S : Sakura dan Canola
Saat musim semi tiba, kau mengajakku ke pulau Jeju. Saat itu baru beberapa bulan pernikahan kita. Kau bilang, itu bukan bulan madu, hanya jalan-jalan biasa, sekaligus kau ingin mengikuti jejak Seungkwan yang pulang kampung dan Hansol yang ikut dengannya. Kita disana selama 3 hari 2 malam, tapi ternyata ada alasan khusus kenapa kau mengajakku kesana teat saat musim semi tiba.
Dari bandara menuju hotel, kau telah menyewa mobil untuk kita berjalan-jalan disana. Aku hanya bisa memandang takjub melihat indahnya bunga-bunga Sakura dan Canola yang sedang bermekaran dengan indahnya disepanjang jalan yang kita lewati.
"Oppa, Indah sekali. Bagaimana kau tahu kalau Sakura dan Canola sedang mekar disini?"tanyaku masih saja kagum dengan indahnya warna pink dan kuning yang menyatu, beberapa dari bunga-bunga itu jatuh tertiup angin.
"Seungkwan, dia bilang sedang musim Sakura dan Canola di Jeju. Jadi aku mengajakmu kesini sekalian berkeliling kampung halaman Seungkwan, dia bisa jadi Tour Guide pribadi kita"katamu
"Apakah, mengambil foto disini boleh?. Kenapa ada banyak pengendara yang menepikan mobilnya?" tanyaku
"Sepertinya boleh, biar aku tepikan mobilnya. Kita ambil beberapa foto"katamu
kau mencari sebuah tempat yang tidak banyak ditumbuhi bunga untuk menepikan mobil, kita mengambil beberapa foto di tempat itu. Aku tak menyangka kalau ternyata kau juga membawa kamera. Kau memotret bukan dari kamera ponsel melainkan dari sebuah kamera yang aku sendiri juga tidak tahu sejak kapan kau memilikinya. Apakah kau membelinya sendiri atau malah memakai pemberian fans?.
Dihari pertama ini, kita tak banyak mengunjungi tempat rekreasi, kau lebih memilih untuk meletakan barang-barang di hotel kemudian mengunjungi kerumah orangtua Seungkwan. Keluarga mereka sangat ramah dan menghidangkan banyak sekali makanan khas pulau ini. Selanjutnya, di sore hari kau mengajakku ke salah satu pantai di Jeju, Hyeopjae. Kau bilang hanya ingin melihat matahari terbenam dan melepaskan sebuah lampion. Tak lupa, sebelum hari mulai menggelap, aku berhasil menemukan sebuah bintang laut kecil dipinggir pantai, aku berniat membawanya pulang.
Terlihat sedehana sebenarnya, tapi aku sangat menikmati waktu yang sangat membosankan dipantai bersamamu. Dihari kedua, Seungkwan menepati janjinya, kita pergi dengan Seungkwan dan juga Hansol. Seungkwan benar-benar menjadi Tour Guide dadakan, mengajak kita ketempat-tempat yang layak untuk dikunjungi, dan malamnya kita hanya berada di hotel untuk menikmati makan malam romantis yang diiringi musik Jazz, sesuatu yang tidak pernah kita rasakan saat kita berpacaran dulu karena takut tertangkap paparazi.
Tibalah dihari ketiga dimana tujuanmu yang sebenarnya. Kita mengambil penerbangan sore, jadilah dipagi hari saat di hotel aku terbangun dan menemukanmu sedang menyiapkan keranjang piknik. Kau telah menyiapkan semuanya, dan memintaku untuk mandi dan bersiap. Aku tentu menurutimu.
"Sebelum kita pergi, aku harus menutup matamu dulu"katamu
"Apa?. Untuk apa?"tanyaku keheranan
"Rahasia. Tidak mungkin aku akan meninggalkanmu disebuah tempat dan pulang ke Seoul"katamu, aku tertawa dan mencubit dadamu. Kemudian kau memasangkan penutup mata pada mataku
"Jangan mengintip"katamu. Setelahnya kau menuntunku berjalan hingga kita ke Basement dan memasuki mobil kemudian memakaikanku Seatbelt.
Disepanjang perjalanan, kau terus saja menggenggam tanganku. Memberikan segelintir kepercayaan bahwa aku akan baik-baik saja, meyakinkan bahwa kau tidak akan meninggalkanku di Jeju dan kau pulang sendiri ke Seoul. Kau sangat ahli dalam menyetir, kau juga terbiasa menyetir dengan satu tangan, dan aku dapat merasakan saat ini kau menyetir dengan kecepatan sedang sehingga aku tak perlu khawatir. Tak lupa, aku terus-terusan bertanya "Apakah kita sudah sampai?" atau "Boleh aku buka sekarang?" setiap beberapa menit sekali.
Hingga aku dapat mendengar mesin mobil dimatikan dan pintu terbuka, kau menuntunku kesebuah tempat. Ketika sudah sampai, aku dapat mendengar kau sibuk sendiri dengan barang-barang piknik yang telah kau siapkan. Setelahnya kau mengarahkan pandanganku kesuatu arah.
"Aku akan membuka penutup matamu, tapi jangan kau buka matamu dulu. Kau boleh membukanya dalam hitungan 3" jelasmu, perlahan kau membuka ikatan dibelakang kepalaku
"1, 2, 3"bisikmu ditelingaku sambil memegangi bahuku
Aku sangat kagum hingga aku rasanya mau menangis. Sebuah hamparan bunga Canola yang menuju langsung ke pantai dan sekarang kita sedang dibawah pohon Sakura yang besar. Aku tak bisa mengatakan apapun.
"Kau suka?"tanyamu, aku terharu. Ternyata, sebelum pergi kesini kau telah memastikan semuanya pada Seungkwan, menanyakan lokasi terbaik dan segalanya. Kau menghapus airmataku.
"Kau selalu penuh kejutan!. Bagaimana aku berhenti mencintaimu barang sedetik?"kataku
"Aku tidak akan pernah mengijinkanmu untuk berhenti mencintaiku. Walau hanya satu detik. Maka dari itu aku harus selalu punya cara agar kau jatuh cinta berulang kali padaku"jawabmu dengan penuh makna
Kita menikmati harum bunga Sakura dan Canola yang dibawa angin, tak lupa mengabadikan foto. Piknik yang kita lakukan cukup sederhana, kau hanya membawa beberapa potong sandwich, buah-buahan, air mineral dan susu. Terakhir kita memilih berbaring dihamparan bunga dibawah pohon Sakura yang teduh sambil menikmati cerahnya langit. Ketika siang semakin terik, kau mengajakku pulang untuk berbenah karena kita harus mengejar penerbangan sore.
