"Lu kita sedang bermimpi "
Ucap Chanyeol dan mendapat kernyitan bingung dari Luhan. Tapi daripada ucapan ambigu Chanyeol, Luhan lebih tertarik ke pria mungil yang ada didepannya.
"Jadi katamu, namamu B ya ? "
Dan pria mungil yang merasa namanya B mengangguk.
"Uh menggemaskan "
Ucap Luhan seolah baru saja mengadopsi anak anjing.
"Chanyeol "
Itu Luhan lagi sambil menyikut teman raksasanya itu yang masih terpatung dengan mata yang masih membulat.
"Aish, orang ini. YAK PARK CHANYEOL!!!!"
Dan berhasil, teriakan Luhan yang merupakan hal paling dibenci Sehun sekarang juga akan dibenci Chanyeol.
"Kupingku bisa pecah Lu "
"Makanya, kau kenapa seperti melihat hantu seperti itu. Cepat jelaskan apa yang terjadi ? "
Kini Chanyeol menarik Luhan masuk ke kamarnya dan menutupnya dari dalam, mengabaikan B yang masih berkedip bingung ditempatnya.
"Lu, ini yang kukatakan. Kita sekarang berada di alam mimpi. Dia yang ku maksud "
Ucap Chanyeol setengah berbisik.
"Chanyeol, sepertinya kau memang salah obat "
"Dengarkan Lu, awalnya memang aku seperti dirimu menganggap ini nyata. Tapi percayalah kau sedang bermimpi sekarang "
"Kau ini memang aneh sejak siang tadi. Apa kau mau mengelak sudah menyimpan seorang pria mungil didalam rumahmu hah ? Oh tunggu, kau tidak melakukan sesuatu dengannya kan ? "
Chanyeol frustrasi. Dia yakin dia sedang berada di alam mimpinya sekarang. Terakhir teman kerjanya juga bisa melihat B tapi ternyata itu memang hanya mimpi. Dan dia yakin kini Luhan juga tengah berada di alam mimpinya. Tapi seperti biasa, semua masih abu abu untuk Chanyeol. Sekali lagi Chanyeol menegaskan bahwa semua ini terlalu nyata.
"Demi Tuhan Lu, untuk apa aku menyembunyikan dia. Aneh kan? Karena kita sedang bermimpi "
"Kau yang aneh Park! Sungguh, apa sesuatu membentur kepalamu ? "
Chanyeol tidak tahu lagi harus seperti apa. Tentu saja kalau dia berada diposisi Luhan, dia juga akan menganggap dia gila. Mimpi ini benar-benar seperti nyata. Bahkan kau mengingat setiap detik apa yang kau lakukan tadi siang kemarin bahkan kemarinnya lagi, kau juga mengingat berapa jumlah hutangmu, bahkan kau tahu hari apa, tanggal apa dan tahun berapa sekarang. Lalu bagaimana cara dia menjelaskannya ke sahabatnya itu. Apa dia harus mengikuti alur mimpinya ?
"Oh, aku tahu. Ayo ikut aku ! "
Dan seketika Chanyeol menarik lagi tangan Luhan, keluar dari kamarnya lalu melewati B yang masih diposisi yang sama. Chanyeol menarik Luhan keluar dari flatnya sampai dipersimpangan gang lalu berhenti didepan kedai toko.
"Benar, ini mimpi "
Ucapnya sendiri yang didengar oleh Luhan tentu saja.
"Kau lihat Lu, kedai itu ? Warnanya Biru, apa kau ingat tadi sore warnanya masih kuning kan ? Bahkan pemiliknya belum merubah catnya "
Luhan mengernyit.
"Dan kau lihat gangku, dia yang seharusnya berada tepat disebelah kedai, tapi malah bergeser. Bukankah itu aneh Lu ? "
Lalu Luhan menatap ke arah sahabatnya.
"Oke, masalah kedai aku tidak peduli karena aku tak pernah memperhatikan catnya. Tapi Park, gangmu. BAHKAN ITU SUDAH DISANA SEJAK PERTAMA KALI AKU MENCARIKAN FLAT UNTUKMU !!!"
Itu Luhan, dengan kalimat terakhir yang ia tekan dengan teriakan khasnya. Dan Chanyeol langsung diam seketika. Pupilnya membesar mengecil seiring dengan pikirannya yang mulai berantakan antara nyata dan mimpi.
Luhan menghela nafas.
"Sudahlah ayo masuk, ini dingin "
Ucap Luhan sambil berjalan duluan, tapi saat dia menoleh kebelakang temannya masih mematung ditempatnya.
"Chanyeol ! "
"Yak Park Chanyeol !!! "
Chanyeol mengerjap dengan nafasnya ter engah. Dia melihat temannya yang sekarang terlihat sangat khawatir.
"Apa mimpimu seburuk itu ? Kau sampai berkeringat, aku jadi harus membangunkanmu. Kau terlihat ketakutan "
Ucap Luhan terlihat khawatir layaknya sahabat.
Chanyeol mengatur nafasnya. Lagi lagi dia tertipu. Itu memang mimpi. Dia memikirkan apa yang baru saja terjadi, dia sudah menduga Luhan akan ada dimimpinya tapi dia tak menduga kalau dengan kenyataan itu akan membuat semua terlihat nyata. Iya nyata, saat matanya bergulir ke arah lain. Dia berdiri disana. B.
"Woaahh! Di dia ba bagaimana bisa ? "
"Chanyeol, kau kenapa?! "
Itu Luhan terlihat semakin khawatir.
"Lu, mungkin aku sedang berhalusinasi karna mimpiku "
Ucap Chanyeol meyakinkan dirinya. Iya meyakinkan dirinya, mungkin ia memang sedang berhalusinasi. Dia berada di alam nyatanya sekarang, dia baru saja terbangun dari mimpinya. Tidak mungkin dia ada disana. Itu hanya halusinasinya, iya itu hanya halusinasi. Chanyeol melirik takut takut, memastikan dan dia masih ada disana dengan wajah khawatir menurut halusinasi Chanyeol.
"Bisakah kau ambilkan minuman untuk Chanyeol ? "
Itu Luhan.
Berbicara
dengan
"Baik "
B, yang mengiyakan permintaan Luhan.
" L-L-L-Lu, k k kau b baru saja b bicara dengannya ?!!! "
Gagap Chanyeol dengan pelipisnya yang semakin berkeringat yang Luhan tak tahu alasannya.
"Maksudmu siapa? Pria cantik itu? Oh Park, aku harus menuntut semua cerita kepadamu kenapa dia bisa ada disini "
Dan Chanyeol seperti dia akan pingsan sekarang. Dia harus pergi ke psikolog setelah ini. Dia harus benar benar pergi. Dia tidak yakin, tapi apa dia memang memiliki penyakit gila seperti Jongin dan Sehun atau tidak. Dia harus memeriksa kewarasannya.
B masuk dengan segelas air putih lalu menyodorkan kearah Chanyeol.
Dengan tangan bergetar dan keringat yang semakin mengucur tak karuan ia pelan pelan meraih gelas itu dengan hati-hati lalu meneguknya tak hampir setengah. Karena sungguh untuk menelan pun sangat sulit untuk Chanyeol sekarang.
"Apa kau akan lanjut tidur, atau sudah mampu menjelaskan siapa B? Eh tapi tunggu, Park kau membiarkan anak orang tidur di sofa ? Kau benar benar keterlaluan Park Chanyeol "
Cerewet Luhan, yang lebih tak didengarkan oleh Chanyeol karena dia masih sibuk melirik ke arah pria mungil bernama B itu.
"Emm B, sebaiknya kau tidur disini saja. Aku akan tidur disofa. Hmm aku tidak menduga sahabatku menyembunyikan kekasihnya "
Itu Luhan, dan B bersemu merah tiba tiba.
"Kekasih apa?! Dia bukan kekasihku, dia hantu aku yakin ! Iya dia hantu! "
Benar, kalau ini bukan mimpi. Berati dia hantu.
Luhan mendelik mendengar itu dari Chanyeol, dan B menunduk menyembunyikan rona merah yang sudah berganti menjadi air mata yang berkumpul dipelupuk.
Tanpa pikir panjang Luhan langsung memukul kepala belakang Chanyeol.
"Kau sudah gila ya? Kau membuat dia bersedih ! "
"Sungguh Lu. Dia tak nyata "
Itu Chanyeol.
"Lalu bagaimana caraku juga bisa melihat dia Park ?! Kau ini benar benar ! "
Lalu Luhan beralih menatap ke arah B, yang sudah pasti sangat sedih mendengar ucapan sahabat rasaksanya seolah tak berdosa itu.
"Jangan dengarkan dia. Dia memang akan idiot saat baru bangun tidur "
B menggeleng mendengar ucapan dia.
"Aku memang bukan kekasihnya "
Luhan sedikit terkejut mendengar fakta itu. Chanyeol sudah berani membawa pria ke flatnya, jadi dia yakin pria semungil dirinya pasti adalah kekasih Chanyeol.
"Chanyeol hanya menolongku, karena aku tak mengingat siapapun emm bisa dibilang lupa ingatan "
Jelas B. Luhan mendengarnya jadi merasa semakin kasihan.
"Dan soal hantu? Aku tidak tahu kenapa dia menganggapku seperti itu. Tapi setiap kali melihatku dia selalu terkejut "
Setiap katanya semakin tenggelam dengan dia sambil memilin kausnya. Air matanya sudah benar benar akan jatuh.
"Mungkin karna kau terlalu cantik "
Itu Luhan dan B yang dimaksud langsung mendongak menatap Luhan. Dan Chanyeol masih diam dengan segudang pemikirannya sendiri. Dia mencari jawaban bagaimana bisa Luhan juga dapat melihatnya? Hanya ada dua jawaban B memang nyata atau memang dia sudah gila.
"Ke kenapa begitu? Kau juga cantik "
Itu B yang merona lagi. Seseorang bernama Luhan ini benar benar sangat baik dan terlihat sangat lembut.
"Aku harus periksa kewarasanku "
Itu Chanyeol yang mengiterupsi obrolan B dan Luhan.
"Ya aku setuju, kau memang tak waras akhir akhir ini "
Itu Luhan dan dapat kekehan dari B.
"Jam berapa ini? Aku harus berangkat sekarang juga "
Itu Chanyeol seketika bangkit dari tempat tidurnya.
"Kau mau periksa kewarasanmu tengah malam begini? Baiklah kau memang tidak waras "
Luhan lagi dengan kekehannya tapi dia mulai sedikit khawatir dengan keadaan sahabatnya itu. Dia memang terlihat tak waras.
"Tengah malam ? Jadi ini masih tengah malam ? Apa aku masih di- "
Alarm ponsel Chanyeol berbunyi nyaring dinakasnya.
"Mimpi "
Chanyeol mengambil ponselnya dan melihat jam disana. Jam 8 pagi. Sama seperti set alarmnya.
Chanyeol menguap dan bangun dari tidurnya. Saat dia baru mendapatkan satu langkahnya dia berhenti. Dia berfikir, bagaimana jika terjadi sesuatu lagi. Selain kewarasannya, jantungnya juga semakin lama akan terganggu dengan semua keterkejutan yang ia peroleh. Chanyeol berjalan pelan. Membuka pintu kamarnya, tapi dia tak berani langsung keluar darisana. Ia memperhatikan setiap sudut ruangannya.
"B ? "
Panggil Chanyeol pelan.
"Apa kau ada disini ? "
"Hallo? Ada seseorang ? "
Tapi ruangan itu nampak sepi sebelum dari belakang seseorang menepuknya. Dan Chanyeol terloncat kaget dari tempatnya.
"Apa yang kau lakukan hah ? "
"Yak, Xi Luhan kau mengagetkanku ! "
Ya, pria itu Luhan yang baru saja keluar dari kamar mandi Chanyeol yang memang berada didalam kamarnya.
Luhan hanya mengernyit lalu dia lebih memilih untuk tidak peduli. Toh sudah biasa dia memiliki sahabat tidak waras.
"Apa kau mempunyai sesuatu dikulkasmu ? "
Ucap Luhan sambil berjalan melewati Chanyeol.
"Lu, apa kau tahu B ? "
"B ? Siapa itu? ... Oh astaga Chanyeol, lihatlah kulkasmu ini, lebih pantas disebut kuburan. Sepi "
Itu Luhan sedang melihat setiap sudut kulkas Chanyeol yang memang tidak memiliki apapun. Tapi menurut Chanyeol Luhan terlalu berlebihan, Luhan sudah sering melihat kulkasnya. Terakhir kali dia dapat perumpamaan kulkasnya seperti Planet Mars, tidak ada kehidupan.
"Benarkah kau tidak tahu B? Lelaki mungil, emm ya cantik juga. Kau tidak melihatnya ? "
Lalu Luhan yang setengah membungkuk mengganti posisinya menjadi berdiri.
"Sebenarnya apa yang ingin kau katakan? B siapa? Cowok cantik siapa? Kalau bicara yang jelas "
Chanyeol bukannya menjawab pertanyaan Luhan, yang ada dia menghela nafas dan tersenyum lega. Dia masih waras, B itu memang tidak ada. Dia hanya mimpi.
"Apa kau sedang naksir cowok cantik bernama B ? "
Tebak Luhan.
"Tentu saja tidak ! "
"Lalu apa mak- *suara ketukan pintu dari luar* aku sudah menebak siapa yang ada diluar sana "
Itu Luhan yang ucapannya terpotong karena gedoran tak sopan dari tamu diluar sana apalagi ini masih sangat pagi.
Chanyeol membuka pintu, sebenarnya takut takut ada sesuatu yang tak diinginkan nya terjadi lagi. Padahal dia sudah mengeklaim pasti dirinya masih waras. Tapi saat siapa yang menyembul dari balik pintunya dia menghela lagi dan tersenyum lebar. Ya, Oh Sehun disana. Tebakan Luhan 101% benar.
.
.
.
"Benarkah hyung kau mimpi buruk ? "
Itu Sehun mulutnya yang masih penuh dengan kue yang dibawanya tadi. Mereka baru saja sarapan bersama. Memang kadang Sehun seperti dewi fortuna. Datang ketika diinginkan dan datang disaat yang tidak di inginkan. Intinya Sehun selalu muncul dimanapun. Dia datang dengan dua kantung yang berisi bahan masakan dan beberapa makanan ringan. Sehun sepertinya memang sering seperti ini, dan Chanyeol merasa tidak enak tetapi saat mengingat berapa uang saku Sehun. Chanyeol jadi berfikir, dia akan terlihat memalukan kalo menolaknya lagipula itu tidak apa apanya mengingat bahkan bulanan Sehun 5x lipat gajinya bekerja dikafe perbulan. Apalagi Sehun masih hidup dengan orang tuanya yang tak perlu memikirkan biaya untuk dia makan. Chanyeol kadang memang merasa iri, sebenarnya dia tak semiskin itu mengingat orang tuanya juga masih memiliki sekotak sawah dikampunya sana. Hanya saja dia ingin hidup lebih mandiri meskipun orang tuanya masih mengiriminya beberapa uang yang hanya sanggup untuk menutupi keperluan kuliahnya.
"Jadi B ? Pria cantik yang kau maksud, itu seseorang yang mengerikan dimimpimu ? "
Itu Luhan dan Chanyeol mengangguk.
"Bagaimana bisa itu buruk hyung? Kau bertemu pria cantik? Dan itu hanya mimpi? Kau bisa melakukan apapun kepadanya "
Ucap Sehun dengan seringaian yang terlihat menggemaskan menurut author.
Tiba tiba Chanyeol sedikit merubah posisinya. Itu benar. Ucapan Sehun benar. Kenapa dia nggak kepikiran? Hanya mimpi kan?
"Jangan bilang kau mengiyakan ucapan Sehun Chan " - Luhan.
Dan Chanyeol hanya meringis tanpa dosa. Iya memang, dalam hatinya. Sehun tertawa. Lagipula hanya mimpi ini.
"Tapi, kalian tahu. Aku kadang terlihat sangat ketakutan melihatnya"
Jelas Chanyeol.
"Sebenarnya kasusmu ini memang sedikit aneh hyung. Baru pertama kali aku mendengar ada mimpi yang berseries series sepertimu " - Sehun.
Sebelumnya saat memasak sampai sarapan Chanyeol sudah menceritakan semuanya, sampai sedetail itu. Awalnya dua sahabatnya itu memang bingung dan tidak percaya tapi Chanyeol sampai berani membawa Tuhan dikasusnya. Dan dua sahabatnya itu percaya pada akhirnya.
"Bagaimana kalau dia arwah Chan ?"
Dan pagi cerah itu seketika menjadi horor diruangan sempit yang berantakan itu.
"Jangan mengada ada kalo bicara Lu "
Chanyeol jadi bergidik. Bagaimana kalau ucapan Luhan benar? Semua mimpinya terlalu aneh. Bahkan sahabatnya setuju dengan itu. Jujur, ada sekelebat pikiran tentang arwah yang dimaksud Luhan.
"Apalagi ? Mimpimu ini sangat aneh" - Luhan.
"Kalo memang itu hantu, monster atau apapun itu. Tak masalah kalau dia memang pria cantik. " - Sehun.
Tapi ucapan Sehun benar benar tak membuat Chanyeol tenang. Dia menjadi gelisah ditempatnya yang tentu disadari kedua sahabatnya.
"Tenang Chanyeol, lagipu- "
"Oh Hyung !!!! "
Itu Sehun berteriak histeris membuat Luhan langsung mengatupkan bibirnya kesal karena ucapannya dipotong begitu saja.
"Kau tahu kecelakaan yang ada didepan kedai toko gangmu itu? "
Chanyeol mengangguk berkali kali, fokusnya sudah benar-benar ke Sehun sekarang.
"Menurut artikel yang kubaca, ada satu korban jiwa yang meninggal "
Chanyeol mendelik bukan main dan Luhan menutup mulutnya terkejut.
"Tidak salah lagi hyung, dia memang arwah itu ! "
Chanyeol sudah hampir pingsan sekarang. Sebenarnya selama ini dia sudah menobatkan bahwa dirinya tidak percaya dengan adanya hantu, arwah atau apapun itu. Tapi saat semua hal aneh yang ia lalui selama ini, apalagi ucapan kedua sahabatnya itu. Semua menjadi sangat jelas. Bagaimana bisa ?
"Oh tunggu, tapi kau bilang pria cantik kan? Tapi seseorang yang meninggal itu supir truk yang menabrak kedai dan emm menurutku dia tidak cantik "
Sehun lalu mengeluarkan ponselnya dan mencari artikel yang dimaksud.
"Ini kan depan gangmu ? "
Ucap Sehun yang memperlihatkan artikel dan beberapa foto setelah kecelakaan. Lalu mendapat anggukan dari Chanyeol juga Luhan ikut mengangguk.
"Dan menurut artikel, supir truk mengantuk dan dia oleng lalu menabrak seorang pejalan kaki lalu truk itu oleng dan menabrak kedai. Lihat ini fotonya "
Disana juga dimuat foto dari korban. Tapi tentu saja itu foto korban sebelum kecelakaan. Sebenarnya info seperti itu tidak boleh dimuat dipublik tapi dua sahabatnya tidak tahu dari mana Sehun mendapatkan artikel itu. Sebenarnya bukan untuk pertama kalinya Sehun tahu info-info yang seharusnya tidak diketahui oleh masyarakat biasa. Mungkin karena Sehun terlalu kaya? Jadi bisa mengakses apapun. Entahlah.
"Tunggu !!! "
Sekarang Chanyeol yang mengagetkan dengan merebut ponsel Sehun.
"Kenapa hyung kenapa? "
Sehun yang penasaran ikut mendekat ke arah Chanyeol.
"Di-di-dia " - Chanyeol.
Sehun dan Luhan juga ikut mendelik.
"Apa itu dia ? Pria cantik yang kau maksud ?!! "
Teriak histeris Luhan.
Ya, disana memang tertera 2 foto. Si sopir truk dan pejalan kaki yang menjadi korban.
Chanyeol rasanya akan benar-benar pingsan. Dia tidak tahu lagi. Apa jangan-jangan ini masih dialam mimpi ?
Di foto itu benar benar dia. B, pria mungil yang dimaksud Chanyeol.
"Sehun, apa kau tak salah info. Seharusnya yang meninggal pria cantik itu. Kalau si supir truk yang meninggal, lalu kenapa dia yang menggentayangi Chanyeol ? "
Ucap Luhan yang membuat dia sendiri bergidik dengan ucapan menggentayanginya.
"Atau kemungkinan dia meninggal beberapa hari selanjutnya "
Itu logika Sehun dan mendapat anggukan dari Luhan. Bisa jadi seperti itu. Dan Chanyeol seperti biasa, dia akan mematung ditempat saat lagi dan lagi semua memukul kewarasan berpikirnya.
"Jadi dia benar benar ada ? "
Gerutu Chanyeol. Atau ?
"Sehun, saat kau kemari apa warna kedai depan itu? "
Sekarang posisinya menghadap Sehun lagi, menggertak dengan pertanyaan.
"Kurasa masih kuning " - Sehun.
"Lalu apa tepat disamping kedai ada gang ? "
Sehun mengangguk sebagai jawaban dari pertanyaan Chanyeol.
"Aku sedang tidak di mimpi "
.
.
.
To be Continued...
Mohon diriview untuk kekurangan penulisan saya ya, biar saya tau dimana letak kesalahannya :) terimakasih
cerita ini nggak misteri misteri banget kok, ini cerita lebih ke romance cuma dibumbu misteri sedikit :) terimakasih
btw, boleh dilanjut apa endak ceritanya ?
