Special Chapter : Penculikan Phoenix
Imut?
Ya
Cantik?
Of Course
Pureblood?
100%
Dan semua itu dimiliki oleh seorang bocah perempuan bernama Phoenix Malfoy, putri bungsu yang paling disayang oleh seluruh keluarga besarnya. Namun meski begitu ia terkadang suka meratapi nasib nya, kok bisa? Karena ia pernah mengalami yang namanya penculikan dan berujung kerusuhan. Tenang ini bukan penculikan seperti yang dibayangkan oleh kebanyakan orang atau film aksi muggle tentang penculikan. Mari kita simak kisah-kisah penculikan bungsu Malfoy ini, mungkin ini bisa menjadi inspirasi kalian dalam menculik bocah imut ini.
/Ka aya : jangan ngajarin readers yang ga bener deh
Me : maaf kan aku ka aya karena aku ga mau tersesat sendirian jadi ngajak barengan.
Ka aya : mohon jangan diikuti setan satu ini readers sekalian/
"Fathel...fathel... au cyemana?" Ujar Nix kala itu yang berusia dua setengah tahun dan berjalan seperti boneka teddy bear dimana tangannya sedikit terjulur kedepan guna menyeimbangkan tubuhnya yang gempal namun terlihat imut.
"Oh halo my dear angel father akan ke Kementrian Sihir" ujar Lucius sambil menangkap tubuh montok Nix dan menggendongnya.
"Wuuhh, Nyix boyeh ikut?" Ujar Nix dengan tatapan polos yang berbinar senang disertakan senyum yang menampilkan keimutannya ditambah pipi bakpao nya yang memerah. Lucius mana tahan dengan keimutan Nix yang diatas rata-rata
"Tentu saja sayang kau boleh ikut, nah sekarang bersiaplah dengan dibantu Mother agar kau terlihat cantik"
"Uumm, fathel acu ajyak Dwaco boyeh? Yah...yah..pweesee" ujar Nix memohon dengan mata bulatnya, Lucius mengangguk dan jadilah kedua anaknya kini sedang bersiap-siap untuk ikut dengannya.
Setelah beberapa saat kedua anaknya sudah rapih dan tentu memukau. Lalu keimutan mereka saat akan berangkat.
"Dwaco, cini... cini bajyu nya ada yang beyum ke kancying, Nyix bantu" lalu Nix mengkaitkan kancing yang dimaksud
"Tyeyimaacih Nyix" ujar Draco dan mengelus lembut kepala adiknya
"Uhum" dan keduanya pun menggandeng Lucius, Nix di kanan dan Draco di kiri. Mereka menggunakan jaringan floo.
Narcissa yang kala itu ada janjian dengan Nyonya Zabini untuk perawatan hendak mengajak Nix namun dia malah dikejutkan bahwa kedua anaknya malah ingin ikut Lucius, dia pun hanya meng iyakan saja, padahal rencananya ia ingin memamerkan putrinya itu.
Draco terlihat antusias ketika melihat kesibukan dikementrian yang segala aktifitasnya menggunakan sihir. Berbeda dengan Nix ia tampak menatap kosong karena perlahan akan kehidupan masa lalunya sebagai Harry menyeruak masuk dan menghantam kepalanya bertubi-tubi membuat ia sedikit tak nyaman akan kematian Sirius yang tercetak jelas dimemori kepalanya, namun sebisa mungkin ia mencoba bersikap biasa.
Hingga ia tersadar akan dunianya sendiri ketika sebuah suara tak asing masuk ke gendang telinganya dan ia merasa horor dan jengkel seketika. Karrna melihat salah satu musuhnya baik saat menjadi Harry atau Nix.
"Oh Lord Malfoy selamat pagi, apakah ini putra-putrimu yang kau bicarakan itu?"
"Tentu saja Mrs. Umbrige dia adalah putra-putri kebanggaanku, kiddo ayo perkenalkan diri kalian pada Mrs. Umbrige"
"Dwaco Malfoy calam kenal Mirs. Umbrige" ujar Draco dengan tegas serta angkuh meski ada aksen cadel disana.
"Phoenyix Malfoy" Nix memperkenalkan dirinya dengan singkat dan wajah imutnya berubah datar ia hanya membungkuk sekilas, mana sudi dia menatap lama wajah kodok menyebalkan itu.
"Aww anak-anakmu sangat manis dan imut Lord Malfoy, bolehkah aku menggendong anak perempuanmu? Dia sangat menggemaskan" ujar Umbrige dengan semangat.
Phoenix Pov
What the... cih dia pikir siapa? Tak sudi aku disentuh apalagi digendong oleh kodok pink menyebalkan ini. Ketika tangannya terjulur hendak menggendongku, aku tepis tangannya dan bersembunyi dibalik kaki ayahku ini.
"Nix sayang kenapa nak? Tidak apa-apa, dia hanya ingin menggendongmu" ujar ayahku lembut ketika melihatku justru bersembunyi dikakinya dan memeluk dengan erat.
"No.. ndak mau Nyix ndak uka" ujarku mulai berakting. Mengeluarkan mata berkaca-kaca, bibir mencebik dan pipi serta hidung memerah tanda-tanda siap menangis
"Tak apa sayang, lihat aku punya coklat kodok untukmu" ujar si kodok pink dengan manis yang dibuat-buat hoek aku ingin muntah melihatnya kodok menawarkan coklat kodok, lucu sekali. Dia mendekati wajahnya ke arahku.
"No... Fathellll hiks...hiks...huweeeeee Nyix ndak mau ndak uka...huweeee" aku menjerit dan menangis didepan wajah Umbrige yang kini terlihat kaku namun aku tak peduli, dan mau tak mau ayahku segera menggendongku menjauh dari sana dan tentunya sambil menuntun Draco.
"Cup..cup.. sayang maafkan father yah"
"Fathel lain kayi jangyan pakca Nyix, aku tidak cuka yihat Nyix menangis"
"Baiklah...baiklah maafkan father, nanti kita akan ke Florean Fortescue's Ice Cream Parlour, kalian setuju"
"Uhm Nix mau/aku mau" ujar ku dan Draco kompak, siapa yang akan menolak bila ditawari hal yang kalian suka? Tentu tak ada bukan, apalagi gratis. Hihihi
"Nah tapi father harus bertemu Menteri Sihir dulu, jadilah anak baik dan tidak membuat nama Malfoy malu, ok?"
"Yes fathel" jawab kami kompak.
Lucius kini tengah berbincang dengan Cornelius Fudge setelah memperkenalkan anak-anaknya. Draco yang bosan mengajak Nix untuk jalan-jalan namun karena Draco asik sendiri dan Nix yang tidak tega mengganggu kesenangan kembarannya itu, ia pergi berjalan sendiri ke air mancur.
Phoenix yang penasaran dengan air mancur kementerian sihir pun mendekat. Meski dikehidupan yang lalu patung air mancur inilah yang menyelamatkannya dengan sihir Dumbledore.
Mungkin karena ia masih kecil jadinya hal - hal seperti ini menyenangkan baginya. Setelah puas ia disana kembali ia melangkahkan kaki mungilnya.
Dia berjalan-jalan disekitar sana, mengikuti langkah kakinya yang entah akan membawanya kemana. Lucius dan Draco tidak menyadari itu, karena Nix sengaja pergi diam-diam ia hanya ingin sendiri mengingat akan memori kelam dimasa lalunya, meski saat tadi sudah mencoba tidak mengingatnya namun tetap tak bisa baginya. Ia berjalan sedikit melamun hingga
BRUK
OUCH
Nix menabrak seseorang dan jatuh terduduk.
"Eeh maaf kan aku little girl" ujar sipenabrak lalu segera membantunya berdiri dan membersihkan debu yang menempel dibajunya
"Un hiks..hiks..Daddy" Nix tanpa sadar menangis dan memanggil orang itu Daddy. Membuat orang itu tertegun.
Orang yang di tabrak Nix adalah James Potter, ayahnya dikehidupan lampau. Jadi refleks ia memanggilnya seperti itu dan menangis, tangan mungilnya pun memeluk erat leher James.
'Aku merindukanmu ayah, aku bersyukur kau masih hidup, meski dikehidupan keduaku kau bukan ayahku lagi' batin Nix antara senang dan sedih
James masih diam terpaku, lalu segera sadar ketika bocah perempuan itu memeluknya erat. James hanya mengira mungkin bocah ini tengah menyangka ia ayahnya. Lalu karena tak tega ia membawa pulang Nix kerumahnya setelah ia mengecek bocah itu yang ternyata tertidur dipelukannya.
Lucius yang baru saja selesai berbincang dengan Fudge segera mencari anak - anaknya. Draco dengan cepat ia menemukannya. Namun untuk Nix. Ia tidak dapat melihatnya.
"Draco,dimana adikmu?"tanya Lucius. Draco hanya menggeleng, setengah panik namun masih menjaga martabat Malfoy. Lucius mencari putrinya. "Point me, Phoenix Malfoy" rapal Lucius.
Narcissa yang baru saja selesai perawatan dengan Nyonya Zabini dan Nyonya Parkinson. Segera menemui Lucius dan dua buah hatinya.
Sementara itu, Lucius mendapatkan laporan dari salah satu pekerja dikementrian melihat bahwa James Potter yang membawa Nix dengan menggendong anaknya itu ,segera saja Lord Malfoy itu berapprate ke Godric Hollow. Namun sebelumnya ia berpamitan ke sang istri dan hanya bilang ingin menemui Potter.
Narcissa tanpa sempat diberitahu lebih lanjut kenapa suaminya pergi ke kediaman Potter, hanya menatap heran sambil tetap menggendong Draco. Lalu ia menengok pada Draco entah kenapa ia merasa ada yang kurang, tapi apa. Dan ia teringat dimana putrinya? Tadi ia melihat Lucius pergi sendiri dengan panik meski yang dilihat adalah wajah datar.
Narcissa menanyakan pada Draco "Drakie dimana Nix?"
"Nyix dibawa oleh olang. Macanya fathel datang menjyemput"
Narcissa kaget bukan kepalang. Dengan segera ia ikut menyusul suami nya dengan menggunakan jaringan floo dikementrian. Setelah sebelumnya mengingat Lucius pamit pergi kemana.
Di Godric Hollow, Lily bingung melihat James pulang membawa seorang anak perempuan yang imut. Daniel Potter pun heran.
"James anak siapa ini?"tanya Lily.
"Nemu di jalan"jawab James enteng. /saat ketik ini aing ngakak, ka aya emang :v.
Phoenix yang sudah bangun dari tidurnya,kaget melihat seorang wanita berambut merah yang sangat dikenalnya meski hanya lewat foto. Matanya berkaca - kaca "Mum" katanya pelan. Nix merindukan ibu yang tidak pernah ia jumpai di masa lalunya.
"Mum...hiks..hiks.." Nix kembali menangis dan menjulurkan tangan mungilnya pada Lily. Lily yang pada dasarnya menyukai anak-anak tersentuh terlebih bocah perempuan imut ini, dan memang sudah sejak lama Lily menginginkan anak perempuan.
"Cup...cup..sayang sini..sini.." Lily mengambil alih tubuh montok Nix dari gendongan James. Ia menciumi pipi gembil itu dengan gemas karena keimutannya bahkan Daniel hampir terlupakan bila bocah lelaki itu tidak menarik-narik apron ibunya.
"No...ini mommy ku" ujar Daniel dengan lantang dan memeloti Nix yang masih betah digendong Lily bahkan menyembunyikan wajahnya diceruk leher lady potter itu.
Nix pun menggerakan kepala mungilnya kearah suara itu berasal. Dan melihat bocah lelaki yang tengah memelotinya
'Jadi dia anak mum dan dad didunia ini?' Pikirnya murung namun ia segera menepis perasaan itu, ia harus bersyukur karena ayah dan ibunya hidup meski ia bukan anak mereka.
Daniel kembali berteriak "Tulun dali mommy ku"
Nix yang kesal segera menyusun rencana untuk balas dendam, ia menggunakan cara itu
"Hiks...hiks...aat...jyahat...au ndak uka...hiksss.hikss...huweeee mommyyyyy ada anyak nyakalll" ya dia menangis, membuat Lily kelimpungan dan James segera menasehati putranya
"Daniel kau laki-laki tidak boleh seperti itu pada perempuan"
"Tapi dia bilang mommy daniel itu mommy nya dia dad"
"Hei jagoan, tetap tidak boleh seperti itu okay? Ayo minta maaflah"
"Kay..."
"hei maafkan aku" kata Daniel
"Hiks...hngg...un...Nix maafkan" ujarnya sesenggukan
Nix Pov
Hah~ sebenarnya aku malas menggunakan cara ini tapi mau bagaimana lagi, hihihihi. Lain kali aku gunakan ah~
Akupun meminta turun pada gendongan mum atau sekarang aku memanggilnya aunty. Hah sudahlah.
"Hei gadis manis aku belum tau namamu, perkenalkan aku James Potter auror hebat" ujar ayahku dengan narsis atau sekarang aku panggil dia uncle sepertinya.
"Ung namaku Nix"
"Ah nama yang manis, sama seperti mu sayang, namaku Lily. Katanya lembut sambil mengelus rambutku, aku sangat suka itu.
"Daniel Potter, itu ayah dan ibuku, Nix gaboleh ambil, tapi kalau nix mau berteman denganku boleh" ujar bocah itu dengan lantang dan berseri-seri. Lalu mengulurkan tangannya untuk dijabat
"Un namaku Nix aku mau berteman denganmu"
Author pov
Nix dan Daniel cepat akrab meski sesekali bertengkar dan membuat James serta Lily gemas akan tingkah keduanya. Hingga ada suara teriakan anak kecil diarah dapur dan bunyi apparate diluar.
"NIXXXXXX WHELE ALE YOU" Draco berteriak tidak peduli tata krama yang diajarkan jika itu menyangkut adiknya
"DWAACOOOOO" ujar Nix semangat dan berlari mencari sumber suara kakaknya, ia berlari seperti boneka teddy bear sangat menggemaskan dengan tangan terjulur kedepan serta kaki-kaki mungil nan gempal yang menjejak lantai tergesa-gesa.
"DWACOOOOOOO" teriak Nix kembali lalu langsung memeluk kakaknya. Narcissa pun menarik nafas lega
Draco memeluk sambil mengomeli adik perempuannya "Nix angan kabul agi. Ikin olang awatil". Nix hanya mengangguk-angguk saja.
"Anak seimut itu kenapa bisa ayahnya sedingin kau Lucy" kata James
"James namaku Lucius berhenti memanggilku dengan panggilan konyolmu" ujar Lucius datar
James hanya menyeringai mengejek, lalu rumahnya kembali terdengar bunyi apparate.
"Jamesss kau harus tau, Al sudah melakukan sihir pertemanya, dan..oh..Lucy kau ada disini? Tumben" dan ternyata itu Sirius Black orang yang termasuk dalam black list nya.
"Aku hanya menjemput anakku dari penculik tidak tahu diri ini" ujar Lucius ketus sambil menunjuk James dengan tongkat jalannya, membuat dua laki-laki disana mendengus. Seolah teringat dengan sesuatu yang penting Sirius memutar badannya dengan cepat dan matanya bergulir dengan liar dan dia menemukan apa yang dia cari.
"NIXXXX KU TERSAYAAAANGGG, COMING TO DADDY" suara cetar membahana Sirius membuat yang disana menutup telinganya. Dan ia ingin menerjang Nix yang tengah duduk anteng bersama Daniel dan Draco, namjn harus terhenti karena
Bwooshh
Pssshh
"Lho kok bau hangus dan panas"
"Padfoot liat belakang jubahmu"
Sirius mengikuti instruksi sahabatnya dan dia menemukan bahwa ujung jubuhnya tersulut api dan pelakunya.
"BLOODY HELL DRACOOOOOO KENAPA MEMBAKAR JUBAHKU"
Draco yang diduga tersangka hanya menatap sang paman dengan datar dan dengan enteng menyahut "Uncle menyebalkan, belteliak sepelti dihutan belisik tau telingaku cakit"
"Cih untung kau anak Cissa kalau tidak sudah kuumpan kau pada peliharan Hagrid" lalu matanya berpindah tatapan kini ia tengah menatap tajam pada James karena
"Dan James aku tau kau berniat memadamkan api, tapi tidak mengguyurku dengan aguamenti juga"
"Hehehe maaf Padfoot hanya itu yang bisa kupikirkan" James tertawa tanpa rasa bersalah, dan Sirius segera membenahi dirinya dan karena dia sudah kesal tanpa tendeng aling-aling ia berapparate pergi dari Godric Hollow dan membuat semua orang disana menatap kepergiannya dengan bengong karena
1% Loading
10%
50%
100% Loading Complete
"NIIIIXXXXXX MY SWEEETTTYYYYYY, PADFOOT/BLACK KURANG AJAR KAU JANGAN DIBAWA ANAKKU" James dan Lucius kembali berteriak dan saat sadar masing-masing mereka saling menatap tajam karena.
"Phoenix itu putriku, tidak cocok dengan balok es berjalan sepertimu"- James
"Enak saja, aku yang menanam sahamnya di Cissa kau yang mengaku-aku, mimpi saja kau"-Lucius
Grrrr
Abaikan dua orang diatas beralih pada Sirius yang entah berapparate kemana. Dan Narcissa yang kini menggendong Draco lalu berapparate ke Malfoy Manor dan menitipkan putra sulungnya pada sang ayah mertua. Ketika ayah mertuanya menanyakan hendak kemana menantunya pergi, Draco yang menjawab
"Glanpha Mothel mau jyemput Nyix yang diculik uncle Cilius" dengan polosnya Draco menyahut tanpa tau ada api imajiner berkobar dibelakang tubuh sang kakek.
"Mum~ lihat aku membawa cucu perempuan untuk mu imutkan" Sirius yang sudah sampai disuatu tempat menunjukan Nix yang digendongnya kepada Walburga Black yang tengah santai kala sore itu
"Demi Morgana dia cantik sekali" Walburga yang memang mengidamkan cucu perempuan tentu sangat senang bahwa anak berandalnya mengabulkan permintaannya
"Addy" Nix membuka sura imutnya, membuat yang disana gemas. Sejujurnya Nix tidak bermaksud begitu
"Aahh kau menyebutku Daddy sayang? Anak pintar" Sirius salah paham Nix ingin memanggilnya Paddy namun malah Addy
"Huh Glanpha? Glaannnphaaaaaa" Nix bingung dengan perkataan Sirius tapi tidak diambil pusing hingga matanya terjatuh pada sang kakek. Ia meminta turun dari Sirius dan berteriak Glanpha yang disangka Orion, Nix akan memeluknya namun ternyata ekspetasi tak seindah realita. Nix bukan memeluknya melainkan memeluk Cygnus yang kini tengah memarken senyum mengejek padanya. Belum habis keterkejutan disana ditambah oleh hadirnya Narcissa yang berapparate dan berteriak unlady sekali
"SIRIUS KAU SEPUPU KURANG AJAR, BERANI-BERANINYA MENCULIK ANAKKU DAN MENGAKU-AKU NIX ANAKMU PADA AUNTY WALBURGA" Narcissa mengamuk, Orion dan Walburga hanya sweatdrop melihatnya namun mereka tak peduli dan malah bermain dengan Nix. Cygnus yang kebetulan berada disalah satu villa milik Black itu hanya memperhatikan saja ketika Sirius tengah perang kutukan dengan Narcissa dan Druella sang istri ketika tahu keponakan berandalnya Sirius yang menculik Nix dan mengaku-aku itu sebagai cucu Walburga. Ia tengah memangku cucu kesayangannya.
"Cygnus, aku tukar Leo atau Alfa dengan Nix saja" Orion
"Ah itu benar sekali sayang" Walburga
"Maaf permintaan ditolak" Cygnus
"Mom Nyix ngantuk, mau bobo" ujar Nix sambil menguap kecil dan mengucek matanya dengan posisi imut, ia menghampiri ibunya dan menarik-narik gaun ibunya. Narcissa yang mendengar itu auto berhenti perang kutukan dengan Sirius yang babak belur dan Druella yang ingin menina bobokan Nix
"Cissa kau istrahatlah biar aku yang menidurkan cucuku" Druella
"Cissa biar auty saja yang menjaga Nix" Walburga
"Maafkan aku mother, aunty tapi Nix memintaku yang menidurkannya, aku tak mau membuat putriku kecewa bila aku menolaknya" Narcissa
Namun tampaknya ibu dan bibinya keukeuh ingin mereka yang menina bobokan Nix. Nix yang sudah tidak kuat menahan kantuk berjalan kearah sofa dan tertidur disana tanpa tahu ia tengah berbantalkan paha Orion, Cygnus yang melihat itu hendak mengambil Nix namun dihentikan dengan Orion yang segera menggendong Nix menuju kamarnya. Tanpa mau tau dengan tatapan mematikan Cygnus dan keempat lainnya yang mendumel "Dasar curang"
Sementara itu James dan Lucius tengah mencari Nix ke Grimmauld Place No. 12 tapi tidak ada, lalu ke Malfoy Manor dan menemui Abraxas yang tengah murka dan mengeluarkan hawa suram nan angker.
"Jadi dimana Nix?" Suara berat itu membuat bulu kuduk keduanya meremang
Keduanya hanya menggelengkan kepala dan tiba-tiba sebuah burung hantu khas milik keluarga Black mendarat dimejanya, ternyata ada pesan dan ketika membukanya makin angkerlah hawa yang dikeluarkan Abraxas, lalu sekali lagi terdengar teriakan.
"ORIOOOONNN SIAAAALAAAAAN. KEMBALIKAN CUCUKUUUU"
Disurat itu tertulis dengan rapih dari tangan Orion, yang berbunyi.
Abraxas aku tukar Leo dan Alfa dengan Nix.
Dan sepertinya akan ada kerusuhan kembali, silahkan para readers bayangkan sendiri :v
The End
Ini chapter paling gaje wkwkwkwk, behind the scene ini aku sama ka aya sampe ngakak di wa karena bahas ini, dan well ada beberapa bagian yg enggak aku ketik disini karena kepanjangan.
Soo votment nya jangan lupa yak salam cinta dan sayang dari XiaLeixue dan salam receh dari hikari hehehehe bubay semua~
