Previously:

Mata nya membelalak panic "astaga, apa yang baru saja terjadi" gumamnya. Ia segera keluar dari kamar, mengetuk kamar Baekhyun berkali kali, meneriakan namanya tapi tak ada respon. Berkali kali ia membuka pintu tapi terkunci, sampai akhirnya ia menyerah dan kembali ke kamarnya

Baekhyun bukannya tak dengar, dia hanya takut untuk bertemu Chanyeol. Sungguh ini tidak seperti yang ia harapkan. "Oppa…. Eonnie… aku takut." Lirih Baekhyun, dan sebutir air mata menetes dipipinya, sampai akhirnya ia jatuh terlelap.

FORGOTTEN LOVE

Main Cast: Chanyeol, Baekhyun, Kyungsoo

Pairing: Chanbaek / T aoris / Chansoo dan Lainnya

Rated: T bisa naik sewaktu waktu

GS, DLDR.

Enjoy

.

.

Chapter 4

Baekhyun terbangun dengan darah yang mengering di jemari nya. Ia mengerjapkan beberapa kali matanya. Mengingat kembali kejadian kemarin. Kejadian Chanyeol membentaknya, kejadian Chanyeol menariknya paksa. Semua terekam jelas dipikirannya. Bukan sakit di jemarinya yang mengusik tidurnya semalaman, tapi rasa gelisah.

Baekhyun bangun dari tempat tidurnya, ia langsung berjalan ke kamar mandi, membasahi diri dibawah pancuran , membersihkan darahnya dan berkutat dengan pikirannya."apa yang harus kulakukan sekarang?" ia bergumam pelan.

Saat itu sudah hampir siang hari di mansion Park, Baekhyun melewatkan sarapannya. Ia mengunci dirinya dikamar. Para pelayan yang mengetuk kamarnya, membawakah sarapan tapi Baek acuhkan. Sedari bangun tadi ia tak mendengar pintu kamar Chanyeol terbuka. Apakah pria itu masih tidur? Entahlah, Baekhyun bahkan masih takut untuk membayangkan Chanyeol. Seumur hidupnya tak pernah ada seorang pun membentak dirinya.

Baru hampir sebulan Baekhyun disini namun banyak kejadian yang sudah terjadi.,

ooo

Baekhyun bersiap untuk pergi kuliah untuk kelas sore, hari ini dia diantar supir keluarga Park karna Chanyeol entah kemana. Dia sudah ada dikelas, tapi professor Jung belum datang. Asik dengan pikirannya sendiri ia tak menyadari seseorang yang duduk di sampingnya.

"apa ini punya mu?" kata lelaki asing di sampingnya membuyarkan lamunannya. Baekhyun menoleh malas, hampir saja ia terlonjak melihat pria disampingnya yang sedang menyodorkan buku Baekhyun yang terjatuh.

"Astaga!" kata Baekhyun mengelus dadanya kaget. Pria itu adalah pria yang ia temui di perpustakaan kemarin, Oh Sehun. "go-gomawo" katanya sambil menyambar buku itu cepat cepat. Sehun masih menatap Baekhyun datar. "terakhir kali aku bertemu denganmu, kau juga menjatuhkan bukumu. Apakah ini cara mu berkenalan dengan orang baru, Nona Wu?" Tanya Sehun sambil kembali menghadap ke depan, tak bertatap muka dengan Baekhyun.

Baekhyun kaget, bagaimana pria ini tau namaku? Batinnya. "da-dari mana kau tau?" Tanya Baekhyun . "tertulis dibuku mu." Kata Pria itu dingin. Baekhyun tersenyum kikuk. Benar juga dia.

.

.

"baiklah. Untuk tugas akhir semester kali ini, kalian akan kukelompok kan 2 orang 2 orang. Kim Namjoon dengan Kim Seokjin. Jeon Jeong guk dengan Kim Taehyung. Min yoongi dengan Park Jimin. Oh sehun dengan Wu Baekhyun" dan Profesor it uterus menyebutkan nama nama yang lain. Baekhyun celingak celinguk. Mencari orang dengan nama Oh Sehun.

"sepertinya kita akan sering bersama dari sekarang, Wu Baekhyun" kata Sehun dengan senyumnya. Baekhyun menoleh, matanya sipitnya terbelalak. "ka-kau oh Sehun?"

"memangnya kenapa?"

"kupikir kau bukan orang korea." Kata Baekhyun Polos. Sehun tertawa Kecil, membuat Baekhyun sempat terpesona beberapa detik. "masih banyak yang belum kau ketahui tentangku, Baekhyun-sshi" kata Sehun. Entah mengapa, Baekhyun bisa merasakan aura aneh dari orang ini. Tapi entah apa itu.

ooo

"tumben sekali kau mendatangiku pagi pagi. Apa tidak ada kelas?" kata Kyungsoo sambil menyiapkan makan siang untuk dirinya dan Chanyeol. Chanyeol tiba tiba saja ada di depan rumahnya pagi buta. Kyungsoo yang masih tertidur jadi terbangun dan melanjutkan tidurnya lagi di pelukan Chanyeol. Sekarang keduanya sedang makan bersama, tapi Chanyeol masih saja dingin.

"aku hanya ingin bertemu dirimu."

"apa.. terjadi sesuatu?" Chanyeol menggeleng. Ia tampak tak berminat untuk membahas apa apa. Sebenarnya kejadian kemarin mengusik pikirannya sampai pagi. Ia tak bisa tidur dan memutuskan untuk bertemu Kyungsoo.

"apa kau tidak ada kelas?" Chanyeol menggeleng lagi.

"baiklah, apa yang ingin kau lakukan hari ini?". "terserah. Aku hanya ingin bersamamu." Kyungsoo tersenyum kecil. Chanyeol yang dingin tapi manja seperti ini sangat menggemaskan.

"baiklah. Temani aku ke pusat perbelanjaan ya. Ada yang ingin aku beli." Dan Chanyeol hanya mengangguk.

ooo

Xiumin saat itu sedang duduk dengan berkas dimeja nya, ia memutar kursi kantornya dan menghadap pemandangan diluar jendela besar di belakang mejanya. Seorang pria berumur, Lee Min Ho, berdiri tak jauh dari mejanya. Menatap CEO utama itu, menunggu jika Xiumin akan mengatakan sesuatu.

"sudah… ada kabar?" Tanya Xiumin pelan.

"belum Tuan, akan aku sampaikan jika ada kabar." Kata paman Lee. Lalu setelah tak ada perbincangan lagi, Paman Lee pamit pergi. Baru saja ia keluar dari pintu itu, sebuah notifikasi, masuk ke ponselnya.

from: Mr. Oh

"Sudah kudapatkan targetku. Aku akan mengabari lebih lanjut."

.

.

To: Mr oh.

"Lakukan dengan rapih."

Lalu Paman Lee mamasukan ponselnya ke dalam saku setelah melihat orang orang disekeliling tak memperhatikannya.

ooo

Kelas sudah berakhir, Sehun dan Baekhyun memutuskan untuk pergi.

"Baekhyun-sshi, apa kau sudah makan?" Tanya Sehun. Baekhyun menggeleng lucu. Jika saja itu orang lain mungkin orang itu akan mengusap kepala Baekhyun lembut dan tersenyum. Namun, tuan Oh hanya mamandangnya dengan ekspresi datar.

"baiklah. Kita pergi keluar sekalian makan malam. Kau mau?" Baekhyun menggeleng. "ti-tidak usah., aku sebaiknya pulang saja" dia benarnya aga takut dengan pria putih di hadapannya ini. Namun, perutnya yang lapar menghianatinya dengan berbunyi keras sekali.

Sehun tertawa kecil, nyaris seperti suara dengusan. "sudah. Ayo ikut aku" kata Sehun lebih terdengar seperti perintah. Baekhyun mengekori pria itu sampai ke parkiran mobil. Takut takut ia memnbuka pintu dan masuk kedalam.

Mobil tak kunjung jalan. Baekhyun menoleh ke samping dan mendapati Oh Sehun sedang menatapnya tajam sekali. "a-ada apa?" katanya kikuk.

"kau takut denganku?" Tanya Sehun sambil menaikan alisnya sebelah, baekhyun semakin salah tingkah.

"ti-tidak. Bukan begitu. Aku hanya… baru petama kali naik mobil bagus! Hehe" alibi baekhyun. Sehun yang mendengar itu hanya mendengus geli, sambil menyunggingkan smirknya. "seumur hidup kau bergelimang harta dan kau bilang kau baru pertama kali naik mobil bagus? Cari alasan yang lebih baik untuk menutupi takutmu Nona Wu" batin Sehun.

"haha, ini akan bagus sekali" gumam Sehun, namun gadis disampingnya ini bisa mendengar kata katanya barusan. "apa?" "ah. Bukan apa apa" Baekhyun mengangguk angguk. tiba tiba, Sehun mendekat kearah Baekhyun, Baek yang kaget hanya memundurkan badannya sampai mengenai pintu mobil.

"kau mau apa?!" Tanya Baekhyun kaget. Sehun semakin dekat dan dekat. Lalu, Tanpa sepatah kata apapun, Sehun menarik seatbelt dan memasangnya untuk Baekhyun. Melihat itu, Baekhyun makin canggung sendiri. "memangnya kau pikir aku akan melakukan apa?" Tanya Sehun dengan nada nya yang menyebalkan. Baekhyun membuang mukanya malu, lalu mobil pun berjalan.

"belum saatnya" batin Sehun dengan smirk nya yang tak Baekhyun sadari.

ooo

Kyungsoo dan Chanyeol sedang berjalan jalan di pusat berbelanjaan, kekasihnya itu memeluk lengan Chanyeol manja, sementara Chanyeol setia mengikutinya kemanapun. Kyungsoo tak sadar bahwa pikiran Chanyeol terbang entah kemana. Memikirkan seorang perempuan lain, yang membuatnya merasa aneh.

"chagi, apakah ini bagus?" Tanya Kyungsoo sambil menunjukan sebuah tas. Chanyeol hanya mengangguk dan tersenyum sekenanya saja. Bosan dengan kegiatan ini, Chanyeol meminta izin untuk menunggu diluar.

Ia menyandarkan badannya ke dinding, ada yang aneh dengan Baekhyun. Entah kenapa setiap kali melihat Baekhyun, sesuatu seakan mencoba masuk ke pikiran Chanyeol. Semakin Chanyeol melihat Baekhyun, gadis itu seakan tak asing baginya.

Dan tiba tiba, sesosok perempuan berdiri tak jauh di depannya. Perempuan yang Chanyeol kenal. Wu Baekhyun bersama dengan seorang pria asing. Keduanya sedang berbicara, dan sesekali Baekhyun akan bertingkah salah tingkah.

Reflek kakinya bergerak menghampiri keduanya.

"Baek?" Tanya sebuah suara berat di depannya, Baekhyun menoleh dan mendapati Chanyeol yang tengah berdiri di dekat mereka. Baekhyun kelabakan. Dia masih takut dan belum siap bertemu Chanyeol sekarang ini. Pandangan Chanyeol melirik kearah jari jemari Baekhyun dan mendapati beberapa luka goresan disana. Sadar dengan arah pandang Chanyeol, Baekhyun menyembunyikan tangannya.

"ha-hai Chanyeol. Sedang apa kau disini?" Tanya Baekhyun basa basi. Tak lama, seorang gadis bermata burung hantu menghampiri mereka dengan sebuah kantung belanjaan.

"ah. Baekhyun, kau disini juga?" Tanya Kyungsoo, melihat Baekhyun dan pria asing disampingnya.

"kau sedang apa?" suara Chanyeol berubah berat dan dingin, Kyungsoo menatap Chanyeol heran, kenapa tiba tiba aura kekasihnya jadi berubah seperti ini.

"ah a-aku mau mencari makan. Oh iya, kenalkan ini Oh Sehun, teman sekelas ku." Kata Baekhyun. Oh sehun memperkenalkan diri sambil membungkuk.

"annyeong, aku Do Kyungsoo" kata Kyungsoo ramah. Sementara Chanyeol memandang Sehun dengan tatapan tak bisa diartikan. "aku Chanyeol. Baekhyun dan aku tinggal serumah" katanya dingin. "serumah? Kalian suami istri?" Tanya Sehun datar. Pertanyaan Sehun membuat ekpresi kyungsoo berubah beberapa detik, sementara Chanyeol sedikit tersenyum. "suami istri" batin Baekhyun, ia nyaris tersenyum, namun suara Kyungsoo menginterupsi tiba tiba.

"bukan. Chanyeol kekasihku. Keluarga Baekhyun dan Chanyeol sedang ada urusan penting, jadi mereka harus tinggal bersama sebentar. Kau tau, urusan kerjaan" kata Kyungsoo. "ah. Iya. Aku dan chanyeol hanya teman" lanjut Baekhyun.

Dan suasana menjadi canggung.

"yasudah, kami permisi dulu, ayo Sehun-sshi, aku Lapar" kata Baekhyun mencoba keluar dari situasi canggung itu. "kalian mau makan? Kebetulan aku juga mau makan dengan Kyungsoo. Bagaimana kalau kita pergi bersama?" kata Chanyeol lebih mirip terdengar seperti perintah

Baekhyun mau menolak, Kyungsoo memandang ketiganya dengan tatapan dingin. Sementara Sehun malah tak membantu sama sekali dengan berkata "baiklah. Semakin banyak semakin baik" kata Sehun, samnbil memasukan tangannya ke saku.

Dan disinilah mereka, berada disebuah restoran, Chanyeol duduk disamping Kyungsoo yang berhadapan dengan Sehun dan Baekhyun. Baekhyun mencoba membuka percakapan agar tak canggung yang direspon baik oleh Kyungsoo tapi tidak dengan Chanyeol dan tatapannya itu. Sementara Sehun hanya bersikap biasa saja.

Makanan datang, Baekhyun bersyukur karena ia tak harus memutar otak untuk mencari topik pembicaraan agar situasi tidak canggung. Saking sibuknya makan, ia tak menyadari, noda saus mengotori dagunya. Melihat hal itu, Sehun mengambil tissue, dan membersihkan noda itu. Baekhyun membelalakan matanya kaget, sementara Sehun hanya menatap Baekhyun dengan tatapan khas nya.

Baekhyun terbatuk batuk kecil. Chanyeol dengan sigap menuangkan air, namun kalah cepat oleh Sehun yang memberikan minumnya.

"minumlah. Kau lapar sekali ya sampai lupa bernafas?" kata Sehun. Sementara Baekhyun yang salah tingkah hanya meminum minuman itu banyak banyak. Kyungsoo yang menoleh kearah kekasihnya yang sedang memegang gelas berisi minuman serta pandangan kearah Baekhyun merasa sedikit cemburu.

Chanyeol aneh sekali hari ini.

.

.

"ayo pulang Baek" kata Chanyeol setelah acara makan malam super canggung itu berakhir. "tidak usah Chanyeol-sshi. Aku yang akan mengantarnya pulang. Ya kan Baekhyun-sshi? Kau tak mau menganggu acara berdua mereka lebih jauh bukan?" Tanya Sehun memberikan kode pada Baekhyun, sementara si gadis bermata sipit itu mencuri pandang ke arah Kyungsoo yang sepertinya sedang kesal. "ah. Iya Chanyeol. Aku pulang dengan Sehun. Kau pulang duluan saja. Aku tak mau merepotkan"

"bicara omong kosong apa kau, bagaimana bisa kau merepotkan ku disaat kita satu rumah?" kata Chanyeol, dengan nada sedikit memaksa.

"ah. Kami harus menyelesaikan beberapa urusan Chanyeol-sshi. Baekhyun-sshi, kita harus mengerjakan ingat kan?" Chanyeol sudah kesal sebenarnya. Ia berbicara dengan Baekhyun bukan si bule ini. Tak ingin pembicaraan nya berlanjut, Kyungsoo menggenggam tangan Chanyeol lalu mengajaknya pulang.

"kalau begitu kami pamit dulu. Sampai jumpa" kata Kyungsoo sambil membungkuk lalu menarik Chanyeol pergi, Chanyeol aga tak rela sebenarnya tetapi si kekasih mungilnya ini sudah menariknya pergi.

Baekhyun memandang punggung Chanyeol yang menjauh. "ayo kita pulang" kata Sehun tiba tiba.

"pu-pulang? Kau bilang mengerjakan tugas?" Tanya Baekhyun bingung. "aku hanya mencari alasan agar kau tak mengganggu orang yang sedang pacaran. kajja" kata Sehun sambil pergi. Baekhyun yang diam beberapa detik langsung mensejajarkan langkahnya dengan Sehun.

ooo

Sepanjang jalan pulang, Chanyeol dan Kyungsoo hanya terdiam "ada apa denganmu tadi Yeol? Kau tak seperti biasanya" Tanya Kyungsoo dingin. Sementara Chanyeol hanya menjawab singkat "takpapa" lalu memfokuskan pandangannya ke jalan di depan.

.

.

"kalau begitu, aku masuk dulu. Terima kasih Sehun-sshi." Kata Baekhyun bersiap turun saat mereka sudah sampai di Mansion keluarga Park. "tunggu, berikan aku nomermu." Kata Sehun. Baekhyun mengerjap ngerjapkan matanya bingung. "aku perlu menghubungi mu untuk mengerjakan tugas." Kata Sehun. Baekhyun mengangguk mengerti. Sehun sempat mencuri lihat goresan di jemari Baekhyun saat gadis itu memasukan nomor ponselnya. Setelah ia selesai memberikan nomornya, ia sadar arah pandang Sehun dan segera pamit turun. Tak lama Sehun pun pergi. "menarik" gumamnya.

.

.

Para maid membukakan pintu untuk Baekhyun, baru saja masuk, suara seseorang menyapa telinganya, ia menoleh ke sumber suara dan menemukan bibi Yoona yang sedang berjalan kearahnya sambil merentangkan tangannya. Bersiap untuk memeluk Baekhyun dengan muka sumringah.

"BAEKHYUUUNNN. Apa kabar sayang?" kata Yoona sambil memeluk, yang dibalas oleh Baekhyun.

"baik bibi. Bagaimana kabar bibi dan paman?" "ah. Kami baik. Tapi donghae masih belum bisa pulang karena urusan kerjaannya. Omong omong, bagaimana selama disini Baek? Kau baik baik saja?" Tanya Yoona sambil mengajak Baekhyun berjalan menuju ruang keluarga, dan keduanya pun duduk di sofa.

"ah.. baik bibi" kata Baekhyun sedikit berbohong. Menyadari perubahan raut wajah Baekhyun, Yoona memandang Baekhyun penuh selidik. Kentara sekali gadis didepannya ini sedang menyembunyikan sesuatu.

"apa.. apa Chanyeol menyakitimu?" Tanya Yoona pelan, Baekhyun tersontak dengan pertanyaan Yoona yang seakan membaca pikirannya. Baekhyun menggeleng cepat-cepat. Namun reaksinya itu malah memancing Yoona menjadi lebih curiga.

"ada apa Baekhyun. Katakan sejujurnya padaku." Melihat Yoona yang memandangnya tajam, Baekhyun jadi kebingungan.

"be-begini bibi, ada yang ingin kutanyakan padamu jika boleh." Katanya pelan. "tentu saja, apa yang ingin kau tanyakan sayang?"

"soal Chanyeol.. apakah kejadian kecelakaan itu juga berdampak pada psikisnya?" Ekspresi yoona berubah, matanya terbelalak dan raut wajahnya menjadi panik.

"apa yang Chanyeol lakukan pada mu Baekhyun?!" Tanya Yoona tegas, Baekhyun kebingungan dengan reaksi Yoona yang diluar dugaan. Baekhyun maish bergeming, Yoona menghembuskan nafasnya kasar, ia menutup mulutnya terlihat sekali ia begitu kaget..

"bi-bibi, kau baik baik saja?" Tanya Baekhyun sambil menyentuh pundak Yoona lembut.

"Baek, aku tak tau jika Chanyeol masih seperti itu. Kupikir, setelah bertemu Kyungsoo, Chanyeol sudah membaik" "kyungsoo lagi" batin Baekhyun

"bibi mengenal Kyungsoo?" "tentu saja, ia kekasih Chanyeol, ia baik sekali. aku sedikit tenang meninggalkan anakku dengannya. Hanya dengan Kyungsoo, Chanyeol bisa reda." Baekhyun terdiam, ternyata Kyungsoo benar benar lebih penting dari dugaan sebelumnya.

"mengenai Chanyeol, dulu ia memang suka tempramen Baek, moodnya berubah ubah. Dia bisa menjadi lembut dan dia juga bisa mengamuk jika tertekan atau keinginannya tak terpenuhi. Dokter kami bilang, hal itu juga disebabkan karena Chanyeol mengingat detik detik kecelakaan. Saat itu, ia sedang dalam keadaan marah. Makanya, saat Chanyeol tertekan, didesak atau keinginannya tidak terpenuhi, ia akan sepintas mengingat kejadian itu dan emosinya menyimpan amarah saat itu. Itu sebabnya kami selalu menuruti keinginan Chanyeol. Beruntung Kyungsoo hadir dalam hidup Chanyeol dan menemaninya. Aku tak tau harus bagaimana jika tidak ada dia" kata Yoona menjelaskan, sementara Baekhyun menahan nyeri di dadanya.

.

.

"kau tak ingin mampir dulu?" Tanya Kyungsoo. Keduanya baru sampai dirumah Kyungsoo sekarang. Chanyeol hanya menggeleng. "aku sudah ada dirumahmu dari pagi, sebaiknya aku pulang." "baiklah kalau begitu. Hati hati chagi" kata Kyungsoo, sambil memajukan badannya untuk mencium bibir Chanyeol. Satu kecupan, Kyungsoo menunggu agar bibir itu terbuka dan mereka akan saling memagut seperti biasanya. Tapi tidak ada respon apa apa, Bibir Chanyeol masih tertutup rapat, ia bahkan menarik kepalanya, menyudahi kecupan itu.

"ada apa?" "takpapa, aku hanya lelah. Aku ingin pulang Soo." Kata Chanyeol. Kyungsoo mengangguk paham ia pun turun dan masuk ke dalam rumahnya. Entah kenapa, hari ini Chanyeol beda sekali dari seperti biasanya.

ooo

Baekhyun berdiri di depan kaca besar di kamarnya, ia memegangi kalung berbandul bulan sabit pemberian chanyeol sambil memandang pantulan dirinya di cermin.

"apa.. apakah aku juga bisa menenangkanmu Yeol?" gumamnya, sembil masih memgangi kalung itu.

.

.

Beberapa hari kemudian,

Baekhyun sedang bersiap dikamarnya, hari ini ia ada janji pergi survey ke sebuah tempat dengan Sehun untuk keperluan tugasnya. Baekhyun yang sudah rapih segera turun ke bawah. Memutuskan menunggu Sehun di ruang keluarga.

Chanyeol yang baru saja mengambil minum dari dapur, memandang heran Baekhyun yang sedang duduk di ruang TV dengan keadaan sangat rapih.

"kau mau kemana?" kata Chanyeol setelah menyeruput teh nya, pria itu lalu duduk di Sofa lain, disamping Baekhyun.

"ah.. aku ada urusan. Untuk tugasku"

"dengan siapa?" Tanya Chanyeol penuh selidik, "Se-sehun"

"kenapa harus dengan dia?" "karena dia teman sekelompok ku, Chanyeol." "tidak boleh" titah Chanyeol. Baekhyun mengernyit bingung. Ada apa memangnya jika ia pergi bersama Sehun.

"kenapa?" "KARNA AKU BILANG TIDAK BOLEH YA TIDAK BOLEH!" Baekhyun merasakan bulu kuduknya berdiri saat mendengar Chanyeol yang membentaknya. "tapi.. aku harus pergi dengannya."

PRANGGG!

Chanyeol melempar gelasnya ke lantai, serpihan kaca nya bertebaran dimana mana, beruntung keduanya memakai alas kaki. "jangan membantahku Wu Baekhyun" desis Chanyeol. Pria tinggi itu bangkit, berniat kembali kekamar, begitu ia melewati Baekhyun, gadis itu mengikuti instingnya. Ia bangkit dan memeluk Chanyeol dari belakang. Ia harus bisa menenangkan Chanyeol tanpa bantuan Kyungsoo. Ia sahabat Chanyeol kan? Seharusnya ia yang dibutuhkan Chanyeol.

"Chanyeol.. tenang lah…" bisiknya sambil menenggelamkan kepalanya di punggung Chanyeol. Langkah Chanyeol terhenti. Pelukan ini.. mengapa terasa sangat familiar. Nyaman, bagaikan sebuah rumah yang menyambutnya.

Jantung chanyeol yang berdegup kencang karena amarah, perlahan mereda. Nafasnya yang menderu pun mulai teratur. Keduanya terpaku dalam waktu sampai tiba tiba sebuah suara menginterupsi mereka.

"Chanyeol?" Tanya suara yang mereka kenal. Sontak keduanya menoleh ke sumber suara, dan menemukan Kyungsoo disana dengan tatapan tajam kearah keduanya.

TBC

A/N

Hehe maap abal. Aku sempet kena sindrom mager beberapa hari ini. Rencananya aku bakal ngebut update nya karena next month aku bakal tenggelam oleh tugas kantor tiada akhir. Setelah ff ini kelar aku juga mau publish ff baru rate M (udh siap siaga meluncur)

Tapi biar ga bentrok aku mau nyelesaiin ini dulu (entah kelarnya kapan) yang nunggu Chanbaek skinship skinship unyu, akan ada 3-4 chapter lagi.

Semoga menghibur, mohon reviewnya chingudeul:*

-moza