BAB VIII : At The Beginning With You
Aku tak tahu kalau judul pada bab ini akan sesuai atau tidak dengan isi yang hendak aku ketik. Kau tahu?, aku sedang mengalami Writers Block parah ketika melewati bab ini. Entah berapa lama aku tinggalkan tulisan ini karena Writers Block dan jangan lupakan pekerjaan dan event yang menumpuk dan harus diurus dalam waktu yang singkat sehingga aku tidak memiliki waktu sama sekali untuk memikirkan apa yang sesuai dengan bab ini.
Ide penulisan kali ini mungkin tidak 100% terinspirasi dari dirimu. Ada sedikit inspirasi dari mantan, deretan laki-laki yang sempat aku sukai, dan laki-laki yang katanya menyukaiku. Mereka semua sama sepertiku, sudah berumah tangga juga. Ada yang baru-baru ini menikah, adapula yang istrinya baru melahirkan, bahkan ada yang sudah memiliki 2 anak. Dibandingkan aku yang belum hamil juga, aku merasa iri dengan mereka.
Kau tahu?. Aku dulu mencintai mereka begitu dalam –Tapi aku yakin, aku mencintaimu jauh lebih dari itu–. Bahkan aku tak segan memberikan kesempatan untuk membuka hatiku pada laki-laki yang tidak aku cintai sama sekali, namun hasilnya. Dia tidak menjadi seperti yang aku inginkan. Aku merasa tak cocok dan aku memutuskan untuk menarik kembali kesempatan yang telah aku berikan.
Aku bukan perempuan yang memasang standar tinggi untuk bisa menjadi pacarku. Aku cukup tahu diri dengan keadaan diriku. Hanya saja bagiku, jika laki-laki yang menyukaiku memiliki sifat yang tidak aku suka dan dia berusaha untuk merubahku menjadi bukan diriku. Itu adalah salah. Itulah yang aku alami dengan laki-laki yang 'katanya' menyukaiku. Aku memang tidak mencintainya tetapi sebelum aku memberikannya kesempatan dia adalah orang yang baik,namun setelah dijalani ternyata banyak perubahan darinya dan aku tidak bisa menerima itu.
Suamiku, Choi Seungcheol. Aku harap kau tidak cemburu jika kau membaca tulisan ini dan sampai pada bab ini. Aku sudah melupakan mereka semua. Aku sudah tidak memiliki perasaan apapun lagi terhadap mereka meskipun setitik. Karena hatiku sepenuhnya sudah menjadi milikmu. Tapi kau tahu?, tidak semudah itu melupakan kenangan manis yang dulu pernah aku jalani bersama mereka. Tanpa mereka aku tidak akan sampai ketitik dimana kita bertemu, kalau mereka tidak mematahkan hatiku. Kau mungkin tidak bisa menjadi pemenang sekarang.
Jujur aku tidak lagi terbuai pada setiap memori yang terekam dimasa lalu, kenangan dimana aku merasakan jatuh cinta berkali-kali. Aku malah menertawakannya kini dan sangat bersyukur dapat bertemu denganmu. Aku tidak pernah lagi menangisi cinta konyol yang dulu aku alami. Hal yang paling berharga bagiku saat ini adalah, aku bisa mencintaimu dan aku bahagia bersamamu.
Terima Kasih Choi Seungcheol
Sebelum aku memulai inti dari bab ini aku hanya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya terhadapmu. Bahkan aku juga tidak tahu sebesar apa aku mengibaratkan rasa syukur dan terima kasihku karena kau telah lahir di dunia ini.
Suamiku...
Aku mengenalmu setelah aku merasa sangat dikhianati oleh mantanku yang pertama. Tidak, bukan mantanku yang berkhianat. Tetapi ada seorang teman yang berkhianat, perempuan itu merasa iri denganku karena aku masih terlihat seperti orang berpacaran dengan mantanku, tetapi tidak dengannya. Dia mendekati mantanku dan mulai "mencuci otak", hal yang paling menyakitkan adalah, mantanku percaya. Aku seolah bersalah, aku difitnah habis-habisan, perempuan itu memutar balikan semua fakta. Dan mantanku tidak mengetahui fakta itu hingga akhirnya perpisahan SMA. Dia meminta maaf, tapi sayang. Aku sudah terlanjur membencinya saat itu, aku telah memutuskan untuk pergi. Jadi aku takkan kembali. Meskipun pada akhirnya, aku memaafkannya.
1 tahun setelah aku lulus, tidak ada seorangpun dan tidak ada idol manapun yang mampu mengobati luka dihatiku. Meski itu idola lamaku ataupun setelah aku mengenal idola yang lain. Hingga akhirnya aku mengenal grupmu. Bahkan pada awalnya aku malah mengidolakan Vernon, kemudian berganti ke Hoshi, Mingyu, Wonwoo. Dan aku tak tahu darimana, entah kenapa. Aku tertarik padamu, padahal aku sangat yakin bahwa ada member yang jauh lebih tampan, menarik dan berbakat darimu. Perlahan tapi pasti, kau berhasil membuatku melupakan orang-orang yang telah menyakitiku, termasuk mantanku.
Aku sangat bahagia melihatmu, meskipun kita tidak pernah bertemu. Bahkan saat itu, menonton konser ataupun fanmeeting-mu adalah sesuatu yang sedikit mustahil untukku. Kemudian aku menjalani hubungan dengan teman SMA yang katanya menyukaiku. Aku tidak bisa mengatakan ini hubungan, tetapi yang jelas aku menjadi semakin mengenal baik dan buruknya. Namun, lama-kelamaan aku merasa muak, dia tidak menjadi laki-laki yang aku harapkan, sifatnya banyak berubah dari sifat yang diawal aku mengenalnya. Ditambah lagi, entah kenapa aku merasa kau masih memegang utuh perasaanku, hatiku.
Hingga akhirnya aku mulai merasakan jatuh cinta lagi pada teman sekelasku. Teman satu angkatan, satu jurusan di kampus. Tapi, apakah kau tahu?. Aku merasa, meskipun aku mencintai teman sekelasku itu, tak membuatku lupa padamu, aku juga masih merasakan getaran yang sama. Hal ini tidak sama ketika aku menjalin hubungan dengan mantanku yang membuatku melupakan idol kesukaanku. Meskipun aku harus mengakui, aku berusaha mengubur perasaanku padamu karena aku merasa kau terlalu mustahil untuk dimiliki.
Katakan aku egois. Tapi bukan itu maksudku, aku hanya tidak mau terlalu berkhayal dapat memilikimu karena kita bagaikan langit dan bumi. Bagiku, kau terlalu fana untuk didapatkan. Dan aku tidak ingin tenggelam dalam fatamorgana atas dirimu. Tapi entah bagaimana, kau sekali lagi memperbaiki hatiku yang terluka karena kecerobohanku.
Tidak.
Jangan marah terhadap laki-laki ini.
Dia tidak sebrengsek yang lalu.
Di tengah semester 2 kami kuliah, dia lolos ujian masuk Universitas Negeri di luar Kota. Katanya, jurusan yang ini adalah jati dirinya, sudah lama dia menginginkan hal ini. Aku terpukul, kenapa dia harus pergi disaat aku mulai mencintainya. Sudah lama aku menutup hati ini, hingga akhirnya aku membuka hatiku lagi di awal semester 2.
Aku menyatakan perasaanku padanya. Aku sudah menyiapkan hati ini untuk terluka lagi. Benar saja, dia tidak memiliki setitikpun perasaan terhadapku. Hal yang paling tak kusangka adalah, sekali lagi kau mengobati luka dihati ini.
Begitu seterusnya
Jika ada laki-laki yang menyakitiku maka kau datang menyembuhkan. Jika aku salah mencintai, atau salah melangkah, maka kau akan datang menyemangati. Meskipun kita tidak pernah bertemu, meskipun kau tidak mengenalku, meskipun kita tidak pernah bertatap muka, meski kau tak pernah mengatakan kata-kata motivasi secara langsung. Aku hanya mendengarkan kata-katamu lewat rekaman ataupun tulisan saat fansign yang diterima fans lain. Tapi entah kenapa, kata-kata itu begitu memengaruhiku dan membuatku dapat menyembuhkan luka.
Dirimu seolah berkata, "Pergilah menggapai bulanmu, pergilah berkelana mencari bintangmu. Jika kau lelah, aku ada disini, bersedia menjadi sandaranmu. Obat atas lukamu, pelipur untuk laramu. Kapanpun kau lelah, kembali lah padaku, karena aku adalah rumahmu. Kau bisa kembali kerumahmu kapanpun kau mau". Walaupun itu hanya imajinasiku semata, tapi aku merasakan demikian.
Sehingga membuatku mau tak mau jatuh kembali padamu. Hal yang mengherankan adalah, dari begitu banyak idol Korea, entah kenapa hanya kau yang mampu memperbaiki hati yang terluka ini. Hanya kau yang bisa memuatku jatuh cinta berkali-kali dan kembali padamu lagi. Aku juga tidak bisa mencintai orang lain setulus dan sebesar aku mencintai dirimu. Sesuatu yang sangat ajaib bukan?.
Bahkan aku masih tetap mencintaimu setelah banyak hal buruk yang kita lewati. Banyak hal yang menimpa kita yang seolah berusaha memisahkan kita, teapi buktinya kita masih bisa bertahan dan aku berharap kita akan senantiasa seperti ini. Meskipun tak jarang kita cekcok dan berkelahi karena hal kecil maupun hal besar, aku berharap itu hanya satu ujian yang kelak dapat semakin memperkuat hubungan kita.
Entahlah
Mungkin ini semua karena,
Aku adalah Rumahmu, Kau adalah rumahku
Kemanapun kau melangkah, pergi sejauh apapun. Kau pasti akan kembali ke rumah.
Dan dimulai bersamamu (At the beginning with you).
