BAB II : Unlimited Number
Sebelum menuliskan bagian ini, aku telah mencari arti filosofi dari setiap angka dan menghubungkannya denganmu, dengan hubungan kita. Apa kataku?, kau adalah inspirasi. Bahkan dari kumpulan angka pun aku bisa membuat bab kedua cerita ini. Aku akan dengan senang hati menggambarkan dirimu dari makna filosofi seluruh angka.
0 : Berarti/Berpengaruh
0 adalah angka yang seringkali disepelekan oleh manusia dan kadang tidak disebutkan dalam deretan angka 1-9. Padahal angka nol memberikan pengaruh yang cukup besar pada matematika, bayangkan jika disebuah mata uang 50000 won, dan tidak ada angka 0 disana, apa yang akan terjadi?, uang itu hanya akan menjadi 5 won. Semakin banyak angka 0 dibelakang angka semakin besar pula hitungannya. Apakah kau ingat berapapun angka jika dipangkatkan dengan 0 maka hasilnya akan 0 . Berapapun angka jika dibagi 0 maka tidak akan terdefinisi.
Mungkin angka 0 sering dikatakan sebagai angka kosong, hampa. Tapi ternyata pengaruhnya begitu besar bagi angka-angka lainnya. Sama sepertimu, mungkin ada orang-orang yang menganggapmu itu kosong, hampa tak berguna, tapi kau tahu?. Kau itu adalah pria yang cukup berani, cukup tangguh dan cukup bertanggungjawab untuk mengemban beban sebagai leader. Mungkin member lain sesekali menghiraukanmu, menganggapmu tak ada, tapi apakah kau sadar?, tanpamu mereka mungkin tidak bisa bertahan. Kau begitu berpengaruh di grup.
Bagiku, kau adalah orang yang begitu berarti. Sangat berpengaruh dalam membantuku melupakan cinta lama yang telah melukai hati. Walaupun pada saat itu kita belum bertemu, tetapi aku selalu ingin mengatakan terima kasih karena hal itu. Karenamu aku bisa melupakan semua penghianatan yang telah aku terima dulu, kau begitu memotivasi diriku meskipun aku sendiri belum pernah bertemu denganmu saat itu, kau memotivasiku meskipun aku tidak pernah bercerita padamu dan mendapatkan motivasi langsung darimu.
Kau semakin berarti setelah kita bertemu dan menikah, kau menjadikanku berharga, bernilai tinggi dengan begitu banyak angka 0 yang kau berikan padaku. Kau sangat berpengaruh dalam kehidupanku, kau mengubah duniaku. Kau juga mempengaruhi kebahagiaanku.
1 : Prioritas
Siapa yang tidak ingin menjadi yang pertama?, semua orang akan melakukan apapun untuk menjadi si nomor 1. Itulah kenapa angka 1 memiliki makna filosofi Prioritas. Aku hanya akan menceritakan sedikit tentang hal ini.
Saat itu kita belum menikah dan masih banyak fans yang belum menyetujui rencana kita untuk menikah. Aku hampir saja meregang nyawa karena seorang sasaeng, dan aku dilarikan kerumah sakit. Aku hanya terluka sedikit karena saat itu ada yang menyadari aku akan dicelakai. Tapi kau sangat khawatir begitu menerima telepon dari pengawal yang kau bayar untukku. Kau panik dan meninggalkan begitu saja pekerjaan yang sangat penting dan menghiraukan umpatan produser hanya untuk melihatku yang sebenarnya baik-baik saja di ruang UGD –hanya sedikit syok–. Kau tidak memperdulikan penampilanmu yang berkeringat dan acak-acakan karena berlari setelah kau terjebak macet saat menuju rumah sakit.
"Rasanya seperti separuh nyawaku hilang saat mengetahui kau dirumah sakit dan nyaris mati karena sasaeng"ujarmu dengan nafas yang masih tersenggal-senggal karena berlari
"Aku tidak mati, aku hanya terluka sedikit"kataku berusaha menenangkan dirimu
Bukan hanya itu, kau bahkan selalu menjadikanku prioritas bahkan dalam hal kecil dan tidak terlalu penting sekalipun. Kau lebih rela menghapus perbedaan diantara kita hanya demi bersamaku, padahal ada begitu banyak wanita Korea yang tak memiliki perbedaan itu dan bisa dengan mudah kau pilih dan aku yakin mereka akan mau denganmu. Aku masih heran kenapa kau malah memilih gadis biasa-biasa saja sepertiku.
Aku pun sedang berusaha untuk selalu memprioritaskan dirimu, berusaha membalas apapun yang telah kau lakukan padaku, kau adalah nomor satu untukku. Aku mencintaimu dan aku senantiasa bersyukur akan hal ini.
2 : Keinginan
Suatu malam, kita sedang duduk di rooftop rumah baru kita, hadiah pernikahan kita yang pertama darimu. Kau meminta maaf padaku karena kau tidak bisa membelikanku rumah ketika kita menikah dan harus tinggal di apartemen yang sudah lama kau beli. Aku tidak mempermasalahkan hal itu sama sekali karena kita hanya tinggal berdua dan aku rasa sebuah apartemen pun sudah cukup, terlebih apartemen yang kau beli pun cukup luas dan aku tidak memaksamu untuk membeli rumah. Aku juga paham betul berapa biaya yang telah kita habiskan untuk menikah, tidak terlalu banyak memang karena dikonvensikan ke mata uang Korea tapi aku paham kau menghabiskan uang cukup banyak karena hal itu karena kau juga membiayai keluargamu untuk hadir di negaraku demi pernikahan kita.
Bahkan aku pernah mengatakan padamu untuk tak usah sungkan meminta bantuanku jika kau merasa keberatan membayar sisa cicilan rumah ini. Tapi, kau tetaplah Choi Seungcheol si Pria yang penuh dengan tanggungjawab. Bagimu, kau tidak ber-hak sedikitpun atas uang hasil kerjaku karena menurutmu tidak sepantasnya seorang istri bekerja.
Malam itu kita baru saja selesai menyusun barang-barang kita dengan dipenuhi keringat kau mengajakku ke rooftop rumah kita. Kau bilang hanya ingin mencari udara segar dan melepas penat setelah menyusun barang. Kita berbaring di lantai kayu rooftop, aku menjadikan lenganmu sebagai bantalku. Kita menikmati bintang malam yang bertaburan dilangit dengan bulan sabit. Kemudian aku mendengarkan seluruh ocehanmu tentang mimpimu dan keinginanmu serta beberapa keluh kesahmu belakangan ini.
Kudengarkan semuanya dengan senang hati, kau mengatakan ingin mempunyai 4 anak dengan 3 laki-laki dan 1 perempuan. Aku sebagai istri tentu sangat berharap bisa memenuhi keinginanmu bahkan jika kau memintaku untuk membuat 13 anak agar ada Seventeen generasi kedua. Kau juga bilang bahwa targetmu selanjutnya adalah memiliki sebuah rumah sederhana di negaraku agar kita tak perlu mencari penginapan saat pulang ke negaraku, atapun kita tak perlu lagi memikirkan membeli rumah jika seandainya kita memutuskan untuk hidup di negaraku.
"Dari dulu aku ingin sekali memiliki anak kembar, 1 laki-laki dan 1 perempuan. Setelahnya, terserah suamiku ingin memiliki berapa anak"kataku menyebutkan keinginanku, kemudian kau mencium ujung kepalaku
Tapi kau tahu?, keinginan terbesarku hanyalah bersamamu. Itu adalah keinginanku yang paling utama. Aku ingin kau menemaniku dihari tuaku, hari dimana anak-anak kita sudah dewasa dan tinggal jauh dari kita dan menyisakan kita berdua lagi. Aku ingin kau menemaniku hingga nafas terakhirku dan aku bersedia menemanimu hingga ajal menjemputmu. Aku rasa angka 2 adalah angka yang cocok untuk kita, 2 bermakna keinginan. Kita adalah berdua, berdua berusaha mewujudkan segala keinginan kita.
3 : Kesenangan
Kau tahu?, sebenarnya aku sedang writers block ketika sampai dibagian ini. Tapi sudah aku katakan bukan, kau adalah inspirasiku, meskipun aku hanya menulis bagian ini sedikit lebih pendek dari bagian yang lain. Selama aku masih mencintaimu selama itu pula inspirasiku akan berjalan. Jadi aku akhirnya berhasil menuliskan bagian ini dengan baik. Walaupun tidak sepanjang bagian-bagian yang lain, tapi setidaknya aku mampu mendeskripsikan dirimu melalui filosofi angka yang ini.
3 bermakna filosofi kesenangan. Kau tahu apa kesenanganku saat ini?, menjabarkan rasa bahagiaku karena hidup bersamamu, kesenanganku adalah menuliskan kisah tentang kita, kesenanganku adalah mendeskripsikan dirimu, kesenanganku adalah menceritakan setiap sikap dan perilaku manis yang kau tujukan padaku, kesenanganku adalah memperhatikanmu disela-sela aku menulis setiap bagian dari kisah ini, kesenanganku adalah memberitahu semua orang bahwa aku sangat bahagia hidup bersamamu, kesenanganku adalah ketika aku bisa melihat dirimu setiap hari, memandangimu setiap pagi dikala aku terbangun dari tidurku. Karena kau adalah sumber kebahagiaan, kesenanganku
You're my delight...
4 : Habis/Mati
Aku benci harus menulis bagian ini, tapi aku sudah berjanji akan menuliskan setiap filosofi angka dan menghubungkannya denganmu dan perjalanan kita. 4 Berarti mati, dan apakah kau ingat bahwa angka 4 sering disebut-sebut sebagai angka sial?, angka 4 sering tidak disebutkan dalam lantai disetiap gedung dan mereka lebih memilih menggantinya dengan 3a-3b ataupun 5a-5b.
Pernah sekali aku memikirkan hal ini. Kita tidak pernah mengetahui seberapa panjang usia seseorang dan apapun yang hidup didunia ini pasti mati. Malam itu, aku memimpikanmu. Aku bermimpi kau mati, aku melihatmu sudah terbujur kaku di peti dengan pakaian yang sudah rapi, wajahmu pucat pasi dan matamu terpejam dengan rapat dan enggan membuka barang sedetik.
Mirisnya, aku tidak bisa menangis. Aku tak mau menangis melihatmu karena aku sudah berjanji demikian. Aku cukup diam menikmati hatiku yang dicabik-cabik, meraung kesakitan dan menangis pilu demi menahan satu tetespun airmataku yang hendak jatuh. Setelahnya aku terbangun dan aku mengucap syukur karena itu hanya mimpi. Aku terus saja membayangkan mimpi yang telah kualami hari itu. Aku rasa aku tidak akan bisa dengan segera merelakanmu pergi.
Kalau aku bisa, jika hari itu tiba, hari dimana kau akan meninggalkanku untuk selamanya. Aku ingin sekali jenazahmu tidak perlu di makamkan. Namun rasanya mustahil karena itu ilegal. Tidak ada yang bisa menghindari kematian, termasuk kita. Mati adalah sesuatu yang pasti dan akan terjadi kepada semua makhluk hidup.
Dan...
Bagiku, setiap momen-momen berharga yang kita ciptakan hingga kematian menjemput adalah sesuatu yang patut aku syukuri dan aku sangat ingin bisa menuliskan semua kenangan indah agar alam semesta mengetahui ini. Aku ingin perjalanan kita menjadi sebuah sejarah dan legenda di masa yang akan datang. Namun, aku juga tidak bisa menjami bahwa kisah yang aku ketik ini akan di kenal orang.
Tetapi...
Hal yang bisa aku pastikan adalah, setelah kau pergi aku akan menjamin rasa ini akan tetap sama seperti bertahun-tahun lalu, awal dimana aku mulai mencintaimu. Jika aku yang pergi lebih dulu, aku hanya berharap kau pun setia padaku. Aku tidak tahu apa yang akan kau lakukan jika aku pergi lebih dulu, mungkin saja kau akan mencari penggantiku. Aku akan tetap menyampaikan pesan terakhirku yang ini, aku hanya ingin kau tetap setia hingga akhirnya kau menyusulku. Bahkan jika memang benar ada kehidupan kedua, ketiga, keempat dan seterusnya. Aku berharap aku tetap menemukanmu dan bisa hidup bersamamu, begitupun dirimu yang dapat menemukanku.
Karena...
Aku ingin bertemu denganmu lagi...
5 : Perempuan/Feminis
Aku hanya ingin bercerita tentang salah satu problem yang pernah kita lewati ketika pernikahan kita baru berjalan beberapa bulan. Saat itu kau berhari-hari tidak pulang karena jadwalmu padat dan mengharuskan dirimu harus menetap di asrama. Aku melepasmu, membebaskanmu melakukan pekerjaanmu dan bahkan kau juga lupa menghubungiku selama berhari-hari. Aku tidak marah, aku pun masih sama seperti kita masih berpacaran dulu. Tidak mengekang, tidak pula menuntut lebih untuk harus selalu memperhatikanku.
Aku tetap berpikir positif dengan berpikiran bahwa kau memang sangat sibuk sehingga kau tidak memiliki waktu untuk menghubungiku bahkan memberiku kabar. Aku tidak mempermasalahkan hal itu sama sekali karena aku sudah terbiasa kau tinggal dan komunikasi kita menipis karena padatnya jadwalmu sejak kita berpacaran dulu. Aku percaya padamu dan selalu begitu. Tapi saat itu kau mengecewakanku dan menghilangkan kepercayaanku.
Aku bukan tipe perempuan yang gampang cemburu dan berburuk sangka. Aku juga tidak akan percaya dengan mudah omongan negatif dari orang lain tentangmu jika aku tidak melihatnya secara nyata. Saat itu, kau malah pulang dengan acak-acakan dan kemeja dengan wangi parfum wanita setelah nyaris 2 minggu tidak pulang ke apartemen dan memutuskan komunikasi. Mulutmu juga tak luput dari bau alkohol, kau mabuk berat dan aku langsung menopangmu kekamar dan membiarkanmu tidur. Keesokannya, aku menunggu penjelasanmu dan semua ceritamu selama 2 minggu ini, tapi hasilnya kau malah semakin memberikan jarak padaku dengan pergi pagi-pagi sekali dan pulang larut malam untuk langsung tidur, dan hanya sedikit komunikasi yang kita dapatkan.
Aku tahu, saat itu kau memang sedang mempersiapkan lagu project kalian dengan Jihoon dan Hansol. Tapi kejadian tempo hari dengan wangi parfum wanita benar-benar mengusikku dan aku membutuhkan jawaban itu segera. Perlahan, aku mulai kehilangan kepercayaan dan menjadi seorang yang posesif.
Dari dulu, aku adalah perempuan yang mandiri dan menghasilkan uang dengan keringatku sendiri. Sejak lulus SMA aku menjajal semua pekerjaan yang bisa menghasilkan uang bahkan jika aku harus merelakan sebagian waktu di kampus untuk bekerja. Sehingga aku lebih senang menyimpan uang yang kau berikan padaku, aku lebih senang memakai uangku sendiri untuk membeli keperluanku. Tidak, aku tidak sedang menyombongkan diri.
Tetapi...
Parfum wanita dan sikapmu benar-benar membuat sifat feminis yang terkubur di dalam diriku perlahan keluar. Aku rasa aku dan angka 5 cocok, aku juga lahir dibulan 5. 5 artinya perempuan atau feminis, dan aku adalah Taurus, Taurus ada di bawah planet Venus, planet Venus adalah lambang dari perempuan. Perlahan, aku mulai menjadi terbiasa tanpamu meskipun di hati kecilku aku sangat khawatir rumah tangga kita akan hancur. Aku jadi mengerjakan apapun sendiri tanpa meminta bantuanmu, dan lama-kelamaan kau mulai merasa aneh dengan sikapku yang berubah.
"Kau kenapa?"tanyamu akhirnya setelah melihatku mengganti bola lampu yang rusak sendiri, padahal biasanya aku meminta bantuanmu
"Aku tidak apa-apa"jawabku. Aku akui aku menjadi sedikit lebih egois dan tidak menjelaskan apapun
"Kau berubah sayang. Ada apa denganmu?"tanyamu sekali lagi dengan menyelipkan panggilan sayang disana, sebuah panggilan yang sudah tidak pernah aku dengar selama hampir sebulan, amarahku memuncak
"Kau yang kenapa Choi Seungcheol?!"tanyaku sinis dengan memanggil nama aslimu. Kau tahu pasti, jika aku memanggil nama aslimu bukan dengan panggilan sayang, itu artinya aku benar-benar marah
"Kenapa sayang?"tanyamu lagi, kau sudah paham dan mendekatiku
"Aku membencimu"jawabku, kemudian aku menangis dan kita bertengkar hebat setelahnya. Aku menceritakan semuanya padamu, mulai dari kau yang tak acuh padaku, kita kehilangan komunikasi, kau tidak pulang hampir 2 minggu. Kemudian kau pulang dengan keadaan mabuk dan parfum wanita. Aku benar-benar frustasi dan marah. Setelah aku selesai cerita kau memelukku, namun aku masih memberontak
"Maafkan aku, aku tidak menyadari sikapku telah merubahmu. Aku akan menjelaskannya"
"Tak ada yang perlu kau jelaskan, semuanya sudah jelas"jawabku, namun kau masih mengeratkan pelukanmu. Untuk kali ini aku keras kepala dan kau pun sama halnya
"Lepaskan aku!, lepaskan aku Choi Seungcheol!"teriakku sambil memukuli dada bidangmu dengan kuat. Hingga akhirnya aku berhasil melepaskan pelukanmu, kau terdorong mundur hingga beberapa langkah.
"Kalau kau punya simpanan diluar sana katakan saja!. Kalau kau tidak mencintaiku lagi katakan saja!. Aku akan dengan senang hati pulang ke negaraku, kembalikan aku sebagaimana kau memintaku dulu!"ucapku, aku dapat melihat kilatan amarah dibola matamu, rahangmu mengeras, aku tahu sekali kau adalah orang yang berpegang teguh dengan komitmen dan tidak akan dengan mudah mengatakan perpisahan.
Kau kembali mendekatiku dan langsung mencium bibirku dengan rakus. Menghimpit tubuhku ke dinding, kau bahkan memegangi kedua tanganku dan meletakannya diatas kepalaku, dan aku hanya bisa menangis disela-sela memberontak karena aku ingin melepas ciuman ini. Tenagamu lebih kuat tentu saja, aku tak mampu menandingimu. Airmatamu ikut menetes, aku tak tahu kenapa. Kau ikut menangis dan ciumanmu perlahan melembut dari yang pertama. Kemudian kau melepaskan ciuman panjang itu dan menyembunyikan wajahmu diceruk leherku.
"Jangan tinggalkan aku"katamu, kau kembali memelukku dengan erat seolah tak merelakanku pergi barang sedetik.
"Parfum wanita yang kau cium dikemejaku, bukan lah wanita simpananku diluar sana"katamu akhirnya, aku tak mempercayainya
"Dia adalah komposer baru di agensi dan malam itu kami memang pergi minum bersama Hansol dan Jihoon untuk me-refresh pikiran kami. Dia minum banyak sekali, bahkan sampai dia tertidur disana, kami bahkan harus mengantarnya pulang hingga kerumahnya. Orangtua perempuan itu juga terkejut melihat keadaan putri mereka yang mabuk berat dan diantarkan oleh 3 lelaki"jawabmu, aku tak bisa mempercayaimu begitu saja. Tapi kau tidak menyerah dan tetap meyakinkan diriku, kau menjelaskan semuanya secara detail. Kau menjelaskan kenapa kau tidak pulang, kenapa sikapmu sedikit berubah, kenapa kau lebih cenderung tak punya waktu untukku bahkan kau menjelaskan kenapa kau tak menghubungiku sama sekali saat kau tak pulang ke apartemen.
Perlahan, aku mengubur kembali sikap feminis yang telah menjadikanku keras kepala dan egois. Hanya kau yang bisa membuatku mengubur sikap feminis yang aku punya dalam hitungan menit. Aku mengembalikan kepercayaanku padamu setelah kau menelfon Jihoon dan menanyakan tentang wanita itu.
"My heart won't change. It won't ever change. Even if you erase me" –Choi Seungcheol
6 : Lancar/Jalan
Ada begitu banyak kisah cinta didunia ini. Masing-masing pasangan punya kisah cinta tersendiri. Ada kisah paling romantis, ada yang dibuatkan film, ada yang dituliskan dalam buku, ada yang mati bersama, ada pula yang harus berhenti ditengah jalan dan ada pula yang harus berakhir tragis. Tapi apakah kau tahu?, dalam setiap kisah cinta tidak semuanya berjalan dengan lancar. Bahkan dalam kisah yang paling romantis sekalipun. Termasuk kisah cinta kita.
Untuk mencapai titik kebahagiaan kita saat ini tentu saja sudah banyak yang kita lewati dan tidak semuanya berjalan dengan baik. Kita harus memulai kisah ini dengan sembunyi, kita kesulitan mendapat restu orangtua, belum lagi perbedaan yang terpampang nyata dihadapan kita, mendapat restu dari agensi dan fans, bahkan hampir meregang nyawa!. Aku rasa kita memang tidak terlalu cocok dengan angka 6 yang bermakna kelancaran, karena apa yang kita lewati tidak selancar kelihatannya. Tapi kau tahu, semuanya tidak buruk, walaupun kisah panjang kita tidak semulus yang orang-orang bayangkan, tetap saja kita bisa melalui semua kesulitan dan masalah dengan lancar.
Apakah tadi aku mengatakan bahwa kita tidak cocok dengan angka 6?, aku rasa aku perlu menarik kembali ucapanku. Walaupun kita harus melewati berbagai macam tantangan, kita bisa menyelesaikannya dengan baik. Denganmu, semuanya terasa mudah, semuanya akan lancar dan baik-baik saja. Aku percaya kita akan bisa melewati sebuah hal yang lebih besar daripada masalah yang sudah kita lewati sebelumnya. Aku yakin kita akan bisa melewati semuanya dengan lancar, pada akhirnya kita bisa melewati semuanya dengan mudah meskipun terasa sulit diawal.
7 : Bepergian
Aku suka dengan angka 7. Menurut sebagian orang angka 7 adalah angka keberuntungan, dan bahkan pelangi memiliki 7 warna. Selama ini aku tidak tahu jika makna filosofinya adalah Bepergian, sedangkan aku adalah tipe orang yang lebih nyaman dan betah jika tinggal di rumah. Tapi aku rasa itu ada hubungannya denganmu. Jika saja aku tidak memutuskan untuk pergi ke Ibu Kota untuk memenuhi syarat skripsi dengan Praktik Kerja Lapangan, mungkin aku tidak akan bertemu denganmu.
Seandainya aku tidak memutuskan untuk mengambil S2 di Korea, mungkin saja aku tidak akan bertemu denganmu lagi dan berakhir menjadi istrimu. Kau pun begitu, jika saja agensimu tidak membiarkan grup-mu konser di negaraku. Aku rasa kita tidak akan bertemu.
Aku rasa, bepergian tidak kalah menguntungkan dari berdiam diri dirumah. Kau tipe orang yang suka berpetualang, bepergian dan menjelajah. Aku kebalikan darimu, tetapi aku tidak keberatan. Aku akan senantiasa ikut kemanapun kau mengajakku, karena dengan bersamamu saja aku sudah sangat bahagia. Apalagi ketika kau mengajakku untuk Bulan Madu kedua ke Maldives –tempat yang paling aku suka– setelah promosi album selesai dan kau diberi masa tenggang.
Saat itu adalah hari ulang tahunku dan kau baru pulang dari Busan setelah menghadari acara Award disana. Kau bilang kau akan diberi masa tenggang dan sesungguhnya aku tidak mengharapkan apapun darimu. Karena aku yakin kau lelah dan hanya ingin beristirahat di apartemen. Tapi ternyata, kau pulang dengan membawa tiket wisata ke Maldives selama seminggu, kau bilang itu adalah Bulan Madu kedua kita. Padahal, setelah menikah kita telah bulan madu ke Karibia dan kali ini kau mengajakku kembali ke sebuah tempat yang paling aku sukai setelah Karibia. Aku sangat bahagia, kau selalu mengerti dimana letak kebahagiaanku.
Aku akan mengikuti kemanapun kakimu melangkah pergi. Selama itu bersamamu, aku akan senantiasa menemukan kebahagiaan walaupun jika keadaan kita berada di titik terbawah sekalipun
8 : Kekayaan/Harta
Kau menyukai angka 8, kau bilang jika angka itu diputar 90˚ maka akan menjadi simbol tak hingga yang berarti tidak terbatas, tanggal lahirmu juga tanggal 8, kau juga lahir dibulan 8 dan tanggal lahirku juga memiliki angka 8 ditanggalnya. Tapi apakah kau tau?, angka 8 dengan dirimu itu cocok, Angka 8 itu bermakna Kekayaan/Harta. Tidak, aku tidak sedang membicarakan kesuksesanmu ataupun uang yang sudah kau hasilkan. Aku bukan perempuan yang materialistis yang akan meninggalkanmu jika finansialmu berada di titik terbawah.
Tapi apakah kau tahu kenapa aku mengatakan bahwa kau cocok dengan angka 8?. Itu karena kau adalah harta yang paling berharga buatku, kau adalah harta karun yang telah berhasil aku temukan dan aku tidak akan biarkan siapapun merebutnya dariku. Kau adalah sebuah harta yang juga ikut mempertahankan aku sebagai pemilikmu, sebuah harta yang juga tidak mau melepaskanku, sebuah harta yang tahu kemana harus kembali. Sebuah harta yang tak ternilai harganya, mengisi hari-hariku dengan kebahagiaan yang lebih berharga dari harta berupa emas ataupun permata.
Ya, dirimu berharga dan kau adalah seorang laki-laki edisi terbatas. Aku tidak yakin akan menemukan laki-laki yang sama seperti dirimu jika aku berusaha mencari laki-laki lain diluar sana.
9 : Selamanya
Menurut Filosofi, angka penutup ini memiliki makna selamanya. Alasannya simpel, berapapun angka yang dikalikan 9, maka akan kembali ke angka 9. Apa aku percaya?, tentu saja tidak. AWALNYA. Sekarang aku sedikit percaya dengan filosofi itu.
9 x 5 = 45 4 + 5 = 9 (kembali ke sembilan)
9 x 13 = 117 1 + 1 + 7 = 9 (kembali ke sembilan)
9 x 152 = 1368 1 + 3 + 6 + 8 = 18 1 + 8 = 9 (kembali ke sembilan)
Aku tidak mengerti kenapa angka ini diciptakan begitu unik dan diletakan sebagai angka penutup. Mirip dengan 0 yang juga unik sebagai angka pembuka. Aku pikir inilah kecocokan kita dengan angka. Berawal dengan keunikan masing-masing, berakhir menjadi satu. Memulai kisah ini dengan cara yang aneh, tetapi berakhir dengan bahagia pula.
Selamanya, adalah waktu yang lama. Bahkan lebih lama dari sisa umurku di dunia. Aku ingin terus bersamamu, di surga dan kekal disana. Aku juga ingin hidup bersamamu lagi jika yang namanya reinkarnasi itu ada. Karena aku ingin selalu menikmati setiap kasih sayang yang kau berikan padaku. Aku berharap kita bisa senantiasa menjaga setiap komitmen yang telah kita buat dan terus menjaga janji pernikahan kita. Choi Seungcheol, aku mencintaimu.
∞ : Tak Hingga
Ini bukan angka, hanya saja akan merangkum seluruh angka-angka yang tercipta dari semua angka utama diantara 0-9. Tak Hingga, sebuah simbol yang bermakna tak terbatas. Katakan saja aku membual ketika aku sampai di bagian ini. Aku juga sebenarnya bingung ingin menuliskan apa karena sejujurnya aku tidak dapat mendeskripsikan perasaan yang kurasakan ketika aku berulang kali jatuh cinta padamu. Lagi dan lagi jatuh kedalam pesonamu
Kau tahu, sebenarnya aku bisa saja melanjutkan tulisan ini pada angka 11, 12, 100, 200, 1000 atau bahkan triliunan untuk mendeskripsikan dirimu. Tetapi aku tak ingin tulisan ini semakin panjang dan pada akhirnya hanya akan dilewatkan begitu saja karena bosan. Selain itu, aku juga tidak mau membagikan beberapa kesempurnaanmu yang lain, aku rasa cukuplah aku sendiri yang merasakan setiap perilaku manis yang kau limpahkan padaku, aku ingin menyimpan sisi-sisimu yang lain sendiri. Jadi, aku hanya akan merangkum segalanya disini.
Seungcheol-ah, kau mungkin bukan pria paling baik di muka bumi ini, tetapi sikapmu itu sudah sangat cukup membahagiakan diriku. Bahkan terkadang aku merasa akulah yang beruntung mendapatkan laki-laki sepertimu, meskipun kau mengatakan berkali-kali bahwa kau adalah pria yang beruntung karena mendapatkan perempuan sepertiku. Aku tidak mampu mendeskripsikan semua hal yang telah kita lewati karena aku hanya terlalu bahagia.
Aku bukan orang yang sangat pintar dalam matematika, nilai matematikaku juga tidak terlau bagus, hanya sedikit yang bagus. Aku memang bukan ahli matematika terkenal yang bisa memecahkan rumus paling sulit tetapi aku tahu tentang hal ini.
Untuk menuju ke angka 1, ada angka 0, dan dari 0 akan ada 0,01, 0,002, 0,1, 0,11, 0,12 dan seterusnya bahkan terkadang sangking banyaknya angka desimal dibelakang koma, sebuah kalkulator akan menampilkan error di layarnya. Begitu pula menuju angka 2, dan bagaimana pula jika angka-angka itu dijabarkan lagi hingga triliunan atau bahkan lebih besar dari triliun, tentu saja tidak akan terbayangkan akan ada berapa banyak ketakterhinggaan yang ada. Jadi, ketika aku mendeskripsikan dirimu di bagian ini, walaupun aku terlihat mendeskripsikanmu satu-persatu tetapi sebenarnya ada beberapa hal yang masih tersembunyi, tak terlihat dan mungkin bahkan aku juga tidak menyadarinya dan aku ingin menikmati itu semua sendiri.
Sebuah angka memiliki ketakterhinggaan, dan dari ketakterhinggaan itu memiliki hubungan dengan ketakterhinggan lain, jadi beribu-ribu kata, berlembar-lembar kertas tak cukup untuk sekedar mendeskripsikan dirimu, menjabarkan kisah cinta kita. Itulah kenapa aku menyebutnya, Tak Hingga. Hanya aku, dirimu dan Tuhan yang mengetahui ketakterhingaan yang tersembunyi itu. Aku menikmati itu semua dan kuharap kaupun sama halnya.
TBC
Udah bab 2 aja. untuk yang nomor 2 itu, aku keinget sama yang pernah bilang kalo dia pengen punya anak 4. 3 cowok, 1 cewek, jadi aku buat gitu deh. BTW, di yang bagian tak hingga, itu jujur aku mengambil kutipan dari novel The Fault in Our Stars, tapi aku rombak dikit jadi versi aku.
Jangan lupa like dan komen ya untuk memperbaiki hasil karyaku kedepannya.
