M : Menstruasi
Kau paling mengetahui apa penyakitku setiap bulannya. Kau juga sudah terbiasa dengan hal itu, kadang aku menjadi sensitif, gampang marah atau malah gampang menangis. Kau bahkan sudah mengetahui pasti jika aku sedang menstruasi, akan ada saatnya aku mengalami sakit dan kram perut khas orang yang sedang menstruasi, kadang bisa sangat sakit hingga aku tak bisa berdiri, kadang tidak terlalu sakit sehingga aku masih sanggup mengerjakan kewajibanku. Tapi kau memang suami siaga. Kalau aku sudah mengalami hal itu, kau bersedia ke apotek untuk membelikanku obat yang sesuai. Tanpa aku suruh kau pasti akan membelikannya untukku, bahkan jika menstruasi itu harus terjadi ditengah malam dan aku kehabisan pembalut ataupun sangat membutuhkan obat. Kau menjadi ikut tidak bisa tidur karena mendengarkan rintihanku.
"Sayang, ini pembalutnya. Aku harap sesuai"katamu, kau bahkan sudah mengetahui pasti pembalut yang biasanya aku pakai.
Kadang, aku juga tak mau merepotkanmu dan memilih tak meminum obat, tapi kau tetap saja siaga disampingku. Kau bersedia mengambilkan kompres air hangat ataupun kadang kau rela aku cubit, maupun aku cakar karena terlalu sakit. Hanya saja, aku menjadi tak tega. Aku yang sakit kau malah ikut menderita.
Kau juga rela menyelesaikan pekerjaan rumah jika aku tak bisa berdiri dari tempat tidur karena terlampau sakit. Kadang, kau juga menyewakan House keeping untuk membersihkan apartemen dan akan membeli makanan diluar jika aku dikondisi seperti itu. Aku merasa tak tega membiarkanmu melakukan semuanya, jadilah aku sering memaksakan diri untuk membantumu mengerjakan pekerjaan rumah.
"Sayang, jangan paksakan dirimu. Kau masih sakit, duduk sajalah biar aku yang mengerjakannya" katamu setiap kali melihatku memegang pekerjaan rumah dengan meringis menahan sakit. Namun, kali ini aku sedikit keras kepala karena aku tahu kau pulang sangat larut tadi malam dan kau harus tak tidur karena mendengar rintihanku tadi malam
"Tidak apa-apa, ini sudah pekerjaanku. Oppa kan sudah lelah"ucapku mengambil alih vacum cleaner ditanganmu
"Aku tidak lelah, kau istirahat saja. Nanti jika sudah sembuh, barulah bekerja. Aku sudah pesankan makanan, sebentar lagi akan sampai. Kita makan bersama ya, setelah itu kau bisa minum obatmu" katamu, kau menjauhkan vacum cleaner dariku
"Oh iya, cucian kita juga telah aku kirimkan ke binatu, cucian sudah banyak dan mungkin kau tidak bisa mengerjakannya dalam waktu dekat, jadi aku bawa saja ke binatu"katamu lagi
"Oppa, bagaimana caranya aku bisa berhenti mencintaimu kalau kau begini terus?"tanyaku yang lebih cocok sebagai ungkapan
"Jangan berhenti, aku tidak akan mengizinkanmu"katamu kemudian mencium keningku
"Duduklah di sofa, aku akan menggantikan pekerjaanmu selama kau masih sakit"katamu, kali ini aku menurutimu
Aku memperhatikan dirimu yang sedang bekerja, walaupun hasil beres-beresmu tak serapih yang aku ataupun house keeping lakukan, tetapi hasilnya tidak buruk. Mungkin itu karena kau senantiasa berinisiatif membantuku bersih-bersih ketika kau sedang di apartemen. Kau tahu, aku sangat mengagumimu dan aku tak pernah bisa menemukan jalan keluar untuk berhenti mengagumimu. Punggungmu yang basah karena keringat, telah membuatku jatuh cinta lagi padamu. Suamiku, aku rasa kau tak perlu membelikanku barang-barang mahal dengan harga fantastis. Aku hanya butuh kasih sayangmu. Kau tidak ternilai harganya.
.
.
.
.
Gimana?. Kebayang gak sih punya suami se siaga Seungcheol. Istrinya sakit dirawat, istrinya lagi datang bulan dibelikan obat, dibelikan pembalut, gantikan posisi ibu rumah tangga. Uwuu sekali kan?
Jangan lupa like dan komennya yaa
