étranger © heureuxeum
han seungwoo × lee jinhyuk [seunghyuk]
romance-drama
rate-T
[chapter two]
...
siang itu, dengan usainya makan siang, pekerjaan seungwoo di paris pun selesai sudah. pria itu berjalan mengantar klien keluar dari restoran yang mereka tempati siang itu guna membahas hasil pekerjaan seungwoo dan seungyoun, rekan kerja seungwoo yang tiba lebih dulu di paris. saat melihat seungyoun merenggangkan tangannya lantas menguap tanpa malu-malu, siku seungwoo segera mampir di perut pria itu.
"aduh, kenapa sih?" seungwoo hanya menggelengkan kepala lantas melangkah pergi. seungyoun mengikutinya dengan tergesa. keduanya menikmati angin musim panas yang hangat dan segar selama berkeliling.
"jangan merengut begitu. pekerjaan sudah selesai, dan kau masih punya waktu setidaknya dua hari untuk berjalan-jalan sebelum kembali ke korea, kak." seungyoun menyenggol lengan seungwoo yang tampak tak memerhatikannya. "aku tidak merengut, youn. aku hanya ... tidak ada." seungyoun mengernyit tapi tak menyuarakan tanya kembali.
seungyoun lantas memasukkan tangannya ke dalam saku celana. bibirnya mencebik seperti anak kecil. "lagipula kapan lagi kau akan bekerja bersamaku? minggu depan kau sudah pindah tempat kerja, aku sendirian." seungwoo tertawa lantas mengusak rambut pria yang lebih muda darinya itu. "tak bekerja di tempat yang sama kan bukan berarti tak bisa bertemu lagi, youn. sudahlah, ayo kembali ke hotel. malam nanti kau sudah berjanji untuk menraktirku." "kau semangat sekali untuk urusan makan gratis ya, kak." seungwoo tertawa sebelum melangkah dengan seungyoun yang mengekor.
...
seungwoo menghela napas saat melihat tempat yang seungyoun tawarkan untuk makan malam. sebuah cafe dengan mini bar yang cukup terkenal di dekat tempat mereka menginap. tapi bukannya merasa bersalah, seungyoun justru melebarkan senyum dan menyeret seungwoo masuk.
"harusnya aku tahu kau akan membawaku ke tempat seperti ini." "oh ayolah, kak. di sini ada cafe yang menyediakan makan malam yang lezat. bar hanya ada di lantai dua." pria dua puluh delapan tahun itu menghela napas lantas menuruti seungyoun. keduanya memilih salah satu meja tak jauh dari jendela lantas memesan makan malam.
"pesanlah yang manapun, hari ini aku yang bayar." wajah pongah seungyoun membuat seungwoo tergelak. "baiklah, aku akan pesan menu paling mahal." pesanan sudah disebut lantas pelayan pergi. samar-samar seungwoo bisa mendengar suara musik keras dari lantai atas.
"kenapa melirik ke tangga? mau naik dan minum-minum? tapi kali ini kita bayar sendiri-sendiri." seungwoo tertawa kembali. pria di hadapannya memang selalu bicara seenak hati. tapi meski begitu, seungyoun adalah satu dari segelintir orang yang bisa ia percaya. "tidak terima kasih. besok aku berencana berjalan-jalan sejak pagi, bukan bergelung di bawah selimut karena sakit kepala." seungyoun mengangguk saja, ia juga tak berniat untuk mabuk malam ini. esok ia harus kembali ke korea. "tapi jangan lupa antarkan aku ke bandara. setelah ini kau bukan rekan kerjaku lagi."
seungwoo tertawa pelan. ia mengusak rambut seungyoun lembut. "berhenti memasang wajah sedih, apartemen kita hanya berbeda satu blok. kau bisa sering mampir bersama hangyul." "ah iya, aku belum menghubungi hangyul. siapa lagi yang mau menjemputku di korea jika bukan anak ini." saat seungyoun sibuk dengan ponselnya, pelayan datang dan mengantar pesanan mereka.
keduanya makan sambil bercengkrama. mendadak mata seungwoo teralih dari makanannya pada sosok yang baru saja masuk ke dama cafe dan melenggang naik. "jinhyuk?" seungyoun mendongak sebelum mengikuti arah mata seungwoo. "kenapa, kak? apa ada temanmu?" "ah, tidak. mungkin aku salah lihat. lagipula dia bukan temanku." seungyoun angkat bahu tak peduli. makanan di piring lebih penting untuknya.
dalam sepuluh menit makanan mereka sudah tandas. "kau mau langsung kembali ke hotel atau bagaimana?" seungwoo tampak berpikir sebelum bangkit. "aku mau ke atas. ikut?"
...
jinhyuk menuang kembali minumannya. botolnya sudah hampir kosong dan pandangannya mulai mengabur, tapi jinhyuk tak berhenti. kepalanya mulai terasa berat saat sebuah suara menyapa indra pendengarannya.
"jinhyuk? ah, benar jinhyuk rupanya, kukira aku salah mengenali orang." di sampingnya kini duduk dua orang pria. seungwoo dan satu lagi pria bermata rubah. jinhyuk menahan kepalanya dengan tangan, berusaha sekuat mungkin memfokuskan pandangannya. "kau baik? sepertinya kau sudah mabuk."
jinhyuk terkekeh, bergumam tak jelas hingga seungwoo mengernyit. "hentikan jinhyuk, kau sudah mabuk." seungwoo menghentikan tangan jinhyuk yang hendak menuang kembali. "di mana penginapanmu? akan kuanㅡ" jinhyuk menjatuhkan kepalanya hingga seungwoo berhenti bicara. seungwoo menghela napas lantas menoleh pada pria rubah di sisinya. "youn, bantu aku membawa jinhyuk ke hotel."
tanpa banyak bicara seungyoun bangkit dan membantu seungwoo membopong jinhyuk. butuh waktu lebih dari setengah jam untuk bisa sampai di kamar hotel seungwoo. seungyoun seger pamit untuk pergi ke kamarnya sendiri, tepat di sebelah kamar seungwoo. tapi sebelum ia menutup pintu kamar seungwoo, seungyoun sempat melempar pertanyaan.
"kak, kenapa kau mau repot-repot melakukan hal ini pada pria itu?"
satu pertanyaan tanpa jawab dari seungwoo.
...
jinhyuk membuka matanya pelan saat sinar matahari menyusup hingga mengenai wajahnya. pria itu membuka mata dan merasakan perutnya bergejolak. ia hampir turun dari ranjang saat menemukan sebuah bak kecil di samping ranjang. jinhyuk segera mengeluarkan isi perutnya dan kembali merebahkan diri. jinhyuk menatap jam dinding, pukul enam lewat sepuluh.
ia menatap langit-langit kamar dan dalam dua menit menyadari bahwa itu bukan kamar hotelnya. jinhyuk bangkit tapi segera memegangi kepalanya yang nyeri. ia hampir turun dari ranjang saat tiba-tiba terdengar suara seseorang.
"sudah bangun? bagaimana keadaanmu?" jinhyuk menoleh, sedetik kemudian matanya membola saat menyadari siapa yang kini ada di hadapannya. seungwoo terkekeh melihat wajah terkejut jinhyuk. ia menyerahkan segelas air dan obat mabuk untuk jinhyuk yang segera diminumnya.
seungwoo mengambil tempat di sisi jinhyuk. "kenapa aku ada di tempatmu?" "kau tak ingat bertemu denganku di bar semalam?" jinhyuk menggeleng pelan sementara seungwoo mengangguk mengerti. "kita bertemu, tepatnya aku bersama temanku yang mendatangimu. tapi kurasa kau terlalu mabuk untuk mengingatnya." "ah, maaf kalau begitu. aku pasti merepotkan." seungwoo tertawa pelan lantas mengangguk.
"ya, kau merepotkan sekali." mendengarnya jinhyuk menggigit bibirnya, wajahnya tampak merasa bersalah. seungwoo menahan diri untuk tersenyum. saat jinhyuk kembali menatapnya, pria itu kembali berwajah serius. "maaf, aku sungguh minta maaf. kau juga pasti membayar minumanku, akan aku ganㅡ"
seungwoo menahan tangan jinhyuk yang hampir mengambil dompet di saku celana. "tak perlu membayarnya dengan uang. aku mau kau membayarnya dengan hal lain." jinhyuk mengernyit. "a-apa yang kau mau?" pria di hadapannya tersenyum cerah.
"temani aku berkeliling paris dua hari ini."
[tbc]
kalo di catch one's eyes, seungwei jalan sama anak-anak ke taman bermain, di sini mereka jalan berdua keliling paris, yeay! *buka gugel cari referensi tempat wisata di paris selain eiffel* hahaha see you, next:D
