Previously:

"Kyungsoo, kenalkan ini Baekhyun temanku dari Beijing. dia tinggal bersama ku untuk urusan bisnis keluarga."

"annyeong hasseo, wu baekhyun imnida." Katanya sambil membungkuk dan tersenyum ramah seperti biasanya.

"Baek, ini Kyungsoo, kekasihku." Kata Chanyeol tersenyum sambil mengelus punggung Kyungsoo. Dan senyuman Baekhyun pun perlahan menghilang.

FORGOTTEN LOVE

MainCast: Chanyeol, Baekhyun,Kyungsoo

Pairing: Chanbaek / T aoris / Chansoo dan Lainnya

Rated: T bisa naik sewaktu waktu

Warning: typo bertebaran

GS, DLDR.

enjoy

.

.

Chapter 2

"Annyeong hasseo. Do Kyungsoo imnida. Senang berkenalan denganmu." Katanya sambil membungkuk. Senyuman hati yang sangat manis. Yah, tak heran sih jika Chanyeol menyukai wanita ini.

"Kulihat kau sedang bermain game dengan Chanyeol? Siapa yang menang? Belum pernah aku melihat orang yang bisa menandingi dia." Lanjutnya.

"oh. Hm- iya aku yang mencapai garis Finish duluan." Kata Baekhyun mencoba mentralkan perasaan tak nyaman dihatinya.

"itu tidak masuk hitungan. Tadi kan aku tidak menyelesaikan game itu sampai tuntas" bela Chanyeol. Sementara Kyungsoo terkekeh sambil mengajak Chanyeol duduk di sofa. Sepertinya aneh kalau Baekhyun duduk di karpet sendirian, akhirnya ia duduk di dekat Kai dan Jongdae.

"kau mandi lama sekali." Celetuk Jongdae. Mereka semua sedang berada dirumah Kyungsoo sekarang, rencana awal mereka ingin pergi bersama. Tapi Nona Do ini ternyata perlu waktu setengah abad untuk bersiap.

"hahaha, namanya juga perempuan. Kau juga pasti begitu kan Baekhyun?. Ah ku panggil kau Baekhyun saja ya? Biar lebih akrab" kata Kyungsoo ramah mengajak Baekhyun kedalam obrolan. Membuatnya merasa bukan orang asing.

"hehehe, begitulah. Iya Tak apa Kyungsoo-sshi" sahut Baekhyun. "kyungsoo saja Baek" koreksinya, masih dengan senyuman hatinya itu. Kyungsoo sepertinya baik. Tapi entah kenapa Baekhyun sedikit tak suka melihatnya, apalagi saat Kyungsoo dan Chanyeol duduk berdekatan seperti itu. Kok Baekhyun rasanya seperti ingin duduk menyempilkan pantatnya ditengah keduanya ya.

"yasudah kalau semuanya sudah siap, ayo kita pergi sekarang." Ajak Chanyeol sambil siap siap bangkit.

Kai yang sedang duduk di samping Baekhyun langsung menolehkan wajahnya menghadap Baekhyun. Merangkulkan tangannya di pundak Baekhyun sok akrab. Oh Kim Jongin, kau beruntung saja tidak ada Xiumin disini, jika dia tau kau menyentuh adiknya seperti itu, kau akan mendapatkan sebuah lemari. Yang dilemparkan. Ke muka mu.

"Baek, kau naik mobilku saja ya. Kau tak mau kan jadi kambing, melihat Kyungsoo dan Chanyeol berlovey dovey di mobil?" ajak Kai dengan wink nya. Tampan sih, tapi bukan seleranya.

"Yak. Aku ikut denganmu juga Kai." Itu suara Jongdae. Kai menarik tangannya kembali. Jongdae ini, suka sekali menganggu sih. "Shiro! Kau naik mobilmu saja. Aku mau berduaan dengan Baekhyun."

"Nah! Karena itu. Aku HARUS naik mobilmu saja." Kekeuh Jongdae. Dan berakhir lah mereka dengan perdebatan 'Kau naik mobilmu saja' dan 'aku harus naik mobilmu'. Chanyeol memijat pelipisnya, astaga kapan mereka akan berhenti sih.

"Sudahlah, kita satu mobil saja." Kata Kyungsoo menengahi. Chanyeol menatapnya sambil mempoutkan bibirnya. "Yah.. tapi kan aku ingin berduaan denganmu" katanya pelan, namun masih bisa ditangkap oleh pendengaran Baekhyun. Kyungsoo memberikan tatapan "sudah terima saja atau aku marah" kepada Chanyeol. Yang ajaibnya membuat Chanyeol menyerah.

Akhirnya mereka berlima pun pergi dengan mobil Chanyeol. Kyungsoo duduk didepan, sementara Kai, Jongdae dan Baekhyun di belakang. Baekhyun duduk tepat di belakang Chanyeol. Kai aga kesal sebenarnya, ia ingin duduk disamping Baekhyun. Tapi si muka kotak malah duduk ditengah tengah, memisahkan nya dari Baekhyun.

"Chanyeol-ah. Maaf, kita mau kemana ya? Kau belum bilang padaku" Tanya Baekhyun sambil memandang jalanan Seoul yang sangat dia rindukan .

"Kita mau ke sebuah Festival Baek, setelah itu makan siang. Ah iya, Baekhyun.. kau sudah lama kan tidak ke Korea? Adakah yang ingin kau kunjungi?" Jawab Chanyeol sambil sesekali memandangnya dari kaca spion tengah.

"Iya sudah lama. Ada beberapa tempat yang ingin kukunjungi, tapi…"ada jeda, dia melihat kearah Kyungsoo sebentar. Dia ingin sekali pergi kesana berdua dengan Chanyeol. Tidak beramai ramai seperti sekarang, apalagi dengan Kyungsoo. "Nanti saja. Sepertinya waktunya tidak pas." Lanjutnya.

"Kenapa? Jika kau mau kesana, kami akan menemanimu. Bukan kah bersama sama lebih menyenangkan?" ajak Kyungsoo super ramah dengan senyuman indah nya itu. Ingin sekali Baekhyun mendengus keras keras dan menjawab "MALAH AKU TAK MAU KALAU BERSAMA SAMA. APALAGI ADA KAU!" tapi dia urungkan karna dia masih waras. "Iya sih. Tapi nanti saja. Pasti lelah jika pergi sehabis festival." Katanya akhirnya. Kyungsoo mengangguk angguk paham. Makin membuatnya seperti burung hantu.

Tapi jika dilihat lihat Kyungsoo dan Chanyeol sebenarnya cukup serasi. Matanya benar benar bulat, sama seperti Chanyeol. Sementara Baekhyun memiliki mata sipit yang akan makin menghilang jika dia tersenyum. Senyuman Kyungsoo berbentuk hati. Manis sekali. Tidak sepertinya yang berbentuk kotak. Sungguh perpaduan yang "indah". Perbedaan tinggi Kyungsoo dan Chanyeol sangat pas. Tapi itu tak bisa dijadikan alasan kuat sih karena tinggi Baekhyun dan Kyungsoo sepertinya sama. Dan yang terakhir bibir Kyungsoo dan Chanyeol sama sama tebal (tak setebal Kai sih) sangat kiss-able. Pasti mereka sering berciuman.

Ditambah Kyungsoo sangat ramah dan sopan. Dan itu semua hal yang membuat Baekhyun entah kenapa semakin sebal dengannya.

Disampingnya Jongdae dan Kai sedang berceloteh tentang diri mereka. Ya ya ya, Baekhyun hanya mendengar sekenanya saja. Seperti bahwa Kai, Jongdae dan Chanyeol sangat popular di SHS nya tetapi Kai lah yang paling playboy.

Baru setengah hari, tapi Baekhyun sudah mengetahui cukup banyak tentang Kai dan Jongdae. Kai adalah yang paling muda, dia mengambil Jurusan Dance di Seoul Institute of the Arts dia paling hebat merayu wanita dan menari. Sementara Jongdae dia mengambil Jurusan Vocal Music di SNU. dia paling hebat makan dan menyanyi. Ternyata para idiot ini otaknya pintar juga. Kalau Chanyeol dan Baekhyun mengambil jurusan Bisnis di SNU. Tunggu sebentar, kok kayanya ada yang Baekhyun lupa. Oh iya. Si kyungsoo ini kuliah dimana.

"Kalau kau Kyungsoo, kau kuliah dimana?" Tanya Baekhyun. Tolong jangan bilang di SNU.

"Aku mengambil Jurusan Psikologi di Yonsei." Jawabnya. Sebenarnya Baekhyun tak peduli jurusan apapun yang di ambil Kyungsoo. Tapi yang penting wanita ini tidak di SNU.

"dia jahat ya Baek, dia tak mendaftar di SNU. Dia malah berpisah sendiri." Kata Chanyeol pura pura sedih. Kyungsoo hanya tertawa kecil sementara Baek tersenyum, "baguslah" batin Baekhyun.

OOO

Akhirnya mereka sampai juga di sebuah festival. Banyak orang berlalu lalang dengan tenda tenda yang menjual berbagai jenis makanan, barang bahkan stand stand seperti meramal, games dan lainnya. Di Beijing Baekhyun jarang bersenang senang seperti ini, jika pun iya dia hanya akan pergi dengan Luhan. Baekhyun memandang sekelilingnya dengan antusias. Persis seperti anak kecil. Kai yang memandanginya tersenyum sendiri. "Kau belum pernah ke festival?" Tanya nya.

"Belum. Eh pernah sih. Ah, entahlah aku lupa". Matanya masih sibuk melihat lihat. Kira-kira dia mau kemana dulu ya.

"Baiklah. Kalian pergi saja main, nanti hubungi aku kalau sudah selesai. Kita bertemu di suatu tempat" kata Chanyeol dan langsung memisahkan diri berduaan dengan Kyungsoo. Baekhyun ingin sekali mengekorinya dari belakang. Rasanya aga tak rela meninggalkan mereka berdua.

Tapi si muka kotak Jongdae malah menariknya ke sebuah stand makanan. "AYO KITA JAJAN!" Katanya kelewat semangat. Sementara Kai mengikuti Baekhyun dan Jongdae.

Ketiganya berjalan-jalan mengelilingi banyak stand, dari barang barang, makanan, sampai meramal. Kai diramal katanya akan menemukan jodohnya. Yang akan membuat dunianya berubah, dan wanita itu sudah berada di dekatnya.

"ah! Itu pasti kau kan Baekhyun~~~ kau wanita itu yang akan merubah duniaku~~~~?" Kata Kai over acting. Ketiganya baru saja selesai dari stand meramal dan membeli Jus dan Sosis di sebuah stand. Mereka melanjutkan berjalan menuju sebuah stand yang menjual aksesoris.

"Ah. Aku tak percaya. Wanita disekelilingmu kan terlalu banyak" kata Jongdae sambil memutar bola matanya malas. Sesekali ia memakan sosis panggang yang dia pegang sedari tadi. Kayanya Jongdae tak pernah berhenti mengunyah deh.

Sesampainya di stand aksesoris baekhyun membeli Bandana dengan telinga kucing yang sangat imut. Sementara Jongdae membeli telinga gajah dan Kai dengan tanduk rusa. Aga aneh sebenarnya sih. Dengan tanduk rusa, Kai seperti rusa nyasar apalagi sekarang masih jauh dari waktu Natal. Sementara Jongdae, telinga gajahnya seperti sayap. Baekhyun sampai takut kepala Jongdae akan terbang tiba tiba meninggalkan tubuhnya.

Tapi yasudahlah.

Tiba tiba mereka bertiga sampai di sebuah arena games. Banyak sekali stand dengan permainan seru. Diantara banyaknya orang, Baekhyun melihat Chanyeol dan Kyungsoo yang sedang bermain tembak tembakan. Kyungsoo yang mencoba menembak target dengan Chanyeol membantunya mengarahkan tembakannya. Posisi Chanyeol yang berdiri di belakang si pendek Kyungsoo membuat Chanyeol terlihat sedang memeluk Kekasihnya.

Ah, rasa tak nyaman di hatinya datang lagi. Ternyata tak hanya Baekhyun yang melihat, Kai yang sedang sibuk minum juga melihatnya. Dia masih sibuk minum jusnya sambil memandang Kyungsoo dan Chanyeol tanpa berkedip. Awalnya Baekhyun kira dia sedang melamun.

"itu Chanyeol. Kayanya seru juga main game. Ayo kita kesana. Kita lihat kehebatanmu Baekhyun. Apa kau bisa main game seperti ini juga atau tidak." Kata Jongdae setelah kunyahan sosis terakhirnya dia telan. Baekhyun hanya mengangguk ngangguk saja. Sementara Kai mengeluarkan ponselnya dan sibuk sendiri.

"Yak. Kkamjjong! Ayo!" Panggil Jongdae saat melihat Kai masih diam ditempatnya. Kai memberikan Kode bahwa dia ingin menelfon sebentar.

Jongdae dan Baekhyun pun menghampiri Chanyeol duluan. "Ayo kita main ini!" kata Jongdae sumringah. Suaranya nyaring sekali kalau sedang teriak. Merasa familiar dengan suara mengganggu itu, Chanyeol dan Kyungsoo menolehkan pandangan mereka dan menemukan Jongdae dengan telinga anehnya itu.

"Gajah?" Tanya Chanyeol sambil memandangi bandana Jongdae dengan tatapan aneh sekaligus menahan tawa. "Wae?! Kau merasa telingamu tersaingi? Hahahaha" sindir Jongdae. "YAK!" sahut Chanyeol sebal. Pandangannya beralih pada bandana yang dikenakan Baekhyun. Dia lupa berkedip dan tidak bicara apa apa. Baekhyun lucu sekali.

"Punyamu bagus Baek" kata Kyungsoo memecah detik detik keheningan barusan. "thanks" katanya sambil menyunggingkan senyum. Sebenarnya dia lebih pingin Chanyeol yang mengatakan hal itu.

"kau mau beli itu juga chagi?" Tanya Chanyeol pada Kyungsoo. Kyungsoo mengangguk. "Jongdae, dimana kau membelli bandana bodohmu itu? Kyungsoo mau membelinya juga."

"ah. Susah jika ku sebutkan. Ku antar saja bagaimana?" tawar Jongdae. Baik juga si muka kotak ini. "bolehkah?" "iya kyungsoo. Tapi jangan lama lama ya. Aku mau re-match dengan Baekhyun" kata Jongdae. Dan detik berikutnya keduanya sudah balik badan dan pergi dengan langkah sedikit terburu.

"baiklah. Sambil menunggu mereka, kita main dulu bagaimana?" ajak Chanyeol. Baekhyun setuju. Tapi jujur saja, bermain senapan seperti ini adalah hal baru baginya. Biasanya dia hanya bermain game virtual. Tentu saja Chanyeol menang. Baekhyun tak terima, dia meminta permainan di ulang sebanyak 3x. Dan tetap saja Baekhyun kalah. Baekhyun mempoutkan bibirnya kesal. Chanyeol yang melihat itu jadi gemas. Untung dia bisa menahan dirinya. Kalau tidak, pasti dia sudah mencubit Baekhyun sekarang.

"jangan ngambek Baekhyun. Hahaha. Baiklah, pilih hadiah yang kau mau. Akan kuberikan padamu." Kata Chanyeol. Sebenarnya Baekhyun bukan menginginkan hadiah nya sih, dia hanya iri sama Kyungsoo. Pasti senang sekali diajari Chanyeol menembak. Dengan jarak sedekat itu pula.

Tapi untuk menghargai Chanyeol, Baekhyun akhirnya memilih hadiahnya. Ada sebuah kalung dengan bandul bulan sabit. Bukan kalung mahal sih, ya.. kau mau berharap apa dari sebuah hadiah di stand festival?. Tapi Kalung itu memang sedikit mencuri perhatiannya dari tadi. Chanyeol pun memberikan kalung itu. Sempat terpikir oleh Chanyeol untuk memakaikan Baekhyun kalung itu, tapi Kyungsoo (dengan Bandana telinga beruangnya) Jongdae dan Kai sudah menghampiri.

Baekhyun memutuskan untuk menyimpan Kalung itu di Tasnya.

"Bagaimana? Bagus tidak?" Tanya Kyungsoo. Chanyeol mengacungkan kedua jempolnya sambil tersenyum.

"kau darimana saja Kai?" Tanya Baekhyun ke Kai. Sepertinya Baekhyun harus tukar bandana dengan Kai. Tanduk rusa itu membuatnya terlihat lebih tinggi. "menelfon wanitaku, malam ini aku ada janji dengannya. Jadi maaf ya aku tak bisa sampai malam" kata Kai sambil nyengir.

"pacarmu?"

"bukan baek, Yeoja malam yang disewa Kai. Kai tidak punya pacar. Entah sampai kapan dia begitu" kata Jongdae mengoreksi. Baekhyun mengangguk angguk paham.

"Kai. Sebaiknya kau jangan menyakiti wanita terus." Kata kyungsoo menasehati. Dia sudah hafal diluar kepala sifat Kai. "aku menyakiti darimana? Dia kan yeoja malam. Sudah seharusnya dia diperlakukan seperti itu."

"Kim Jongin!" kata Kyungsoo sebal. Pasti deh, jika dinasehati dia akan membangkang. "sudahlah, kita disini untuk bersenang senang. Ayo Baek, kita kesana" Kata Kai sambil menarik Baekhyun pergi. Meninggalkan ketiganya.

"sudahlah Kyung, yang penting dia tidak macam macam dengan temannya sendiri." Kata Jongdae santai sambil mengikuti kemana arah Kai pergi.

Kyungsoo mendesah. Kai dulu tak seperti ini. Memang fans nya banyak, tapi dia tidak pernah mempemainkan perasaan wanita. Chanyeol menggenggam tangannya, memberikan senyuman hangat dan mengajaknya untuk ikut mereka.

OOO

Tak terasa jam makan siang pun tiba udah siang, ketiga nya pun makan di sebuah restoran di dekat area Festival. Mereka berbincang bincang sampai sore. Baekhyun menceritakan bahwa ia mempunyai kedua orang kaka laki laki dan seorang sahabat di Beijing. dari situ juga Baekhyun tau bahwa Chanyeol bertemu kyungsoo, Kai dan Jongdae setelah kecelakaannya. Karena sepertinya, Kyungsoo, Kai dan Jongdae tak pernah tau Chanyeol pernah amnesia. Entahlah. Antara tidak tau atau tak mau cerita.

Setelah makan siang, mereka memutuskan untuk pulang karena Kai merengek ingin bersiap siap dulu kerumah sebelum bertemu yeoja itu. Dan Jongdae ingin ikut ke Club juga. Berbeda dengan Kai, Jongdae lebih menikmati music disana ketimbang Yeoja yeoja berpakaian minim. Setidaknya, itu sih yang dikatakannya. Entah benar atau tidak.

Sesampainya dirumah Kyungsoo, mereka bermalas malasan dulu sebelum akhirnya pulang. Langit sudah gelap saat itu. Jongdae, Kai dan Chanyeol pulang dengan mobil masing masing. Tak lupa si tinggi pamit dengan kecupan sayang di pipi Kyungsoo. Baekhyun pura pura sibuk dengan ponselnya saat itu, menghindari kecanggungan (dan rasa mencelos di dadanya.)

Sekarang Baekhyun dan Chanyeol hanya berdua di mobil. "Chanyeol bolehkah aku bertanya padamu?" "ya silahkan Baek." Jawab chanyeol tanpa memalingkan pandangannya dari jalanan di depan.

"Sudah… berapa lama kau dan Kyungsoo bersama? maksudku… err. Berpacaran?" kata Baekhyun, sambil menatap Chanyeol lekat. Sadar diperhatikan, chanyeol menolehkan pandangannya pada Baekhyun. Ia tersenyum sebentar sebelum mengalihkan pandangannya ke jalan lagi.

"aku dan Kyungsoo sudah bersama selama 2 tahun. Saat tahun pertama Kai mengenalkan Kyungsoo kepadaku dan Jongdae. Kyungsoo merupakan tetangga Kai dari dulu sampai sekarang. Karena sering main bersama.. yah.. em.. aku jadi menyukainya deh. Hehe. Sebenarnya saat itu Kyungsoo tak suka padaku. Tetapi, mungkin karena aku gigih untuk mendapatkannya, dia membuka hatinya untukku." Jelas Chanyeol panjang lebar. Sesekali ia tersenyum saat mengenang bagaimana perjuangannya untuk mendapatkan kekasih nya itu.

"oh… begitu. Sebelum bertemu dengan Kyungsoo. Pernahkah kau menyukai perempuan lain? Atau, mungkin sahabat?" kata Baekhyun hati hati sekali. Ia sedikit menaruh harapan pada Jawaban Chanyeol.

"tidak" jawab Chanyeol singkat. Mudah sekali. Baek tidak mengharapkan jawaban itu sebenarnya. Tapi ia bisa apa, Chanyeol memang benar benar lupa.

"lagipula jika sebelum bertemu Kyungsoo, itu artinya saat aku masih JHS, mana mungkin anak kecil sudah mengerti jatuh hati saat itu Baek. Jika memang iya pun, pasti tak serius."

DAR

Ya tentu saja. Kau mau mengharapkan apa Baekhyun. Chanyeol saat itu masih belum mngerti apa jatuh hati sesungguhnya. Jika pun ia ingat denganmu, masihkah kau berfikir bahwa itu akan mengubah semuanya.

"memangsih eomma bilang dulu aku pernah mempunyai teman dekat saat masih kecil. Tapi aku sudah lupa. Kata eomma dulu aku sempat kecelakaan dan amnesia ringan. Jadi aku tak tau itu benar atau tidak. Lagipula tak penting juga sih. Aku yakin dia juga sudah lupa padaku. Ayolah itu dulu sekali kan" "lupa? Kau tak tau saja bertahun tahun dia menunggu bertemu denganmu" batin Baekhyun sambil tersenyum pahit.

Melihat respon Baekhyun yang terdiam, Chanyeol mencoba mencairkan suasana.

"bagaimana kah denganmu? Apakah kau punya kekasih di Beijing?" Tanya Chanyeol. Baekhyun tertawa remeh. Pertanyaannya seolah menyindir Baek tepat dihatinya.

"tidak."

"tidak? Mana mungkin. Pasti banyak pria yang tertarik padamu."

'tapi bukan kau, Chanyeol' batinnya. "tapi aku tak tertarik.". Chanyeol mengangguk angguk mengerti.

"semoga kepulanganmu ke Korea menyenangkan ya Baek. Eomma mengatakan keluargaku dan keluargamu dulu dekat, dan memutuskan untuk melakukan kerjasama. Semoga kita bisa bekerjasama dengan Baik" kata Chanyeol sambil tersenyum super manis. Baekhyun hanya mengiyakan sekena nya saja. Kau tak tau saja Chanyeol, kepulangan Baek ke Korea Jauh dari yang ia harapkan.

Sesampainya di Mansion, Baekhyun mengekori Chanyeol sampai akhirnya mereka berhenti di depan kamar.

"selamat istirahat Baek" kata Chanyeol sambil tersenyum. "kau juga Chanyeol. Terima kasih ya untuk hari ini." Dan keduanya pun masuk ke kamar mereka masing masing.

Baekhyun merebahkan tubuhnya diatas kasur. Matanya terpejam. Banyak sekali hal yang berputar di otaknya. Tak lama, ponselnya bergetar. Ia merogoh tas nya, dan mengangkat panggilan itu tanpa melihat si penelpon.

"yoeboseyo"

"HAI BAXIAAANNNN." Suara nyaring Luhan langsung menusuk telinga. Baekhyun mengernyit sambil menjauhkan ponselnya beberapa inci dari telinganya. Astaga wanita ini.

"Yak. Pelankan suaramu!"

"hahaha. Apa kabarmu? Kau pasti merindukanku kann?"

"pede sekali kau."

"jadi, bagaimana pertemuanmu dengan tuan Park ini. Pasti kalian bernostalgia bersama. mengenang masa lalu. Ahhhh pasti kau bahagia Baxian."cerocos Luhan. Baekhyun terdiam. Kenyataannya jauh sekali dari yang ia harapkan. Bagaimana mengenang masa lalu jika dia saja sudah dilupakan.

"hello? Kok kau diam saja?"

"ah.. tidak apa apa."

"jadi bagaimana? Kau tak mau cerita nih?"

"belum ada yang menarik. Akan ku ceritakan nanti ya Lu. Aku baru pulang dan… sedikit lelah. Bolehkah jika kita lanjutkan besok?" bohong baekhyun.

"baiklah Baxian. Selamat istirahat. Semangat ya. Sampai bertemu lagi." Pip. Dan sambungan dimatikan. Baekhyun meremas seprainya, hatinya terasa sakit. Selama bertahun tahun ia di Beijing, tak pernah sedikit pun ia melirik lelaki lain. Setiap pria yang mendekatinya akan dia tolak. Hanya untuk Chanyeol. Entah mengapa setiap kali melihat lelaki, hati bodohnya akan berbisik "dia bukan Chanyeol". Sementara Chanyeol di Korea sibuk mengejar gadis lain. Bahkan melupakannya.

Baekhyun sebenarnya bingung harus apa. Awalnya dia hanya berfikir bahwa dia merindukan Chanyeol. Hanya rasa rindu sebagai seorang sahabat. Tetapi, entah mengapa perasan tak suka itu selalu datang saat melihat Kyungsoo dan Chanyeol bersama. apa dia hanya merasa iri? Lalu bagaimana dengan janji Chanyeol dulu sebelum Baekhyun pergi ke Beijing.

Baekhyun beranjak mengambil sebuah bola kaca dengan pemandangan Sydney yang terletak di meja tidurnya. Pikirannya melambung beberapa tahun lalu.

Flashback

Baekhyun kecil yang kala itu sedang berlibur di Sydney dengan keluarganya sedang asyik melihat Kangguru kecil yang melompat lompat. Dengan polosnya ia ikut melompat lompat meniru si Kangguru. Sibuk dengan kegiatannya sendiri, Baekhyun tak mendengar panggilan kakanya, Xiumin dan malah menghilang ditengah keramaian orang. Ia melompat memutari tempat kangguru dan semakin menjauh.

Kelelahan, ia akhirnya berhenti dan baru sadar bahwa dia terpisah jauh dari keluarganya. Kebun binatang saat itu sedang ramai. Baekhyun kecil tak tau harus apa. Dia hanya duduk disebuah bangku, hanya diam. Dari kecil, Baekhyun jarang sekali menangis. Berbeda dengan Yi Fan kakanya. Jika ia tidak mendapatkan apa yang dia inginkan, ia akan mengamuk dan menangis. Sementara Xiumin akan menenangkannya dan Baekhyun setia menontonnya.

Tiba tiba seorang anak lelaki gendut dengan telinga lebar menghampirinya. Mungkin ia merasa aneh dengan seorang anak kecil korea sendirian ditengah para bule. "hai". Baekhyun masih terdiam dan memandang bocah itu datar.

"kau sedang apa?". Bocah itu bertanya sambil memandang Baekhyun lekat lekat. "kau sendirian?". Tetap tak ada jawaban. "kau kok diam saja sih". Sebuah botol minum yang dikalungkan di leher bocah itu menarik perhatiannya. Dia haus sekali habis loncat loncat. Mengikuti arah pandang si gadis kecil, bocah bertelinga elf itu melepaskan botol minum dilehernya, dan memberikannya pada Baekhyun.

"ini. Minumlah!" katanya dengan senyuman super lebar. Baekhyun mengambil minuman itu sambil terus menatap bocah dihadapannya.

"aku Park Chanyeol. Senang bertemu denganmu."

"aku Wu Baekhyun"

Tak lama, Donghae dan Yoona menghampiri Chanyeol dengan raut khawatir.

"Ommo.. Chanyeollie, jangan tiba tiba berlari menjauh seperti ini sayang. Bahaya. Kau sedang apa?" kata Yoona sambil mensejajarkan tingginya dengan Chanyeol. Mata Chanyeol masih memandang Baekhyun dengan tatapan lugu. Yoona yang mengikuti arah pandang Chanyeol melihat seorang gadis kecil yang sedang memegangi tempat minum Chanyeol.

"hallo. Nama mu siapa adik kecil?" Tanya Yoona ramah.

"namanya Wu Baekhyun eomma. Dia sendirian" celetuk Chanyeol.

"memangnya dimana orang tuamu nak?"

"entahlah dia tak mau menjawab" kata Chanyeol. Dia lebih mirip penerjemah bahasa Baekhyun sekarang. Baekhyun memandang Yoona dengan pandangan takut takut.

"kau terpisah dari keluargamu ya? Mari bibi bantu mencarikan orang tuamu ya?" katanya super ramah dengan senyuman cantiknya. Yoona memberikan tangannya, mengajak Baekhyun untuk pergi. Tapi si gadis mungil masih bergeming. Beberapa kali Donghae dan Yoona membujuk, Baekhyun masih saja terdiam.

Lalu, Chanyeol kecil dengan gaya layaknya boss, mendekat kearah Baekhyun dan meraih tangan Baekhyun begitu saja. Baekhyun sempat kaget, tapi senyuman Chanyeol yang kelewat percaya diri seolah menyihirnya.

"ayo! Tak usah takut Baekhyun." Katanya. Dan Baekhyun menurut. Setelah Yoona dan Donghae melaporkan anak hilang di pusat informasi, tak lama, keluarga Baekhyun datang. Xiumin dan Kris langsung menghambur ke Baekhyun. Kris sibuk mengintrogasi Baekhyun dengan pertanyaan yang sama "kau tak apa apa?" sementara Xiumin terus saja memeluk adiknya takut takut dia lenyap lagi.

Chanyeol menghampiri dengan senyuman lebar khasnya. "sekarang kau sudah bertemu eomma dan appamu Baekhyun". Baekhyun melepaskan pelukan kakanya dan memberikan botol minuman Chanyeol kepadanya sambil tersenyum manis. Chanyeol bersumpah senyum itu senyum terindah yang pernah dilihatnya.

"Terima kasih Chanyeol" kata Baekhyun.

Mr. Wu dan Mrs Wu berterimakasih kepada keluarga Park. Menemukan banyak kesamaan, sisa liburan mereka di Sydney dihabiskan bersama. sampai akhirnya keluarga Park kembali ke korea lebih dulu. Sebelum pergi Chanyeol memberikan Baekhyun bola kaca pemandangan Sydney lengkap dengan kangguru kecil di dalamnya. "jangan pernah melupakanku ya?!" pinta Chanyeol lebih mirip menyuruh. Baekhyun mengangguk.

Chanyeol masih enggan dan masih mau berlama lama dengan Baekhyun sebenarnya. Di pesawat ia mengingat bagaimana lucunya temannya itu.

Saat itu Chanyeol sedang melihat lihat binatang sampai seorang anak kecil menarik perhatiannya. Gadis itu melompat lompat layaknya kangguru, penasaran Chanyeol akhrnya mengikuti anak itu. Dia pikir awalnya gadis itu anak kanguru yang hilang tapi malah seorang gadis manis yang terus masuk ke pikirannya.

"eomma.. aku ingin bertemu nona kangguru lagi~"

"nona kangguru?"

"Baekhyun, eomma"

"oh hahaha. Iya sayang. Berdoa saja nanti kita bisa bertemu dengannya lagi." Dan sejak saat itu Chanyeol tak pernah berhenti berdoa. Sampai suatu saat di sebuah taman ia bertemu lagi dengan si nona kangguru. Seakan tuhan merencanakan semuanya, ternyata rumah Baekhyun tak jauh dari rumah Chanyeol. Dan persahabatan itu pun berlanjut.

Baekhyun menarik nafas dalam dalam dan menghembuskannya perlahan. Ia lelah. Ia memutuskan untu mandi dan segera tidur.

OOO

Luhan sedang duduk di sofa mewah di apartemennya. Ia mengetuk ngetukan ponselnya ke dagu. Setelah pembicaraan singkat tadi dengan Baekhyun, Luhan tau bahwa ada yang tak beres dengannya. Tak biasanya Baekhyun-sahabat super cerewetnya- bertingkah seperti itu.

Seharusnya ia bercerita menggebu gebu. "apa yang terjadi dengan mu Baxian…" gumamnya.

OOO

Sementara itu, Chanyeol sedang berbaring di atas tempat tidurnya. Perasaan aneh menjalar di dadanya. Ada yang berbeda. Pikirannya melambung saat mengingat senyum Baekhyun saat di depan kamar, saat mengenakan bandana dan saat diperjalanan pulang.

"ada apa… denganku..?" batinnya. Sebelum Chanyeol tertidur, sekelebat bayangan gadis kecil yang melompat lompat datang di pikirannya. Dan kemudian hilang.

OOO

Beberapa minggu kemudian

Baekhyun sedang berada di perpustakaan kampus dengan Chanyeol. "kau tau? Tugas Profesor Kang sungguh tak waras." Gerutu Baekhyun sambil mencari cari buku referensi sementara Chanyeol setia mengekori di belakang. Ya, chanyeol dan Baekhyun sudah masuk kuliah. Untuk kelas professor Kang, ternyata mereka sekelas. Awalnya baekhyun gembira, tapi tak jadi karena professor itu tampaknya punya obsesi gila dengan tugas.

"kau kayak tak tau professor Kang saja sih." Kata Chanyeol. Setelah merasa buku yang dibawa Cukup, Chanyeol dan Baekhyun pun duduk berhadapan disebuah meja. Chanyeol mulai membuka laptopnya sementara Baekhyun membuka buka buku yang tadi di bawanya.

Ponsel Chanyeol bergetar, notifikasi sebuah pesan masuk. Baekhyun melihat Chanyeol yang sedang asik dengan ponselnya dan sesekali tersenyum lebar. Cih, pasti si Kyungsoo. Baekhyun berdehem sekali. Tak didengar. Ke dua kali dengan nada lebih keras. Tak didengar juga. Ke Tiga kali nyaris seperti orang mau muntah. Chanyeol terlonjak, bahkan orang orang disekitar nya menatap baekhyun tajam. "Baek? Kau kenapa?" katanya kaget. Sementara Baekhyun memandangnya dengan tatapan intimidasi.

"ah… mian. Ini Kyungsoo." Kata Chanyeol seolah jawaban itu membantu. 'aku tau bodoh.' Batin Baekhyun. Melihat reaksi Baekhyun yang tidak berubah, Chanyeol memasukin ponselnya kikuk dan segera kembali focus ke laptopnya.

"aku akan mencari beberapa referensi lagi" katanya lalu bangkit. Sebenarnya itu hanya alasan sih untuk dia menjauh sementara dari Chanyeol. Dia muak dengan senyum bodoh Chanyeol setiap notifikasi LINE dari Kyungsoo masuk.

Baekhyun mengambil asal buku buku yang ia lewati. Perasaannya sedang kesal. Orang kesal bebas, kau tau?

Terlalu banyak buku yang ia bawa, tak sadar ia menabrak seseorang dan buku buku itu jatuh bahkan salah satu buku tebal dengan cantiknya mendarat dikaki Baekhyun.

"ouch…" katanya. Lalu segera memungut buku buku yang-dia baru sadar ternyata kelewat banyak-jatuh.

"ah.. mian. Maaf kan aku, ini salahku." Kata Baekhyun sambil memungut buku yang berjatuhan. Si pria putih tampan yang baru ditabraknya masih diam berdiri. Kemudian ia ikut berjongkok.

"maaf nona. Tapi buku yang kau pungut itu milikku." Katanya datar. Baekhyun mengalihkan buku yang ia pegang. Sebenarnya dia juga tak tau sih yang mana miliknya.

"oh.. iya maaf." Kata Baekhyun. Ia mendongakkan kepalanya dan sempat terdiam memandang si pria yang luar biasa tampan dengan mata onyx nya yang tajam. 'dia orang bule bukan sih?' batinnya. Setelah tersadar, ia memberikan buku yang tadi dia pegang kepada si pria setengah bule ini. Dan melanjutkan memungut buku buku yang lain.

"filsafat? Music? Ekonomi? Kau mengambil 3 jurusan sekaligus?" katanya saat membantu Baekhyun memungut buku buku yang lain. Ah.. benar juga. Karena asal mengambil Baekhyun tak memperhatikan buku yang dia pilih. Si bule mengangkat sebelah alisnya. Astaga, pria ini jutek sekali sih.

"ah Tidak. Bukan begitu… hmm aku salah ambil" jawabnya canggung. Setelah selesai, keduanya berdiri.

"maaf ya. Kalau begitu aku pergi dulu. Terima kasih" kata Baekhyun sambil membungkuk lengkap dengan senyumnya dan ia pun buru buru pergi dari situ karena malu. Sementara si pria memandangnya datar sampai Baekhyun menghilang.

"I Found you." Katanya pelan

"Wu Baekhyun"

Lalu ia merogoh saku nya, mengambil selembar foto yang dilipat. Foto seorang gadis berambut magenta yang tersenyum kearah kamera.

sebuah foto Baekhyun.

TBC

A/N:

Hai! Karena lagi long weekend aku coba untuk update cepet (entah sih apa ada yang nungguin atau ngga T^T) maaf ya untuk typo dan cerita yang makin ngga banget. Kalian bisa menghujatnya sesuka hati :"")

Aku mau bilang terima kasih untuk yang review dan nyemangatin :") aku bener bener butuh itu huhuhu. Aku bikin FF ini ditengah numpuknya tugas kantor. Review dari kalian penting banget buatku. Aku akan coba dulu bikin sampe setengah cerita, kalau ternyata ga memuaskan dan yang review ga banyak mungkin aku mau…. mikir ulang lagi hehe. Aku bikin ff untuk refreshing dan akan sangat menyenangkan kalo chingudeul bisa kasih masukan/review (karna aku suka kena serangan mager).

Akhir kata, terima kasih sudah membaca dan ditunggu reviewnya :''* :3

CHANBAEK IS REAL

-moza.