Kyouka masih tidak percaya pada apa yang terjadi pada tubuhnya. Sedangkan Chuuya yang juga terkena efeknya barusan sedang memeriksa tubuhnya.
"EHHHH?!"
Terdengar jeritan seorang gadis. Tepatnya, jeritan Chuuya yang sekaran berubah menjadi perempuan. Dia juga sedang memeriksa sekujur tubuhnya yang kini benar-benar menjadi perempuan seutuhnya. Dan saat ia mengecek miliknya yang seharusnya ada di antara kakinya ternyata ikut lenyap..
"Tolong katakan ini cuma mimpi!!" pekiknya keras dengan suara tinggi nan cempreng. Khas seorang anak perempuan.
Grow Up
Pair: Nakajima Atsushi x Izumi Kyouka (slight! Dazai x Fem!Chuuya)
Disclaimer: Bungou Stray Dogs (c) Asagiri Kafka n Harukawa35
Warning: OOC, Gaje, dan kawan-kawan
Genre: Romance
Happy Reading~
Chapter 3
"Ada apa? Ada apa?" Kouyou dan bawahannya menobos masuk kemudian kaget melihat sosok Kyouka dan Chuuya yang baru. "Kyouka? Chuuya? Apa yang terjadi dengan kalian?!"
"Ane-san, baru saja sosok berkemampuan misterius itu menyerang kami. Ia datang dan pergi lewat pipa bawah tanah." lapor Chuuya.
"Semuanya segera periksa semua jalur pipa bawah tanah! Jangan lewatkan satu rute pun!" Kouyou memerintahkan semua bawahannya. Mereka langsung menurut dan pergi.
Kouyou menatap Kyouka, yang sekarang benar-benar menjadi gadis cantik dengan tubuh yang lebih tinggi, kaki yang jenjang, wajah tirus dan menawan. Juga Chuuya yang sekarang menjadi seorang perempuan, tepatnya perempuan cantik dengan badan yang luar biasa langsing dan ukuran payudaranya yang besar, kontras dengan pinggangnya yang kecil. Bibir dan pipinya juga merah walaupun tidak mengenakan riasan apapun.
"Aku tahu ini salah, tapi kalian berdua terlihat lebih baik dan cocok dengan sosok ini." Kouyou diam-diam terpesona dengan perubahan kedua anak didiknya itu.
"Ane-san! Ini bukan waktunya bercanda!" protes Chuuya. "Kita harus temukan tuman sial itu dan menghabisinya!"
"Aku ragu akan semudah itu, Chuuya."
"Kalau hanya kemampuan seperti ini seharusnya bisa dinetralkan dengan kemampuannya, bukan?" Kyouka menyinggung Dazai, membuat Chuuya dan Kouyou menoleh padanya.
"Aaahh! Benar juga. Akhirnya makarel itu bisa berguna juga saat ini. Baiklah, ayo kita ke Agensi Detektif sekarang!" sambar Chuuya.
"Tapi-!"
"Tidak ada tapi-tapian! Kalau dengan tubuh perempuan seperti ini, aku tidak akan bisa bekerja dengan benar!"
"Padahal cocok untukmu lho, Chuuya." komentar Kouyou.
(_)
Agensi Detektif.
Atsushi mondar-mandir, galau. Hari ini dimana ia seharusnya bekerja seperti biasa, namun Kyouka-nya menghilang entah kemana.
"Tolong berikan aku pekerjaan apa saja untuk melupakan sejenak kegalauan ini!" mohon Atsushi.
"Tidak bisa, Atsushi-kun. Pikirkanlah baik-baik, sementara seluruh pekerjaanmu hari ini akan ditalangi oleh Kunikida-kun." ujar Dazai seenaknya.
"Lagipula tidak perlu segalau itu soal bertemu Kyouka-chan, Atsushi-kun. Menurut deduksiku, lima sampai tujuh menit lagi dia akan datang dengan sendirinya ke kantor lewat pintu depan. Juga sepertinya akan datang bersama dengan seseorang."
"Hah?" Atsushi malah bingung.
"Eh? Kyouka-chan akan pulang?" sahut Yosano. "Lima menit lagi? Cepat sekali."
"Nah, Atsushi-kun. Lebih baik kamu menunggu tepat di depan pintu itu. Lalu tepat saat Kyouka-chan masuk, langsung peluklah dia dengan penuh perasaan." Dazai memberi instruksi.
Atsushi mengangguk. Ia bersiap di depan pintu kantor, menanti tidak sabar.
Namun malangnya nasib manusia harimau itu, yang datang pertama bukanlah Kyouka-channya, melainkan sesosok mungil yang langsung menendang pintu kantor sehingga lepas dari engselnya dan sukses menubruk muka Atsushi, membuatnya langsung ambruk ke lantai.
"Mana Dazai?!" ujar sosok itu. Suaranya tinggi, suara seorang gadis.
"Dazai-san, sepertinya ada seorang gadis yang mencarimu tuh."
"Apa? Gadis?!" Dazai menyahut bersemangat, kemudian langsung melesat ke depan dengan kecepatan tinggi. Berlutut di hadapan gadis mungil itu, meraih tangan kecilnya yang berbalut sarung tangan hitam, kemudian mengecupnya pelan. "Wahai gadis cantik nan jelita, tanganmu yang mungil dan terlihat rapuh bagaikan bunga lily. Ada perlu apa mencari saya yang tampan nan rupawan ini?"
PLAAAKKK!!!
Gadis itu langsung menampar Dazai hingga membentur tembok.
"A-Apa yang kamu katakan?! Dasar cassanova!" pekik gadis itu dengan muka merah.
"Eh?" Dazai kemudian mengamati gadis itu dengan cermat. Kulit putih, badan mungil, rambut yang berwarna oranye seperti langit senja, dan manik mata sebiru samudra. "CHUUYA?!"
Dan Dazai pun syok.
"Ke-Ke-Kenapa..?" Oke, kini Dazai yang jenius pun langsung speechless melihat penampilan Chuuya yang baru.
Rahang wajah yang tidak sekeras sebelumnya, wajah kecil yang terlihat sebal namun imut dan manis, bibir merah yang menggoda, serta payudara yang besar untuk ukuran gadis sekecil dia.
"Ahh.. seseorang mengubahku menjadi perempuan beberapa saat yang lalu. Jadi sekarang, aku ingin kamu untuk mengembalikan tubuhku seperti semula."
"Eh? Tadi aku juga sudah menyentuhmu dan tidak terjadi apa-apa, lho?" Dazai memiringkan kepala, heran.
Chuuya mengerjap, kaget. Benar juga. Barusan Dazai menyentuh bahkan mengecup tangannya, tapi ia masih berwujud perempuan.
"Mungkin karena aku memakai sarung tangan? Coba lagi, Dazai!" Chuuya melepas sarung tangan hitamnya, kemudian memegang tangan Dazai. Kulit bertemu kulit. Tapi tetap tidak terjadi apa-apa. "Kok begini sih?!" Chuuya makin mengeratkan genggamannya. Jari-jemari kurus dan lentiknya menggenggam jari Dazai yang jauh lebih besar.
"Aduuuh, Chuuya. Kalau kamu menggenggamku sekuat itu, aku jadi berdebar lho." Dazai iseng menggoda.
Muka Chuuya memerah.
"Ja-Jangan salah paham, makarel bodoh!" Chuuya buru-buru melepas tangannya.
"Aiih? Sudahan nih?" Dazai mendesah kecewa. "Tidak mau coba meluk? Mungkin bakal manjur." Dazai merentangkan tangannya.
"Nggak!!" pekik Chuuya. Entah kenapa suaranya benar-benar terdengar imut.
Abaikan Dazai dan Chuuya yang sekarang ribut, sesosok gadis lain dengan rambut ungu kehitaman diikat dua masuk ke dalam ruangan. Gadis itu terlihat anggun dengan matanya yang tajam berwarna sapphire.
"Kyo-KYOUKA-CHAN?!" teriak Atsushi kaget.
Itu Kyouka-nya. Kyouka yang dari pagi ia cari. Buru-buru Atsushi menghampirinya.
"Kyouka-chan, kamu dari mana saja? Aku cemas sekali." Atsushi sebenarnya ingin memeluk, namun karena sosok Kyouka yang sekarang seperti gadis seumurannya, ia jadi sedikit ragu dan tidak enak, akhirnya hanya menyentuh pundaknya saja.
Kyouka yang sekarang hanya berbeda tinggi kurang dari sepuluh senti darinya. Kalau ia mengira-ngira lagi, mungkin sosok Kyouka di hadapannya ini berumur sekitar 17 atau 18 tahun. Sepantaran dengannya.
"Apa ... yang terjadi denganmu, Kyouka-chan?"
Bohong kalau Atsushi mengatakan ia tidak terpukau atau terpesona dengan penampilan Kyouka sekarang. Sosok bishoujo ideal dengan aura kecantikan yang menguar. Bulu matanya lentik dan tubuhnya yang lebih berbentuk dibanding sebelumnya. Gadis cantik Jepang seperti Yamato Nadeshiko.
"Kyouka-chan!" pekik Naomi kaget. "Kamu cantik sekali!" Gadis itu terpana. Yosano di sebelahnya juga terpukau.
"Aa.." Kyouka mencoba menjelaskan, namun ia mengalihkan pandangannya dari mata Atsushi. "Aku dan eksekutif Port Mafia itu diserang oleh pengguna kemampuan misterius, baru saja."
"Diserang?"
"Kemampuan orang itu mungkin mengganti atau menukar wujud seseorang. Ia menukar wujud laki-lakiku menjadi seorang gadis, dan menukar wujud gadis itu menjadi lebih dewasa." sahut Chuuya.
Semuanya berusaha mencerna perkataan Chuuya.
"Tapi yang kuherankan, kenapa kemampuan ini tidak bisa dinetralkan dengan kemampuan penetral Dazai?"
"Rampo-san, menurutmu bagaimana?" tanya Dazai yang masih tepar di sisi ruangan setelah diacak-acak oleh Chuuya barusan.
"Hmm ... mungkin sama seperti yang pernah dialami Shachou dan bos Port Mafia itu? Titik dari kemampuannya tidak menempel di kulit. Jadi kalau ingin menetralkannya, seharusnya mencari pemilik kemampuan itu." ujar Rampo kemudian mengunyah maibou-nya.
"Ah! Jadi begitu! Kalau begitu aku akan mencari si sialan yang sudah mengubahku ini!"
Chuuya hendak pergi, tapi Dazai menahannya.
"Tunggu, Chuuya. Jangan kamu kejar, tapi pancing saja. Bagaimana? Penjahat jenius itu, kalau dikejar justru tidak akan dapat." saran Dazai.
"Tapi bagaimana caranya?"
"Ufu, serahkan padaku. Tapi aku punya satu syarat untukmu, Chuuya."
"Haah?" Chuuya mulai merasa tidak enak. "Syarat apa?"
Dazai tersenyum lebar. "Tinggal di kamarku selama seminggu dan rawatlah aku seperti suamimu sendiri. Memasak untukku, lalu menungguku pulang kerja di depan pintu sambil mengenakan celemek dan mengatakan ini setiap hari. "Okaerinasai, anata", lalu "mau makan dulu, mandi dulu, atau mau a-k-u?""
Dan sebuah bogeman mentah pun mendarat di perut Dazai.
(_)
Setelah itu, kabarnya Chuuya dengan berat hati menyetujui persyaratan Dazai. Sementara itu Kyouka dewasa sedang dikelilingi oleh para anggota dan staf Agensi Detektif.
"Kyouka-chan yang dulu memang manis, tapi yang sekarang juga tidak kalah manis dan cantik! Aku punya banyak baju yang cocok untukmu!" ujar Naomi bersemangat.
"Kyouka-chan kalau memakai yukata dengan tubuh seperti ini terlihat sangat dewasa dan anggun ya? Bagaimana kalau roknya kita pendekkan sedikit untuk sehari-hari?"
"Aahh! Setuju! Lalu kita pakaikan stocking atau knee-up socks hitam setelahnya!"
"Kyouka-chan! Aku akan mengambil bajunya sebentar!"
Setelah itu Naomi kembali dengan membawa beberapajenis baju dan pakaian lainnya. Mereka melakukan mix and match sendiri berdasarkan saran satu sama lain dan menyuruh Kyouka untuk berganti baju dengan yang sudah mereka pilihkan.
Kerumunan di sekeliling Kyouka sangat padat, sulit untuk Atsushi agar bisa ikut di dalamnya. Jadi ia memutuskan untuk menunggu saja.
"KYAAAA!!"
Terdengar pekikan kagum setelah Kyouka selesai berganti pakaian. Para perempuan kemudian memoleskan make up tipis pada Kyouka dan selesai.
"Atsushi-kun! Atsushi-kun! Coba lihat!"
Atsushi menoleh, penasaran. Kyouka didorong pelan dari dalam kerumunan ke luar. Dan Atsushi benar-benar speechless dibuatnya.
Atasan yukata putih dengan motif kelopak bunga di ujungnya, rok lipit berwarna merah yang panjangnya sedikit di atas lutut. Obi yang dikenakannya sama seperti sebelumnya. Kakinya yang jenjang dibalut knee-up socks hitam. Wajahnya bersinar dan bibirnya berwarna ceri dan mengilap.
"A ... ah..."
"Oho? Atsushi sampai diam seribu bahasa gitu." goda Naomi.
"Ah, ... cocok untukmu, Kyouka-chan."
Kyouka menundukkan kepalanya. Wajahnya memerah. Diam-diam merasa sangat senang.
"Oh? Suasananya bagus begini. Bagaimana kalau hari ini kalian libur dan pergi jalan-jalan?" usul Yosano.
"Eh? Tapi kan-"
"Kalian sudah bekerja keras beberapa hari terakhir ini. Tidak apa-apa kalau mau libur sehari. Pekerjaan bagianmu nanti bisa diselesaikan Kunikida. Selain itu..." Rampo mengedipkan sebelah mata.
"..kalian berdua butuh waktu untuk membicarakan sesuatu hal kan?"
~To Be Continued~
Chuuya versi cewek! Meski tubuhnya kecil tapi berisi, Dazai pasti senang UwU /plak
Kyouka juga, didandani dengan gaya bishoujo ala Jepang gitu. Kaki jenjang, pasti cocoknya pakai knee-up socks dong X3
Ah halo~ sekedar info, fanfic ini juga Nii publish di wattpad. Di sana tiap chapternya akan ada ilustrasi buatan Nii sendiri untuk fanfic ini~ Kalau mau lihat silakan mampir ke wattpad Nii ya X3
Jumpa lagi di chapter berikutnya~
