasi SEES tidak tahu harus merasakan apa saat bertemu kembali dengan salah satu rekan seperjuangannya, Junpei Iori setelah dirinya bangkit dari kematian karena dirinya menjadi Great Seal untuk menyegel Nyx supaya dirinya tidak berhasil melakukan The Fall.

"Uhhh, lama tidak berjumpa ya Junpei."

Mendengar perkataan Minato itu, Junpei pun menghampiri dan menghajarnya tepat di wajahnya sampai dia terjatuh. Minato ingin kesal atas perlakuan salah satu sahabatnya itu, tapi dia paham kenapa dia melakukan itu. Dia tahu seberapa besar dampak kematiannya pada teman-temannya terutama 3 sosok yang dia cintai seperti Yukari, Aigis dan Mitsuru. Bahkan dia juga shock saat melihat Yukari lebih memilih dunia hancur daripada melihatnya mati di Abyss of Time.

"Ikut aku, Minato."

Mendengar nada dingin sahabatnya itu yang saat ini meninggalkannya, Minato pun berkonsultasi dengan Ryoji 'Apa yang harus aku lakukan, Ryoji?'

'Mau tidak mau, kau harus mengikutinya Minato.'

"Sigh, sepertinya tidak ada pilihan lain."

-Time Skip-

"Apa hal yang kau ingin bicarakan denganku Junpei?"

"Apa kau tahu apa yang telah kau lakukan pada kita, Minato? Pada SEES?" Balas Junpei dengan tenang sebelum emosinya meledak dan dia menggebrak meja di dekatnya dengan keras, dan hampir membuatnya hancur "Karena kematianmu, Yuka-tan, Mitsuru-senpai dan Aigis menjadi sedih dan memilih untuk mengurung diri di kamar mereka. Karena kematianmu juga, kami jadi terpecah belah. Karena ada yang memilih untuk merelakanmu dan ada juga yang berkeinginan untuk pergi ke masa lalu dan melawan Nyx kembali untuk menyelamatkanmu walaupun persentase kemenangan kita tanpa pengorbanan-mu adalah nol persen. Tapi lihat apa yang aku temukan ini? Kau terlihat sehat bugar dan tidak terlihat pernah mengalami kematian sama sekali. Apa artinya kesedihan dan rasa kehilangan kami kalau begitu?"

"Junpei, aku minta maaf. Aku tahu perbuatanku menyegel Nyx itu terlihat bodoh, tapi aku tidak punya pilihan lain. Kalau aku tidak melakukan itu, maka kita akan tamat dan The Fall akan terjadi."

"Tunggu dulu, jadi perihal kau menjadi segel untuk Nyx benar-benar terjadi?" Tanya Junpei dan Minato pun mengganggapi-nya dengan anggukan kepala "Tapi bagaimana kau bisa—"

"Elizabeth menyelamatkanku, tapi dirinya-lah yang saat ini menjadi Great Seal sekarang."

"Maksudmu wanita berambut silver pendek dan berpakaian biru di sebuah tempat yang penuh dengan warna biru."

"Tunggu dulu! Bagaimana kau bisa tahu tentang Velvet Room?"

"Saat melawan suami dari Nyx yang bernama Erebus, kami dikirimkan kesana oleh sosok berhidung panjang bernama Igor. Dia terlihat bersama dengan wanita bernama Elizabeth itu dan juga sosok gadis berambut merah. Kalau tidak salah namanya Kotone Arisato." Balas Junpei, dan kemudian dia bertanya saat melihat raut wajah Minato terlihat terkejut saat dia mengatakan tentang Kotone "Kau mengenalnya kawan?"

"Tentu saja, aku mengenalnya. Dia itu adikku. Adik kembarku." Balas Minato dan itu membuat Junpei terkejut karena Kotone tidak mengatakan apapun tentang identitasnya dan dia langsung pergi setelah SEES berhasil keluar dari Abyss of Time dan juga mengalahkan Erebus "Jadi bagaimana kabar dari Kotone? Dia bersama dengan kalian kan?"

"Tidak. Setelah kekuatanmu yang entah kenapa bisa dimiliki Aigis masuk ke tubuh Kotone dan Aigis mendapatkan Athena kembali dan dia membantu kami melawan Erebus sekaligus membantu kami keluar dari Abyss of Time, dia tiba-tiba saja pergi karena katanya urusan dia telah selesai." Balas Junpei dan kemudian dia bertanya "Oh ya, Minato. Kalau kau masih hidup, kenapa kau tidak kembali pada kami?"

"Aku tidak ingin membebani kalian. Kalian sudah terlihat merelakan kematianku karena insiden di Abyss of Time. Jadi aku tidak ingin mengusik kehidupan kalian.

"Apa kau tahu tentang mereka berdua?"

"Tentang apa?"

"Tentang Sakuya dan Helena."

"Siapa mereka berdua? Apa mereka berdua member baru dari SEES?"

"Bukan..." Balas Junpei yang kemudian melanjutkan dengan cengiran "Sakuya Takeba adalah putrimu dengan Yuka-tan dan Helena Kirijo adalah putrimu dengan Mitsuru-senpai."

Tapi cengiran Junpei berhenti saat tatapan Minato serasa blank dan dia pun berkata dengan nada khawatir "Hei, kau tidak apa-apa kan Minato?"

.

.

Thud

.

.

"Gaaahhh! Minato!"

Junpei pun dibuat panik karena Minato pingsan karena info yang dia berikan "Bertahanlah, kawan! Sialan... Aku pikir kau akan biasa saja saat mendengar kabar itu dan hanya membuatku kesal dengan muka tembok beton-mu itu. Merepotkan saja."

-Line Break-

"Apa tidak apa-apa kalau aku tinggal bersamamu di rumah nenekmu, Rise?" Tanya Menma yang terlihat menaruh tas-nya di kamar tamu di rumah nenek dari Rise "Aku kan bisa memesan kamae di penginapan milik keluarga kakak kelasmu itu kan?"

"Tidak apa-apa, Menma-kun." Balas Rise yang kemudian melanjutkan "Toh, nenek juga tidak keberatan. Kalau begitu kau beristirahat saja disini, aku akan membantu nenekku untuk berjualan tahu."

"Kau mau aku bantu?"

"Apa kau yakin?"

"Aku sudah bilang bukan, walaupun aku sudah buta tapi aku masih bisa merasakan benda atau makhluk hidup di sekitarku dengan indra perasaku yang lain." Balas Menma yang menempelkan jari telunjuknya di bibir ranum Rise "Aku juga tahu kalau yang aku sentuh sekarang adalah bibirmu, Rise."

"Benarkah?"

"Rise, apa yang kau—"

Menma dibuat terkejut saat bibir Rise menyatu dengannya dan membuat mereka perang lidah dan bertukar saliva selama beberapa menit. Setelah Rise mengakhiri ciumannya dengan Menma, dia pun berkata "Kalau begitu aku akan bantu nenek dulu, Menma-kun."

"Aku akan membantumu, Rise."

Menma dan Rise pun akhirnya membantu nenek dari Rise menjual tahu di toko miliknya dan harus nenek dari Rise akui walaupun buta, tapi Menma tidaklah terlihat seperti orang buta. Dia masih bisa melayani banyak orang dan cukup banyak membantu dia dan cucunya. Dia juga menahan tawa saat melihat banyak fans dari Rise yang cemburu karena kehadiran Menma tapi Menma hanya cuek bebek karena dia tidak bisa melihat kemarahan orang-orang itu padanya.

.

.

-Line Break-

.

.

Junpei saat ini yang sedang berada bersama dengan Minato yang saat ini dia bawa ke penginapan Amagi karena dia pingsan saat dia memberitahukan tentang anak dari sahabatnya itu yang tidak dia ketahui karena statusnya sebagai Great Seal.

"Kau sudah sadar Minato?" Tanya Junpei yang melihat sahabatnya itu telah membuka matanya.

Minato hanya menggangguk dan kemudian dia berkata dengan nada kecut "Aku benar-benar ayah yang buruk kan. Aku mempunyai anak dari Mitsuru dan Yukari, tapi aku malah meninggalkan mereka semua."

"Itu bukan salahmu Minato. Tanpa kau, kita semua bahkan seluruh dunia ini bisa mati oleh Nyx." Balas Junpei yang menenangkan sahabatnya itu "Tanpa kau juga, aku tidak akan bisa menikahi Chidori."

"Kau menikahi Chidori? Aku pikir dia sudah—"

"Aku pikir juga begitu, tapi ternyata dia hanya koma dan sadar kembali sebelum kita melawan Nyx." Potong Junpei yang kemudian melanjutkan "Tapi aku tidak menceritakannya padamu dan anggota SEES karena aku tidak mau anggota Strega tahu dan akan mengambil dia kembali dariku."

"Baguslah kalau begitu."

"Tapi omong-omong Minato, kenapa kau bisa berada disini?"

"Setelah aku keluar dari Great Seal, aku bergabung dalam sebuah organisasi. Aku tidak bisa menceritakan tentang apa organisasi yang aku masuki itu kepadamu, walaupun kau adalah sahabatku Junpei." Balas Minato yang kemudian melanjutkan "Wakil ketua dari organisasi itu memintaku untuk mengawasi putranya yang memutuskan untuk kemari karena dia khawatir pada putranya yang sedang mengalami kebutaan saat ini. Tapi aku juga punya keinginan lain untuk menerima misi ini."

"Apa itu?"

"Aku merasakan ada sesuatu yang akan terjadi disini dan itu ada hubungannya dengan Persona dan Shadow."

"Aku juga dikirim kesini oleh Mitsuru-senpai untuk mengecek kesini karena disini beberapa waktu yang lalu ada beberapa kematian misterius dan Mitsuru-senpai menduga itu ada hubungannya dengan Shadow." Balas Junpei dan kemudian dia berkata "Yang lain juga akan datang kesini untuk mengecek juga termasuk Mitsuru-senpai, Yuka-tan dan Aigis."

"Benar-benar suatu reuni." Balas Minato dengan sarkastik. Minato belum sanggup untuk menemui Mitsuru, Yukari dan Aigis. Ingin rasanya dia lari kembali ke Tokyo. Tapi dia ingat dengan misi yang diberikan Naruto dan dia juga ingin mencari tahu keadaan adik dari dia dan Kotone yang bernama Naoto Shirogane. Tidak seperti Minato dan Kotone yang memakai marga dari sang ayah karena dia dan sang adik kabur dari mansion keluarga Shirogane karena tidak ingin mewarisi pekerjaan ayah dan ibunya sebagai detektif, sang adik Naoto memakai marga ibunya karena dia masih tinggal di mansion milik sang kakek.

-Line Break-

"Jadi kau berhasil kemari, Menma Uzumaki."

"Siapa kau sebenarnya? Apa tujuanmu membawaku kesini?" Tanya Menma pada sillouhette besar berwarna hitam yang berada di depannya.

"Kau akan tahu siapa aku nanti, partner." Balas sosok itu yang kemudian melanjutkan "Tapi yang harus kau tahu adalah kalau kau adalah aku dan aku adalah kau, partner."

"Apa maksud—"

Melihat Menma kembali ke dunia nyata, sillouhette hitam itu menghilang dan memperlihatkan sosok besar bertangan enam dan berkepala 3 yang memegang tanto di setiap tangannya "Aku tidak sabar menunggu saat dimana kau memanggilmu, partner."

Menma yang terbangun dari tidurnya terkejut saat melihat Rise berada di kasurnya, bukan hanya itu. Dia juga memakai tanktop berwarna merah yang memperlihatkan lekak-lekuk tubuhnya, membuat wajahnya memerah. Dia ingin membangunkan Rise dan menyuruhnya untuk pergi ke kamarnya tapi dia tidak jadi melakukannya dan malah pergi dari rumah Rise dan memutuskan untuk berlatih menggunakan pedangnya.

"Kau ternyata ada disini, Menma-san?"

"Oh, itu kau Yu-san." Balas Menma yang kemudian melanjutkan "Apa yang kau lakukan saat ini disini?"

"Aku hanya berjalan-jalan saja. Kau sendiri?"

"Aku hanya berlatih saja." Balas Menma yang mengayunkan pedangnya dan melanjutkan latihannya.

"Aku boleh tanya sesuatu padamu, Menma-san?"

Menma yang ditanya menghentikan kegiatannya dan berkata "Kau ingin bertanya tentang apa Yu-san?"

"Apa kau mencintai Rise?"

"Kenapa kau bertanya seperti itu?" Tanya Menma yang menaikkan alisnya.

"Karena aku merasa kau masih bimbang. Aku dan Yukiko bisa melihat kau mempunyai perasaan yang sama pada dia tapi ada sesuatu yang membuatmu bimbang."

"Karena aku merasa perasaan ini salah. Aku telah mempunyai dua orang kekasih, tapi aku merasa masih kurang dan mempunyai perasaan ini kepada Rise. Rise berhak mendapatkan orang yang lebih baik daripada aku."

"Menma-san, aku tidak punya hak untuk menghakimi-mu. Tapi Rise telah memilihmu, hati-nya telah memilihmu. Kalau kau juga mencintainya, katakanlah. Aku memang tidak setuju kalau sosok yang sudah aku anggap adik seperti Naoto, Kanji dan Nanako berakhir dengan orang yang mempunyai banyak kekasih sepertimu. Tapi kalau kau bisa membuatnya bahagia, kenapa tidak."

Menma yang mendengar itu hanya terdiam dan kemudian berkata "Heh, terima kasih atas kepercayaanmu padaku, Yu-san."

"Sama-sama, senang bisa membantu." Balas Yu yang kemudian berkata "Kalau begitu, ayo kita pergi dari sini..."

Tiba-tiba saja terjadi guncangan yang membuat mereka berdua terjatuh. Yu membantu Menma berdiri dan kemudian Menma berkata "Ada apa, Yu-san? Apa barusan itu sebuah gempa bumi?"

"Aku juga kurang tahu, Menma-san." Balas Yu, yang kemudian terkejut saat merasakan terjadi sebuah guncangan lagi dan dia melihat dari bawah tanah muncullah sebuah bangunan yang semakin lama semakin tinggi dan langit berubah menjadi hijau kehitaman.

Yu juga dikejutkan dengan Shadow yang kemudian muncul dan mengarah dengan cepat ke arahnya 'Sial! Kenapa bisa ada Shadow di dunia nyata. Aku tidak bisa menggunakan kekuatan Izanagi disini.'

"Gunakan kekuatanku, partner."

"Tapi kita sedang berada di dunia nyata saat ini, Izanagi. Aku tidak bisa menggunakan kekuatan Persona disini."

"Percayalah padaku, partner. Gunakan kekuatanku atau kalian berdua akan dalam masalah besar."

Yu dikejutkan sekali lagi dengan kartu tarot berwarna biru yang keluar dari tangannya dan dia pun menghancurkannya "Persona!"

Persona dari Yu yaitu Izanagi langsung muncul dan Yu kemudian menggunakan teknik-nya "Ziodyne!"

Shadow yang melesat ke arah Yu dan Menma langsung dihantam dari atas oleh teknik listrik dari Izanagi. Tapi Yu tidak menyadari ada salah satu Shadow lagi yang muncul dengan cepat dan dia tidak berhasil bertindak tepat waktu.

'Sialan!'

Craaaaasssshhh

Shadow itu terbelah menjadi beberapa bagian oleh pedang Uzushio no Ken milik Menma yang dengan sigap menyerang monster itu secara membabi buta sebelum Shadow itu memberikan damage yang berarti kepada Yu "Kau tidak apa-apa, Yu-san?"

"Aku tidak apa-apa, Menma-san. Terima kasih telah menyelamatkanku." Balas Yu yang kemudian menatap tower di hadapannya dan berkata "Tower apa itu sebenarnya?"

Menma tidak menjawab karena dia tidak bisa melihat tower apa yang dimaksud Yu meskipun dia bisa merasakan keberadaan tower itu, tapi ada sesuatu yang muncul dan berkata pada mereka "Itu adalah Tartarus."

"Maksudmu penjara dari para Titan di mitologi Yunani?"

Sosok itu tidak merespon pertanyaan Menma dan dia pun berkata "Kalian berdua tidak apa-apa?"

"Kami berdua tidak apa-apa."

"Kalau begitu ikuti aku berdua." Balas sosok itu dan Yu dan Menma pun mengikuti mereka berdua ke penginapan Amagi, tempat tinggal Yukiko yang merupakan kekasih dari Yu.

"Jadi apa yang barusan terjadi dan kenapa kau bisa mengetahui tentang Tower itu?" Tanya Yukiko yang telah bangun dan dia juga terkejut dengan apa yang terjadi pada kekasihnya dan Menma.

"Karena aku dan rekanku ini pernah mengalaminya. Kejadian yang kalian alami barusan adalah Dark Hour. Tapi aku merasa hal yang terjadi berbeda dari Dark Hour yang pernah kami alami."

"Apa maksudmu?"

"Saat aku dan teman-temanku mengalaminya dulu, semua orang yang tidak bisa menggunakan Persona akan terkurung dalam sebuah peti mati sampai pagi hari tiba tapi aku melihat ayah dan ibu Yukiko-san tidaklah mengalami hal seperti itu. Mereka hanyalah tertidur tapi mereka susah dibangunkan. Dan juga sepertinya hal ini hanya terjadi di Inaba saja."

"Tunggu dulu..." Ucap Yuu yang kemudian berkata "Bagaimana kau bisa tahu tentang Persona?"

"Karena kami berdua adalah seorang Persona User." Balas salah satu kedua sosok itu yang kemudian melanjutkan "Aku adalah Minato Arisato tapi Menma-san mengenalku sebagai Makoto Yuuki dan disebelahku adalah sahabatku bernama Junpei Iori. Kami adalah mantan member dari tim pembasmi Shadow di Gekkoukan, SEES. Salam kenal."

Mendengar itu, Menma menghela nafas dan berkata "Jangan bilang kalau ayahku menyuruhmu untuk mengawasiku, Makoto-san?"

"Aku akan mengatakan iya, tapi tujuanku kesini untuk mengecek tempat ini karena partnerku merasakan disini akan terjadi sesuatu yang ada hubungannya dengan Shadow dan Persona."

"Bisa kalian semua jelaskan apa itu Persona dan Shadow." Ucap Menma yang melanjutkan "Aku tahu kekuatan Rise adalah Persona. Tapi aku tidak tahu menahu tentang Shadow dan Persona."

"Kau bisa bilang Shadow dan Persona itu sedikit sama."

"Maksudmu?"

"Shadow adalah pikiran buruk yang kau kubur tanpa kau sadari dan kemudian hal itu membentuk Shadow. Sedangkan Persona terbentuk karena kau menerima jati dirimu sendiri dan Shadow milikmu. Membuat Shadow milikmu menjadi sebuah Persona. Dan omong-omong... Semua manusia memiliki Shadow bahkan yang setengah-setengah sepertimu Menma-san."

"Jadi ayahku juga memilikinya?"

"Ya." Balas Minato yang kemudian melanjutkan "Ayahmu mempunyai sebuah Shadow yang telah dia terima dan kendalikan. Tapi anehnya... Dia tidak mempunyai Persona."

Selang berapa lama, muncul seseorang dengan kostum seperti beruang yang masuk ke dalam penginapan Amagi. Tapi dia memakai topi seperti seorang pemimpin militer dan hal itu membuat Yu terlihat bersiaga

"Lama tidak bertemu ya, sensei, Yukiko-chan."

"Teddie itu kau kan?"

Yukiko ingin mendekati sosok itu, tapi Yu menahannya "Yu-kun... Kenapa?"

"Dia bukan Teddie, Yukiko." Balas Yu yang kemudian mengeluarkan Izanagi dan menyerang imposter Teddie itu, tapi imposter Teddie itu menggunakan Kamui untuk memblock serangan Izanagi dan membuat mereka semua terkejut.

"Kau jahat sekali karena telah melupakanku sensei." Balas orang itu dan kemudian dia melanjutkan "Tapi kau benar. Aku bukanlah Teddie. Tapi Captain Teddie... Mwahahahahaha."

"Apa yang terjadi padamu Teddie? Kenapa kau jadi seperti ini."

"Itu karena dia sudah paham dengan takdirnya sebagai Shadow untuk menghabisi kalian para Persona User. Bukan begitu, Captain Teddie?"

Teddie tidak merespon dan hal itu membuat Yukiko histeris "Teddie... Bilang pada kami berdua kalau hal itu tidaklah benar. Kau itu rekan kami, bukan musuh kami."

"Pada awalnya aku pikir begitu. Tapi Sho benar." Balas Teddie yang kemudian melanjutkan "Kalian semua akan melupakanku di akhir. Kau, sensei, Rise-chan, Naoto-chan, Kanji, Yosuke-senpai bahkan Rise. Kalian semua akan meninggalkanku dan membiarkanku membusuk di TV World. Maka daripada itu... Aku akan melanjutkan misi utamaku, membunuh kalian semua para Persona User."

"Kau yang berambut silver..." Ucap sosok bernama Sho itu "Kau bukanlah seorang Persona User. Jadi aku minta padamu untuk tidak ikut campur. Jika tidak... Aku tidak akan memberikan belas kasih."

"Maaf saja ya, tapi kau telah membuatku terlibat dengan sendirinya. Jadi aku pastikan aku juga berada di kubu mereka melawan kalian berdua."

"Aku akan pastikan kau menyesalinya, bocah." Ucap Sho yang menatap Menma dengan tajam dan kemudian dia berkata "Ayo kita pergi, Captain Teddie."

"Tentu saja Sho." Balas Teddie yang kemudian menatap Yu dan Minato "Sensei, aku akan menunggu di lantai paling atas dari Kagutsuchi Sky Tower. Kau juga, Messiah."

Melihat kepergian Teddie, Yukiko terlihat terisak di pelukan kekasihnya dan berkata "Kenapa ini semua bisa terjadi, Yu-kun?"

"Aku tidak tahu Yukiko. Aku tidak tahu."

Setelah beberapa menit, Chie, Yosuke, Naoto yang diikuti Kanji dan Rise pun sampai di penginapan Amagi. Rise kemudian memeluk Menma dan berkata "Apa kau tidak apa-apa, Menma-kun."

"Aku tidak apa-apa Rise."

"Onii-chan..."

Naoto yang melihat Minato terlihat terkejut saat menyadari siapa sosok di depannya ini, salah satu kakaknya selain Kotone. Padahal sosok itu sudah lama meninggal. Hal itu pun membuat banyak orang kecuali Junpei menatapnya, membuatnya sedikit tersenyum dan berkata "Lama tidak bertemu Nao-chan. Kau sudah secantik ibu sekarang."

.

.

Slaaapp

.

.

Semua orang kecuali Menma dibuat terkejut saat melihat Naoto menampar wajah Minato dengan sangat keras, membuat Kanji berkata "Nao—"

"Diam Kanji-kun." Desis Naoto yang kemudian mencengkram kerah baju sang kakak dan berkata "Jadi selama ini kau masih hidup, kakak? Apa kau tahu seberapa besarnya kau telah menyakiti hatiku, kakek dan Kotone-nee dengan kematianmu. Kembalikan semua air mata yang telah aku teteskan untukmu, Minato-nii. Kembalikan!"

Melihat itu Minato hanya memeluk sang adik yang telah menangis tanpa henti "Gomenne, Nao-chan."

.

.

-Time Skip-

.

.

"Jadi kau juga merupakan seorang Persona User, Minato-nii?"

Mendengar Naoto yang terlihat terkejut, Minato pun menjawab "Ya begitulah. Kau ingat dengan kasus Apathy Syndrome di Iwatodai? Aku terlibat disana meskipun sekarang aku tidak bisa menggunakan banyak kekuatan Persona seperti dulu. Aku hanya bisa menggunakan Orpheus Telos, Thanatos dan Messiah."

"Apa karena sebagian besar kekuatanmu dimiliki Kotone-san sekarang, Minato?"

"Aku rasa begitu Junpei." Balas Minato.

"Huh, Kotone-nee juga merupakan Persona User juga?" Tanya Naoto.

"Iya." Balas Junpei yang kemudian melanjutkan "Saat aku dan tim kakakmu terkurung di suatu tempat bernama Abyss of Time dan sedang kesulitan melawan sosok bernama Erebus. Dia datang secara tiba-tiba dan kekuatan kakakmu yang dia titipkan pada sosok Android bernama Aigis tiba-tiba saja masuk ke tubuhnya dan Aigis mendapatkan Persona lamanya kembali.

"Setelah itu?"

Mendengar itu, Junpei pun melanjutkan "Dia pergi tanpa sepengetahuan kami dan aku bahkan baru tahu dari kakak laki-lakimu ini kalau dia adalah saudara dari kalian berdua."

"Kalian terlalu santai sampai-sampai bisa bicara dengan santai seperti ini. Bukannya lebih baik kalian memikirkan sebuah rencana supaya hal yang sedang terjadi ini berhenti dan tidak melebar ke seluruh Jepang." Ucap sosok yang ternyata adalah Kotone Arisato, adik kembar dari Minato Arisato dan kakak dari Naoto Shirogane.

"Kotone-nee, bisa-bisanya kau—"

"Tidak sekarang Nao-chan." Potong Kotone dan hal itu membuatnya ditatap tajam oleh sang adik "Jadi apa yang akan kita lakukan?"

"Tentu saja menerobos ke dalam sana dan mengalahkan pria bernama Sho itu dan sosok bernama Captain Teddie itu."

Mendengar jawaban kakak kembarnya, Kotone terlihat berkata "Kau terlalu gegabah kakak, tidak seperti biasanya. Mereka berdua tidak sendiri, kau tahu. Sosok bernama Sho itu mendapatkan kekuatan dari Father of All Shadow, Nyarlathotep. Dengan kekuatannya, dia bisa membentuk pasukan Shadow-nya. Kekuatan Investigation Team saja tidaklah cukup. Kita juga membutuhkan kekuatan tim Shadow Operative dan Phantom Thieves."

"Tunggu dulu! Bagaimana bisa kau tahu tentang Phantom Thieves, Kotone?"

"Tentu saja aku tahu tim yang dibentuk oleh Amamiya-kun dan kau latih saat kau menjadi guru di sana kan?"

"Dan kau tidak membantu kami melawan Yaldabaoth saat itu? Kau tahu dia itu sangat berbahaya. Dia bahkan bisa mengurung Igor, Margaret dan juga Theodore serta membelah Lavenza menjadi Caroline dan Justine. Dia bahkan menyamar menjadi Igor, tapi kenapa kau?" Balas Minato yang kesal pada adik kembarnya itu.

Kotone kemudian melanjutkan "Untuk apa aku membantu kalian melawan dia. Bahkan tanpa bantuanmu di pertarungan akhir, Dewa palsu itu bisa di headshot oleh Persona Amamiya-kun."

Semua yang ada disana tidak begitu mengerti akan perdebatan dua saudara kembar itu, jadi mereka memilih untuk diam. Setelah itu, Minato pun berkata "Baiklah kalau begitu. Aku akan meminta tolong pada Ren dan tim-nya, meskipun aku tidak yakin Sumire bisa ikut."

"Karena dia sedang hamil maksudmu?" Tanya Kotone yang kemudian melanjutkan "Apa yang sebenarnya kau ajarkan pada muridmu sih, aniki? Sampai-sampai mereka langsung menikah setelah dia lulus?"

"Berisik. Apapun yang mereka lakukan itu bukan urusanku. Itu kehidupan pribadi mereka." Balas Minato yang kemudian menatap Junpei yang kemudian melanjutkan "Junpei, bisa kau hubungi Mitsuru dan anggota Shadow Operatives yang lain."

"Baik—"

"Itu tidak perlu." Balas Kotone yang memotong perkataan Junpei. Dia kemudian menyeringai dan entah kenapa seringai itu membuat kakak kembarnya itu takut "Aku sudah menghubungi mereka dan aku rasa mereka sudah ada di depan sekarang."

'Kau pasti bercanda.'

Dan benar saja, semua anggota Shadow Operatives atau dulu dikenal sebagai SEES mulai bermunculan. Seperti Mitsuru Kirijo, Aigis, Yukari Takeba, Ken Amada, Akihiko Sanada dan juga sosok Shinjiro Aragaki yang seharusnya telah mati oleh Strega dan istri dari Junpei yang berada di sebelahnya, Chidori Yoshino.

Mitsuru kemudian terkejut saat melihat sosok yang dia cintai sekaligus ayah dari anak perempuan tercintanya. Yukari yang juga sama sepertinya dan juga Aigis terlihat senang dan akan memeluk Minato, tapi dihentikan oleh Mitsuru yang sudah mengeluarkan rapiernya.

Mitsuru kemudian menghampiri Minato dan mengacungkan rapier miliknya ke arah leher Minato. Minato yang melihat itu tidak merasa takut dan hanya menatap Mitsuru dengan lembut dan berkata "Lama tidak bertemu Mitsuru. Kau sama cantiknya seperti dulu."

Mendengar itu, Mitsuru menjatuhkan rapiernya dan menangis tersedu-sedu di pelukan Minato yang sudah merangkulnya "Maafkan aku karena telah meninggalkan kalian dan anak kita, Mitsuru, Yukari. Tapi Nyx harus disegel supaya dia tidak melakukan kontak dengan Nyx dannmelakukan The Fall."

"Tapi kenapa kau bisa ada disini sekarang, Mina-kun? Lalu bagaimana dengan Nyx?"

Mendengar pertanyaan Yukari, Minato tersenyum kecut dan berkata "Elizabeth yang menyelamatkanku. Dia bertukar posisi denganku. Dia adalah Great Seal sekarang. Jadi untuk sekarang, Erebus tidak akan bisa menyatukan kekuatan dengan Nyx untuk melakukanThe Fall.

Menma kemudian berkata "Karena kita semua sudah terkumpul, bisakah kita pergi ke Kagutsuchi Sky Tower. Lebih cepat, lebih baik kan?"

Kotone yang mendengar perkataan Menma pun berkata "Memangnya kau akan bertarung menggunakan apa? Kau tidak bisa menggunakan Persona kan?"

"Kau lihat saja nanti." Balas Menma dengan simple.

Mereka semua pun memutuskan untuk menerobos Kagutsuchi Sky Tower dari pintu depan dan benar kata Kotone, tempat itu dipenuhi oleh Shadow bahkan Shadow terkuat yang pernah dihadapi Minato dan timnya, The Reaper.

Tapi mereka bahkan Kotone dikejutkan oleh Menma yang telah menggunakan teknik barunya, Arc Seal: Sword Field dan memunculkan banyak pedang es yang terbentuk dari dalam tanah dan mulai menghujam banyak The Reaper dan Shadow yang ada disitu, membuat banyak dari mereka membeku.

"Sekarang semuanya!"

Semua orang kecuali Menma pun mengeluarkan teknik pamungkas milik Persona mereka. Setelah pasukan Shadow disana hancur lebur, ada suara yang muncul entah darimana yang berkata "Akhirnya kita bertemu juga, Menma Uzumaki."

"Siapa kau! Tunjukkan dirimu!"

"Aku adalah kau Menma Uzumaki."

Menma shock saat melihat sosok hitam yang memiliki postur badan seperti dirinya. Rise yang melihat itu pun berkata "Apa itu?"

"Dugaanmu benar Rise." Balas Yu yang kemudian melanjutkan "Dia adalah Shadow dari Menma."

-To Be Continued-