K : Kartun
Bagi kebanyakan orang, kartun adalah tontonan bagi anak-anak. Rasanya sedikit aneh jika melihat orang dewasa ikut menonton kartun. Mungkin hanya sedikit orang dewasa yang masih suka menonton kartun, aku salah satunya. Umurku mungkin sudah lebih dari seperempat abad, tapi aku masih sering menonton kartun. Bahkan menjadi sebuah kebiasaan ketika akhir pekan ataupun ketika aku tidak ada acara dan pekerjaan. Aku akan lebih memilih menghabiskan waktu di apartemen untuk menonton siaran kartun jika kau tidak mengajakku untuk pergi.
Aku tidak bosan menonton kartun, tapi terkadang aku juga ditemani laptop, ponsel dan juga buku sketsa dan alat tulis. Kau juga sempat heran, kenapa aku lebih suka di apartemen ketika aku tidak bekerja?. Tapi aku harus menjawab apa?, itu sudah menjadi sifat alamiah. Kau pernah protes padaku.
"Melihatmu lebih betah dirumah, aku rasa kau juga cocok jadi tipe Soonyoung. Kau persis seperti Jihoon yang tidak suka keluar"protesmu suatu saat. Kau memang tidak marah melihatku yang lebih betah di apartemen daripada menghabiskan uang diluar. Hanya saja kau heran melihatku yang merasa tidak bosan dan sesekali aku menolak ajakanmu untuk keluar hanya karena tidak sesuai dengan seleraku
"Tapi buktinya aku istrimu, bukan tipe Soonyoung. Coba oppa tanya dengan Jihoon, bagaimana enaknya menghabiskan waktu dirumah"jawabku, akhirnya kau pergi sendiri jika ketika aku menjawab demikian saat itu. Aku menolak ajakanmu dengan alasan cuaca terlalu panas diluar dan aku merasa lelah dan malas untuk keluar setelah acara yang begitu menguras tenaga kemarin.
Lama-kelamaan kau malah mulai mempelajari kebiasaanku yang satu ini. Sesekali aku memergokimu sedang memperhatikanku yang tertawa sendiri karena ulah konyol yang disiarkan pada kartun. Perlahan, kau juga mulai menemaniku menonton kartun meskipun awalnya kau merasa cepat bosan. Namun, aku tidak setega itu, sesekali aku menerima ajakanmu untuk keluar sebagai apresiasi kepadamu yang telah memahami kesukaanku menonton kartun.
Saat itu, kau sedang tidak ada jadwal dan kau terlalu lelah karena menjadi MC semalaman. Aku sengaja tidak membangunkanmu pagi-pagi dan membiarkanmu untuk tidur lebih lama karena aku tak tega melihat betapa nyenyaknya kau tidur. Aku baru saja selesai mencuci baju dan mencuci piring, aku ingin menonton kartun sebentar sebelum akhirnya melanjutkan aktivitas membuatkan sarapan dan bersih-bersih. Ketika kau bangun, kau menghampiriku diruang TV kemudian menidurkan tubuh besarmu di sofa yang aku duduki dan menjadikan pahaku sebagai bantal. Kau menekuk kakimu karena sofa ini tidak cukup untuk kakimu yang panjang. Tubuhmu miring menghadap ke televisi.
"Oppa sudah bangun?"tanyaku berbasa-basi, dan kau hanya menjawabnya dengan deheman
"Kalau oppa masih mengantuk, tidur saja"kataku, kau menggeleng
"Oppa lapar?. Biar aku masak sebentar"tawarku
"Aniya, tetaplah disini"katamu, aku jadi bingung
"Oppa mau pergi?"tanyaku lagi, mungkin saja kau bosan di apartemen dan takut aku tolak jika kau mengajakku
"Kalau oppa mau pergi, ayo kita jalan-jalan"sambungku
"Eung aniya. Tidak biasanya kau ingin pergi, apakah kau bosan?"tanyamu kembali, aku menggeleng
"Tidak, aku hanya memastikan oppa ingin apa. Aku takut oppa ingin mengajakku pergi tapi oppa khawatir aku akan menolak"jawabku
"Tidak, aku tidak berniat pergi hari ini. Sepertinya kebiasaanmu itu telah merasukiku. Aku hanya ingin bermalas-malasan hari ini, menonton kartun denganmu. Aku tidak ingin kemana-mana"katamu, aku terkekeh mendengar penuturanmu.
"Tapi, aku belum memasak, aku juga belum membersihkan apartemen"jawabku
"Sayang, aku menikahimu untuk kujadikan istri, bukan pembantu. Apartemen masih bersih. Kau sudah selesai mencuci, dan kita bisa delivery saja hari ini. Temani aku bermalas-malasan!"rengekmu. Aku hanya memutar bola mataku. Baiklah, aku sedang menghadapi Choi Seungcheol saat ini bukan , jadi aku harus menurutinya.
Hari itu, kita menghabiskan waktu di apartemen seharian dengan menonton kartun, makan dan tidur. Jika biasanya aku akan melakukan pekerjaan rumah terlebih dulu, membereskan rumah, bersih-bersih dan memasak, kemudian kau akan membantuku tanpa kuminta. Hari itu akhirnya aku juga hanya ingin malas-malasan, membiarkan apartemen tidak dibersihkan dan kita makan dari delivery. Bermalas-malasan dengan pasangan bukan hal yang buruk. Aku menikmatinya!.
Siapa disini yang masih suka nonton kartun?. Author juga masih suka, dari situlah inpirasi ini muncul wkwkwk.
