C : Cemburu
Kau memang orang yang protektif, kau benar-benar menjadikanku seperti asetmu yang paling berharga. Tak jarang kau akan mengomel jika aku memakai pakaian yang terlalu terbuka ketika berada diluar. Kau juga tidak pernah membiarkan aku memakai rok yang tingginya lebih dari setengah paha, paling tinggi kau mengijinkanku memakai rok yang tingginya paling tidak 5 cm diatas lutut, tapi kau akan lebih senang lagi jika aku memakai rok dibawah lutut. Kau juga lebih senang jika aku memakai pakaian yang tidak memperlihatkan tulang selangkaku.
Sesekali, kau mengijinkanku memakai pakaian yang terbuka, tepatnya sedikit terbuka. Itupun kau tidak akan membiarkanku memakai rok pendek ataupun atasan yang terlalu turun. Off shoulders adalah salah satu atasan yang kau izinkan, itupun hanya ketika aku pergi denganmu. Kau menuliskan catatan salah satu lirik rap-mu di pintu walk-in closet.
"Kau berpakaian rapi, mataku menganggapnya tidak pantas
Kau harus menutupinya hingga ke lututmu
Dan setelah itu barulah aku puas
Kancinglah bajumu hingga ke leher,
jangan biarkan tulang selangka mu terlihat"
"Hanya untuk mengingatkanmu sayang. Kau adalah milikku, hanya aku yang boleh melihat semuanya" kata-kata itu berhasil membuatku tersipu
Kadang aku juga protes
"Tak adil!, oppa bisa menunjukan otot oppa pada fans, atau pakai baju V-neck hingga tulang selangka oppa terlihat"
"Aku laki-laki sayang, lagipula hanya lengan. Abs tetap untukmu"kau masih saja bisa menjawab
"Aish dasar Choi Seungcheol gila, kau tidak punya abs"kataku kesal sendiri, menggerutu karena kau memang tidak pernah topless didepan fans karena kau tidak memiliki abs tetapi perutmu cukup kencang untuk dibilang berlemak ataupun buncit.
Jadilah aku selalu menurutimu, lagipula aku memang tidak terlalu nyaman jika berpakaian terlalu terbuka, walaupun sesekali aku juga ingin memakai pakaian yang memperlihatkan bahu ataupun paha. Kau juga senantiasa membelikanku baju-baju yang cenderung tertutup dan sopan. Tapi aku rasa, sifat protektifmu tak hanya sampai disitu. Kau juga cemburu pada beberapa member-mu sendiri.
Kau adalah ayah di Grup, aku menikah denganmu itu artinya aku adalah ibu mereka meskipun pada kenyataannya, umurku lebih muda dari mereka semua. Bahkan dengan Chan sekalipun, aku masih lebih muda setahun dengannya. Sesekali, kau mengajakku ke Asrama ataupun terkadang kau membiarkan ke-12 anak itu merusuh di Apartemen kita, dan semakin merusuh ketika kita telah membeli rumah.
Aku dekat dengan mereka semua, tetapi ada beberapa member yang benar-benar lengket denganku. Selain mereka yang menganggap aku Ibu ataupun Noona, aku juga merasa nyaman dengan mereka. Aku paling dekat dengan Joshua yang cenderung kalem, sabar dan dia adalah pendengar yang baik. Aku cukup dekat dengan Chan yang menganggap aku Ibu dari Seventeen, bahkan dia memanggilku Noona padahal umurku setahun lebih muda darinya. Aku juga bahagia didekat BooSeokSoon terlebih Soonyoung dan Seokmin karena selalu saja ada lawakan yang mereka lemparkan padaku. Aku cukup dekat dengan Mingyu ketika kami berkutat di bagian memasak ataupun beres-beres. Tak lupa Seokmin juga tak kalah ahli dalam memasak.
Jeonghan sangat suka menggoda tetapi at least dia adalah orang yang cukup sabar dan menjadi pendengar yang baik meskipun beberapa kali kami terlibat dalam perdebatan kecil dan konyol. Vernon dan Jun Hui cukup pendiam, butuh waktu yang paling lama untuk bisa dekat dengan mereka karena aku juga tipe orang yang tidak terlalu banyak bicara jika tidak kenal. Tetapi mereka orang yang cukup hangat ketika aku mulai terbiasa, hanya saja Jun Hui orang yang cukup narsis dan terkadang dia malah kena omongan savage dariku, tapi beberapa waktu kami cukup dekat terlebih jika berhubungan dengan kucing, karena kami sama-sama suka!.
Vernon pula tidak suka berdebat dan sabar, terkadang dia malah sering asik dengan dunianya sendiri. Jihoon menjadi salah satu temanku jika kalian membully kami soal tinggi badan, tapi aku senang dengannya, dia orang yang cukup cerewet. Tidak ada satupun dari kalian yang berani dengan Jihoon, hahaha.
Wonwoo, kelihatannya dia cuek, tapi dia orang yang cukup hangat dan masih mau melakukan hal-hal konyol, mirip dengan Jun Hui, dia juga suka kucing bedanya Wonwoo takut anjing sepertiku. Seungkwan adalah member yang cerewet dan suka heboh, tapi dia yang membuatku jadi mudah dekat dengan yang lain karena mulut embernya. Minghao si penggila fashion, sesekali anak itu memberikanku saran dalam ber-fashion, tapi kadang mulutnya juga pedas. Aku menyayangi semua member ini, berusaha dekat dengan semuanya sama seperti dirimu sebagai leader yang mengayomi mereka.
Aku akui aku paling nyaman dengan Joshua, Chan juga terkadang sering merengek denganku, persis sepertimu. Aku juga sering membawakan mereka masakan rumah, untuk member makan bersama di dorm. Tapi, ada titik dimana kau merasa cemburu dengan Joshua. Kau memang tidak mengatakannya, tapi aku bisa menyimpulkan kau cemburu dengan perubahan perilakumu.
Saat itu, kita hendak pulang ke rumah. Kita baru dari asrama dan kau juga telah menyelesaikan pekerjaanmu. Tapi ada yang aneh saat itu, kau hanya diam saja. Aku pun meyakini kalau ada sesuatu yang salah. Tapi aku belum menyadari jika kedekatanku dengan Joshua beberapa waktu benar-benar membakar api cemburumu.
"Tadi, kau membicarakan apa dengan Joshua?"tanyamu dengan wajah masam. Aku sudah biasa melihatnya, mungkin saja kau baru kena damprat dengan PD-nim atau lagumu belum selesai.
"Eung, tidak ada yang penting. Beberapa tentang bisnis karena Shua oppa memiliki ayah seorang pebisnis, dan aku ingin menjalankan sebuah bisinis untuk investasi. Jadi aku bertanya padanya"jelasku
"Kenapa kau tidak pernah mendiskusikan hal ini padaku?"tanyamu sinis, wajahmu datar dan dingin tidak ada senyuman yang biasanya aku lihat
"Aku baru saja ingin mendiskusikannya denganmu saat di rumah"jawabku. Seungcheol baru saja ingin melanjutkan omongannya. Tiba-tiba kaca mobil diketuk
"Eoh Shua oppa. Ada apa?"tanyaku, orang yang mengetuk kaca mobil itu adalah Joshua
"Syukurlah mobil kalian belum pergi. Y/N-ah, ini ponselmu tertinggal"ujar Joshua sambil memberikan ponselku
"Ah iya aku lupa. Terima kasih sudah membawakannya padaku, apakah dayanya sudah penuh?" tanyaku
"Belum terlalu, tapi kau bisa lanjut mengisinya dirumah"jawabnya, aku hanya ber-Oh ria
"Terima kasih atas chargernya"kataku. Joshua hanya tertawa kecil, menampilkan eyesmilenya yang khas
"Jangan sungkan, hanya charger. Kalau kau butuh ponsel untuk menelpon atau uang ketika lupa bawa dompet. Bilang saja"ujar Joshua
"Ah oppa berlebihan. Sekali lagi terima kasih ya sudah berlari kebawah untuk mengantarkan ponselku" kataku
"Ya sama-sama. Kalau begitu aku akan naik lagi. Hati-hati dijalan"ujar Joshua kemudian meninggalkan mobil kami
"Besok, kau tidak usah ikut ke Dorm. Aku harap kau masih belum bosan dengan acara favoritmu" katamu, kau melajukan mobil dengan kecepatan sedang
Aku tahu sekali kau sedang sibuk belakangan ini karena sedang menggarap Album bersama Jihoon, Bumzu dan musisi lainnya untuk boyband yang baru debut. Kau jadi sering sekali meninggalkanku dirumah, beberapa hari ini kau malah membiarkanku di Asrama. Perlahan, aku mulai kekurangan perhatianmu karena kau sangat sibuk. Aku pun mulai mendekat kepada beberapa member terutama Joshua.
"Kenapa?. Bukannya aku tidak mengganggumu?. Aku senang ada di Dorm, aku jadi punya teman. Melihat kekonyolan BooSeokSoon, beradu mulut dengan Jeonghan, bertukar pikiran dengan Joshua" kataku, aku dapat melihat rahangmu mengeras sedetik setelah aku menyebutkan nama Joshua
"Cih, kau sepertinya sudah menemukan kebahagiaan lain selain denganku"desismu
"Kau kenapa oppa?. Aku tahu kau pusing dengan lagu yang kau garap. Tapi tak biasanya kau ketus"
"Lagu itu sudah siap"katamu datar
"Apakah oppa cemburu?"tanyaku lagi
"Tidak, siapa yang aku cemburui?"tanyamu sarkas
"Ya, kau cemburu sayang, Matamu tidak bisa berbohong"
"Tidak, untuk apa aku cemburu"katamu, kau masih saja belum mengakui. Entahlah, aku tak paham. Kau gengsi atau kau tidak menyadari perasaan yang membakar itu adalah cemburu
"Iya kau cemburu. Kau cemburu dengan Joshua. Bisa kau tepikan mobilnya sebentar?"pintaku, kau memutar matamu malas kemudian menepikan mobil
"Ayo kita pindah kebangku belakang, aku khawatir ada paparazi yang mengikuti"kataku, kau pun hanya menuruti. Sedetik setelah kau duduk, aku langsung menduduki paha kekar yang kau miliki. Duduk menghadapmu. Menciumi setiap inchi wajahmu, bibir, hidung, pipi, lengkungan dipipimu, kening, rahang, semuanya!.
Chu~ (keningmu)
"Walaupun oppa sibuk dan mengacuhkanku..."
Chu~ (kedua matamu)
"Meskipun waktu dan kasih sayang oppa terbagi dengan pekerjaan"bisikku diteligamu
Chu~ (Hidung mancungmu)
"Tidak akan ada yang bisa menggantikan posisimu dihatiku"kataku tepat beberapa senti dari wajahmu
Chu~ (kedua pipimu)
"Walaupun aku merasa nyaman dengan Joshua, tapi kau lebih dari membuatku nyaman dari Joshua"
Chu~ (bibirmu)
"Karena aku milikmu, semua milikmu"kataku. Sedetik kemudian kau menghujaniku dengan ciuman. Setiap inchi wajahku
Chu~ (mataku)
"Mata ini, hanya boleh melihatku"
Chu~ (hidungku)
"Hidung ini hanya boleh menghirup feromonku"
Chu~ (kedua telingaku)
"Telinga ini hanya boleh mendengar suaraku"katamu tepat ditelingaku hingga membuatku merinding
Chu~ (bibirku)
"Bibir ini, hanya boleh tersenyum untukku, dan hanya aku yang bisa menciumnya"
Kau melumat bibirku dengan penuh perasaan. Kau merapatkan diriku dengan meraih pinggang dan tengkuk. Kau melepasnya setelah kau merasa kita membutuhkan oksigen. Kening kita merapat, berebut oksigen dengan wajah yang cukup dekat.
"Aku tak tahu. Rasanya panas sekali melihatmu tertawa lepas dengan pria selain aku. Rasanya aku dimakan amarah ketika kau seperti tak kehilangan diriku yang sibuk"katamu
"Aku juga merasa kehilangan sayang. Hanya saja, teman-temanmu begitu menghiburku sehingga aku hampir melupakan fakta bahwa waktumu untukku semakin menipis"kataku, kau meletakan kepalamu didadaku dan memeluk pinggangku erat. Aku menikmati rambutmu yang halus dan wangi sambil membelainya lembut
"Omong-omong, Joshua tidak akan menyukaiku. Aku kan jelek"kataku merendah
"Ya! Apa katamu?. Cantik itu relatif. Mungkin kau tidak secantik idol Korea yang aku kenal ataupun selangsing mereka. Tapi bagiku kau sudah cukup"katamu tidak setuju
"Maaf jika aku terlalu cemburu, maaf jika aku terlalu protektif"katamu lagi
"Aniya, sifat oppa masih dalam batas wajar. Selama kita menikah, baru kali ini oppa merasa cemburu"
"Aku tidak akan berburuk sangka lagi padamu. Terlebih dengan memberku"katamu. Aku menarik wajahmu kemudian mengecup bibirmu
"Ayo kita pulang"kataku, setelahnya aku turun dari pangkuanmu dan berpindah ke bangku depan. Aku khawatir jika kita berlama-lama disini akan ada polisi lalu lintas yang curiga kita sedang berbuat mesum dan mengira kita belum menikah.
Aku tidak mengerti kenapa kau cemburu dengan Joshua padahal kau telah mengenal pria itu bertahun-tahun lamanya dan sudah mengetahui pasti sifat pria itu. Sebelumnya kau memang bersikap protektif tetapi kau tidak pernah merasa cemburu bahkan dengan teman-teman kerja dan team-ku, atau bahkan teman lamaku di kampus. Kau juga tidak pernah cemburu jika aku mengatakan "Tampan" kepada setiap aktor yang aku lihat di drama, malah terkadang kau mengatakan lebih tampan dirimu. Tapi sudahlah, aku senang kau cemburu. Itu artinya kau mencintaiku dan rasa itu tidak berubah.
