X : Xerosis

Pekerjaanmu menuntutmu untuk sering bersentuhan dengan make-up, dan kadang kau harus memakai itu hingga waktu yang lama. Belakangan, keadaan kulitmu memburuk, aku rasa karena kau tidak serasi dengan make-up yang diberikan. Kau mengeluh, katamu wajahmu sedikit kasar, kering, terasa panas, perih dan mengelupas. Sekitar lehermu juga gatal.

Aku rasa aku pernah mengalami hal itu, karena saat itu aku salah memilih kosmetik. Wajahku rasanya kering dan perih. Jika dilihat dari kaca, akan terlihat baik-baik saja. Tapi begitu disentuh dengan tangan akan terasa sedikit kasar dan seperti mengelupas. Aku berinisiatif membawamu ke dokter kulit agar hal itu tidak berlangsung lama. Jika dibiarkan dan kau masih memakai make-up yang sama, aku khawatir kulitmu akan memburuk. Sebenarnya aku bisa membelikan obat di apotek, tapi manajer melarangku karena khawatir salah obat.

"Tuan, itu adalah kondisi kulit kering. Biasanya disebut Xerosis. Penyebabnya biasanya karena kosmetik atau kurang minum. Ini tidak berbahaya, tapi rasanya pasti tidak nyaman"kata dokter setelah melihat kondisi wajahmu

"Iya, gatal dan terasa panas"jawabmu

"Aku hanya akan memberikanmu salep, oleskan setelah area dibersihkan, terlebih setelah mandi"kata dokter tersebut sembali menuliskan resep obat pada secarik kertas yang kemudian bisa kita tebus di bagian farmasi.

Setelah menebus obat, kita segera kembali. Kau langsung kembali ke dorm karena akan ada jadwal selanjutnya. Aku sebenarnya khawatir, karena kau pasti akan terkena make-up lagi.

"Chagiya, bawa pulang saja mobilnya. Nanti malam, aku akan diantar manajer-nim"katamu

"Oppa, bilang pada coordi noona-mu itu, jangan terlalu tebal memberimu make-up"kataku mengingatkan

"Memangnya kalau aku jelek kau berhenti mencintaiku?"tanyamu

"Ya bukan, aku tidak mau itu lebih parah. Karena aku tahu itu rasanya menyiksa. Aku tetap akan mencintaimu bagaimanapun keadaanmu. Hanya saja, mungkin netizen akan membenciku karena mengira aku tidak merawatmu dengan benar"kataku

"Hahahaha, kau masih saja takut pada netizen"kau menertawakanku

"Aku bukan takut!, hanya saja aku malas membaca komentar negatif mereka karena aku tidak akan bisa melawannya, oppa tahu kan? 1000 lawan 1. Jika aku membalas kata-kata mereka, akan semakin jelek aku dimata mereka"

"Sayang, kau hanya punya dua tangan. Tidak akan bisa menghentikan jari mereka untuk mengetik ataupun menutup mulut mereka. Lebih baik kau gunakan kedua tanganmu untuk menutup telinga dan matamu"katamu

Chu~

Aku mencium pipimu, menghiraukan keadaan bahwa kau tengah menyetir dan fokus ke jalanan.

"Oppa selalu bisa membuatku tenang"kataku

"Kau selalu bisa menyembuhkanku. Kau tahu?, aku rasa kulitku terasa lebih baik sekarang"rayumu lagi

"Oppa!, kau pandai sekali merayu"

Tidak terasa kita telah sampai di Dorm, kemudian kita mengucapkan selamat tinggal yang mesra dan seperti biasa, aku tentu memberikan obat tadi dan mengingatkanmu akan hal-hal tertentu. Menghiraukan bahwa manajer telah menunggumu. Hingga manajermu menginterupsi kegiatan kita

"Yak!, dasar pengantin baru. Ditinggal bekerja saja seperti ditinggal perang. Ck ck ck"

"Ah hyung, bilang saja kau iri. Sana! Cepatlah cari istri! Jangan cuma mengurusi Sebong"jawabmu sekaligus meledek

"Hati-hati dijalan ya sayang"katamu kemudian mengecup keningku lewat jendela mobil dan melambaikan tangan ketika aku mulai menginjak pedal gas.