02: Klub Wanita Single

"Oh, Shit!" Luhan terbirit masuk ke kelasnya. Jam tangannya menunjuk angka sepuluh tepat dan syukurlah, dosennya belum masuk.

Luhan lupa jika dia memiliki kelas pukul sepuluh pagi, bodohnya dia tertidur lagi setelah mandi dan baru bangun 20 menit sebelum kelas dimulai. Beruntung kostnya tidak jauh dari kampus.

Ketika hendak menaruh tasnya, Luhan langsung berbalik dan melangkahkan kaki begitu menyadari orang yang menduduki bangku sebelahnya. Gadis itu merutuki dirinya sendiri. Sialnya, sang dosen telah berdiri di depan kelas sambil menatapnya bingung dan kursi kosong lainnya berada jauh dari tempatnya. Mau tidak mau Luhan mendudukkan dirinya di kursi sebelumnya.

"Hai," Sapa sosok yang menghuni kursi sebelahnya datar tanpa melihatnya, itu Sehun yang dia hindari mati-matian. Luhan membalas dengan senyum seadanya, meskipun, yah, tidak dilihat.

Tidak ada yang membuka pembicaraan hingga kelas berakhir. Luhan yang menjadi rajin mencatat dan Sehun yang memang benar mendengarkan.

"Aku duluan. Ah, iya nanti sore ada sparing basket di lapangan fakultas sebelah. Ehm, siapa tahu temanmu ingin nonton," kata Sehun yang sudah siap pergi dari kursinya.

"Ah, baik. Terima kasih, Sunbae," Luhan menyempatkan diri menatap kakak tingkatnya itu.

Kalau tidak suka, tidak usah berpura-pura, Sialan, caci Luhan dalam hati.

VINTAGE

Luhan berjalan gontai ke kantin. Baekhyun dan Krystal sudah menunggunya di sana, sedangkan Kyungsoo belum keluar kelas.

Tiga menit lalu Krystal menghujaninya pesan jika Byun Baekhyun mulai menggila sehingga Luhan memilih menyudahi obrolan dengan rekan tugas kelompoknya dan berjalan malas-malasan ke kantin. Menggila, kata yang mereka pakai untuk menggambarkan Baekhyun yang terbakar api cemburu dan uring-uringan karena ulah pacar tak setianya.

Begitu dia memasuki kantin, dia tahu apa yang menyebabkan sahabatnya uring-uringan. Chanyeol yang merangkul gadis lain sambil menatap Baekhyun menantang, jarak mereka tak terlalu jauh. Luhan sebenarnya malas meladeni bajingan macam Chanyeol tetapi dia tidak bisa bersabar lagi.

Byurr…

Luhan menyiram Chanyeol dengan air dari botol minum yang selalu dia bawa. Sontak orang-orang di kantin itu langsung memerhatikannya.

"YAK, LUHAN! APA-APAAN INI?!" Chanyeol kesal luar biasa, dia sedang dipermalukan.

"KAU YANG APA-APAAN! Kau ini punya masalah apa sih sampai memperlakukan temanku sebegininya?! Kau bahkan menatapnya saat berselingkuh, huh?! Berhentilah menjadi bajingan! Gadis-gadismu hanya ingin mendompleng nama mereka ketika berkencan denganmu dan asal kau tahu, kau tidak sebagus itu, Park Chanyeol!"

Gadis di sebelah Chanyeol yang merasa terhina melayangkan sebuah tamparan yang berhasil Luhan hindari. "Wek, nggak kena," ejek Luhan sembari memeletkan lidah lalu bergegas pergi untuk menghindari tamparan-tamparan lain.

Chanyeol mengusap wajahnya yang basah, berusaha menahan diri untuk tidak melakukan kekerasan fisik pada Luhan karena bagaimanapun gadis itu perempuan.

"Kusumpahi kau jatuh cinta sampai bodoh, Luhan! Lihat saja!" Teriak Chanyeol ketika Luhan belum terlalu jauh, gadis itu mengacungkan jari tengahnya tanpa menengok dan terus berjalan.

"Dasar Luhan. Baek, lihatlah! Luhan sudah sejauh ini membelamu sampai rela mengotori tangannya untuk melabrak Chanyeol dan kau masih ingin menolong laki-laki itu?! Baek, kau masih waras?" oceh Krystal yang tidak dipedulikan Baekhyun karena gadis itu lebih memilih mengampiri dan menyeka wajah pacarnya dengan tisu.

"Gila! Dunia memang sudah gila!" Krystal mencak-mencak di tempatnya.

"Chanyeol, maafkan Luhan, ya. Kau tahu 'kan dia memang seperti itu jika sudah kesal," Baekhyun mengusap pipi Chanyeol yang lembab.

"Tapi, Baek, dia—"

"Maafkan aku juga karena kali ini aku tidak bisa memberimu kesempatan lagi," ucap Baekhyun setelah beralih mengeringkan rambut Chanyeol.

Mata Chanyeol melotot, "tidak, Sayang! Beri aku kesempatan satu kali lagi. Satu saja aku mohon." Chanyeol memohon sambil memegang kedua tangan Baekhyun, menghentikan kegiatan gadis itu membersihkan rambutnya.

Krystal pura-pura muntah ketika mendengar perkataan Chanyeol, lalu menyahut sarkastik, "Chanyeol oppa, apa kau tidak punya harga diri, eh?"

"Diam kau, Jung!" Krystal mengejek dengan menirukan kalimat Chanyeol.

"Baekhyunnie, satu kali saja. Kau tahu kan aku pasti kembali padamu? Ayolah, Baekkie," Chanyeol memelas dan Baekhyun malas.

"Tidak, Chanyeol. Aku sudah memberimu kesempatan kedua, ketiga, kesepuluh, bahkan lebih! Luhan benar, teman-temanku benar, kau memang bajingan. Ayo kita akhiri ini, aku mencampakkanmu!" Baekhyun menyentak tangan Chanyeol.

"Baek, Baek, aku yakin dua hari lagi kau pasti akan kembali padaku. Kau tak bisa berlama-lama marah denganku 'kan?" Ucap Chanyeol dengan nada remeh.

"Astaga, bajingan ini," Baekhyun menghela napas jengah, "sudahlah Chanyeol! Aku lelah denganmu, lelah dengan gadis-gadismu yang tak seberapa itu, dan kali ini kita benar-benar putus, tidak ada balikan! Aku sudah menahan diri untuk tidak menamparmu tapi sepertinya kau memang ingin, jadi–"

PLAK…

Baekhyun menampar Chanyeol sepenuh hati hingga orang-orang yang menonton drama itu ikut meringis ngilu.Chanyeol sempat terhuyung sebelum dipapah oleh gadis selingkuhannya.

"Selamat tinggal, Yeol! Berbahagialah!" ucapnya sebelum pergi.

VINTAGE

"Wow! Apa itu tadi, Byun. Kau memutuskan Park Chanyeol?! Great! Aku pasti bermimpi!" Krystal masih menggebu sambil mengunyah keripik kentang dalam mulutnya.

Sekarang mereka berada di taman kampus, Luhan dan Kyungsoo juga ikut. Keempat gadis itu duduk menghampar di rumput dengan bungkus-bungkus snack dan kaleng-kaleng minuman yang terbuka. Piknik dadakan untuk merayakan putusnya hubungan Baekhyun.

"Syukurlah, usahaku tidak sia-sia. Apa kau lega, Baek?" Ucap Luhan yang dibalas anggukan oleh Baekhyun.

"Melampaui sangat lega, Lu. Terima kasih. Aku merasa bodoh tidak mendengarkan ceramah kalian sejak lama."

"Hahahaha, lihat wajahmu, Baekhyun! Kau seperti orang yang akhirnya buang air besar setelah satu minggu sakit perut!" Krystal menertawakan ucapannya sendiri hingga terbahak-bahak.

"Tunggu dulu, sebenarnya ada apa ini? Kalian tahu kan aku baru saja keluar kelas," ucap Kyungsoo yang kebingungan dan Krystal dengan senang hati menjelaskannya pada Kyungsoo.

Setelah paham dengan apa yang terjadi, Kyungsoo lalu memeluk Baekhyun, senyum lebar tercetak di bibir hatinya.

"Akhirnya! Aku sudah menunggu momen ini sejak lama, Baek. Selamat! Dan umm… apakah sekarang kita bisa mengubah nama grup kita menjadi Klub Wanita Single atau The Single?" Pertanyaan Kyungsoo disambut deheman canggung dari ketiga temannya.

"Katakan itu pada Kim Jongin yang menunggumu di kursi seberang, Soo-ya," Baekhyun mengusap gemas rambut sang sahabat yang sedang memeluknya.

"Oh, benar! Jongin-ah, sini! Ayo ikut merayakan!"

Ketiga gadis lain melayangkan tatapan "YANG BENAR SAJA?!" pada Kyungsoo dan dengan polosnya gadis itu bertanya apa maksudnya.

"Ada apa, Kyungie?" Ucap Jongin yang sudah berjongkok di dekat gadis-gadis itu.

"Oh, ini minumlah," Kyungsoo menyerahkan sekaleng bir milik Luhan yang belum dibuka, "Kami sedang merayakan Baekhyun yang putus dari Chanyeol, dan kau tahu, Ni-ya? Kami semua resmi menjadi wanita-wanita single!"

Kalimat terakhir Kyungsoo berhasil membuat Jongin tersedak bir hingga hidungnya perih. Kyungsoo langsung panik.

"Maafkan dia, Jongin-ah, otaknya hanya bekerja di kelas," sahut Luhan prihatin.

"Makanya jangan lamban, Bodoh! Gerak cepat!" Krystal selaku mantan kekasih Jongin ikut menimpali.

"Sudah-sudah. Soo-ya, sebaiknya kau bawa Jongin pulang, kami juga sudah mau pulang kok," Baekhyun mengode teman-temannya untuk mengiyakan dan berakhir sudah piknik dadakan mereka hari itu.

VINTAGE

Krystal yang rumahnya searah dengan kost Luhan memutuskan untuk pulang bersama. Sebenarnya Luhan berniat menebeng Krystal karena gadis itu tidak membawa mobil hari ini, takut terjebak macet.

"Tunggu, Luhannie, sekarang jam berapa?" tanya Krystal tiba-tiba.

"Jam setengah empat, ada apa?"

"Fakultas kita sedang ada sparing basket, Lu. Grup angkatan sedang ramai. Ayo nonton!"

Luhan menjerit dalam hati. Dia sengaja tidak memberitahu Krystal tentang sparing itu untuk menghindari si kakak tingkat aneh.

"Tidak mau, Juuung. Kita perlu berjalan jauh lagi ke lapangan fakultas teknik. Ayolah, kali ini tidak usah saja ya?" rengek Luhan.

"Tidak, Lu. Sehun sunbae ikut kali ini. Ayolah, Luhaaan, kita naik mobil saja ke fakultas teknik, oke," putus Krystal telak sambil menyeret Luhan ke parkiran.

Di sinilah Luhan sebagai tawanan Krystal, di lapangan olahraga fakultas teknik menonton pertandingan basket tanpa minat. Luhan mendengus geli ketika Krystal heboh sebab Oh Sehun yang berkali-kali melirik ke arah mereka selama permainan.

"Beruntung Baekhyun tidak ikut, kalau iya pasti dia sudah berguling-guling di tengah lapangan karena Chanyeol sudah punya gadis baru yang mengelap keringatnya," Krystal menunjuk ke bangku pemain di pinggir lapangan yang ramai oleh pemain karena waktu jeda.

"Dan kita yang menanggung malu," sambung Luhan.

Beberapa detik kemudian Luhan merasa ponselnya bergetar tanda pesan masuk.

From: Susu Putih

Kau terlihat bagus dengan atasan merah hati itu. Terima kasih sudah datang. See you real soon!

Luhan menghela napas berat lalu memakai kardigannya untuk menutupi baju berpotongan sabrina yang dia pakai. Krystal masih sibuk memindai satu per satu pemain basket lalu tersenyum senang ketika menemukan Oh Sehun sedang mendengarkan ucapan temannya. Tak lama kemudian pertandingan mulai lagi.

Pertandingan sudah selesai dan kini gadis itu hanya ingin merebahkan diri di kamar kostnya. Namun Krystal malah berhenti melangkah ketika melihat sosok Sehun berjalan ke arah mereka seperti sebuah masalah besar, by the way, Oh Sehun tampak segar. Sepertinya dia habis mandi.

Luhan yakin umurnya makin pendek karena sering menghela napas berat.

"Hai, kalian sudah mau pulang?" Sehun sudah di depan mereka.

Luhan membiarkan Krystal yang menjawab dan lebih tertarik melihat ke sekitar.

"Eh, kau Luhan kan? Minggu kemarin aku menyaksikan screening filmmu. It was nice," Sehun menyeretnya masuk dalam pembicaraan.

Sekarang pura-pura tidak kenal, eh? Luhan membatin dongkol.

"Terima kasih pujiannya, Sunbae. Aku hanya ditawari ikut proyek dadakan anak film. Mari, Sehun sunbae, kami duluan," Luhan mencoba terdengar ramah dan menyenggol tangan Krystal untuk segera pulang.

"Kami duluan, Sunbae. Daaah," Krystal melambaikan tangannya.

TBC

a/n: Hai! Sebenarnya beberapa bagian cerita ini terinspirasi dari SKAM, TV series Norwegia, tapi aku jamin alur dan jalan ceritanya beda kok.

Maaf, gengs! cerita yang kemarin aku update ternyata belum selesai diedit /cri/ maaf banget! sekarang udah selesai diedit, boleh dibaca ulang boleh enggak soalnya cuma beda eyd doang.

Have a nice day!

Salam sayang, Cerise.