BAB V : Hate List

Siapa bilang saat kita berpacaran dulu kita tidak pernah berkelahi?.

Siapa bilang rumah tangga kita senantiasa tentram, aman dan damai tanpa ada cek-cok?.

Meskipun kau adalah Idol dan menjadi idaman fans-mu dalam kriteria memilih suami. Tetap saja, jika kau salah dimataku tetap salah, jika saatnya kita harus adu mulut dan saling egois karena merasa paling benar, pasti ada saja.

Ketika aku menuliskan bab ini, amarah masih saling menguasai kita. Aku mungkin tidak bisa dan tabu bagiku menceritakan masalah atau pertengkaran rumah tangga kita secara detail. Aku menuliskannya, tapi aku tidak pernah menjabarkan hal itu secara rinci dan detail. Ketika kita marahan, jika aku merasa benar aku akan tetap mempertahankan marahku hingga kau yang mencairkan suasana, tapi jika aku salah. Aku tidak keberatan kau marahi, meskipun kau nyaris tak pernah marah-marah hingga membentak.

Kali ini kita berkelahi lagi, hanya karena kali ini aku tidak menyetujui apa yang hendak kau lakukan dan kau dengan keras kepala ingin melakukannya. Aku sangat kesal, sudah dari semalam kita seperti ini, aku mendiamkanmu dan kau pun sama, mendiamkanku juga. Tapi tetap saja, dasar lelaki. Pagi hari kau tetap memakan masakanku. Tapi setelahnya kau membahas itu lagi dan suasana semakin memanas.

Hingga kau pulang, aku bahkan tidak menyambutmu. Kau tahu bagaimana sifatku, jika aku marah hingga sakit hati, maka akan sulit bagiku memaafkan. Butuh waktu berhari-hari atau bahkan mungkin tidak akan pernah aku maafkan jika aku terlampau sakit hati. Jika aku merasa tak senang maka aku akan mengatakannya dengan frontal.

Aku mengambil buku notes yang sering aku bawa dan sebuah pensil untuk melampiaskan kekesalanku. Duduk disebuah bangku dengan kaki naik bersila di teras samping rumah.

Untuk suamiku yang menyebalkan, Choi Seungcheol.

Benar kita telah menikah dan semua berlandaskan cinta, tapi ada beberapa hal juga yang membuatku sangat membencimu dan membuatku berpikir ulang kenapa aku bisa mencintaimu.

Aku benci ketika kau mulai overprotektif padaku.

Aku benci ketika kau marah-marah tak jelas ketika bermain game.

Aku benci jika kau mulai bersikap kekanakan.

Aku membencimu ketika rasa tak ingin kalah menguasaimu.

Aku benci padamu ketika kau sudah keras kepala dan egois.

Aku membencimu jika kau lagi-lagi melarangku dekat dengan Joshua, padahal kami hanya berteman.

Aku membencimu jika kau melakukan perlakuan yang sama denganku kepada fans.

Aku benci denganmu ketika kau dekat dengan idol perempuan yang lebih cantik dariku.

Aku benci denganmu ketika kau melakukan interaksi berlebihan dengan perempuan lain, fans maupun idol perempuan.

Aku benci ketika kau berbohong padaku.

Aku benc padamau jika kau tidak mendengarkan apa kataku.

Aku benci denganmu ketika kau cemburu padaku, padahal aku juga sering cemburu padamu dan aku jarang mengatakannya.

Aku benci denganmu ketika kau tidak mengacuhkanku. Kau membuatku terlihat seperti radio rusak.

Aku benci ketika kau tidak sabaran.

Aku benci jika kau keras kepala menjalani diet ekstrem. Karena aku mengkhawatirkan kesehatanmu. Tetapi kau malah melarangku untuk diet ketat.

Aku membencimu jika kau bermain game hingga lupa waktu, bahkan lupa denganku.

Aku sangat membencimu Choi Seungcheol pabo!

.

"Hai sayang, sedang apa?. Maafkan aku tadi pagi ya" sapamu yang tiba-tiba saja datang, aku terlonjak kaget.

Aku tak mendengar suara mobilmu masuk ke garasi. Aku masih memasang muka masam padamu karena jujur saja aku masih kesal. Tapi cukup mengherankan, kenapa kau pulang begitu cepat. Kau mengeluarkan sebuket bunga yang kau sembunyikan dibelakang punggungmu. Kau tidak berlutut karena mungkin kau juga masih gengsi dan jujur aku tidak suka dengan rayuan yang berlebihan.

"Maaf aku tidak mendengarkanmu, maaf aku marah tadi pagi. Setelah aku bercerita dengan Jihoon dan Jeonghan, ternyata pemikiran kalian sama"katamu

"Aku benci denganmu, kau tidak percaya padaku"kataku masih belum tergiur dengan sebuket bunga yang berisi dengan bunga-bunga kesukaanku.

"Iya aku salah, maafkan aku"

"Sampai kapan oppa mudah terperdaya?. Bahkan oppa juga masih sering tertipu dengan member. Aissh igo ajjushi jinjja!"kesalku

"Iya, iya. Lain kali aku akan mendengarkanmu"katamu dengan mata memelas dan jangan lupakan aegyo khas dirimu. Ya Tuhan, pria ini sudah berumur 30-an dan masih saja bertingkah kekanakan.

Kau duduk di tempat kosong sebelahku dan menaikan kakiku ke pangkuanmu, kau memijatku. Aku tahu kau sedang merayu untuk mendapatkan maaf. Kau meletakan buket bunga itu kepangkuanku.

"Chagiya, kau lelah ya?. Jangan marah-marah pada suami tampanmu ini. Aku kan sudah mengaku salah. Fans-ku saja tidak tega marah denganku"rayumu lagi. Aku tak tahan, sebenarnya aku sudah memaafkanmu dari kau datang. Hanya saja aku jadi kesal lagi sekarang karena rayuanmu itu, mungkin karena aku sedang PMS sekarang jadi aku sedikit sensitif.

"Oppa, jika kau tidak berhenti merayu aku tidak mau memaafkanmu"kataku ketus

"Hehehe, iya. Maafkan aku sayang"katamu dan masih saja memijat kakiku. Aku menuliskan kelanjutan notes yang kubuat tadi

.

Aku sangat membencimu.

Tapi, ada satu hal yang paling aku benci darimu. Hal itu adalah, aku tidak bisa membencimu. Itu sebabnya aku mencintaimu.