T : Tanaman
Belakangan ini aku sedang mencari sebuah hobi baru. Aku pikir, Rooftop rumah kita terlalu kosong, teras dan balkon juga demikian. Pekerjaanku juga freelance jadi aku pikir aku punya banyak waktu untuk megurus tanaman. Kita juga senantiasa bekerja menghadapi Laptop ataupun komputer dan radiasinya tidak baik untuk mata, kita butuh tanaman di rumah, sekaligus sebagai hobi baruku.
Akhirnya aku memberitahukan keinginanku ini padamu, kau setuju. Kau berpikir akan lebih bagus jika ada tanaman di rumah, selain sebagai sumber oksigen, juga bisa tempat pengalihan penglihatan jika mata sudah terlalu lelah.
"Tapi aku ingin merawat tanaman yang tidak mengotori didalam rumah. Untuk diluar, mungkin kita bisa merawat bunga yang sedikit rumit perawatannya"kataku
"Memangnya kau ingin bunga apa?"tanyamu, kita sedang di Rooftop untuk menyesuaikan tanaman yang akan diletakan
"Untuk saat ini aku hanya terpikir Anggrek untuk di Rooftop dan kaktus untuk di jendela"jawabku
"Kenapa tanaman itu?"tanyamu lagi
"Aku suka Anggrek, dari dulu aku ingin merawat bunga itu tapi tak punya cukup waktu dan lahan. Untuk kaktus, itu mengingatkanku pada teman lamaku, dia sangat suka kaktus, dan kaktus berbanding terbalik dengan Anggrek yang cenderung rumit dirawat, kaktus tidak membutuhkan banyak perawatan"jelasku
"Aku janji aku akan membelikanmu beberapa tanaman. Aku percayakan padamu, kau harus mencari beberapa tanaman yang sesuai"
"Oke, tapi oppa, aku mohon untuk membuatkan tempat teduh untuk bunga anggrek"kataku, kau memutar bola matamu
"Iya. Y/N-ah, apakah kau mau merawatkan bunga Baby Breath untukku?"katamu
"Tentu, aku suka bunga itu juga. Dan bunga itu adalah bunga yang oppa berikan ketika melamarku di hari wisuda"kataku mengenang masa lalu
"Ayo kita rawat sama-sama"katamu dengan mantap
Hari itupun tiba, kau benar-benar membelikan seluruh tanaman yang kumau bahkan dengan desain pot dan vas-nya. Tak lupa kau juga membuatkan tempat khusus untuk bunga Anggrek, kau membuatnya sendiri. Kau juga membantuku untuk menyusun bunga-bunga itu. Bunga mawar, Lily, Kamboja Putih dan tanaman herbal dan rempah seperti Basil –yang sekaligus bisa menjadi tanaman hias– kita tanam di halaman belakang. Anggrek, Azalea, Palem Hias dan beberapa tanaman berukuran sedang kita letakan di Rooftop. Untuk di teras, kebanyakan adalah tanaman yang menjuntai.
Bukan cuma tanaman hijau dan bermanfaat bagi kesehatan yang kutanam, beberapa tanaman ada juga yang berwarna-warni dan cantik dipandang mata seperti bunga Bougenville di Rooftop dan bunga Matahari di halaman belakang. Kau juga sempat protes dengan adanya tanaman di dalam rumah. Tapi aku tak menyerah dan menjelaskan apa fungsinya padamu.
"Oppa, aku memilih tanaman mini di dalam untuk menyejukan rumah. Aku juga memilih tanaman yang bisa memberikan udara yang bagus untuk kita seperti Lidah Mertua dan Pakis Boston. Aloe Vera juga nantinya bisa kita gunakan untuk rambut atau kulit"kataku
Disetiap windowsill aku meletakan mini plants agar menyejukan mata. Disetiap beberapa sudut ruangan aku juga meletakan lidah mertua, lidah buaya dan beberapa tanaman lain.
Perlahan kau akhirnya terbiasa dengan tanaman didalam rumah karena aku hanya meletakan mini plants untuk didalam rumah agar tidak memakan tempat dan meninggalkan kotoran. Pada akhirnya kau juga sering membantuku merawat tanaman-tanaman itu ataupun mengingatkanku dengan kondisi tanaman-tanaman itu. Oh, tak lupa aku juga menanam satu pot tanaman Catnip yang sangat disukai kucing. Kedua kucingku bisa teler setelah mencium bau tanaman itu.
Entah kenapa, kau selalu saja menuruti apapun keinginanku. Kau selalu mendukung apapun hobi dan kegiatanku selama itu kau anggap positif. Sebagai balasannya, aku pun demikian. Aku tak bisa menolak setiap keinginanmu.
