A : Apartemen menuju Rumah
Belum ada satu minggu kita pindah kerumah baru. Para member sudah sibuk ingin berkunjung dan membuat Barbeque kecil sebagai pesta pembukaan rumah baru. Aku tidak bisa menolak, bagaimanapun mereka juga anak-anakku, keluargaku. Mereka juga yang dengan senang hati membantu kita dihari pindah dan mengemas barang, meskipun harus bergantian karena jadwal mereka.
Jadilah kita menyepakati hari dimana mereka bisa datang. Hari dimana seluruh member free dari seluruh kegiatan. Aku telah membeli keperluan barbeque seperti daging, ayam, ikan, dan seafood. Hanya saja aku tidak membeli banyak ikan dan seafood, karena Wonwoo tidak suka. Sehingga aku memperbanyak daging dan ayam. Membeli beberapa ramen, soju dan juga minuman soda. Sebelum waktu yang disepakati tiba, member sudah datang sedangkan aku masih harus membersihkan makanan yang akan dipanggang dan menyiapkan saus barbeque.
"Y/N-ah, kami akan membantumu menyiapkan pesta kita. Kami tahu, member terlalu banyak dan pasti akan sedikit merepotkanmu"kata Seokmin mengambil alih makanan yang telah kubersihkan dan meletakannya di halaman belakang, tempat dimana kami akan menggelar pesta kecil
"Kalian adalah tamu, jangan repot-repot. Sudah sewajarnya aku menjamu kalian"kataku melihat para member yang ikut turun tangan menyiapkan semuanya dibelakang, sebagian membantuku di dapur
"Tidak apa-apa, kau masak saja yang enak. Seungcheol hyung bilang masakanmu enak"kata Soonyoung dengan gamblang, telingaku terasa panas. Aku tidak menyangka suamiku memujiku hingga ke teman-temannya.
Setelah semua selesai, member membantuku membawa makanan dari dapur ke meja di halaman belakang. Mingyu dan Seungcheol terlihat sedang menyiapkan bara api untuk memanggang daging.
"Noona, duduklah disini"
Itu adalah maknae, Chan. Memberikanku sebuah tempat duduk di sebelahnya dan kursi kosong disebelahnya lagi yang aku yakini itu adalah milik Seungcheol.
"Iya aku akan duduk disitu, setelah aku selesai memanggang daging"kataku, kemudian memanggang daging untuk semua, tak lupa suamiku ikut membantu setelah selesai menghitung semua member yang datang. Memastikan 12 orang datang semua, haha itu adalah kebiasaannya. Dia tidak bisa melepas kedudukannya sebagai leader barang sedetik.
Aku cukup lelah juga karena harus berdiri meskipun sesekali aku ikut memakan apa yang ada dihadapanku, tapi tetap saja tidak bisa memakan dengan santai, aku bahkan belum memakan ramennya. Untunglah Seungcheol adalah suami yang perhatian, dia menyuapiku dengan ramen dan daging yang sudah dibungkusnya dengan selada. Sepertinya, aku harus mengurungkan khayalanku yang iseng mengatakan ingin mempunyai 13 anak agar ada Seventeen generasi kedua, mengurus 13 orang itu ternyata sulit.
"Y/N-ah, duduk lah. Biar aku yang memanggang"ucap Mingyu menawarkan diri, Jeonghan juga ikut turun tangan.
Aku duduk dan makan dengan tenang, mempercayai semuanya pada Mingyu dan Jeonghan. Masakan Mingyu enak juga. Aku meraih botol soju dan menuangkannya ke gelas, aku rasa meminum satu gelas tidak ada salahnya. Tetapi tangan besar Seungcheol menghalangiku untuk meminumnya, tangan besar itu dengan segera membawa gelas itu kebibirmu dan membiarkan meminumnya.
"Kau tidak tahan dengan alkohol sayang, satu gelas saja sudah membuatmu pusing. Ingat kisah tentang sebotol Soju yang kau minum?" tanyamu, kau berhasil membuat pipiku memerah karena itu. Setelahnya, anak-anak itu penasaran dengan cerita antara aku dan sebotol Soju
"Itu rahasia" jawabmu, membuat semua anak-anak itu mendesis, beberapa ada yang berusaha memaksamu untuk bercerita
Berkumpul seperti ini, makan bersama, membuatku lagi-lagi harus melihat tingkah absurd 12 anak-anak itu. Mereka sama sekali tak bisa diam, ada saja ulah mereka. Tapi aku senang melihatnya, aku merasa terhibur. Hingga ada saatnya dimana semua makanan sudah habis dan mereka memulai mengobrol serius setelah memberikan bingkisan kecil khas orang Korea bagi orang-orang yang baru pindah rumah.
"Hyung, adakah alasan kau membuat rumah seperti ini?. Siapa yang mendesain?"tanya si cerewet Seungkwan
"Ne, aku kira kau akan membuat rumah yang lebih besar"sambung Joshua
"Lebih baik, biar Y/N saja yang menjelaskan pada kalian. Dialah yang meminta rumah seperti ini"ucap Seungcheol, semua mata melihat kearahku. Aku jadi salah tingkah
"Eum begini, aku dan Seungcheol hanya tinggal berdua untuk sementara ini. Seungcheol juga sering meninggalkanku dirumah sendiri, aku rasa akan sangat sepi jika tinggal dirumah yang terlampau besar. Dari dulu aku ingin sekali, jika menikah aku yang menangani sendiri semua pekerjaan rumah tangga, mengurus suami, memasak, membersihkan rumah, meskipun suamiku dikalangan berada ataupun terkenal seperti Seungcheol, jadi dengan bantuan arsitek aku mendesain rumah yang tidak terlalu besar seperti ini agar aku tidak terlalu lelah mengurusnya"jelasku
"Semua eksterior dan interior disini terlihat sederhana dan sangat sejuk"ucap Minghao
"Ya, aku tidak suka sesuatu yang terlalu berlebihan ataupun terlewat glamor. Jadi aku ingin yang sederhana saja. Aku dan Seungcheol sering menghadapi komputer dan radiasinya tentu tak baik, jadi aku rasa menanam sedikit pohon dan rumput dihalaman belakang akan membantu. Aku membuat banyak sekali jendela yang besar, selain rumah ini Semi-Rumah kaca, aku juga memanfaatkan matahari disiang hari agar tidak terlalu banyak memakan listrik, selain itu agar sirkulasi udara jadi lebih bagus, tidak menghirup udara AC saja. Rooftop kecil diatas untuk mencari inspirasi, aku berencana akan membeli teleskop untuk mengamati bintang, ayunan di halaman depan juga untuk mencari inspirasi dan ruang kosong dibagian samping aku beri sedikit tempat duduk. Halaman depan sengaja tidak terlalu luas dan penuh dengan rumput, aku suka berjalan tanpa alas kaki diatas rumput. Kolam renang indoor, itu pilihan Seungcheol, selain menghemat lahan, kolam renang indoor juga bisa dipakai walau di musim dingin"jawabku
"Aku rasa rumah ini memang cocok untuk kalian berdua"ucap Jihoon
"Wonwoo-ya, kau juga akan senang dengan salah satu interior dirumah ini, Y/N menyiapkan sebuah perpustakaan kecil dengan sofa untuk membaca dan window seat yang menghadap ke jendela yang langsung menuju keluar. Kau tahu, membaca disitu membuatmu disinari cahaya. Itu juga dibuat karena Y/N suka membaca"jelas Seungcheol
"Aku rasa, aku akan membuat seperti itu juga dirumah masa depanku"ujar Wonwoo
"Sebenarnya, aku ingin membelikan Y/N rumah yang lebih besar karena aku ingin memiliki 4 anak, tapi dia tak mau. Kecuali, ketika rumah terasa semakin sempit dengan anak yang banyak nanti, barulah dia mau. Untuk kesini saja, dia sempat menolak dan berpikir apartemen sudah cukup"ucap Seungcheol, dia benar-benar jujur
Kami terus saja bercengkrama dengan mereka, menghabiskan sisa minuman yang ada, hingga tak terasa malam yang semakin larut. Aku benar-benar terhibur dengan tingkah konyol ke-12 orang dewasa yang kelakuannya masih seperti bocah ini.
"Y/N-ah, terima kasih atas makanannya malam ini. Enak sekali. Sesekali, boleh juga kau mengantar makanan ke Dorm" ucap Soonyoung diselingi godaan. Seungcheol hanya men-death glare pria sipit itu dan dibalas cengiran khas-nya
"Ah sama-sama, Mingyu oppa juga masakannya enak"kataku memuji
"Jinjja, gomawo"ujar Mingyu
"Terima kasih karena kalian banyak membantuku menyiapkan pesta Barbeque kecil ini"kataku
"Yedeura, aku rasa sudah saatnya kita pulang"kata Jun menginterupsi.
"Noona, Hyung. Lain waktu aku ingin menginap disini, member juga aku rasa ingin"kata Chan, entahlah. Apakah dia sedang berbasa-basi atau bersungguh-sungguh
"Boleh saja, datanglah kapanpun kalian mau. Dulu saat masih di apartemen juga kalian sering datang" kataku
"Yedeura, sebelum kita kembali ke Dorm akan lebih baik jika kita membantu Seungcheol dan Y/N membereskan kekacauan yang kita buat"ucap Jeonghan, semua member tampak setuju
"Kita akan buat games, siapa yang kalah harus membereskan semuanya"lanjutnya
Jeonghan tetaplah Jeonghan dengan segala kelicikannya. Dia yang mengajak, dia pula yang mengusulkan permainan. Jika seperti ini, aku berani taruhan jika Jeonghan pasti akan selalu menang dan akhirnya dia tidak akan ikut membantu. Jeonghan sangat ahli dalam permainan dan kadang dia cukup licik. 30 menit bermain, keluarlah Vernon, Dino dan Jun sebagai yang kalah. Mereka harus membereskan bagian belakang, Seungcheol ikut tentu saja sebagai tuan rumah. Ada beberapa member turut membantuku mencuci semua alat masak di dapur. Setelahnya, mereka pulang ke dorm.
TBC
Nahhh, inilah Bab yang aku bilang akan menjadi sub-bab. Ya termasuk bab 2 sih. Jadi sesuai judul bab-nya alfabet. Sub-bab nya itu memuat semua kisah berdasarkan abjad dari A-Z. Penasaran?. Baca terus ya
Jangan lupa buat like dan tinggalkan komentar. Gomawo^^
