Hujan deras dipagi hari membuat Baekhyun enggan untuk bergerak dari balik selimutnya, dia suka suasana seperti ini.

"Byun bangun!" Baru kali ini Baekhyun membenci suara Kyungsoo

"Ayolah Byun, kita akan terlambat jika kau terus bersikap seperti orang mati"

Selimut itu disingkapnya, tapi upaya Kyungsoo tersebut tidak membuat Baekhyun bangun, bahkan sekarang dia meringkuk seperti anak kucing yang kedinginan.

"Baek ayolah"

"Aku malas sekolah, kita bolos saja"

"Mana bisa begitu"

Kyungsoo menarik tubuh Baekhyun agar terduduk, sulit rasanya karena gravitasi tempat tidur menarik Baekhyun terus menerus untuk berbaring.

"Baek—Aakh"

Kyungsoo terjungkal kebelakang karena Baekhyun tiba-tiba bangun dengan cepat, kasihan sekali pantatnya pagi-pagi sudah merasakan dicium lantai. Pelaku utamanya malah dengan tidak berdosa berjalan menghampiri Kyungsoo lalu mengambil selimut yang tadi Kyungsoo lempar kelantai.

"Soo sayang, bisakah biarkan aku istirahat sebentar saja?"

Jantung Kyungsoo berdegup lebih kencang, napasnya tiba-tiba tercekat ditenggorokan, udara juga terasa lebih panas, Sialan Baekhyun!

"Bagaimana, bisa?" Baekhyun menangkup pipi Kyungsoo, menampilkan senyum terbaiknya.

Kyungsoo mengangguk dengan cepat, dia harus mengalah demi kesehatan jantung dan juga dia takut kelepasan kalau Baekhyun terus bersikap manis seperti barusan. Baekhyun kembali ketempat tidur dan menggulung dirinya dengan selimut, benar-benar tanpa rasa bersalah sekali.

"Hampir saja kau kuperawani Byun"

"wow aku takut"

Kyungsoo ingin menendang bokong Baekhyun karena meledeknya jika bel rumah tidak berbunyi terus menerus, siapa lagi tamu yang tidak sopan ini.

"Aku ingin bicara dengan Baekhyun" Tamu didepannya ini langsung menembak keintinya. Park Chanyeol tentu saja, dia benar-benar kembali sesuai dengan apa yang telah dijanjikan.

"Masuklah, Baekhyun masih tidur"

Kyungsoo mempersilahkan tamunya masuk dan duduk, dia harus bersikap baik walau tamu yang sekarang datang bukan orang yang ia inginkan untuk hadir disini.

"Akan aku bawakan minuman"

"Tidak perlu"

Kyungsoo mengerti jika Chanyeol sedang tidak ingin bertele-tele untuk masalahnya dengan Baekhyun, jadi dia mempersilahkan Chanyeol untuk masuk kekamar.

"Byun" Kyungsoo memanggil Baekhyun yang tidak bergeming sedikitpun, dengan isyarat kepala Kyungsoo membiarkan Chanyeol dan Baekyun sendiri disana.

"Baek—"

"Tolong Kyungsoo aku ingin bolos satu hari saja" Baekhyun berbicara tanpa membuka selimutnya

"Kau boleh bolos hari ini" dan itu berhasil membuat Baekhyun keluar dari persembunyiannya. Matanya melebar, bibirnya terbuka tidak percaya karena Chanyeol sekarang ada didepannya, menatapnya sedih.

"Kak Chanyeol, sedang apa disini?"

"Aku harus menyelesaikan kesalah pahaman dengan kekasihku"

.

Luhan menunggu disebrang sekolah Baekhyun dengan mobil force hitam mengkilatnya, berharap jika Baekhyun keluar dia akan bisa menemui lalu mengajaknya bicara walau hanya sebentar. Beberapa siswa yang keluar dari gerbang tampak meliriknya sebelum kemudian berbisik, apa yang salah dengannya?

"Oy" Luhan terlonjak kaget karena tiba-tiba orang ini muncul dihadapannya

"Menunggu Baekhyun?" Luhan mengenyit bingung karena orang ini tahu maksudnya

"Aku Kyungsoo, teman Baekhyun yang dicafe kemarin"

Luhan mengingatnya sekarang, dia yang mengancam Chanyeol waktu itu.

"Baekhyun tidak masuk hari ini, dia bilang ingin bolos. Pacarnya juga datang kerumahku pagi ini, jika ingin menemuinya besok besok lagi"

Kyungsoo pergi begitu saja, Luhan bahkan belum mengucapkan sepatah katapun pada orang itu.

"Hey tunggu" Kyungsoo berbalik, memberi isyarat dengan kepalanya seolah berkata apa.

"Naiklah, aku ingin bicara"

15 menit berlalu mereka duduk bersama didalam mobil tapi hanya suara halus deru mesin yang terdengar.

"Katanya ingin bicara" Kyungsoo memecah keheningan

"A-aku..."

"Baekhyun tidak baik-baik saja, dia menangis sepanjang malam"

Luhan diam kembali, Kyungsoo ternyata menyadari jika Luhan bingung harus memulai dari mana.

"Dia terus bilang jika Tuhan tidak pernah berpihak padanya karena terus membiarkan dirinya sendiri. Dia punya keluarga tapi hidup sendiri, dia mencari kebahagiaan diluar rumah tapi direnggut kembali, dia benar-benar rapuh sekarang"

Luhan menahan air matanya, dia tidak bisa membayangkan bagaimana kesepiannya Baekhyun dirumah, memiliki hubungan sedarah tidak membuatnya lebih tahu dibanding Kyungsoo.

"Aku tidak ingin mati muda, jadi bisa kita menepi disana" Kyungsoo menunjuk sebuah area taman yang sering dia kunjungi saat waktu luang. Luhan menepikan mobilnya disana, menarik napas untuk memnatapkan hatinya bertanya pada Kyungsoo.

"Apa Baekhyun membenciku?"

"Aku tidak tahu. Baekhyun tidak pernah bilang jika dia memiliki saudara, dia saja bohong padaku tentang siapa keluarganya"

Benar, tidak ada orang disekitar Baekhyun yang tahu jika dia anak dari keluarga pengusaha Byun, mereka tahu jika Baekhyun anak seorang supir.

"Antar aku pada Baekhyun"

"Tidak! Aku tidak ingin Baekhyun melihat Baekhyun menangis lagi"

"Aku kakaknya"

"Mana ada seorang kakak yang merebut kekasih adiknya?"

"Aku tidak merebut Chanyeol, aku hanya berteman dengannya. Lagi pula aku aku kakaknya Baekhyun jadi tidak mungkin a-"

"Kau harusnya tahu batasan seorang teman. Kakak macam apa yang tidak pernah tahu jika adiknya diperlakukan beda oleh orang tuanya, kakak mana yang tega membiarkan adiknya hidup penuh kesepian, Luhan tolong sadar selama ini apa kau melakukan apa yang seharusnya dilakukan oleh seorang kakak"

Luhan diam, dia gemetar menatap Kyungsoo yang menatap dirinya dengan penuh amarah, apa dia sesalah itu dimata Kyungsoo? Kyungsoo tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi antara dia dengan Chanyeol jadi dia tidak berhak menghakimi luhan seperti ini.

"A-aku menemui Chanyeol untuk menanyakan dimana Baekhyun aku berpikir jika dia tahu dimana adikku, aku memegang tangannya hanya untuk menenangkan dia agar tidak gegabah dalam mencari Baekhyun, aku tidak tahu jika ini akan menimbulkan salah paham"

Tangis Luhan pecah, dia tidak bisa menahannya lagi, persetan dengan rasa gengsinya yang tidak pernah menangis didepan orang lain, dihadapan Kyungsoo semuanya runtuh. Dia menyadari jika dia bukan kakak yang baik untuk Baekhyun, dia ingin merubah segalanya jika bisa, dia akan berusaha membuat Baekhyun bahagia mulai dari sekarang.

"A-aku menyayangi Baekhyun sungguh, salahku memang tidak pernah menyadari jika orang tua kami tidak pernah berlaku sama. Aku harusnya memperhatikan dia lebih dari sekedar menanyakan kabar, aku ingin memperbaiki semuanya jika bisa. Tolong bantu aku"

Kyungsoo merengkuh Luhan yang meraung menyesali apa yang terjadi, seharusnya Kyungsoo tidak berkata jahat pada oang ini. Kyungsoo hanya orang luar yang kebetulan mengetahui bagaimana keadaan Baekhyun, dia tidak tahu jika Luhan juga sama tersiksanya mendengar semua kepedihan Baekhyun.

"Baekhyun pasti sangat membenciku"

"Tidak, dia tidak membencimu. Maafkan aku yang mengatakan hal kasar"

Berangsur-angsur Luhan mulai tenang, Kyungsoo melepaskan rengkuhannya dan menatap Luhan dengan lembut.

"Maafkan aku, oke?" Luhan mengangguk kecil untuk pertanyaan Kyungsoo. Jika seperti ini Luhan sangat mirip dengan Baekhyun, Kyungsoo jadi percaya mereka saudara.

"Mau menemui Baekhyun?"

Luhan mengangguk semangat, dia mengusap bekas air mata dipipinya dengan cepat dan tersenyum pada Kyungsoo. Tangan Kyungsoo menarik tengkuk Luhan mendekat kearahnya, dengan cepat memberikan sebuah kecupan dibibir semerah buah ceri itu.

"Biar aku yang menyetir"

TBC

Hallo hallo, aduh udah lama banget gak kesini gara- gara sibuk kerja sama skripsi. Akhirnya update juga setelah mengumpulkan kekuatan karena terornya ChanBaek09. Makasih sayang review sama rasa penasarannya, kira-kira Chanbaek bakal gimana? Luhan sama Kyungsoo tiba-tiba dapet scene yang diluar dugaan. Oke kita ketemu dichapter berikutnya ya, bye bye.