J : Janji Pernikahan
Setiap orang, pasti memiliki dokumentasi saat pernikahan. Dari hanya sekedar foto hingga full rekaman dari acara dimulai hingga selesai. Pernikahan kita salah satunya, awalnya aku tak berniat memutar CD berisi rekaman dokumentasi pernikahan kita. Tapi saat itu, aku sedang membersihkan semua hal yang berdebu dan menyusunnya ulang agar gampang untuk dicari, hingga akhirnya aku menemukan album foto pernikahan kita. Ada banyak sekali foto-foto pernikahan kita mungkin karena pesta pernikahan yang kita gelar 2 kali. Jangan lupa foto pre-wedding!
Beberapa dari foto-foto itu, memang ada yang kita pajang di rumah ini. Bukan hanya foto saat acara tetapi juga foto Pre-Wedding, dan beberapa dari foto-foto yang dipajang tentu ada 1-2 foto yang kita cetak dengan ukuran besar. Seharusnya aku sudah biasa melihatnya tetapi aku masih saja kagum dengan foto-foto di album dan tersenyum sendiri mengingat hari pernikahan kita.
Setelah acara beres-beres selesai, aku memutar CD dokumentasi kita. Aku seperti flashback lagi, mengingat segala hal tentang pernikahan kita dari mulai persiapan hingga acara berlangsung. Aku memulainya dengan dokumentasi pernikahan di negaraku. Bagiku, hal paling romantis didunia ini adalah ketika kau mengucapkan kata-kata pengikat diantara kita, yang menjadikan kita sah dimata negara maupun Tuhan. Kau memasangkan cincin nikah dijari manisku, dan aku pun demikian. Aku memandangi dan mengusap cincin emas putih dengan berlian yang masih bertengger apik di jari manisku hingga kini.
Beberapa kali aku terkikik geli karena kau sedikit kebingungan dengan segala adat yang harus dilakukan saat resepsi di negaraku. Tapi aku juga merasa puas karena kau terlihat tampan dan cocok menggunakan pakaian adat. Resepsi kedua kita gelar seminggu kemudian di Korea, dan kita telah sepakat untuk memundurkan malam pertama kita hingga resepsi yang kedua –sejujurnya aku takut–. Setelah dokumentasi pertama selesai. Aku memutar dokumentasi resepsi yang kita adakan di Korea.
Layar TV menampilkan dimana kita masuk ke ruangan dimana acara belangsung, yang aku tonton kali ini adalah resepsi di Korea. Aku masih saja mengangumi betapa gagahnya dirimu memakai setelan putih dengan dalaman hitam dan aku yang bersanding denganmu memakai Wedding Dress putih dan Veil yang menjuntai hingga kelantai.
Melihat baju itu, aku jadi ingat pertengkaran konyol kita saat Fitting baju. Aku sudah mencoba begitu banyak model baju dan kita telah melihat seluruh katalog yang ada, tapi matamu selalu mengatakan tak pantas. Ada begitu banyak penolakan hingga aku lelah sendiri mencari dan mengganti baju yang cocok.
"Tidak, punggungnya terlalu terbuka"
"Kau ingin menikah atau memamerkan payudara?"
"Tidak, belahan dadamu masih terlihat"
"Itu terlalu seksi!"
Dan beberapa keluhan lainnya, hingga akhirnya sebuah Dress berhasil membungkam mulut cerewetmu. Aku kira itu wajar mengingat sikapmu yang memang protektif.
Aku tertawa sendiri mengingat pertengkaran konyol itu, walau pada akhirnya di malam pernikahan kita aku mengalami kesulitan membuka gaun karena model ikat silang dipunggung, dan mau tak mau akhinya aku meminta bantuanmu. Aku tersipu sendiri mengingat itu. Hingga...
"Sebelum aku mengatakan janji pernikahanku, aku ingin bercerita sedikit"
Kalimat itu berhasil menginterupsi kegiatan nostalgia pada gaun cantik yang aku kenakan. Aku fokus padamu, sama seperti hari pernikahan kita. Kau bercerita dengan serius meskipun kau menyelipkan sedikit guyonan disana. Tanganmu mengambil tanganku, memandanginya sembali mengucapkan janji.
"Istriku, ada begitu banyak kesamaan diantara kita, aku rasa hal itu adalah salah satu alasan kenapa kita bisa bersama.
Kau memiliki tahi lalat ditengkukmu, aku pun punya. Aku heran kenapa letaknya bisa sama persis.
Meskipun kau hanya memiliki satu lesung pipi. Kita sama-sama punya lesung pipi. Aku dikedua pipiku dan kau di pipi kirimu.
Dan entah kenapa, mau percaya ataupun tidak. Garis tangan kiri kita juga mirip. Aku tidak mengatakannya sama persis karena tidak ada seorangpun didunia yang memiliki garis tangan yang sama persis.
Kita sama-sama bekerja di dunia entertainment. Walaupun berbeda tempat, kau di backstage dan aku di onstage. Dan beberapa kesamaan lainnya.
Walaupun demikian, aku juga tak dapat menyangkal bahwa ada banyak perbedaan diantara kita.
Aku suka pergi, hang-out dan Travelling. Kau lebih suka menghabiskan waktu dirumah.
Aku biasa dengan kamera dan difoto, kau biasa memotret dan tidak suka difoto.
Aku suka anjing dan kau takut anjing.
Tapi, selama kita bersama, selama aku mengenalmu. Aku nyaris tidak pernah merasakan sedikitpun keluhan atas perbedaan kita, karena kita selalu belajar untuk saling memahami.
Hal yang paling berkesan untukku adalah, kau senantiasa menjadi dirimu. Kau tidak suka berpura-pura dan selalu berterus terang. Kau tetap akan menjadi dirimu walau mungkin orang-orang tak suka. Aku suka itu.
Lalu, sebelum hari pernikahan ini berjalan dengan baik. Kita juga melewati masa yang sulit. Tapi, kau malah memikirkan perasaan orang lain yang mungkin terluka karena pernikahan ini dibanding kebahagiaanmu. Kau juga sempat berpikiran membiarkan dirimu terluka asalkan orang lain tidak. Aku marah saat itu, kita bertengkar hebat"
Inilah janjimu
"Istriku, mulai hari ini. Kita akan berjalan bersama di arah yang sama dimana orang-orang telah melewatinya sebelum kita. Aku tahu, akan ada saat dimana hujan dan badai akan datang dan mungkin kita akan mengalami kesulitan dalam melangkah. Tapi, berjalannya waktu, aku ingin kita bisa berdiri lagi dan bergandengan tangan saling menuntun.
Aku tidak bisa berjanji bahwa kehidupan kita akan seterang matahari. Aku juga tidak menjanjikan kekayaan dan emas selama kita bersama. Aku juga tidak bisa menjamin kalau kepopuleranku akan bertahan selamanya. Aku tak bisa berjanji pada ayahmu jika tubuhku akan selalu sehat dan kuat untuk melindungimu. Aku juga tidak bisa berjanji kita akan berhenti menua karena hal ini tentu akan kita lewati bersama, berdua saling menguatkan. Tapi hal yang bisa aku janjikan padamu adalah kesetiaan hati untuk saling menjaga dan memiliki cinta hingga maut memisahkan. Juga senyuman untuk menghapus setiap kepedihan yang akan datang dalam kebersamaan nantinya. Sebuah cinta yang semakin nyata dan terus tumbuh. Dan tangan untuk kau genggam melewati masa depan kita. Aku juga ingin menemanimu dan mencintaimu walaupun kau lupa padaku karena alzheimer yang mungkin menyerangmu saat kau tua nanti.
Untuk Y/N istriku yang berharga. Mulai hari ini, aku akan merusaha menjadi suami terbaik untukmu"
Aku sangat terharu hingga aku menangis. Aku juga telah menyiapkan janji pernikahan untukmu tapi aku masih belum sanggup membacanya setelah aku mendengar janji pernikahanmu. Kau menghapus airmataku. Aku yang sedang menonton di layar pun juga kembali terharu mendengar janji pernikahanmu.
"Papa, maafkan aku. Aku melanggar sumpahku padamu, belum ada satu minggu kami berumah tangga, aku sudah membuat putrimu menangis"katamu kepada ayahku yang duduk disana, bermaksud menghiburku.
Aku menghela nafasku dan meredakan airmataku.
"Choi Seungcheol suamiku, aku mungkin tidak bisa menuliskan kata-kata yang begitu manis seperti yang kau berikan padaku. Sebelum mengatakannya, aku juga ingin mengatakan sesuatu yang sejak dulu sebelum kita bertemu ingin aku katakan
Aku adalah fans-mu, dan itu benar. Aku tak bisa menyangkal kalau aku adalah salah satu fans yang paling beruntung. Aku hanya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya padamu. Sebelum hari dimana kita bertemu, pertemuan yang sangat memalukan. Aku telah menyukaimu, aku memang hanya fans, tetapi aku mencintaimu lebih dari fans dan maaf karena aku telah berusaha mengabaikan rasa itu karena bagiku kau terlalu khayal untuk menjadi nyata.
Percaya atau tidak, sebelum memilihmu sebagai idolaku, aku malah mengenal temanmu dulu dan menjadikan temanmu sebagai idolaku. Tapi, satu hari kau langsung mengubah pikiranku dan aku memilihmu sebagai idolaku hingga saat ini. Saat itu, aku sedang patah hati, dan tidak ada satu hal pun yang bisa membuatku lupa dengan rasa patah hati itu. Kemudian kau hadir, kita memang tidak pernah bertemu, tapi entah keajaiban darimana kau telah berhasil membuatku lupa akan rasa sakit dari di khianati, padahal kita tidak pernah bertemu dan kaupun tidak mengatakan apapun secara langsung padaku. Aku merasa kau berhasil membuatku jatuh cinta lagi walaupun saat itu aku meragu dan takut karena rasanya mustahil. Choi Seungcheol, ribuan kata terima kasih mungkin tidak akan cukup. Aku akan senantiasa berterima kasih padamu yang telah hadir dihidupku. Eomma, appa, terima kasih telah membawa Seungcheol lahir ke dunia. Aku akan berusaha merawat Seungcheol dengan baik dan menjadi menantu yang baik untuk kalian"
Inilah janjiku
"Kita mungkin saling mengenal baru 3 tahun terakhir. Tapi aku telah memantapkan hatiku padamu 6 tahun sebelumnya dan tidak berubah. Aku telah mengenalmu sejak lama dan semakin mengenalmu setelah kita bertemu. Kau adalah kekasihku, sahabatku, idolaku, inspirasiku, belahan jiwaku, dan kini kau resmi menjadi suamiku. Kita telah melewati banyak jurang kemarahan, keraguan, salah paham dan kemarahan. Kelak kita akan melewati hal yang mungkin lebih hebat dari itu. Aku ingin melewatinya bersamamu.
Terima kasih karena kau telah hadir dihidupku dan mengobati lukaku. Aku tidak tahu apa yang terjadi jika bukan dirimu. Terima kasih karena telah menerimaku, menerima semua kekuranganku.
Mulai hari ini dan seterusnya, aku berjanji padamu kau tidak akan berjalan sendiri lagi. Aku bukan hanya ingin menua bersamamu, tetapi aku juga ingin kita tumbuh bersama. Aku berjanji akan selalu berada disampingmu selalu dan selamanya. Aku mencintaimu bukan karena hanya segala kelebihanmu, tetapi aku juga bersedia menerima apapun kekuranganmu. Aku berjanji akan merawatmu. Hatiku akan senantiasa menjadi rumah untukmu.
Kau bukan hanya sekedar berharga. Seperti pepatah Cina "You are the apple of my eyes". Choi Seungcheol suamiku, mulai hari ini dan selamanya aku akan senantiasa mencintaimu dan aku berjanji akan selalu menjadi pengantinmu"
.
(nb : 3 tahun jadi fans. Ketemu di tahun ke-3, 2 tahun wamil, ketemu lagi ditahun ke-5 setelah wamil gak lama S2 3 tahun, 3 tahun saling kenal lebih dekat. Bukan kenal antara fans dan idol)
.
Setelah janji selesai diucapkan, kita berciuman dihadapan tamu. Aku sangat malu saat itu karena tidak terbiasa. Tak kusadari ternyata kau sudah pulang. Padahal, kau mengatakan akan pulang malam. Tapi entah kenapa siang hari seperti ini kau sudah pulang.
"Oppa sudah daritadi?"tanyaku kikuk
"Eum 5 menit. Kenapa kau menonton dokumentasi pernikahan kita?"jawabmu, kau duduk disebelahku
"Aku hanya ingin bernostalgia. Kenapa oppa sudah pulang?. Bukankah oppa pulang malam hari ini?" tanyaku lagi
"Karena kau adalah rumahku, jadi kau adalah tempat untukku pulang"katamu, aku jadi malu sendiri karena kau mengulang janjiku.
"Aku ingin menonton video itu bersamamu. Menonton sebuah hari yang paling membahagiakan dalam hidupku"katamu
Setelahnya, kita menonton video dokumentasi ini berdua sambil bernostalgia bersama tentang hari pernikahan kita yang begitu membahagiakan. Ada potong kue, lempar buket dan juga bercerita diakhir acara mengenai kisah kita yang diakhiri dengan ciuman lagi. Tak lupa, member Seventeen yang hadir tentu menarik perhatian tamu lain terlebih jika mereka juga Carat. Para member juga mempersembahkan beberapa lagu khas pernikahan untuk kita dan bersedia menari sambil menyanyikan lagu-lagu kalian tanpa kau ikut didalamnya.
Untuk bagian yang ini, Kamu adalah rumahku, itu sama sekali gak terinspirasi dari lagu Seventeen-Home. Bagian ini author buat sebelum lagu itu rilis, dan gak tau kenapa, keliatan kayak De Ja Vu, author menuliskan lirik refrain dri lagu Home. Kebetulan sekali.
Hope you like it guys.
Daann, Happy Birthday buat biasku yang paling aku cintai Choi Seungcheol. Udah semakin dewasa aja. Aku gak tau mau bilang apa, yang penting apapun yang terbaik dan diharapkan sama dia semuanya terwujud. Aminn
