U : Untuk Suamiku
Apakah aku akan menulis surat?. Tidak, aku bukan menulis surat. Aku hanya sedang ingin bercerita tentang hari ulang tahunmu. Biasanya aku akan membuatkanmu kue –jika sempat–. Kadang aku akan membelinya saja jika aku tak punya waktu. Aku bukannya tak mau membelikanmu hadiah, aku hanya sering kebingungan hendak membelikanmu apa. Kau suka Parfum tapi sudah banyak sekali koleksi parfum-mu. Baju, tas, sepatu dan barang branded lainnya, aku rasa kau punya banyak, terlebih yang diberikan fans atau mungkin sesama member. Mobil?, uangku tidak sebanyak itu. Pasti akan membutuhkan waktu bertahun-tahun kredit.
Setiap kali hari ulang tahunmu tiba, aku akan selalu dipusingkan dengan hal-hal seperti ini. Bahkan, pernah sekali malah member yang membantuku menentukan hadiah untukmu. Mungkin kau ingat ketika aku mengatakan tak bisa datang ke Caratland Fanmeeting di atas kapal pesiar?. Di hari H ketika member ingin merayakan ulang tahunmu, member memintaku yang membawakan kue buatanku sendiri untukmu. Jadi, aku ikut dan menjadikan diriku sendiri sebagai hadiahmu.
Biasanya, aku akan mengucapkan selamat ulang tahun padamu tepat pukul 12 malam. Jika kau sudah atau sedang dirumah, aku akan mengganggu tidurmu dan menyanyikan lagu Selamat Ulang Tahun dan memberikan kue yang telah aku siapkan. Tapi ada saatnya kau pulang larut malam, bisa jadi lewat ataupun tepat pukul 12 malam dan aku akan menunggumu meskipun aku mengantuk dan bosan. Pernah sekali aku gagal mengucapkan selamat ulang tahun padamu. Kau pulang lebih lama dari biasanya, sekitar pukul 3 malam dan akhirnya aku ketiduran di sofa karena tak sanggup menahan kantuk. Syukurlah aku tidak menyalakan lilinnya.
Tapi, untuk ulang tahunmu kali ini, aku ingin sekali memberikanmu hadiah spesial. Sesuatu yang lain dari sekedar kue. Aku mulai mencari sesuatu yang sesuai kepribadianmu. Aku memikirkan sesuatu yang berbeda. Kau mungkin saja sudah bosan dengan barang-barang mahal, jadi aku pikir itu bukan sesuatu yang spesial lagi nanti. Jadilah aku memberikanmu sebuah hadiah yang begitu bermakna.
Ini bukan pertama kalinya aku membuat kejutan ulantahun untukmu, aku sering membuatnya dan berakhir dengan kau yang pulang larut malam atau bahkan aku yang ketiduran karena menunggumu, jadi kali ini aku memastikan jadwalmu agar tidak gagal. Syukurlah saat itu kau pulang tepat pada waktunya jadi semuanya sesuai rencana. Aku menyiapkan sebuah makan malam romantis untukmu di rooftop, dan tak lupa aku menyambutmu dengan sebuah kue ketika kau pulang. Kita makan dengan tenang hingga akhirnya aku membuka suara.
"Ada satu lagi hadiah untuk oppa, sebenarnya ini adalah hadiah utama"kataku
"Hahaha, seperti Lucky Draw saja"katamu bergurau, aku mengeluarkan sebuah kado berukuran sedang padamu
"Boleh aku membukanya?"tanyamu
"Ya, tentu saja"kataku, aku sedikit deg-degan karena khawatir kau akan kecewa
Kau merobek kertas demi kertas yang membalut hadiah itu dan mengeluarkan sebuah mug putih dengan tulisan cetak disisinya. Juga sebuah tumblr untukmu ketika berolahraga yang juga memiliki kalimat disisinya dan sebuah karikatur dan kaligrafi yang telah kubingkai.
"Aku adalah seekor kuda liar yang tidak pernah belajar untuk berhenti. I am a wild horse who never learn to stop"katamu membaca semua kalimat yang tertera di benda-benda itu
"Ini adalah motto-ku"katamu lagi, aku hanya mengangguk
"Maaf aku hanya membuatkan ini. Oppa tahu?, aku sering sekali kebingungan memilihkanmu hadiah. Membelikanmu barang mahal, fans-mu sudah banyak melakukannya. Membuatkan kue saja, aku rasa kau akan bosan. Jadi aku membuatkan ini semua dengan motto-mu, agar kau bisa membaca motto itu setiap saat"kataku sedikit curhat padamu
"Hadiah apapun yang kau berikan padaku, pasti akan aku terima sayang. Hadiah dari fans saja banyak yang aku simpan. Bagaimana mungkin aku tidak menyukai hadiah dari istriku?"katamu
"Terima kasih sayang. Aku akan memajang ini si studio"sambungmu sembari mengelus punggung tanganku
Kau berdiri dari tempat dudukmu dan memutarkan sebuah lagu romantis, mengulurkan tangan kananmu dihadapanku. Ketika aku menggenggamnya kau menarikku untuk berdiri dan langsung merapatkan pinggangku. Ya, kau mengajakku berdansa. Dansa ketiga kalinya denganmu dan aku masih saja kaku mengikuti gerakanmu.
Setelah malam itu, aku berjanji akan berusaha memberikanmu hadiah disetiap hari ulang tahunmu ataupun hari selain itu. Aku tidak mau kalah dengan fans-mu, kau juga sering membelikanku hadiah, jadi aku rasa tidak ada salahnya jika aku membalasnya.
.
.
TBC
.
.
Caratdeul, hadiah apa yang kamu kasih ke kemarin?
Author ya Cuma cerita ini sama doa hehehehe. Fangirl missqueen soalnya
Jangan lupa follow dan komen yaaa^^
