R : Rambut

Kau menyukai gadis dengan rambut panjang dan tanpa poni. Aku rasa itu adalah salah satu alasan kenapa kau pada akhirnya jatuh padaku. Dari dulu, aku selalu memiliki rambut panjang dan aku terlalu malas untuk mengatur poni. Dari yang kuperhatikan, kau suka mencium rambutku. Apalagi ketika aku baru keramas, saat baru ke salon, memakai masker atau kondisioner, atau setelah kau manjakan dengan vitamin rambut. Terkadang, kau menciumnya ketika aku sedang memasak, ketika aku bersandar didada atau bahumu, terkadang kau juga memelukku dari belakang hanya untuk mencium rambut di ujung kepalaku, atau ketika kau memelukku saat tidur. Kau juga suka membelainya!, terlebih ketika pahamu menjadi bantal bagiku.

Dirimu bukan hanya protektif, tetapi kau juga seseorang yang penuh perhatian. Tak jarang ketika kau memiliki waktu senggang di rumah dan kebetulan aku baru saja keramas. Kau akan datang menghampiriku, membantuku mengeringkan rambutku yang basah. Mengambil alih handuk dari tanganku, mengelapkannya ke helai rambutku yang basah. Kemudian mengambil pengering rambut dan tak lupa kau menyisir dan memberikan vitamin pada rambutku. Kadang kau malah menanyakan sesuatu yang aku sendiri tak tahu jawabannya.

"Aku heran melihat rambutmu. Aku nyaris tak pernah melihatmu dengan Bad Hair Day"

"Mungkin karena oppa selalu memanjakanku seperti ini" jawabku bermaksud memuji perilakumu. Tapi didalam hati aku juga bertanya, mungkin karena rambut ini DNA dari ibuku

Aku suka kau manjakan seperti itu, tapi terkadang aku menolak bantuanmu karena aku tahu kau cukup lelah. Terkadang aku berbuat hal yang sama, membantumu mengeringkan rambutmu. Hanya saja, aku memilih duduk di meja rias dan duduk menghadapmu karena perbedaan tinggi badan kita yang mencapai 25 cm –kau sendiri yang sering mengangkatku untuk duduk disana–. Daripada berdiri, itu akan menyulitkanku.

Tapi, ada kalanya aku merasa bosan dengan rambut panjang dan merasa sedikit kesulitan merawatnya. Tapi aku telah berulang kali mengurungkan niat untuk memotong pendek rambutku hanya demi dirimu, hanya karena kau menyukainya!. Tapi, kali ini aku ingin mengatakan apa keinginanku. Saat itu kau melakukan kegiatan yang sama, kau mengeringkan rambutku yang basah.

"Oppa"panggilku

"Hmm"jawabmu, kau masih sibuk dengan rambutku serta pengering

"Aku ingin potong rambut"kataku

"Ya sudah potong saja"katamu enteng, aku yakin kau pasti belum memahami apa yang aku maksud

"Benarkah aku boleh memotong rambut?"tanyaku sekali lagi

"Iya tentu saja, kenapa tidak boleh?. kau hanya memotong ujungnya agar tidak bercabang kan?" tanyamu memastikan, kau tahu pasti. Biasanya aku hanya memotong sedikit saja agar tidak bercabang

"Tidak, kali ini aku ingin memotongnya pendek"kataku, kau sontak menghentikan aktivitasmu

"Apa kau yakin?. Tidak biasanya kau ingin potong pendek"tanyamu, kali ini kau tampak berpikir

"Aku hanya ingin saja, aku ingin sesuatu yang berbeda. Aku sedikit kerepotan mengurus rambut panjang"

"Ada aku yang dengan senang hati membantumu merawat rambut. Lagipula, apakah kau yakin rambut pendek tidak akan membuat pipimu terlihat makin chubby?"tanyamu diselingi ejekan

"Aku bukan ingin memotong dengan gaya Bob. Aku ingin memotongnya sebatas leher. Diatas bahu" jelasku

"Ohh, ya sudah"jawabmu enteng, kemudian menyalakan pengering rambut lagi dan mengarahkannya kerambutku

"Oppa tidak melarang?"tanyaku lagi, memastikan aku tidak salah mendengar

"Tidak"jawabmu lagi, masih sibuk dengan rambutku. Aku melihat matamu dari cermin, memastikan tidak ada rasa keberatan disana

"Benarkah?"tanyaku sekali lagi

"Iya. Aku memang menyukai perempuan berambut panjang, tapi aku juga ingin menghargai pendapat dan keinginanmu. Lagipula, rambut yang kau potong nanti, pasti akan memanjang lagi kan?"katamu sembari mematikan pengering rambut agar tidak mengganggu obrolan kita, aku hanya menganguk

"Rambut hanyalah rambut, tidak mempengaruhi perubahan sifat seseorang. Kau akan tetap menjadi dirimu dengan atau tanpa rambut panjang. Lagipula, tidak ada salahnya sesekali aku melhat gayamu yang baru. Memangnya aku saja yang setiap kali comeback memiliki gaya dan warna rambut yang baru?"jelasmu

"Gomawo oppa!"kataku, aku memeluk pinggangmu

"Dan, setelah kau potong rambut nanti. Aku tidak mau mendengarkan kata-kata menyesal karena telah memotongnya menjadi pendek. Kadang, wanita-wanita sulit untuk dipahami"katamu lagi diselingi ledekan untuk kaum perempuan

"Tidak, aku tidak akan menyesalinya. Sudah lama sekali aku memikirkan hal ini. Aku akan memilih potongan rambut pendek yang paling cocok untukku"kataku, kau hanya tersenyum mengusap rambutku dan mencium ujung kepalaku kemudian melanjutkan aktivitasmu yang sempat tertunda

Begitulah dirimu, kau tidak hanya memikirkan kesukaanmu sendiri. Terkadang kau juga mendengarkan apa yang menjadi keinginanku. Itulah salah satu alasan kenapa aku semakin terjerumus dalam pesonamu.