Q : Quartz & Sapphire
Kemanapun dirimu pergi, kau selalu mengingatku. Aku tidak sedang GR, kau sendiri yang mengatakannya. Dan terbukti, setiap kali kau pergi keluar negeri, kau pasti membawakanku barang-barang khas dari negara itu. Tidak hanya barang khas, terkadang juga ada saja barang lain. Parfum, pakaian, sepatu, tas atau apapun. Padahal kadang aku tak membutuhkan semua itu. Aku hanya butuh kau selamat dari perjalanan dan bisa memelukku dan menciumku ketika melihatku. Itu adalah hadiah paling berharga untukku.
Tapi, ada masa dimana kau tidak membawakan apapun untukku. Kadang karena tidak ada yang membuatmu tertarik, kadang ada juga karena kau tidak memiliki waktu. Jika seperti itu kau akan minta maaf padaku, padahal aku sama sekali tak marah. Kadang kau juga memberikanku hadiah konyol. Kau pernah memberikanku sebotol pasir putih dari Hawai dan botol kosong yang kau bilang "Udara" dari Los Angeles. Tapi, aku tetap menyimpannya, hingga lemari pajangan hampir penuh.
Hari itu, kau baru saja kembali dari Paris. Kali ini aku menjemputmu ke Bandara, tentunya dengan pengawalan dari agensimu. Jarang sekali aku bisa seperti ini, mungkin ini yang ketiga kalinya selama pernikahan kita. Ketika mata kita bertemu, kau tidak memelukku, hanya menggandeng tanganku. Aku paham karena kau menghargai perasaan fans. Setidaknya kita bertemu lebih cepat. Hari itu kau memintaku untuk menyetir karena kau merasa terlalu lelah setelah melewati perjalanan yang panjang. Kau malah memilih tidur di mobil.
Sampai dirumah, aku membantumu menurunkan barang. Aku membuka barang-barang yang kau bawa, menurunkan pakaian kotormu untuk aku cuci besok. Tapi kau melarangku menyentuh sebuah tas, kau bilang akan membongkarnya sendiri nanti. Setelahnya, aku membuatkanmu teh dan menyiapkan air untukmu mandi.
"Oppa mau aku siapkan air hangat?"
"Tidak usah, aku tidak ingin mandi air hangat"katamu, kau segera mengambil handuk
Aku pun turun kebawah untuk menonton TV. Tak butuh waktu lama, kau ikut turun dan kau terlihat jauh lebih segar setelah mandi. Kau memakai kaos polos dengan celana santai selutut.
"Oppa mau makan?"tanyaku padamu yang baru saja sampai di ruang TV
"Tidak, aku masih kenyang. Santai saja dan nikmati TV-mu"katamu.
Tak lama, kau mengeluarkan sebuah paper bag. Aku sudah hapal betul, hadiah lagi. Aku senang tentu saja, siapa yang tidak senang diberi hadiah oleh suaminya?. Hanya saja, aku tidak tahu lagi harus kemana aku menyimpan semua hadiah pemberianmu.
"Oppa, jangan lagi. Banyak barang yang kau belikan belum aku pakai"kataku
"Kali ini berbeda. Setelah ini, aku berjanji tidak akan sering-sering membelikanmu hadiah kecuali kau yang meminta" katamu
Kau membuka paper bag itu dan mengeluarkan sebuah kotak beludru berwarna biru tua. Kemudian membuka kotak itu dihadapanku dan terlihatlah sebuah kalung hati berwarna biru dengan berlian berwarna merah muda disisinya.
"Apa ini batu Safir?"tanyaku dengan mata berkaca-kaca. Batu ini mungkin tidak sebesar Heart of the Ocean, tapi tidak bisa dibilang kecil juga
"Iya, dan juga Quartz mawar"
"Oppa, untuk apa?. Aku jarang memakai perhiasan. Bahkan, satu set perhiasan berlian yang kau berikan saat lamaran kemarin baru satu kali aku pakai dan setelah itu masih kusimpan rapi di lemari" jelasku
"Aku senang memberimu hadiah sayang. Dan ada alasan khusus kenapa aku membelikan ini"katamu, aku menatapmu seolah bertanya "Apa?"
"Banyak sekali para raja ataupun para bangsawan yang telah memberikan batu safir kepada permaisurinya. Sebagai bentuk cinta tentu saja, dan aku memberikan ini karena kau adalah permaisuriku dan aku ingin menjadi rajamu"katamu
"Kau akan selalu jadi rajaku oppa, dengan atau tanpa ini"kataku
"Perhiasan ini seberat 17 Carat dan kau tentu paham apa maknanya. Awalnya aku ingin memilih Aquamarine atau Turqois biru sebagai pasangan dari Quartz mawar agar telihat seperti Rose Quartz dan Serenity, tapi Safir memiliki makna yang lebih dalam dan jauh lebih berharga. Sehingga aku menyandingkan Quartz mawar dengan Safir. Batu Safirnya hanya satu dikelilingi Quartz yang banyak, itu artinya kau berharga dan hanya satu meskipun ada banyak fans diluar sana"jelasmu
"Ya ampun oppa. Aku tidak bisa mengatakan apapun padamu"kataku
"Maaf aku tidak membelikanmu yang lebih berat"ujarmu, aku menggeleng
"Kenapa oppa selalu minta maaf padahal oppa tidak melakukan kesalahan. Ini sudah cukup"kataku, kau mengacak rambutku
"Berbaliklah, aku akan memakaikannya padamu"katamu, aku berbalik kemudian kau memasangkan kalung penuh makna itu padaku, kemudian mencium leherku sebelum akhirnya membiarkanku berbalik
"Cantik sekali"katamu sambil menyentuh kalung yang telah kupakai
"Gomawo oppa"kataku sambil memelukmu erat
"Ada alasan lain kenapa aku memberikan ini sebagai tanda kasih sayangku padamu"katamu lagi, aku melihatmu dan seolah bertanya kenapa
"Kau pernah bercerita tentang sebuah kalung emas bertuliskan namamu yang ayahmu hadiahkan saat kau berusia 1 tahun dan ayahmu berkata kau tidak boleh menjual kalung itu bagaimanapun keadaannya karena itu adalah cinta dari ayahmu"
"Lalu?"tanyaku penasaran dengan apa yang akan dikatakannya selanjutnya
"Aku percaya padamu, karena buktinya kau tidak menjual kalung itu hingga kini. Jadi, Aku juga ingin melakukan hal yang sama. Jangan pernah kau jual kalung yang penuh makna ini apapun yang terjadi pada kita"pintamu
"Iya, aku berjanji padamu"kataku
Choi Seungcheol, kau lebih berharga dari batu mulia yang ada di dunia ini. Kau adalah permataku, dan tidak ada lagi permata sepertimu.
