B : Baju

Sudah bukan hal yang aneh jika aku sering berada dirumah sendiri. Apalagi jika Comeback dan World Tour tiba, aku sudah harus terbiasa sendiri. Sesungguhnya aku tidak masalah tinggal sendiri di rumah karena aku tidak takut. Hanya saja, aku sudah terbiasa dengan keberadaanmu disekitarku membuatku sering mencari-cari dan merasa kehilangan jika kau tidak pulang dari minggu hingga ke bulan. Ya, sesekali aku merasa sangat merindukanmu ketika kau tidak ada dirumah dan pergi kesana- kemari, pergi ke antar provinsi maupun antar negara.

Benar, kita bisa Video Call dan berbicara dengan bertatap muka. Tetapi tetap saja baumu telah menjadi canduku dan belum ada teknologi yang bisa menggantikannya. Jika sudah seperti itu, jiwa Sasaeng yang terkubur dalam diriku akan keluar dengan sendirinya. Kau tahu apa?, memakai parfum-mu, sabun mandi dan sampo milikmu dan bahkan bajumu yang masih meninggalkan bau tubuhmu akan aku pakai untuk mengikis kerinduan yang menyiksa. Persetan dengan bajumu yang begitu kebesaran ditubuhku.

Satu kali, kita pernah menjalani hubungan jarak jauh. Kali ini bukan kau yang pergi meninggalkanku tetapi aku. Ya, aku pulang kenegaraku untuk beberapa bulan karena ada keperluan. Kau mengatakan sangat merindukanku, selalu seperti itu tetapi kau merasa rindu itu sudah terobati dengan hanya Video Call, padahal dirimu selalu memelukku sangat erat setiap kali aku menjemputmu di bandara ataupun saat kau sampai dirumah. Ya, begitulah laki-laki, selalu memandang gengsi.

Malam itu, kau menelponku, Video Call tepatnya. Sudah satu bulan aku belum pulang, aku sangat merindukanmu dan kau juga demikian. Kebetulan malam itu aku memakai bajumu. Ya, salah satu bajumu aku masukan kedalam koper sebelum berangkat, untuk berjaga-jaga.

"Omo!, itu kemejaku kan?"tanyamu, aku mengangguk

"Aku mencarinya kemana-mana, aku kira dicuri Sasaeng. Ternyata istriku sendiri sasaeng-nya"katamu, aku tertawa mendengar penuturanmu

"Merindukanmu itu hal yang menyiksa, bau tubuhmu telah menjadi canduku. Jadi aku rasa memakai baju yang wanginya sama denganmu bisa mengobati rinduku. Terlebih baju ini sengaja tidak aku cuci"jawabku

"Aigoo, istriku ternyata lebih mengerikan dari sasaeng. Oh iya, Bukannya setiap bajuku selalu kebesaran dibadanmu ya?"

"Iya, memakai kemeja ini saja aku tidak perlu memakai bawahan"jawabku. Kau diam tetapi raut wajahmu mencurigakan

"Yak Choi Seungcheol, jangan berpikiran mesum!"kataku, kau menggaruk tengkukmu yang tidak gatal sambil menyengir

Sebenarnya bukan hal yang baru jika kau melihatku memakai pakaianmu. Kau sering menangkap basah diriku yang memakai pakaianmu. Hal yang paling sering terjadi adalah ketika kau baru sampai dirumah dan menemukanku didapur menggunakan baju-bajumu. Rindu adalah alasan utama aku memakai bajumu, tapi ada alasan lain kenapa aku memakai bajumu. Aku suka!, aku merasa nyaman menggunakan bajumu.

TBC

Bab 3 udah bagian B. Tapi masih ada aja yang sider. Apakah ff ini jelek?

Tolong jangan sider ya, hargai karya author. Kalau memang jelek, tolong berika komentar agar author bisa memperbaikinya