W : Waktu Berharga
Ada begitu banyak waktu yang dapat kita habiskan ketika kita sama-sama berada di apartemen. Tanpa pembuatan lagu, tanpa susunan acara, tanpa konsep, tanpa dering telepon yang beruntun dan mengusik dari matahari mulai bersinar hingga menjelang tidur di malam hari. Terkadang kita hanya akan tidur sampai siang atau bahkan sampai sore jika tubuh terasa terlalu lelah karena kita yang sangat sibuk dan harus tidur hingga dini hari.
Terkadang kita menghabiskan waktu dengan menonton kartun ataupun film. Terkadang kita juga sering memasak bersama, atau pergi ke supermarket untuk belanja keperluan bulanan kita. Tak jarang kita melakukan perawatan wajah bersama. Memakai masker misalnya, atau kadang aku merusuhi aktivitasmu yang sedang bercukur. Kita juga sering iseng-iseng adu panco. Tetapi tentu tidak adil jika aku melawanmu dengan satu tangan. Aku sering melawanmu dengan dua tangan tapi tetap saja aku tak mampu mengalahkanmu.
"Oppa curang!. Oppa memiringkan badan!"kataku merajuk
"Kenapa aku?. Tentu kau yang curang, mana ada adu panco dengan dua tangan, aku saja satu tangan" belamu
Tak banyak berbeda dengan yang sekarang. Kita sedang berada di kamar, diatas karpet berbulu memainkan sebuah permainan. Eumm tidak, sudah banyak sebenarnya. Kita sudah bermain monopoli tadi dan pemenangnya adalah aku, kemudian ular tangga dengan kau yang keluar sebagai pemenang. Sekarang kita sedang bermain Kiss or Slap. Dimana kita memainkan batu, gunting, kertas dan siapa yang menang bisa memilih mencium ataupun menampar.
Tentu saja kau si Choi Seungcheol mesum akan selalu memilih mencium. Tapi aku bersyukur juga kau tidak memilih tampar, karena aku tidak akan tahan sakitnya. Aku sendiri lebih sering memilih tampar karena aku kesal denganmu yang selalu saja menang di setiap permainan. Panco, tentu saja kau selalu menang bahkan kau mengalahkanku tanpa mengeluarkan banyak tenaga. Batu, gunting, kertas, aku payah dalam permainan ini dan lebih sering kalah.
"Oppa mengalahlah untuk setiap permainan jika kau sudah terlalu banyak menang"kataku protes
"Nan Sirheo!. Kalau aku menang aku bisa menciummu, dan itu kebahagiaanku"katamu. Aku frustasi, masalahnya sudah 10 kali kita bermain batu, gunting, kertas tetapi tidak sekalipun aku keluar sebagai pemenang
Setelah yang ke-11, aku keluar sebagai pemenang.
PLAK
"Aww!"pekikmu, iya aku menamparmu
"Chagiya, kau tega sekali menampar suami tampanmu ini. Fans-ku saja ingin menciumku, kenapa kau malah sekejam ini"katamu diselingi aegyo
"Daritadi selalu oppa yang menang!. Oppa juga curang!"protesku
"Curang dari mana?. Daritadi memang terbukti aku harus menang"katamu tak terima
"Iya oppa curang!. Oppa selalu memilih permainan yang bisa oppa kuasai"jawabku
"Jadi kau ingin main apa heung?"tanyamu
Selanjutnya aku memilih sebuah permainan yang kira-kira aku kuasai, tapi tetap saja kau lebih dominan menang. Kemudian kita berlanjut keperdebatan-perdebatan konyol dan selalu berakhir dengan kau yang menggodaku dan membuatku bisa berhenti untuk merajuk, kau selalu bisa membuatku tidak marah padamu. Kadang, aku juga iseng untuk mengajakmu bermain kartu ataupun catur. Kartu mungkin aku masih bisa menang, tapi untuk catur, aku sangat penasaran, kenapa aku tidak pernah bisa mengerti strateginya.
Terkadang, ada saatnya kita memilih untuk menonton pertandingan bola di TV hingga larut malam dan taruhan. Satu kali kau kalah taruhan dan sesuai perjanjian, satu harian kau harus membersihkan rumah dan memasak. Walau bagaimanapun akhirnya aku tak tega dan turun tangan membantumu sedikit.
Ada kalanya, ketika kau sedang berada dirumah full sehari atau lebih, kau akan mengurus mobil. Kadang kau membawanya servis ke bengkel ataupun car wash untuk dibersihkan luar dan dalam. Tapi ada masanya menurutku mobil tidak terlalu kotor dan aku lebih senang menyarankan untuk mencuci mobil itu sendiri daripada harus menghamburkan uang ke car wash. Tentu saja jika moodku sedang bagus aku akan menganggumu. Menuangkan busa ke mobil yang telah kau cuci atau menyemprotmu yang sedang menyabuni hingga basah. Kemudian jiwa jahil dari seorang Choi Seungcheol akan keluar, kau tentu saja akan protes dan kemudian membalasnya tanpa ampun
Aku rasa seperti itulah yang sering dilakukan dua orang dewasa yang telah menikah ini tetapi masih suka bertingkah konyol dan kekanakan. Walaupun ada masanya kita akan memilih duduk di window seat dan membaca buku dan saling bertukar pikiran dan juga mengeluarkan unek-unek ataupun masalah yang sedang kita hadapi. Meski lebih banyak waktu-waktu yang konyol, tapi bagiku waktu-waktu yang telah lewat itu sangat berharga.
.
TBC
.
.
Part ini terinspirasi gara-gara Seungcheol pas di Ideal Cut ngambil dan mainin sepatu fans yang dilempar ke atas panggung. Dia kayak bahagia gitu wkwkwk
Jangan lupa follow dan komen yaa^^
