Tohru? But Why??
By : KitsuneSan99
Kini mereka bertiga telah sampai di dalam rumah, Naruto saat ini sudah kembali normal seperti sebelumnya, dan dia sedang ditatap oleh Tohru. Sementara Kanna terlihat sedang duduk di sudut ruangan dengan ekornya yang menancap ke sebuah stopkontak.
Yah... Naruto tidak terlalu tau apa yang Kanna lakukan sekarang ini, dia berpikir jika Kanna hanya sedang mengisi energinya.
"Apa?" Merasa dirinya ditatap oleh Tohru, Naruto pun angkat suara.
"Jadi Naruto, kenapa kau hanya diam saja saat kita kembali dari taman bermain itu?" Tohru bertanya dengan wajahnya yang dibuat serius.
Naruto sudah tidak dapat mengelak lagi saat ini, satu-satunya pilihan hanya dengan menjelaskan kepada Tohru dengan sejelas-jelasnya agar naga di depannya ini tidak banyak bertanya lagi.
Itu karena Naruto sudah lelah baik jiwa maupun raganya, apalagi setelah kejadian memalukan di taman tadi. Naruto tidak ingin mengungkitnya lagi, sungguh.
"Aku hanya bertemu dengan seseorang."
Singkat?
Tentu saja, hanya dengan lima kata itu Naruto merasa dapat menjelaskan kejadian saat dia bertemu dengan Lucoa di taman tadi. Naruto berharap Tohru akan dapat memahaminya.
"Hanya itu?" Tohru memiringkan kepalanya pertanda dia bingung dengan perkataan Naruto.
Naruto POV
Sudah kuduga, naga di depanku ini tidak akan memahaminya hanya dengan beberapa kata saja, kurasa aku harus benar-benar menceritakan semuanya.
Tapi, itu tidak mungkin. Dari awal juga aku telah mengatakan jika aku hanya bertemu dengan seseorang, bukankah itu sudah mencakup keseluruhan kejadian yang aku alami di taman saat itu.
Ayolah, aku tidak mungkin menceritakan saat dimana Lucoa tiba-tiba mencium pipiku bahkan sempat menggodaku, dan sialnya aku tidak dapat bertahan dari kedua hal yang Lucoa lakukan itu.
"Hanya itu Tohru." Aku tidak akan pernah menjelaskan secara detail kejadian saat itu, tidak akan pernah! Itu terlalu memalukan untuk dibicarakan dengan orang lain.
"Tidak, aku tidak percaya. Sekarang kau jelaskan semuanya tentang kejadian saat di taman bermain tadi!" Tohru tetap bersikeras untuk mengetahuinya.
Kurasa aku harus menjelaskan kejadian saat itu, namun aku akan mengubah beberapa kejadiannya.
Aku mulai menjelaskan tentang kejadianku saat bertemu dengan Lucoa tadi, tentu saja aku tidak memberi tahu Tohru tentang nama dari perempuan itu.
Aku menceritakan apa adanya, yah meskipun ada beberapa kejadian yang aku hilangkan dan juga tambahkan saat menceritakannya. Aku tau ini berarti tidak menceritakan apa adanya.
Namun kurasa itu lebih dari cukup untuk membuat Tohru puas mendengarnya, karena saat ini Tohru terlihat mempercayai sepenuhnya penjelasanku tentang kejadian di taman hiburan tadi.
Entahlah aku harusnya merasa senang saat Tohru tidak menanyakan lagi tentang kejadiannya, namun di satu sisi aku sedikit merasa bersalah kepadanya.
Yah mungkin aku akan membuatnya sedikit lebih senang.
Naruto POV End
"Tohru... Mau pergi berbelanja bersama? Sudah lama kita tidak melakukannya." Naruto mengajak Tohru untuk berbelanja.
"Benarkah? Baiklah ayo kita berangkat sekarang Naruto." Tohru berbicara sembari menggaet tangan Naruto dan menariknya keluar rumah sedikit berlari.
"T-Tunggu Tohru, bagaimana dengan Kanna?" Naruto menghentikan laju berlari Tohru dengan cara menguatkan lengannya yang tengah dipeluk oleh Tohru.
"Kau benar, tapi biarlah. Kurasa dia tidak akan bangun dalam waktu dekat ini." Tohru menarik lengan Naruto lebih keras, dan berjalan ke pasar bersama.
Tohru sengaja tidak menggunakan wujud naganya saat ini padahal itu akan lebih menghemat waktu mereka, itu karena Tohru hanya ingin lebih banyak menghabiskan waktu bersama Naruto saat ini.
"Naruto, ada beberapa hal yang ingin aku tanyakan kepadamu." Tohru mengucapkannya dengan nada serius yang pertama kali Naruto lihat.
Jarang sekali Tohru berbicara dengan nada serius seperti sekarang, hal ini membuat Naruto sedikit penasaran tentang pertanyaan yang akan Tohru ajukan.
"Apakah kau merasa nyaman saat tinggal bersamaku?"
Nyaman? Naruto sudah lama tidak merasakan perasaan itu, dia seperti sudah lupa akan perasaan nyaman. Namun semua itu berubah saat kedatangan Tohru dihidupnya, Tohru lebih banyak mewarnai hidup Naruto.
"Nyaman, itu karena kau lebih banyak memberi warna pada hehidupanku yang kelabu ini." Naruto berkata jujur untuk saat ini, karena memang itu yang Naruto rasakan selama Tohru masuk ke dalam kehidupannya.
"Syukurlah, kupikir selama ini kau merasa terepotkan karena kehadiranku di kehidupanmu." Tohru tersenyum lembut menanggapinya.
"Apakah itu yang memenuhi pikiranmu akhir-akhir ini?" Naruto bertanya karena akhir-akhir ini dia merasa jika Tohru terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu.
"Sebenarnya itu cukup membuat pikiranku penuh akhir-akhir ini, tapi sekarang aku sudah menjadi lebih tenang." Naruto melihat Tohru sedang tersenyum kecil.
"Tohru..."
"Ya Naruto?"
"Ingin bergandengan tangan?"
Tohru sangat senang saat Naruto mengajaknya bergandengan tangan, dia sudah lama tidak melakukannya. Terakhir dia bergandengan tangan dengan Naruto adalah dua hari lalu.
Dan tanpa menjawab, Tohru langsung mengaitkan tangannya ke tangan besar Naruto. 'Hangat dan nyaman.' Setidaknya itu yang Tohru rasakan saat ini.
"Kita terlihat seperti sepasang kekasih jika bergandengan tangan seperti ini." Ucap Tohru.
"A-Apakah kau keberatan, Tohru?" Sebenarnya Naruto tak perlu menanyakannya lagi. Dia sendiri bahkan sudah tau jawabannya, setidaknya itu hanya perkiraannya saja.
"Keberatan? Tentu saja tidak Naruto, malah aku lebih berharap mereka menganggap kita seperti sepasang pengantin baru." Ucap Tohru.
Pernikahan?
Bicara tentang pernikahan sebenarnya umur Naruto sudah lebih dari cukup untuk menikah, bahkan seharusnya dia sudah menikah saat ini.
"Aku juga tidak keberatan, Tohru." Ucapan Naruto ini membuat Tohru terdiam dengan wajahnya yang berubah menjadi merah seperti tomat. Sementara Naruto yang melihatnya hanya tertawa kecil, dia suka saat melihat ekspresi malu Tohru, itu terlihat imut dimatanya.
'Kurasa cukup menyenangkan bisa menggodanya.' Batin Naruto.
Skip!
Kini mereka berdua sudah sampai di pasar, pasar ini tidak terlihat seperti pasar pada umumnya. Karena pasar ini terletak di sepanjang jalan dengan kios-kios penjual di sisinya.
Tohru mengambil kertas belanjanya, sebelumnya dia sudah menulis semua bahan makanan yang telah habis di rumah. Naruto sendiri yang menyuruhnya untuk selalu menulis bahan makanan yang habis, karena itu akan memudahkan Tohru nantinya.
Mereka berjalan berdua, tujuan pertamanya adalah kios daging karena akhir-akhir ini Tohru sering memasak hidangan dengan bahan utama daging, seperti kare maupun yakiniku.
"Tohru!" Seru penjual itu ketika melihat Tohru datang.
"Halo Paman, apakah ada daging segar pagi ini?" Tanya Tohru.
Naruto yang melihat interaksi mereka berdua terkejut karena dia tidak menyangka jika Tohru sudah terlihat akrab kepada penjual daging itu.
"Tentu saja Tohru, aku mempunyai banyak daging segar pagi ini." Penjual daging itu mengatakannya dengan senyuman lebar.
'Dasar Paman ini, entah kenapa aku merasa kesal saat melihat senyumannya itu.' Batin Naruto.
"Paman, berikan aku 600 gram saja." Ucap Tohru.
"Baiklah Tohru, karena kau terlihat cantik pagi ini maka aku akan memberikanmu diskon, jadi kau hanya perlu membayar 600 Yen saja." Ucap penjaga toko daging itu.
'Apa-apaan paman ini, dengan mudahnya memberikan diskon kepada Tohru hanya karena dia terlihat cantik, aku yakin jika dia terus seperti ini dia akan mengalami kerugian.' Naruto semakin kesal saat Paman itu dengan mudahnya memberikan diskon hanya karena Tohru terlihat cantik. Itu tidak masuk akal menurutnya.
"Wah benarkah? Terima kasih Paman." Tohru tersenyum senang.
"Sama-sama Tohru." Lagi-lagi senyuman lebar yang berhasil membuat Naruto kesal itu kembali terpasang di wajah Paman itu.
Tapi lihat sisi baiknya, Tohru mendapatkan diskon yang cukup besar dari penjual daging itu.
Sekarang mereka berdua menuju ke kios berikutnya, kios roti dan kue. Naruto bilang kepada Tohru jika dia sendiri yang akan membeli rotinya.
"Hai Tohru!" Bibi penjual roti ini, menyapa Tohru.
"Hai Bibi" Tohru hanya menjawab sekenanya.
"Oya? apakah kau datang bersama pacarmu hari ini Tohru? Siapa namamu anak muda?" Bibi itu menanyakan nama Naruto yang dia anggap sebagai pacar Tohru.
Bibi itu menganggap Naruto pacarnya karena dia merasa Tohru belum cukup umur untuk menikah, setidaknya itu yang Bibi itu asumsikan.
"Naruto, Uzumaki Naruto. Salam kenal Bibi." Naruto bersikap ramah dan sopan.
"Ara kau cukup ramah dan sopan ternyata Uzumaki-san, sama seperti Tohru." Ucap Bibi itu.
Oke, Naruto sekarang merasa waktunya terbuang sia-sia saat Bibi di depannya ini mulai membuka pembicaraan. Setelah menghabiskan waktu cukup lama berbicara dengan Bibi itu, akhirnya Naruto mendapatkan apa yang dia butuhkan.
Bahkan Naruto mendapatkan dua buah roti melon hangat secara gratis, Bibi tadi bilang jika dia memberikan roti melon itu sebagai ucapan selamat kepada Tohru dan Naruto.
Entah apa yang Bibi tadi pikirkan tentang Naruto dan Tohru yang jelas saat ini Naruto terlihat bersyukur mendapatkan roti melon secara gratis, bahkan Tohru pun terlihat menyukainya.
Skip!
Tohru dan Naruto sudah mendapatkan semua yang dibutuhkan, sekarang mereka berjalan pulang bersama, dengan tangan Naruto yang sedang dipeluk oleh Tohru dengan erat.
"Tohru... Bisakah kau melepaskan pelukanmu ini?" Naruto telah beberapa kali meminta pada Tohru untuk melepaskannya, karena dia kesusahan saat membawa belanjaan.
"Tidak! Aku tidak akan melepaskanmu!" Tohru tetap bersikeras menolaknya.
'Huh... Ini akan merepotkan.'
Oke, sekarang pertanyaannya, kenapa Tohru terlihat sangat protektif kepada Naruto? Itu terjadi beberapa saat lalu.
Flashback
"Tohru bisakah kau menungguku di sini sebentar, aku ingin membeli gurita bakar di sana." Ucap Naruto.
"Baiklah, jangan terlalu lama!" Tohru menyetujuinya dengan sebuah syarat.
"Kau bisa menjemputku jika aku terlalu lama nanti." Naruto melambaikan tangannya pada Tohru dan berjalan ke kios penjual gurita bakar itu.
18 Menit Setelahnya
Tohru yang bosan menunggu akhirnya memutuskan untuk menghampiri Naruto, dia penasaran kenapa Naruto sangat lama hanya untuk membeli gurita bakar.
Namun niatnya ini dia urungkan, Tohru lebih memilih untuk menunggunya sedikit lebih lama lagi.
36 Menit Setelahnya
Oke, kini Tohru sudah diambang kekesalannya, dia telah menunggunya terlalu lama, sekarang dia malah merasa sedikit khawatir kepada Naruto karena dia tak kunjung kembali.
Gurita bakar macam apa yang memerlukan waktu setengah jam untuk membuatnya, itu tidak masuk akal. Akhirnya dengan kekesalannya yang masih belum hilang Tohru berjalan untuk menjemput Naruto.
Dia melihat Naruto seperti sedang dikerumuni oleh orang-orang, namun bukan itu yang membuat Tohru kesal saat melihatnya.
Tohru kesal ketika melihat Naruto sedang digoda oleh para wanita di pasar, dia lebih mendekat ke Naruto agar dapat mendengar apa yang sedang para wanita itu katakan pada Naruto.
"Oh ayolah, ikut kami sebentar." Ucap wanita 1 yang terlihat sekilas seperti seorang tante-tante.
"Dia benar, ayolah nak. Ikut kami, kami akan pergi berlibur ke pantai dan menginap di sebuah hotel." Ucap wanita 2.
"Ano... Maaf sebelumnya tapi aku tidak bisa pergi bersama kalian." Naruto mencoba mengeluarkan suaranya dan melepas pelukan kedua wanita di lengannya itu.
"Hee... Kami tidak akan lama, hanya satu minggu saja." Ucap wanita 1.
Tohru yang melihat Naruto digoda oleh wanita-wanita itu, semakin tidak bisa menahan kekesalannya, akhirnya dia maju ke depan tepat dihadapan Naruto.
"Tohru syukurlah kau datang, tolong selamatkan aku dari wanita-wanita ini." Naruto mencoba untuk meminta bantuan Tohru.
"Kalian dengar itu, cepat lepaskan kekasihku sekarang juga!" Tohru berucap dengan aura gelap menguar dari tubuhnya, membuat wanita-wanita tadi melepaskan pelukannya dari Naruto dan lari.
"Huh syukurlah, terima kasih telah menolongku Tohru." Naruto tersenyum lembut.
Tanpa menjawab perkataan Naruto barusan, tiba-tiba Tohru memeluk lengan Naruto dengan sangat erat untuk berjaga-jaga jika wanita-wanita aneh itu kembali menggoda Naruto.
Flashback End
"Baiklah Tohru, karena sekarang para wanita itu sudah pergi jadi tolong lepaskan pelukanmu ini." Naruto kembali meminta kepada Tohru untuk melepaskannya.
"Tidak! Aku akan tetap seperti ini, setidaknya hingga kita sampai di rumah nanti." Tohru semakin mengeratkan pelukannya di lengan Naruto.
"Baiklah terserahmu saja." Setidaknya Naruto bisa lebih tenang jika Tohru yang memeluknya seperti ini.
Sementara Tohru hanya tersenyum dan kembali berjalan berdampingan dengan Naruto, hingga sampai di depan rumah mereka.
Skip!
"Tadaima..." Kini Tohru dan Naruto telah sampai di dalam rumah, Tohru yang melihat situasinya telah aman pun melepaskan pelukannya dan membuang napas lega.
Naruto merasa setengah bebannya hilang saat Tohru melepas pelukannya, bukan berarti Tohru berat atau semacamnya namun itu lebih karena kesulitannya saat membawa barang tadi.
Tohru terus menempel di salah satu lengan Naruto, sehingga dia mau tak mau harus memusatkan beban belanjaannya ke sisi lengan satunya.
Kini Naruto sedang berjalan menuju kamar mandi untuk sedikit membersihkan badannya karena dia memang belum mandi semenjak dia berangkat tadi. Mungkin karena Naruto malas atau semacamnya.
Sekarang kita beralih ke Tohru dan Kanna yang nampaknya sedang memasak bersama.
"Tohru-sama, ini apa?" Tanya Kanna sambil menunjukkan sebuah sayuran yang memiliki bentuk bulat.
"Itu namanya kentang Kanna, kentang seharusnya dapat langsung dimakan setelah di rebus sebentar." Jelas Tohru kepada Kanna.
"Hoh..." Hanya itu tanggapan yang Kanna berikan.
Sementara mereka berdua tengah berkutat dengan kegiatannya, Terlihat Naruto saat ini sudah selesai dengan mandinya dan memilih melihat Tohru dan Kanna yang tengah membuat makan malam.
"Kalian terlihat seperti seorang kakak dan adik yang tengah membantu satu sama lainnya." Ucap Naruto menunjukkan senyumannya.
Tohru dan Kanna yang mendengar ucapan Naruto tersebut hanya menunjukkan cengirannya. Tidak, sepertinya hanya Tohru yang melakukannya, Kanna hanya diam saja sambil memerhatikan tangan Tohru memotong sayurannya.
Beberapa menit kemudian, makanan telah siap untuk dihidangkan, Kanna membantu Tohru membawa piring dan peralatan makan lainnya, sementara Tohru membawa hasil masakannya.
Semua orang telah bersiap di tempat duduknya masing-masing, mereka menyatukan kedua tangan mereka dan berdoa.
"Ittadakimasu!" Ucap mereka bertiga serentak.
'Kapan kira-kira aku akan mendapatkan waktu seperti ini lagi?' Batin Naruto melihat Tohru dan Kanna dihadapannya, dan memberikan senyuman lebar.
CUT
.
.
.
Haii... Lama tidak update, gimana kali ini? Oh sebelumnya, gimana kabar kalian? baik? atau sebaliknya?
Baiklah, semoga kalian suka dengan Chapter kali ini, sebelumnya terima kasih untuk kalian yang sudah mengikuti ceritaku sampai sini.
Nantikan terus kelanjutannya, See You Later...
Mark : Kitsune
