étranger © heureuxeum
han seungwoo × lee jinhyuk [seunghyuk]
romance-drama
rate-T
[chapter three]
...
jinhyuk mengerang saat seungwoo menyeret-nyeretnya menuju bandara. sebelum berkeliling paris, pria han itu harus mengantar rekan kerjanya yang akan kembali ke korea terlebih dahulu. dan jinhyuk mau tak mau menemaninya.
"berhenti mencebikkan bibirmu begitu. kau tak terlihat lucu sama sekali." seungwoo memukul pelan bibir pria yang jinhyuk ketahui bernama cho seungyoun itu. "begitu sampai di korea kau akan bertemu hangyul, jangan membuatnya sebal dengan wajah jelekmu." "saat kembali ke korea kau harus menghubungiku, kak. aku akan menjemputmu bersama hangyul." seungwoo hanya mengangguk sebelum sedikit mendorong seungyoun.
"sebentar, aku mau bicara dengan temanmu dulu." pria cho itu mendekati jinhyuk, memberikan senyum cerah hingga matanya menyipit, tertinggal segaris. "selamat menikmati liburan bersama kakak kesayanganku ya. jika dia macam-macam jegal saja kakinya." "hei cho seungyoun!" setelah mendengar teriakan seungwoo, seungyoun justru tergelak keras. pria itu berbalik dan melangkah pergi, bahkan tak membiarkan jinhyuk menjawab ucapan yang diberikan padanya.
"pria itu lucu." "dia sudah punya kekasih." jinhyuk tertawa, masih dengan mata yang menatap punggung seungyoun yang menjauh. "aku hanya mengatakan dia lucu, bukan berarti aku ingin mengencaninya, kan?" seungwoo mengangkat bahu dengan tampang tak peduli. pria itu akhirnya melangkah keluar dari bandara diikuti jinhyuk.
"kita akan kemana hari ini?" jinhyuk bicara begitu keduanya masuk ke dalam taksi. "aku ingin melihat museum orsay, lalu berkeliling paris melalui sungai seine." "apa aku tidak bisa memilih tempat untuk berjalan-jalan juga?" jinhyuk tampak menahan diri untuk tidak mencebikkan bibirnya. seungwoo tertawa setelah mengatakan tempat tujuan mereka pada supir taksi. "bukankah sudah kukatakan kau harus menemaniku? tapi baiklah, besok kau boleh memilih satu tempat." wajah jinhyuk segera berubah cerah. ia tampak berpikir. "tak usah memikirkannya sekarang, kau bisa mengatakannya besok pagi saat kita akan pergi."
seungwoo menyandarkan tubuhnya, begitu juga jinhyuk yang tak henti terkikik. ia tampak senang sekali, dan seungwoo tak ingin mengganggunya. setelah perjalanan hampir satu jam, keduanya sampai di museum orsay. kali ini jinhyuk yang menemukan wajah cerah seungwoo. pria han itu berjalan terlebih dahulu, jinhyuk mengekor tak jauh darinya.
jinhyuk tak terlalu suka tempat seperti museum atau perpustakaan, terlalu membosankan menurutnya. tapi bagi seungwoo, museum adalah surga. ia bisa melihat berbagai macam karya seni yang luar biasa di sana. pria itu kini berdiri di tengah-tengah ruangan berisi beragam lukisan. ia menatap kagum pada semua karya lukis yang digantung di dinding. tak menyadari jinhyuk yang justru menatapnya dengan senyum simpul.
beranjak menuju ruangan lain, jinhyuk menemukan satu ruangan berisi puluhan patung betbagai macam bentuk. pahatan indah di sana membuat mulutnya terbuka, tanpa sadar ia bersuara. "wow, aku tak menyangka museum ternyata keren juga." seungwoo menoleh, pria itu tersenyum dengan mata melengkung cantik. "benar kan? aku selalu suka museum." ujarnya singkat lalu kembali berjalan. jinhyuk menyamakan langkah. "aku tak terlalu tempat seperti ini, karena menurutku akan membosankan. tapi rupanya tak terlalu buruk." seungwoo tertawa. "museum memang terlihat sebagai tempat yang begitu saja, tapi bagiku museum menyuguhkan hal yang tak bisa kutemukan di tempat lain. bukankah menyenangkan?" jinhyuk mengangguk saja, sepertinya liburan kali ini akan menyenangkan untuknya.
ketika waktu makan siang tiba, keduanya keluar dari museum. "kita makan siang dulu sebelum berkeliling naik kapal. aku sudah pesan paket makan malam." "pesan untukku juga?" seungwoo mengangguk membuat jinhyuk melebarkan mata. "wah, kalau begitu makan siang ini biar aku yang traktir." seungwoo tertawa kala jinhyuk menyeretnya mencari makan siang di sekitar sungai seine.
makan siang berlangsung tak lama, setelahnya mereka segera menumpang kapal yang sudah dipesan seungwoo untuk berkeliling menyaksikan pemandangan paris melalui sungai. jinhyuk cukup banyak bicara, seungwoo baru tahu jika pria itu seberisik ini. tapi ia menyukainya, lebih menyenangkan dibandingkan saat mereka bertemu dan hanya mengobrol saat hendak memesan makan malam.
"kau cerewet juga ternyata." jinhyuk segera berhenti bicara. "ah maaf, aku tak bisa menahan diri jikㅡ" "hei, tak apa. aku tak bermaksud buruk. aku suka melihatmu yang seperti ini. lanjutkan saja." jinhyuk terkekeh dan ia benar-benar kembali bicara panjang lebar. sesekali keduanya melempar lelucon konyol yang membuat mereka tertawa. bahkan hingga waktu makan malam tiba, keduanya makan dengan mulut yang tak henti bicara.
"terima kasih untuk hari ini. jangan lupa pikirkan kau ingin kemana besok. aku akan menghubungimu. sampai besok." seungwoo melambai sebelum berjalan pergi, meninggalkan hotel jinhyuk yang ternyata berjarak tak lebih dari satu kilometer dari hotelnya. jinhyuk melambai sambil tersenyum. terus melambai bahkan ketika punggung seungwoo sudah menghilang. dan ia terus tersenyum bahkan begitu masuk ke kamar hotelnya.
...
seungwoo tengah sibuk memilih pakaian saat ponselnya berdering. sebuah pesan masuk dari jinhyuk. keduanya sudah bertukar nomor ponsel untuk memudahkan pertemuan mereka hari ini. seungwoo mengulas senyum saat menemukan pesan pemberitahuan dari jinhyuk yang menunggunya di lobi hotel. buru-buru seungwoo mengenakan pakaian kasual dan keluar menuju lobi.
"sudah lama?" ia bertanya setelah menyapa jinhyuk. pria lee itu menggeleng dengan senyum terpatri di bibirnya. "kau terlihat senang sekali. oh, kau sudah menentukan tempat untuk jalan-jalan kita hari ini?" jinhyuk mengangguk penuh semangat. "kemana? katakan padaku." "disneyland!" seungwoo terdiam sejenak sebelum tertawa. tapi saat ia melihat senyum yang luntur dari bibir jinhyuk, seungwoo menyesali perbuatannya.
"terlalu kekanakan ya? jika kau tidak mau kita bisㅡ" "tidak, tidak. bukan begitu. hanya saja kau menggemaskan sekali mengajakku ke disneyland. tapi tempat itu adalah tempat yang wajib untuk dikujungi. jadi, ayo pergi." seungwoo tidak mengerti mengapa ia melakukan ini ㅡmenyodorkan tangannya pada jinhyuk. tapi ia lebih tidak mengerti mengapa jinhyuk bisa begitu saja menggenggam tangannya lalu berdiri dekat dengannya. "ada apa? ayo pergi." seungwoo terkesiap sebelum melangkah bersama jinhyuk.
begitu sampai di disneyland, jinhyuk segera menyeret seungwoo kemana-mana. membawa pria itu mencoba beragam permainan, berfoto dengan badut tokoh, atau sekedar berkeliling hingga kaki pegal. seungwoo sendiri hanya tersenyum pada setiap tindakan jinhyuk. si pria lee tampak begitu bahagia berada di taman bermain yang luar biasa luas itu.
"elsa!" seungwoo terkejut saat jinhyuk tiba-tiba berteriak dan berlari. begitu menemukan jinhyuk berdiri di samping badut tokoh dari film animasi frozen itu, seungwoo tersenyum. "tolong ambil fotoku bersama elsa!" seungwoo mengangguk dan mengeluarkan ponselnya. setelah beberapa gambar diambil, dan jinhyuk memeluk badut tokoh itu, ia kembali mendekati seungwoo. "kirim foto tadi kepadaku!" seungwoo hanya tertawa sebelum menurut. jinhyuk benar-benar bersemangat.
menjelang petang, setelah menikmati makan siang dan makan malam di disneyland, keduanya melanjutkan perjalanan menuju tempat wisata paling populer di paris. tentu saja menara eiffel. lampu di menara setinggi tiga ratus meter itu sudah menyala begitu seungwoo dan jinhyuk sampai. keduanya berdecak takjub sebelum mulai berkeliling dan naik menuju puncak untuk menyaksikan pemandangan sekitar paris.
"aku lelah, mau turun dan duduk di sekitar sini?" jinhyuk mengangguk saja, lantas mengekori seungwoo yang berjalan tak jauh di depannya. keduanya turun dan mencari bangku di sudut yang sedikit sepi. mereka terdiam untuk waktu yang lama, keduanya hanya menatap menara eiffel yang memancarkan cahaya terang.
"terima kasih." ujar seungwoo pelan lantas menoleh dan menorehkan senyum. "terima kasih kembali." jinhyuk membalas dengan senyum simpul. keduanya saling tatap dalam waktu yang cukup lama, tenggelam dalam bola mata pria di hadapan masing-masing. seungwoo ㅡsekali lagi tak mengerti mengapa ia melakukan iniㅡ memajukan wajahnya, mengikis jarak diantaranya dan jinhyuk sebelum menekan bibirnya pada milik pria lee di hadapannya. ia pun tak mengerti mengapa jinhyuk menutup mata. keduanya diam dengan bibir yang saling menempel, hanya sekedar bertemu dalam diam.
saat seungwoo menarik wajahnya, jinhyuk kembali membuka mata. pria itu lantas menangkup wajah seungwoo dan menciumnya dengan lebih dalam. seungwoo membelalakkan matanya sesaat sebelum merayapkan tangannya pada pinggang jinhyuk, membawa tubuh mereka lebih dekat. ciuman yang dimulai jinhyuk lebih dari sekedar dua bibir yang bertemu, ia melumat bibir seungwoo. seolah tak mau kalah, si pria han menggigit gemas bibir bawah jinhyuk. tangan seungwoo sudah beralih menuju rahang jinhyuk, menangkupnya sama seperti yang dilakukan jinhyuk.
entah berapa lama mereka habiskan untuk saling memakan, hingga akhirnya jinhyuk menjauhkan wajahnya. keduanya menempelkan kening, saling tertawa pelan sambil berebut udara. "aku besok kembali ke korea." seungwoo memulai kembali percakapan mereka tanpa niat menjauhkan dahinya dari milik jinhyuk. "ya, aku tahu. kau mau aku mengucapkan selamat tinggal?" seungwoo terkekeh, begitu pula dengan jinhyuk. pria itu menggeleng pelan. "terakhir kali kita sudah mengucapkan selamat tinggal tapi lihat, kita kembali bertemu di sini. lagipula aku berharap kita bertemu lagi."
jinhyuk tersenyum mendengar kalimat seungwoo. "aku juga berharap kita akan bertemu lagi." dan setelahnya, seungwoo kembali menyatukan bibir mereka.
[tbc]
iya maaf, work ini emang bakal agak nakal hehehehehehehehehe *tertawa dalam font kecil lalu kabur*
