Naruto sedang bersantai di apartemen, dia menatap layar ponselnya, dia menikmati waktu liburnya untuk saat ini, serta mengatur beberapa jadwal untuknya besok.

Cuaca dingin membuatnya malas untuk keluar dari apartemennya, dia seolah tak ingin mati kedinginan di luar sana.

Sementara itu, Nozomi selaku istri Naruto baru saja keluar dari kamar setelah selesai membersihkan kamar utama mereka. Dia melihat Naruto yang sedang duduk santai sambil memainkan ponselnya, sebuah senyuman terukir di wajah cantik Nozomi, dia berjalan mendekati sang suami sembari meletakkan sapu yang dia bawa dari dalam kamar.

Nozomi saat ini sudah berada dibelakang Naruto, dia ingin menjahili Naruto saat itu juga. Dengan pela, Nozomi memeluk leher Naruto, kemudian mencium pipi sang suami dan melepas pelukan tersebut.

Naruto terperangah akan kelakuan istrinya, dia menoleh melihat Nozomi yang meletakkan sapu yang telah dia gunakan ke tempatnya semula.

"Ada apa Naruto?"

"Kenapa neesan menciumku?"

Nozomi tak menjawab, dia mencubit dagunya dan berjalan mendekati Naruto.

"Menurutmu?"

"Aku tak tahu neesan."

Nozomi hanya tersenyum kecil, dia kemudian duduk di sebelah Naruto. Wanita itu mendekatkan bibirnya pada pipi Naruto, kemudian menciumnya lagi.

Reaksi Naruto sama seperti tadi, tak mengerti dengan apa yang dilakukan oleh istrinya itu. "Neesan..."

"Ya?"

"Nanti kubalas cium loh jika neesan menciumku terus."

"Memang bisa?"

Naruto meletakkan ponselnya ke meja yang ada di depannya. Dia mendekatkan dirinya pada Nozomi, serta mendorongnya pelan. Naruto bisa merasakan deru napas yang dikeluarkan sang istri menerpa wajahnya, dia juga bisa melihat wajah cantik itu merona saat dia mendekatkan dirinya pada wanita itu.

"Neesan ternyata ingin menjahili..."

"Naru..."

Naruto mencubit dagu Nozomi, kemudian dia mencium bibir itu dengan lembut. Tak ada nafsu sama sekali, dia hanya menyalurkan perasaannya melalui ciuman tersebut. Jemari Naruto merambat ke atas hingga tangannya menyentuh pipi merah Nozomi, Naruto mencubit gemas pipi tersebut dan terus mencium bibir Nozomi.

"Aku mencintaimu neesan..."

Nozomi mengalungkan kedua tangannya pada leher Naruto, dia mengeratkan pelukan itu sehingga keduanya memperdalam ciuman yang mereka lakukan.

Tak ada balasan dari Nozomi, dia hanya menyalurkan semua perasaannya pada ciuman itu.

Nozomi pun menarik dirinya dari ciuman itu. "Ha'i, selesai." Wanita itu tersenyum manis dengan wajahnya yang sudah merona. "Neesan akan melanjutkan bersih-bersih."

Nozomi mendorong tubuh Naruto sehingga pemuda itu menyingkir dari atas tubuhnya. Naruto hanya menuruti permintaan dari Nozomi, dia kembali duduk di sofa itu sembari menatap Nozomi yang akan segera beranjak.

"Terima kasih untuk ciumannya."

"U-um."

"Nanti dilanjut sebelum tidur ya?" Nozomi mengedipkan sebelah matanya, dia menggoda suaminya dengan memberikan sebuah hadiah nanti malam.

"Ba-baiklah..."

...

..

.

Naruto by Masashi Kishimoto.

Love live by Kimino Sakurako.