Tittle : Haunted House *Chap …*
"SELINGKUH ADALAH DOSA BESAR"
Author: Jeruk Mandarin
Pair : Eren x Levi
Cast : Levi Ackerman, Eren Yaeger, Mikasa Ackerman, Hanji, Shasa dll
Genre : Horror, Family, Shounen ai, Friendship, romance, AU
Semua karakter milik Hajime Isayama sensei.
Saya hanya pinjam untuk bahan delusi saya :v wkwkwk
Eren bocah 7 tahun vs levi 35 tahun. Ini bukan pure romance aku lebih demen ke family. Tapi akhirnya romance jg karena aku suka couple Eren x Revaille :v
Semua karater mungkin OOC :v author mengalami masalah dalam mempertahankan eksistensi kekhas'an masing-masing karakter.
.
!
FFN sekarang gak asik. Gak bisa mikin pemisah Cuma make titik 3x. sekarang Cuma muncul 1x doang T.T maaf yak chapter kemaren jadi pemisahnya gak jelas gitu T..T
Btw author tegaskan sekalilagi kalo author sudah lupa sebagian besar ide awal dari FF ini. Jadi semisal ff ini sekarang menjadi aneh dan tak terduga anggap ajha ya authornya sedang mabok hahahaha
!
Levi—Pria single 35 tahun membeli rumah baru yang membawanya bertemu dengan Eren (7 Tahun) hantu penghuni rumah baru Levi. Bagaimana jadinya jika Levi yang tidak suka anak-anak harus serumah dengan hantu berisik dan menyebalkan seperti Eren?
!
Hari masih terlalu pagi untuk kegiatan kampus dimulai. Baru sekitar pukul 8 kurang tetapi kita bisa melihat seorang Petra Ral—Gadis cantik bersurai kuning terang itu tampak sudah sibuk berkutat dengan leptopnya mengerjakan sesuatu dengan serius. Tapi kegiatanya itu harus diintrupsi oleh pintu ruang kerjanya yang tiba-tiba terbuka membuat gadis itu refleks menoleh.
Tubuhnya yang ramping dalam balutan rok hitam selutut dan kemeja pink cerah seketika berdiri tegap dan dengan gerakan anggun dia membungkuk dengan gerakan sopan menyambut kedatangan bossnya.
"Selamat pagi sir."Sapa Petra dengan senyuman manisnya.
Levi yang baru saja masuk hanya mendengung singkat sebagai balasan. Pria itu menutup pintu kembali dan berjalan menuju ruang kantornya dengan tas jinjing ditangan tapi langkah kakinya berhenti didepan meja Petra. Gerakan itu membuat Petra menatap Levi dengan pandangan bertanya.
"Terimakasih untuk yang kemarin."
Ucapan itu membuat Petra mengulas senyum semakin lebar.
"Senang membantu anda sir."Kata Petra berkata dengan sopan.
Levi membalasnya dengan anggukan dia tidak langsung beranjak pergi. Dia malah menatap Petra dengan raut setengah berpikir.
"Ada apa lagi sir?" Tanya Petra heran melihat tingkah aneh bossnya pagi ini.
"Rasanya tidak benar aku selalu meminta bantuanmu tapi aku tidak pernah memberimu balasan apa-apa." Kata Levi datar.
Petra membuat wajah tersipu dan tersenyum malu-malu.
"Jangan dipikirkan sir. Saya senang bisa membantu anda."
"Hm~ Aku traktir kau makan malam nanti sebagai ucapan terimakasih." Kata Levi lantas melenggang santai ke kantornya. Meninggalkan Petra yang speechless ditempat dan Eren yang menatap gadis itu dengan wajah cemberutnya yang menggemaskan.
Eren jelas tidak menyukai Petra dan mendengar Levi mengajak gadis itu makan malam membuat Eren semakin tidak menyukainya. Entah kenapa pokoknya Eren tidak suka Sir Levi dekat-dekat dengan gadis yang satu ini.
"Terimakasih banyak sir."Ujar Petra membungkuk berkali-kali tampak sangat senang.
Eren mendengus dan menggerutu dengan suara pelan mencibir Petra dan sikapnya yang menurut Eren terlalu berlebihan dan dibuat-buat kemudian berjalan menyusul Levi ke kantornya.
!
*
Pagi ini seperti biasa Eren mengekori Levi pergi mengajar ke sebuah kelas. Eren seperti biasanya duduk manis menunggu didepan ruangan tapi lama kelamaan Eren menjadi bosan karena tidak ada yang bisa dilakukanya selain melihat orang-orang yang berlalu lalang. Dia benar-benar bosan dan ingin melakukan hal lain.
Eren teringat pada Jean, si hantu dari gedung olahraga. Perlukah Eren pergi mengunjunginya? Eren berpikir sejenak menimbang-nimbang. Dia sangat ingin pergi tapi dia takut sir Levi akan marah seperti kemarin dan dia takut dihukum tidak bisa masuk rumah. Bagaimana ya? Mungkin tidak apa-apa jika Eren pergi tanpa sepengetahuan Sir Levi asal bisa kembali sebelum sir Levi selesai mengajar. Eren akan pergi sebentar bercakap dengan Jean kemudian kembali kesini.
Eren mengangguk dengan idenya itu. Bocah itu kemudian menuju ke gedung olahraga. Kali ini tentu saja dia tidak tersesat.
Pagi itu suasana gedung olahraga tampak ramai oleh mahasiswa yang sedang bermain basket. Eren mengedarkan matanya kepenjuru ruangan dan tribun penonton tetapi tidak melihat Jean dimana pun. Kemana perginya hantu bernama Jean itu ketika gedung olahraga ramai seperti ini? Eren membatin penasaran.
"Yo!" Seru sebuah suara disamping Eren. Bocah yang tak siap itu berjengit kaget.
"Jean! Kenapa suka sekali mengagetkan Eren sih?" Kata Eren tampak kesal.
Jean terkekeh seraya mengacak rambut Eren.
"Ya habisnya mengusilimu asik sekali sih."Goda Jean mencubit pipi gembul Eren pelan membuat bocah itu mengerang tidak suka.
"Jean jahat."Kata Eren cemberut.
Jean hanya tertawa.
"Eren bilang Jean hajat tapi masih pergi kesini dan mencari Jean?"Goda Jean lagi membuat wajah Eren memerah menahan malu dan bocah manis itu kehilangan kata-katanya.
"Eren bosan menunggu sir Levi selesai Eren kesini." Kata Eren membela diri.
Jean hanya mengangguk-angguk dengan senyumanmenggodanya. Dia mengajak Eren ke sebuah surut yang agak sepi jauh dari keramaian agar bisa lebih leluasa berbincang.
"Sir Levi itu yang kemarin menjemputmu kesini?"
"Hmmm..." Eren mengangguk membenarkan.
"Sir Levi itu dosen?"Tanya Jean dengar semakin penasaran.
"Sir Levi guru disini."Kata Eren polos.
Jean mendecih tiba-tiba tampak kesal, "Jadi dia ya orangnya yang selalu dibicarakan gadis-gadis cantik yang datang kesini?"
"Kenapa gadis-gadis membicarakan sir Levi? Apa sir Levi membuat kesalahan pada gadis-gadis itu?" Tanya Eren tidak mengerti.
Jean menghela napas mendapati kepolosan Eren.
"Justru sebaliknya! Dia itu populer sekali diantara gadis-gadis .Banyak sekali yang sepertinya berharap jadi kekasihnya!"
"Kekasih?" Tanya Eren berkedip-kedip dengan ekspresi bingung.
"Kau tau apa itu kekasih kan?"Tanya Jean melongo tak percaya.
Erenpun menggeleng dengan gerakan pelan.
"Kekasih itu hubungan diantara pria dan wanita dewasa yang saling mencintai. Saling menyayangi ya seperti itulah. Mereka saling suka. Sekarang kau mengerti kan Eren?" Kata Jean menjelaskan dengan sabar.
Eren yang agaknya mulai mengerti setelah dijelaskan itupun mengangguk.
Melihat bocah polos yang menggemaskan itu Jean jadi kepikiran ide usil untuk memanfaatkan kepolosanya itu. Hehe~ Jean menyeringai jahat dalam hati.
Dengan semangat Jean mendudukan dirinya didepan Eren. Kebisingan ruang olahraga pagi itu tampaknya tidak sedikitpun mengusiknya. Bagi Jean ini adalah waktu berharganya karena setelah sekian lama akhirnya ada yang mau ngobrol denganya dan dia tidak boleh menyia-nyiakan sedetikpun!
"Kau ini selalu bersama Sir Levi itukan? Masa kau tidak pernah melihat gadis-gadis mengejarnya."Jean bertanya dengan suara heran.
Eren berpikir sejenak berusaha mengingat-ingat. Selama dia mengikuti Levi sejak pria itu datang kerumahnya sampai sekarang Eren tidak pernah tuh melihat Levi dikejar gadis-gadis seperti yang dikatakan Jean. Selama ini perempuan yang sering berinteraksi dengan Levi ya cuma dua. Petra dan Hanji. Sisanya paling mahasiwa yang jadi murid Levi tetapi sepertinya Levi tidak sedekat itu dengan mereka.
Omong-omong soal Hanji, Eren sendiri ragu apakah wanita nyentrik berkacamata itu mengejar Levi seperti yang dimaksud Jean atau tidak karena hubungan Hanji dan Levi sepertinya biasa saja. Mereka dekat tetapi tidak dalam artian saling sayang atau saling mencintai. Dalam pikiran Eren yang polos, mencintai berarti kasih sayang dan sejauh yang Eren tau hal itu diungkapkan dengan ekspresi mencium dan memeluk orang yang kita sayang seperti bagaimana orang tuanya suka mencium dan memeluk Eren dulu. Tetapi Eren tidak pernah melihat Levi mencium atau memeluk Hanji atau sebaliknya.? Berati keduanya bukan kekasih kan?
Lalu Petra. Untuk sekarang posisi gadis itu bagi Eren tidak ada bedanya dengan hubungan antara Levi dan Hanji. Keduanya dekat tetapi bukan kekasih. Ya~ Walaupun sepertinya Petra menyukai Levi sih. Tapi tetap saja keduanya terlihat bukan kekasih.
"Eren tidak pernah melihat Sir Levi dikejar gadis-gadis."Gumam Eren setelah berpikir cukup lama.
Jean menggeleng dengan cepat, "Omong kosong! Pria yang populer seperti dia mustahil tidak memiliki kekasih! Dia pasti punya banyak!"
Kening Eren mengernyit menatap Jean dengan pandangan aneh.
"Jadi menurut Jean, Sir Levi sudah punya kekasih?"
Jean mengangguk mengiyakan dengan wajah sangat yakin, "Tidak ada pria tampan yang single karena semua pria tampan adalah seekor buaya! Hahahaah!" Jean terbahak keras dengan eskpresi bangga dan puas. (Sebenarnya Jean lagi ngomongin dirinya sendiri. Hehe)
Eren hanya menatap pemuda itu dengan kedipan polosnya. Didalam otak kecilnya dia bertanya-tanya tentang kebenaran ucapan Jean karena memang selama ini Eren tidak tau apakah sir Levi itu punya kekasih atau tidak. Tapi jika Jean yakin seperti itu mungkin ucapan pemuda itu benar? Jean kan sudah dewasa. Jean lebih tau segalanya dibanding Eren kecil yang polos ini.
Hm… Pasti begitu.
"Maksud Jean pria seperti biaya itu apa?" Tanya Eren tidak mengerti.
"Maksudku adalah pria tampan selalu punya banyak wanita yang menjadi kekasihnya."
Eren menatap Jean tidak setuju.
"Itu tidak benar. Sir Levi tampan tetapi dia tidak punya banyak kekasih seperti yang Jean bilang! Sir Levi hanya dekat dengan Miss Hanji dan Miss mungkin Sir Levi punya kekasih banyak seperti yang Jean bilang karena Eren mengikuti sir Levi seharian penuh!"Bela Eren membantah.
Jean menatap bocah itu dengan tercengang. Menurutnya sulit dipercaya pria sepopuler Levi hanya dekat dengan 2 wanita saja! Karena itu artinya ketampananya benar-benar telah sia-sia! Atau mungkin problem Levi sebenarnya adalah bahwa pria itu terlalu mencintai seseorang jadi tidak melirik yang lain.
"Jadi sir Levi itu tipe pria yang setia ya."Gumam Jean menyimpulkan.
Eren tidak merespon dan hanya menatap Jean dengan kedipan polos.
"Jadi yang mana pacarnya? Miss Petra atau Miss Hanji?" Tanya Jean lagi.
Huh?
"Katakan Eren yang mana pacarnya sir Levi!"Desak jean ingin tahu.
Eren menggeleng, "Eren tidak tau."
"Lho kok tidak tau? Bukanya itu mudah? Siapa yang paling dekat dengan Sir Levi itu pasti kekasihnya."
Eren mengangguk-angguk, "Kalau begitu kekasih sir Levi adalah Miss Hanji."Kata Eren dengan yakin.
Jean terkekeh, "Jika memang begitu maka tugasmu sekarang adalah memastikan dia agar dia tidak berselingkuh dari Miss Hanji!"
Eh?
Eren menatap Jean tidak mengerti.
"Apa itu selingkuh Jean?" Tanya Eren yang polos untuk kesekian kalianya.
Jean menghela napas, "selingkuh itu artinya dia punya kekasih lain selain kekasihnya yang sekarang!" Kata Jean menjelaskan dengan sabar.
"Kenapa?"
"Selingkuh itu tidak baik! Itu termasuk dalam dosa besar! Kau tidak mau kan kalau nanti Sir Levimu itu mati masuk neraka?"Kata Jean menakut-nakuti tapi sepertinya Eren tidak paham.
"Neraka itu apa?"
Jean menepuk kepalanya sendiri dengan wajah menahan perasaan gemas menghadapi kepolosan Eren.
"Neraka itu tempat bagi orang-orang jahat berdosa banyak yang mati untuk dihukum. Mereka yang masuk neraka tidak akan bisa berenkarnasi lagi! Artinya jika nanti sir Levi mati lalu dia masuk neraka maka Eren yang baik ini tidak akan bisa bertemu sir Levi lagi dikehidupan selanjutnya."
Eren menatap Jean dengan tatapan menggeleng cepat seolah tidak ingin itu terjadi. Dia ingin sir Levi berenkarnasi setelah mati. Kemudian suatu hari Eren berharap mereka bisa bertemu lagi dikehidupan selanjutnya dan hidup bersama seperti sekarang. Eren ingin terus bersama sir Levi selamanya….
"Itu sebabnya kau harus memastikan dia tidak dekat dengan gadis lain! Kau mengerti kan?!" Kata Jean menepuk-nepuk bahu Eren.
Eren dengan polos hanya mengangguk tanpa menyadari Jean yang diam-diam menahan diri untuk tidak terbahak keras menertawai ide konyolnya sekarang yaitu memanfaatkan Eren untuk mengerjai dosen sialan itu. Menurutnya membuat hidup orang lain yang dibencinya kesusahan sangat menyenangkan. Apalagi jika Jean tidak perlu melakukanya sendiri.
'Rasakan pembalasanku.' Batin Jean puas. Dia melakukan ini bukan tanpa alasan tetapi karena dia membenci Levi. Dia benci pria itu karena telah merebut perhatian gadis-gadis dikampus ini.
Setelah perbincangan yang panjang itu Eren memutuskan untuk berpamitan pergi kepada Jean karena dia masih ingat untuk kembali sebelum Sir Levi selesai mengajar dan untungnya Eren sampai didepan ruang kelas tempat Levi mengajar sebelum kelas usai. Eren mendudukan dirinya dikursinya semula dan mengingat-ingat nasehat Jean untuk menjauhkan Levi dari gadis manapun!
Eh?
Eren tiba-tiba teringat akan janji makan malam Levi dengan Petra nanti malam. Mungkinkah makan malam keduanya juga dianggap sebagai selingkuh? Jika ya maka Eren harus melakukan sesuatu agar keduanya membatalkan makan malam nanti!
Tepat ketika itu Levi yang telah selesai mengajar keluar dari kelas dan mengernyitkan kening heran melihat Eren yang terlihat duduk melamun. Bocah itu sedang apa?
!
*
Sepanjang siang itu otak Eren sibuk memikirkan cara untuk membuat Levi membatalkan acara makan malamnya dengan Petra.
Dia harus segera menemukan sebuah cara atau Levi mungkin saja bisa masuk neraka karna melakukan dosa besar dan Eren tidak akan bisa beremu Levi lagi dikehidupan selanjutnya.
Eren yang tengah berpikir keras itu tak sadar dirinya telah lama melamun dan Levi diam-diam memperhatikanya dengan pandangan heran.
Dimata Levi bocah itu sekearang aneh dan mencurigakan. Padahal sejak pagi normal-normal saja. Tapi sejak Levi tinggal mengajar dikelas pagi ini, Eren entah kenapa Eren terus saja melamun dan tidak seceria biasanya.
Levi sebenarnya penasaran tetapi dia enggan bertanya jadi dia mencoba sebisa mungkin tidak memikirkanya dan fokus menyantap makan siangnya dengan setenang mungkin.
!
*
Pukul 5 semua kelas Levi telah selesai. Pria itu keluar dari kelas dan mengernyit tidak mendapati Eren duduk diteras depan menunggunya seperti biasa. Kemana bocah itu? Batin Levi -jangan bocah itu keluyuran seperti kemarin?Aish merepotkan saja.
Dengan perasaan jengkel dan dongkol Levi melangkah lebar kekantornya bermaksud meletakan dokumen mengajarnya kemudian pergi mencari Eren ketempat kemarin dan memberi bocah itu pelajaran. Kali ini Levi akan memastikan membuat kepala Eren benjol besar agar bocah itu tidak terus membuat masalah dan menyusahkan hidupnya. (g mungkinlah lev. Erenkan bukan manusia) lol
Tapi diluar dugaan, Eren ternyata sudah berada dikantor Levi seolah telah menunggu kedatangan pria itu. Bahkan bocah itu tersenyum lebar melihat kedatangan Levi.
"Sir Levi! Sudah selesai mengajar?"Tanya Eren riang.
Levi hanya berdengung lirih sebagai balasan. Dia menghampiri mejanya bermaksud membereskan dokumen-dokumenya kedalam tas kemudian segera pergi makan malam dengan Petra. Dia tidak ingin pulang kemalaman.
Tapi…
Levi mengernyit mendapati tas kerjanya tidak ada ditempat semula. Biasanya dia letakan didekat leptopnya tapi kenapa sekarang tidak ada?Levi ingat betul dia masih melihat tasnya masih disitu ketika dia hendak pergi mengajar pukul setengah kenapa sekarang tidak ada?Mungkinkah ada maling yang masuk dan mencuri tasnya?
Melihat Levi yang tampak blank membuat Eren pertama kalinya dia melihat Levi berwajah pucat seperti itu. Mendengar kikikan Eren, Levipun mengalihkan pandanganya pada bocah itu dan diapun mengerti bahwa ini adalah ulah Eren!
"Kau sembunyikan dimana tasku bocah?"Tanya Levi dengan nada jengkel.
Bukanya takut Eren malah tersenyum lebar.
"Sir Levi ayo kita main!" Katanya membuat Levi menatapnya tajam. Bocah yang satu ini memang minta dihajar rupanya! Levi menghampiri Eren dan berniat memberi bocah itu pelajaran tetapi Eren kali ini seolah sudah terbiasa, Eren dengan gerakan lihai terbang kebelakang Levi dengan gerakan mulus.
"Ayo kita main petak umpet! Eren telah mengembunyikan tas sir Levi disuatu tempat dikampus ini dan sir Levi harus bisa menemukanya sebelum jam 8 malam! Jika Sir Levi kalah sir Levi harus mengabulkan 3 permintaan Eren."
"Apa katamu bocah?! Kau sedang mengerjaiku?!".Kata Levi terlihat marah.
Tetapi seolah telah meng-copy sikap tidak peduli khas Levi bocah itu mengabaikan kemarahanya.
"Gamenya dimulai dari sekarang ya sir!"Kata Eren bersemangat.
"Tunggu!Tunggu dulu!"Levi memprotes.
"Kenapa?"Tanya Eren menatap Levi bingung.
"Jelaskan kenapa bocah cengeng sepertimu sekarang berani melawanku huh?! Siapa yang mengajarimu!"Tanya Levi curiga dengan keanehan itu.
Eren menjawab dalam hati bahwa dia sebenarnya takut pada Levi tapi terpaksa membesarkan nyalinya karena dia ingin menyelamatkan Levi dari dosa besar bernama selingkuh yang membuatnya bisa masuk neraka. Tapi Eren tidak berani mengatakan alasan sebenarnya karena dia takut Levi akan semakin marah padanya.
"Karena Eren kesepian dan bermain dengan sir Levi sepertinya menyenangkan!"Kata Eren terdengar simpatik ucapanya Eren itu malah itu membuat darah Levi mendidih.
Bocah ini benar-benar ingin mengerjainya dan yang paling menyebalkan adalah bahwa Levi tidak bisa mengabikan tantangan Eren ini karena DIA SANGAT MEMBUTUHKAN TASNYA! didalamnya ada banyak dokumen pekerjaanya yang penting dan itu tidak boleh hilang. Levi sangat dengan terpaksa Levi harus mengikuti permainan Eren.
"Baiklah!Aku terima tantanganmu ini."Kata Levi sepakat.
Eren seketika tersenyum lebar.
"Tapi dengan syarat jika kau kalah malam ini kau tidak bisa masuk kerumah!Bagaimana?"Tantang Levi balik tak mau kalah.
Eren terkesiap. Dia mengerucutkan bibirnya. Bola mata hijau zamrudnya menatap Levi dengan tatapan protes tetapi Levi hanya membalasnya dengan pandangan merendahkan yang menyebalkan.
"Baiklah!"Kata Eren akhirnya menyetujui.
Levi mengangguk dengan ekspresi puasnya.
"Tapi sebelum itu..." Eren menyodorkan jari kelingkingnya.
"Apa?"Tanya Levi tak paham.
"Pinky promise! Dengan saling menautkan jari kelingking maka sir Levi telah membuat kesepakatan dengan Eren!"Kata Eren membuat Levi mengernyitkan kening. Bocah itu tampaknya telah belajar untuk tidak gampang dibodohi Levi lagi.
'Benar-benar konyol!' Levi membatin.
Walaupun begitu dia tidak berkomentar apa-apa dan menautkan jari kelingkingnya dengan milik Eren. Masing-masing dari mereka menatap pihak lain dengan tatapan sengit.
'Lihat saja akan menemukan tas itu bahkan sebelum waktu habis!' Batin Levi menyeringai bersiap menyambut kemenaganya yang sudah bisa dia lihat didepan mata.
!
*
Ternyata dugaan Levi salah besar. Kali ini Eren sedikit lebih pintar darinya karena setelah mengobrak abrik ruang kantornya dan sudut-sudut ruang kelas Levi masih belum bisa menemukan tas miliknya. Eren terlihat gembira sekali melihat Levi yang kesusahan seperti itu. Bocah itu bahkan terlihat beberapa kali tertawa seolah mengejek Levi membuat pria yang lebih tua menatapnya tajam baru Eren akan tutup mulut.
Levi terus mencari kesana kemari sampai pukul 6 lewat tetapi tasnya masih belum juga ketemu. Aish~ Bagaimana ini padahal dia harus segera pergi makan malam dengan Petra. Tapi masalahnya dompetnya juga ada didalam tasnya! Bagaimana dia akan mentraktir Petra jika dia tidak membawa uangnya? Levi dalam masalah.
"Sir!Ternyata anda disini!"Seru sebuah suara dibelakang Levi.
Levi yang saat itu sedang memeriksa disekitar rak buku disebuah kelas mengangkat wajahnya untuk menatap dipemilik suara yang ternyata adalah Petra.
"Sir Levi sedang apa disini?"Tanya Petra heran.
"Aku hanya sedang mencari sesuatu."Jawab Levi seadanya.
"Mencari apa?Apakah ada barang yang tadi ketinggalan?"Tanya Petra khawatir.
"Ya lupa dimana meletakanya."
Petra mengangguk mengerti, "Kalau begitu bagaimana jika saya bantu mencarinya sir?"
Levi menggeleng, "Tidak perlu. Aku yakin ini akan memakan waktu cukup lama. Bahkan mungkin sampai larut karena aku benar-benar lupa meletakanya dimana."
Wajah Petra berubah murung, "Uhm~ Jadi sir Levi tidak bisa pergi makan malam denganku?"Tanya Petra terdengar kecewa.
Levi menggeleng, "Maaf. Tapi sepertinya tidak untuk hari pulanglah saja dulu. Kita bisa pergi lain kali."
Walaupun terlihat sedih Petra tidak membantah.
"Kalau begitu saya pamit sir."Katanya membungkuk sopan kemudian pergi dengan langkah tegapnya yang anggun.
Eren menatap punggung Petra yang menjauh dengan perasaan senang. Yes! Rencananya berhasil! Sir Levi tidak jadi selingkuh!
"Aish! Dimana sih kau menyembunyikan tasku bocah!"Teriak Levi mulai frustasi.
Erenpun terkikik untuk kesekian kalinya.
!
Ditempat lain tepatnya ditoilet wanita. Mikasa terlihat memasuki sebuah bilik toilet dan kening gadis itu mengernyit melihat sebuah tas hitam tergantung digantungan tas didalam bilik itu. Tas siapa ini? Batin Mikasa bingung. Dia melongokkan kepalanya keluar dari bilik tetapi tidak ada siapapun menduga bahwa seseorang menggunakan toilet tetapi lupa untuk mengambil tasnya kembali. Pemilik tas itu pasti sekarang sedang kebingungan mencari tasnya yang hilang.
Merasa kasihan dengan pemilik tas itu Mikasa memutuskan untuk mengambil tas itu dan membawanya keluar untuk dititipkan ke bagian penitipan barang hilang. Besok pasti ada pengumuman di mading dan website sekolah untuk mencari siapa pemilik tas ini begitu pikir Mikasa.
Dia pun menenteng tas itu menuju kantor bagian penitipan barang hilang.
!
*
"Dimana kau menyembunyikan tasku bocah?"Gerutu Levi mulai gusar. Wajah lelahnya dia usap matanya menatap Eren dengan tajam. Tapi bukanya takut Eren malah terkikik geli.
"Apa sekarang sir Levi sudah menyerah?"Tanya Eren berseri-seri.
Levi menghela napas melihat arlojinya sendiri. Sekarang baru pukul 7.30. Masih ada 30 menit sebelum waktu habis tetapi sayangnya dia sudah sangat kelelahan. Seharian mengajar dan sekarang dikerjai oleh Eren tampaknya telah menguras habis staminanya. Dia sudah tidak tahan ingin segera pulang dan beristirahat.
"Ya... Ya... Ya aku menyerah."Kata Levi akhirnya memutuskan mengalah.
Eren menatap Levi dengan binar dimatanya,
"Benarkah? Sir Levi sudah menyerah?"Tanya Eren terdengar sangat gembira.
Levi dengan malas mengangguk membuat Eren bersorak penuh suka cita.
"YEY! EREN MENANG!" Teriak Eren.
Levi memutar bola matanya malas.
"Jadi dimana tasku?"Tanya Levi tak sabaran.
"Eren akan memberitahukanya. Tapi sir Levi masih ingat perjanjian kitakan?"
"Hm."
"Sir Levi akan mengabulkan 3 permintaan Eren."
"Hm."Dengung Levi lagi sebagai balasan.
Eren tersenyum cemerlang.
"Tas sir Levi ada di Toilet!"
Kening Levi mengernyit seingatnya dia telah memeriksa toilet dikampus tapi tasnya tidak ada disana. "Toilet?" Gumam Levi terdengar silut percaya.
"Ditoilet Wanita sir!" Kata Eren seraya tergelak.
Levi menghela napas. Pantas saja sejak tadi tidak ketemu! Bocah ini benar-benar sudah main-main denganya!
Mengabaikan Eren, Levi memutuskan untuk segera menghampiri toilet wanita. Tapi kakinya membeku didepan pintu bertanda dan berlogo feminis dengan warna pink muda itu.
Dia... Tidak mungkin masuk kedalam kan?
Bagaimana jika didalam ada orang dan melihat Levi masuk ke toilet wanita? Tidakkah itu akan membuat citranya sebagai dosen teladan rusak?
"Eren." Panggil Levi seraya berbalik untuk menatap Eren dibelakangnya.
"Bawakan tasku keluar." Perintah Levi datar tapi berbahaya.
"Tidak mau." Tolak Eren.
Kening Levi menukik tajam tanda bahwa dia sangat tidak suka dengan bantahan Eren, Bocah itu sekarang mulai berani membangkang padanya. Melihat reaksi Levi yang terlihat semakin menyeramkan membuat nyali Eren mendadak ciut.
"Pergi kedalam dan ambilkan tasku cepat!" Bentak Levi menggelegar.
Eren terlihat takut. Seluruh tubuhnya bergetar ketakutan mendengar bentakan Levi tetapi bocah itu tidak bergeming dari tempatnya.
"Tidak mau sir. Seseorang pernah bilang pada Eren bahwa toilet adalah rumah bagi hantu menyeramkan tinggal dan hantu itu suka sekali menampakkan diri dimalam hari seperti ini. Eren takut tidak mau masuk kedalam." Cicit Eren lirih.
Levi menatap Eren dengan frustasi. Sialnya dia! Levi membatin nelangsa. Kalau begini ceritanya, terpaksa Levi harus mengambilnya sendiri.
Levi menunggu cukup lama dan bersembunyi agak jauh dari pintu toilet dan mengawasi pintu pink itu dengan pandagan was-was. Tetapi setelah menunggu sekitar 15 menitan tidak ada seorangpun yang masuk ataupun keluar dari pintu toilet wanita itu. Berarti semuanya aman.
Levi kemudian memberanikan dirinya menghampiri pintu toilet wanita lagi dan masuk dengan langkah sangat pelan. Terlalu berhati-hati untuk membuat suara apapun. Walau katanya takut tapi Eren mengikuti Levi masuk kedalam karena bocah itu takut ditinggal diluar sendirian.
"Dimana kau meletakan tasku bocah?" Bisik Levi tak sabaran.
Eren menunjuk sebuah bilik yang terbuka bertuliskan angka 5. Levipun cepat-cepat masuk kedalam bilik itu dan menutup pintunya rapat. Dia menatap sekelilingnya tetapi tidak melihat tasnya dimanapun.
"Heh? Kenapa tidak ada?" Gumam Eren kebingungan menatap setiap sudut bilik toilet kecil itu.
Levi menatap bocah disampingnya dengan pandangan membunuh.
Walaupun sangat marah tetapi kali ini Levi tidak mengatakan apa-apa. Untuk sementara dia menyimpan perasaan jengkelnya untuk nanti karena dia masih harus menemukan tasnya lebih dulu. Levipun memilih keluar untuk mengecek satu persatu bilik toilet lain yang ada disana tetapi dia tetap tidak menemukan tasnya dimanapun!
TASNYA HILANG!
"Aish.. Levi mendesis berbahaya. Dia melirik Eren dengan tatapan pembunuhnya yang mematikan. Jika saja sebuah tatapnya benar-benar bisa membunuh mungkin saja Eren sudah dipastikan mati berdiri.
"Eren tidak tau sir. Tadi sore Eren meletakanya disana. Tapi kenapa sekarang tidak ada."Cicit Eren membela diri.
Levi tidak menanggapinya dan memilih meraih knop pintu untuk segera tidak boleh berlama-lama disana atau seseorang mungkin melihatnya.
Tapi ternyata kehawatiran Levi menjadi nyata.
Tubuh Levi membeku dan wajahnya seketika blank melihat seorang gadis yang dikenalnya berdiri didepan pintu toilet dengan ekspresi terkejut.
Keduanya terdiam untuk beberapa saat dengan keterkejutan.
"Kau mau masuk?" Tanya Levi berusaha mencarikan keacanggungan yang ada. Dia masih berusaha bersikap tenang walaupun dia yakin bahwa karisma dan citranya yang baik sudah hancur berkeping-keping dihadapan gadis itu.
Gadis itu yang sebenarnya adalah Mikasa menjawab pertanyaan Levi dengan anggukan singat.
Levi pun kemudian menyingkir dari pintu memberi jalan untuk Mikasa lewat tapi gadis itu tidak juga beranjak dari posisinya. Dia malah terlihat menatap Levi dengan tatapan yang sulit Levi mengerti .Yeah~ Mikasa seolah-olah menahan diri untuk mengatakan sesuatu pada Levi. Maunya apa sih? Pikir Levi jengah.
"Ada yang ingin kau katakana padaku Mikasa-san?"Tanya Levi akhirnya memilih bertanya langsung.
Mikasa tampak gugup, "Hm~ Apa sir Levi disini karena mencari sesuatu?"
"Maksudmu kau melihat tasku?"
"Jadi itu tas Sir Levi ya?"
"Dimana sekarang tas itu berada?" Tanya Levi tak sabaran.
"Aku menyerahkanya ke pos barang hilang sir."
"Kau ikut denganku." Kata Levi kemudian bersama Mikasa dan Eren yang tak terlihat oleh manusia normal pergi ke kantor penitipan barang hilang.
Levi menjelaskan permasalahan yang terjadi pada petugas yang berjaga di kantor itu dan dengan sedikit kesaksian dan dukungan dari Mikasa tas Levi akhirnya dapat kembali ketangan pemiliknya.
Levi merasa sangat lega. Setelah mendapatkan tasnya dia segera membuka-buka tasnya untuk mengecek kelengkapanya dan untunglah semua barangnya aman! Tidak ada yang hilang satupun.
"Aku berhutang banyak padamu Mikasa-san. Terimakasih. "Kata Levi pada Mikasa yang sejak tadi diam mengamati Levi dengan wajah setengah melamun.
Mikasa hanya mengangguk sebagai balasan.
"Jika kau punya masalah dengan studimu jangan sungkan meminta bantuanku."Kata Levi yang disambut anggukan pelan dari Mikasa lagi.
"Kalau begitu sampai jumpa. Terimakasih atas bantuanmu hari ini."Kata Levi kemudian berbalik ingin cepat-cepat pulang tapi belum sempat dia melangkah sebuah tangan sudah lebih dulu menarik lenganya kemejanya. Membuatnya otomatis berbalik dan menatap Mikasa dengan kening berkerut.
"Karena saya telah membantu anda mendapatkan barang berharga anda kembali. Maka saya ingin imbalan sir."
"Imbalan apa?"
"Traktir saya makan saya lapar."Mikasa berkata dengan gugup.
Eren yang sejak tadi hanya menyimak interaksi keduanya tercengang! Apa katanya?!
Bocah itu menatap Levi dengan panik.
"Baiklah. Bukan masalah. "Jawab Levi menyetujui dengan enteng.
Eren menganga. Bocah itu menangis dalam hati. Dua sudah susah payah mengatur rencana untuk membuat sir Levi batal makan malam dengan Miss Petra! Tapi sekarang malah sir Levi akan pergi makan malam dengan gadis lain? Jadi malam ini sir Levi akan tetap selingkuh? Tampaknya Eren sekarang mulai mengereti bahwa ternyata ucapan Jean benar. Sir Levi-nya adalah pria yang populer dikalangan wanita. Lihat saja yang terjadi sekarang seperti perumpamaan menepuk 1 nyamuk sampai mati tapi malah mengundang nyamuk lain untuk datang. Seharusnya Eren punya rencana cadangan. Hiks~ Eren membatin pilu.
Dia menatap Levi dan Mikasa yang berjalan berdampingan dalam diam dengan raut sedih. Maafkan Eren sir! Eren tidak bisa menjaga sir Levi dari melakukan dosa besar dan mencegah sir Levi masuk neraka. Maafkan eren T..T
!
TBC
Spoiler chapter depan Eren bakal dikejar dan mau dimakan sama iblis.
Buat yang baca jangan lupa tinggalkan komentar kalian yak biar author makin semangat berkarya. Arigatou gozaimasuuuuuu~~~!
