Chapter 6 : Young Seeker

Previous Chapter

Seusai pelajaran transfigurasi kini mereka ada pelajaran terbang. Oleh Madam Hooch, dan kembali lagi Slytherin bertemu Gryffindor.

Sepertinya akan ada pertunjukan nanti sesuai perkiraanku atau akan ada hal lainnya, nah anak-anak singa berikan aku pertunjukkan nanti yang bagus

Nix diam-diam menyeringai dan menantikan pertunjukan yang akan dimulai sebentar lagi saat pelajaran itu berlangsung

Semua murid telah berkumpul dilapangan hijau, sapu-sapu pun sudah berjejer rapih disana, kedua asrama sudah mengambil posisi masing-masing.

"Baiklah katakan naik pada sapu kalian" Madam Hooch memulai instruksinya, serempak anak-anak mengucapkan kata naik. Sapu Nix yang pertama kali naik dalam satu kali percobaan lalu diikuti Draco, Daniel dan beberapa anak lainnya. Setelahnya mereka diajarkan untuk menaiki sapu tanpa melorot dari ujungnya. Hingga akhirnya apa yang diprediksikan Nix benar-benar terjadi bahwa Neville akan mengalami hal

"AAAAAAAA TOLOONGG"

Terbang tanpa ikut instruksi yang benar karena kegugupannya. Bukannya Nix tega namun apa yang sudah menjadi garisan Sang Lady Fate tak boleh ia rubah sepenuhnya bila tak ingin mengacaukan keseimbangan dunia. Karena ia memang boleh mengubah takdir lain tapi tidak boleh mengacaukan apa yang sudah ditetapkan.

Neville terjatuh dari ketinggian setelah sapunya tanpa kontrol membawanya berputar dan melaju tanpa arah hingga Neville tersangkut lalu dengan bunyi brug yang menyakitkan ia menghantam rerumputan dibawahnya dengan posisi tengkurap. Wajahnya dibanjiri air mata dan pergelangan tangannya patah. Madam Hooch membawanya ke hospital wings setelah sebelumnya ia memperingati kedua asrama itu untuk tidak pergi terbang tanpa pengawasan dan mengancam akan dikeluarkan dari Hogwarts.

"Hahahaha kau lihat tadi wajahnya yang konyol" Draco tertawa dengan puas dan diikuti Slytherin lainnya, kecuali Nix yang menghela napas lelah akan kelakuan kembarannya itu.

"Diam kau Malfoy" Parvati Patil membentaknya.

"He~ jadi itu seleramu Parvati, sigendut cengeng dengan wajah konyolnya" Pansy berujar mengejek.

'Ya tuhan kenapa mereka kekanakan' Nix membatin dengan dongkol. Ingin menegur namun kembarannya sudah buat ulah duluan.

"Lihat apa yang kutemukan" Draco berujar menyebalkan seperti biasanya, dan Nix lupa bahwa akan ada skenario seperti ini.

"Kembalikan" ujar Ron dengan marah, wajahnya sudah memerah menahan kesal.

Baiklah aku jadi penonton saja dulu, apa akan ada scene pemilihan seeker termuda abad ini setelahnya?

Nix hanya diam lagi, ia ingin tahu siapa yang akan mengambil remembrall Neville, kalau dulu saat ia menjadi Harry sih yah tanpa berpikir panjang sudah dia ambil. Tapi sekarang dia adalah Phoenix dan utusan sang Lady Fate jadi dia tak boleh gegabah atau kacau sudah rencananya.

"Ambil saja sendiri" setelah mengucapkan itu Draco melambung tinggi dengan sapunya lalu melempar-tangkap remembrall nya diudara.

"Malfoy, aku sebagai Lord Gryffindor tidak menyukai kau mengganggu para singa, meski aku menyukai Lady kalian tapi aku tak suka kau" Daniel tiba-tiba berhadapan dengan Draco, ia memegang kendali sapunya dengan baik, tak usah heran ayahnya adalah penerbang handal sudah pasti anaknya diajari.

"Cih Potter ingin menjadi pahlawan eh? Nih ambil sendiri dan aku tak akan membiarkan mu mendekati Nix" ujar Draco tajam sambil melambungkan remembral itu dengan jauh.

Keduanya tak sadar, eh semuanya tak sadar bahwa Nix tengah mengudara dengan sapunya dan mendengarkan percakapan yang menurutnya kekanakan antara Draco dan Daniel.

"Draco seharusnya kau tidak begitu" ujar Nix tiba-tiba dan membuat kembaranya hampir jatuh dari sapu karena kaget.

"S-se-sejak kapan kau terbang?" ujarnya terbata-bata karena kaget dan hampir jatuh, untunglah ia bisa segera menyeimbanginya.

"Sejak kau dengan bodohnya melakukan hal kekanakan, ayo turun" Nix hanya berwajah datar dan menyuruh mereka mendarat. Draco menurutinya karena bila wajah Nix berubah datar maka tanda ia sedang marah dan itu mengerikan.

Setelah mereka mendarat dengan selamat, mereka melihat Daniel sudah kembali dengan remembrall Neville ditangannya dan sorakan semangat yang mengelu-elukan Daniel karena akrobatnya saat mengambil remembrall. Slytherin hanya berwajah datar.

"Kau lihat bahkan Lord kami sangat hebat dibanding Lady Slytherin manja yang hanya bisa tebar pesona" ujar Ron memanasi dan sontak anak-anak Gryffindor menatap Nix dengan mencemooh apalagi dari para siswi.

"Kalian..." ujar Draco panas

Nix segera memegang tangan Draco ketika kakaknya hendak mengambil tongkat dan melontarkan kutukan.

"Terimakasih Weasley, kau begitu memperhatikan sikapku, tapi ingatlah apa yang kau lihat belum tentu benar karena kau tidak tau aku bisa melakukan apapun padamu. Dan Daniel sepertinya aku tidak boleh meremehkanmu, aku minta maaf atas nama asrama Slytherin karena sebagai Lady mereka tidak bisa sehebat dirimu Lord Gryffin, ah satu lagi Daniel kurasa aku memiliki firasat kau akan menjadi seeker sebentar lagi" Nix menjawab dengan tenang, setenang air membuat semuanya tersentak kagum terutama dari para Slytherin karena Lady mereka tidak seperti kebanyakan para Slytherin lainnya. Phoenix lebih anggun, berkharisma dan seolah-olah dia adalah predator buas yang menyembunyikannya dibalik kelemahan yang ditampilkan hanya para Slytherin yang mengetahuinya. Daniel pun kagum pada Nix dan semakin menambah kadar minatnya pada Nix, sebagian anak Gryffindor pun menatap tak percaya dan kagum pada sosok Phoenix terutama anak laki-laki, kecuali Ron yang kesal setengah mati.

"Aku juga minta maaf Nix atas sikap anak-anak Gryffindor padamu" ujar Daniel dengan tersenyum, yang dibalas senyum pula oleh Nix. Dan berlalu disana, Severus yang kebetulan melihat perkara kejadian sejak awal merasa putri baptisnya sangatlah bijak dan dia seperti keajaiban di asrama ular yang selalu bermusuhan dengan asrama singa. Namun dengan kehadiran Nix mereka bisa berbaur seperti biasa meski masih ada percikan permusuhan setidaknya ini lebih baik ketimbang angkatan terdahulunya.

Keesokan harinya tersebar berita bahwa Daniel Potter menjadi seeker termuda abad ini, dan diklarifikasi oleh Profesor McGonagal serta yang bersangkutan membuat suasana riuh dan heboh karenanya. Nix hanya geleng-geleng kepala sedangkan asramanya nampak datar-datar saja tapi mereka tahu ada keirian dan tatapan benci pada asrama singa itu, dan diperparah oleh Al yang sengaja datang ke meja Slytherin untuk menjadi kompor.

"Nix untuk merayakan pengangkatan seeker termuda kami, ayo makan di meja gryffindor disana ramai lho~ daripada disini suram" Al menyahut semangat sambil mengirimi para sepupunya tatapan mengejek.

"Al balik sana ke kandang, gausah bawa-bawa Nix" Pollux

"Perusak suasana" Fred

"Pengganggu" George

"Suaramu polusi udara" Corvus

"Diamlah kalian semua, Al aku akan kesana dan berhenti menggelayuti punggungku kau berat, Draco jangan menusuk-nusuk makananmu dengan brutal. Leo jangan coba-coba merapal kutukan" Nix berkata dengan aura yang menekan agar menuruti perintahnya, membuat meja Slytherin merinding karena baru pertama kali Lady mereka mengeluarkan hawa mengerikan seperti ini, para sepupu dan kakaknya meneguk ludah dan mengangguk, bahkan Leo yang notabene nya Lord Slytherin merasa jeri juga dengan aura menekan Nix.

"Phoenix mengerikan kalau sudah marah"

Batin mereka serempak, dan segera menuruti perintah Nix, Nix yang melihatnya menyeringai sambil berkata 'bagus' tapi terlihat sadis.

Nix pun melenggang pergi dari meja Slytherin dan menggandeng-menyeret- Al ke meja Gryffindor. Phoenix dengan santai duduk disamping kanan Neville sedangkan disebelah kanan Nix, Al sudah duduk anteng menuai delikan maut dari Daniel ketika hendak pindah disamping Nix.

"Nix kau benar aku diangkat menjadi seeker oleh profesor Mc Gonagal" Daniel berseru bersemangat padanya.

"Kalau begitu selamat" ujar Nix tersenyum pada Daniel yang duduk berhadapan padanya. Lalu Dumbledore bangun dari duduknya dan sepertinya hendak mengumumkan sesuatu.

"Anak-anakku sekalian maaf bila acara makan kalian tertunda, aku hanya ingin menyampaikan, koridor lantai tiga terlarang bagi kalian, dan kembali kuingatkan hutan terlarang dilarang bagi kalian" ujarnya menutup pengumuman itu, lalu terhidanglah makanan diatas meja. Nix merasakan hawa suram dari meja Slytherin karena dia berada ditengah-tengah Gryffindor, ia hanya mendesah lelah akan kelakuan mereka. Tiba-tiba Nix tertawa pelan, menuai tatapan bingung dari Al, Daniel dan Neville serta beberapa anak yang mendengarnya tertawa.

"Kenapa tertawa Nix" ujar Neville, ia tidak gugup bila didekat Nix

"Hum tak apa Nev, hanya saja makan kalian ini berantakan seperti anak kecil dan sedikit ribut" Nix berujar tenang, namun Ron dan segala prasangka buruknya menuduh Nix tengah mengejek cara makan mereka.

"Huft kalau kalian makan seperti itu, yang ada tersedak dan tidak baik bagi lambung serta tenggorokan kalian, lagipula itu tidak sopan bukan? Makanlah dengan tertib dan Weasley berhenti berprasangka buruk padaku hanya karena asramaku" ujar Nix anggun nada yang dipakai pun tidak menyinggung lebih seperti seorang ibu yang mengingatkan anaknya agar makan dengan benar. Lembut dan halus ia memberikan senyum manisnya secara cuma-cuma dan disambut pipi yang memerah dari anak laki-laki disana. Dan well karena perkataannya itu akhirnya mereka makan dengan tenang meski masih ada keributan pula, tapi tak diambil pusing memang itu adalah ciri khas para Gryffindor.

"Nev ada saus dipipi mu" Nix menunjuk saus yang belepotan dipipi Neville

"Eh mana? Aaa..eum terimakasih Nix t-tapi sapu tangan mu jadi kotor" Nevilla hendak mengusapnya namun yang ada masih belepotan, hingga akhirnya Nix yang membersihkan pipi Neville dengan sapu tangan miliknya.

"Sama-sama, tak apa Nev bisa dibersihkan kok, nanti"

"Nix kau curang masa cuma Neville sih yang diperhatikan" rajuk Alfa dengan cemberut.

"Al kau ini, memang mau apa? Makanmu kan tidak berantakan"

"Suapin, tidak ada penolakan atau aku akan menempeli mu terus" Al dan segala modusnya

"Baiklah..baiklah say Aaa" dan Nix menyuapi sepupunya itu, karena ia sendiri sudah selesai makan. Daniel yang tidak terima ikutan. Di asrama ular semakin mendung dengan background petir yang saling menyambar.

"Oiii Black kau curang, Nix aku juga mau, suapin aku juga yah"

Nix hanya menghela napas lelah, akhirnya ia menyuapi Daniel juga dan sekarang dua orang itu tengah saling menatap tajam.

"Dasar Potter tidak kreatif"

"Dasar Black tukang modus"

"Kalian tahu tidak?" Ujar Nix tiba-tiba dan menghentikan pertengkaran Al dengan Daniel. Dan kompak keduanya menatap Nix, yang lainnya pun ikutan bahkan tiga asrama lain pun ikutan menatap Nix penasaran hingga se-aula hening hanya untuk mendengarkan kelanjutan ucapan Nix.

"Sendok yang kupakai untuk menyuapi mu Al itu juga aku pakai untuk menyuapi Daniel. Dan artinya kalian secara tidak langsung sedang berciuman tepatnya indirect kiss, selamat aku merestui kalian"

Loading

1%

5%

10%

85%

100% loading complete

"CUIHHHH AKU TAK SUDI CIUMAN DENGAN POTTER/BLACK INI" kompak keduanya dan dengan gaya orang muntah-muntah. Nix sendiri cekikikan dan yang lain jangan ditanya mereka sudah terbahak dengan ulah Nix. Bahkan di asrama Slytherin Nix bisa mendengar ejekan Corvus yang mengatakan "Al aku mendukungmu dengan Potter itu" dan ditambahkan oleh Pollux "Kalau sudah official jangan lupa traktir kami di Madam Rosmerta" yang disambut gelak tawa lainnya. Tiba-tiba Nix merasakan sesuatu dan membatin.

Deg

Perasaan apa ini?

'Kau sangat cantik, dan kedudukan mu sangat potensial. Kau milikku Phoenix, Phoenix Malfoy' seseorang tengah mengintai Nix dan tengah menyeringai.

Tbc

Teka-teki nya udah dimulai silahkan readers tebak deh yak.

Gak banyak bacot jadi bubay kalian~ readers tersayang, tercantik, terganteng, dan ter ter ter lainnya

Salam sayang dari XiaLeixue dan salam receh kang parkiran dari Hikari :v