Sejak malam itu Baekhyun ataupun dari pihak Agensinya tak pernah memberitahu kabar kelanjutan tentang skandal ChanBaek. Jelas semua itu membuat Kwon Jiyong CEO agensi tempat Chanyeol bernaung kebingungan.
Ada apa ?
Apa yang terjadi ?
Sehingga pria itu -Kwon Jiyong- ingin sekali bertemu dan menanyakan secara langsung kepada Park Chanyeol. Sebenarnya apa yang terjadi di antara mereka. Baekhyun dan Chanyeol. Namun Jiyong urungkan niatnya, selain karena kesibukan Chanyeol ia juga tidak enak lah, lebih baik bertanya pada sang CEO agensi Baekhyun, Wu Yi Fan atau panggilan akrabnya Kris, sahabatnya. Mungkin pria berdarah China-Canada itu bisa memberitahu sedikit informasi mengenai kenapa skandal mereka tidak berjalan mulus.
Jiyong segera menekan beberapa digit angka di ponsel pintarnya, menyelipkan benda persegi panjang (pipih) di antara telinga dan bahunya, sementara dirinya sibuk menuangkan wine ke dalam gelas.
Pada sambungan ketiga Yifan menerima panggilannya.
"Kris" desah Jiyong. Dalam hati dia bersyukur Kris sedang tidak sulit untuk di hubungi.
"Ada apa ?"
"Bagaimana kelanjutan skandal Chan-Baek ?" Tanya Jiyong antusias. Pria itu menghentikan semua aktivitasnya malah kini ia sudah duduk di sofa sambil menyandarkan punggungnya.
Yifan menghela nafas berat, "Aku tidak tau," jawabnya pasrah.
Sontak jawaban Yifan membuat kening Jiyong mengernyit bingung. "Apa Chanyeol membuat kesalahan ?"
"Hm,"
"Apa itu ?"
"Kekasihku mengamuk setelah mengetahui Chanyeol mencium Baekhyun di bibir"
" APA ?" Yifan menjauhkan ponsel dari telinganya.
" Kau tidak mengetahuinya ?" Kini giliran Yifan yang mengerutkan kening.
" Aku belum bertemu Chanyeol. Dia sibuk sekali dengan photoshoot. "
"Pantas saja." Helaan nafas terdengar dari seberang sana.
"Jadi ?"
"Aku tak tau. Kami maksudku aku, Tao, dan Baekhyun belum membicarakan hal kedepannya."
"Hnm, begitu."
"..."
"Apakah Baekhyun ingin lanjut atau tidak ?"
"Sejauh ini dari yang aku ketahui dia ingin melanjutkan skandal ini. Tapi kekasihku melarangnya,"
"Panda china itu," desis Jiyong.
"Hey, dia kekasihku kalau kau lupa !" Seru Yifan disambut kekehan oleh Jiyong.
"Ya sudah, aku akan menyuruh Chanyeol meminta maaf pada Baekhyun setelah ia menyelesaikan proses pemotretan itu,"
"Kutunggu itu ! Dan apa apaan itu kau menyingkat nama mereka Chan - Baek ? Aigooo !" Tawa renyah Yifan mengalun di sela-sela perbincangan mereka.
"Kenapa memangnya ?" Sebelah alis Jiyong terangkat.
"Kau persis seperti penggemar labil" ejek Yifan.
"Terserah. Tapi aku memang penggemar berat Chanyeol dan Baekhyun. Mungkin kalau mereka menikah nanti aku akan memberikan hadiah tour keliling dunia," ucap Jiyong dengan wajah serius.
"Whoa! Aku akan mendoakan mereka menikah kalau begitu kkkk~~ dan kau akan bangkrut" Yifan tertawa terbahak - bahak di seberang sana membuat Jiyong kembali ke kewarasannya.
Terlambat ! Mulutmu harimaumu Kwon Jiyong sajangnim!
"Bisa tidak kutarik lagi ?" Tanyanya.
"Tentu saja tidak!"
"Kalau begitu tak masalah! Rugi pun aku rela," dan kedua laki-laki itu tertawa bersama.
'0o0'
"Apa Manager Baekhyun sudah memberi kabar hyung ?" Chanyeol menatap pantulan bayangan Jongin di cermin yang sedang menggelengkan kepala.
"Belum, Yeol"
Saat ini Chanyeol dan Jongin berada di ruang make up. Stylish Chanyeol -Xi Luhan- hanya tersenyum ketika mendengar artisnya membicarakan Baekhyun.
"Mungkin Baekhyun-mu sedang sibuk Chan," Luhan ikut menyahut.
"Mungkin saja noona," Chanyeol menjawab dengan wajah lesu.
TRING !
Satu notifikasi pesan masuk ke dalam ponsel Jongin. Pria berkulit tan itu segera mengintip pesan yang berasal dari sajangnim Kwon Jiyong.
"Yeol" panggil Jongin. Chanyeol menoleh ke belakang.
"Tuan Kwon ingin berbicara kepadamu. Dia memintaku membawamu bertemu padanya setelah kau menyelesaikan photoshoot ini," lanjut Jongin.
Sedangkan Chanyeol hanya manggut-manggut. "Okay!"
'0o0'
"B" Tao masuk ke dalam rumah bernuansa biru pastel. Rumah Baekhyun.
"Ne… eonnie,"
Baekhyun muncul dari halaman belakang. Gadis itu menggunakan apron yang dipenuhi cat air. Tao hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala. Ya, kebiasaan baru Baekhyun selain melukis dan bercocok tanam entah itu bunga ataupun strawberry yang akan ia kerjakan saat dia tak memiliki jadwal. Seperti saat ini, Baekhyun sedang melukis ketika Tao datang.
"Kau melukis ?" Baekhyun mengangguk.
"Kau bisa lihat sendiri eonnie," jawab Baekhyun dengan cengirannya.
"Ayo eon ! " Ajak Baekhyun. Tao membuntuti.
"Whoa! Kau menggambar ini ?" Tanya Tao setelah ia melihat apa yang Baekhyun lukis.
"Hehehe.. maafkan aku eonnie" Baekhyun menggaruk-garuk pipinya yang tidak gatal sama sekali. Kebiasaan Baekhyun saat grogi.
"Aigooo, ini cantik sekali," tao merentangkan kedua tangannya lebar dan memeluk tubuh mungil Baekhyun. Ia senang sekali melihat hasil lukisan Baekhyun. Gadis itu melukis dirinya berada di dalam pelukan Yifan pada sore hari dipinggir pantai. Itu adalah momen dimana Yifan menyatakan perasaannya pada Tao.
"Boleh untukku ya, ya, ya," pintanya dengan wajah melas.
Baekhyun menggeleng kuat-kuat, "Tidak bisa eonnie. Maafkan aku,"
Tao melepaskan pelukannya, menarik Baekhyun dan menatapnya. "Kenapa?"
"Karena semua lukisanku akan kubuat pameran." Jawabnya santai.
"Tapi Baek-"
"Kau bisa membelinya nanti" pontong Baekhyun cepat.
" APA ?" Mata bulat Tao melotot tak percaya. Sementara Baekhyun tertawa terbahak-bahak melihat reaksi kekasih sajangnimnya.
"Hahahahahaha…. Kapan lagi aku bisa memanfaatkan kalian," baekhyun memegangi perutnya.
"Sialan kau Byun Baekhyun!" Dan itulah gerutuan Tao sebelum wanita tinggi itu menggelitik perut Baekhyun membuat si gadis itu terkikik kegelian.
"Hahahahaha ampun… eonnie ammmpunnnn,"
'0o0'
"Kau memanggilku ?" Tanya Chanyeol setelah mendaratkan pantatnya pada sofa di ruangan Jiyong.
"Eoh ! Kau datang?" Jiyong menutup semua dokumen-dokumennya, lalu bangkit dan menghampiri Chanyeol yang duduk di sofa.
"Ada apa ?" Bukankah terbalik sebenarnya siapa sajangnimnya disini ? Chanyeol ataukah Jiyong.
Pria setengah tua itu terkekeh pelan, ia duduk di depan Chanyeol dengan santai, lalu menyilangkan kaki sebelum menyandarkan punggung dan melipat tangan didepan dada. Sejujurnya, Jiyong hanya meniru gaya Chanyeol.
"Kenapa kau mencium Baekhyun?" Jiyong memang tak suka bertele-tele. Lelaki itu lebih suka berkata ke intinya meski itu akan menyakitkan lawan bicaranya tak masalah selama semua itu menemukan jalan keluar.
Chanyeol tertegun.
Jiyong menyeringai.
"Kau menyukainya," Chanyeol menatapnya.
"Ya aku memang menyukainya," jawab Chanyeol mantap.
"Tapi apakah Baekhyun menyukaimu ?" Tiba-tiba saja Chanyeol merasa tertohok oleh pertanyaan Jiyong.
Benar.
Selama ini apakah Baekhyun menyukainya atau tidak.
"Mudah. Jika Baekhyun tidak menyukaiku akan kubuat dia jatuh cinta kepadaku." Jiyong memutar matanya. Lalu menepuk jidatnya sendiri, dramatis.
"Bukan itu maksudku bodoh,"
"Sial kau mengataiku bodoh?"
"Kau memang bodoh!"
"Haisssh," Chanyeol mengacak-acak rambutnya sendiri. Frustasi eoh ?
"Kau bodoh! Aku bertanya apakah Baekhyun menyukai kau melakukan skinship atau orang orang terdekat menyukaimu melakukan hal seperti itu?"
"Maksudmu apa sajangnim?" Jiyong menghembuskan nafas kasar. Bodoh memang, makanya Chanyeol jangan kebanyakan main mobile legend jadi lola kan.
"Haissshh… bodoh kau Chanyeol! Cepat minta maaf pada Baekhyun atau skandal ini benar-benar berakhir," seru Jiyong.
"Aku APA-"
Astaga! Kwon Jiyong menyesal jika benar kesampaian Chanyeol menikahi Baekhyun. Dia tak rela merugi karena artisnya yang satu ini bodoh dalam hal percintaan.
"Aku tidak mau tau kau harus pergi minta maaf pada Baekhyun atau skandal ini berakhir," ancam Jiyong. Chanyeol meneguk ludahnya sendiri. Jiyong memang kadang-kadang menyebalkan tapi juga mengerikan diwaktu yang bersamaan seperti saat ini.
"Y-ye,"
Gimana ?
Review please ^~^
