Dari A sampai?

A : Alfa Alphard Black

Siapa sih yang tidak kenal dengan Alfa Alphard Black atau yang kerap dipanggil Al, pemuda tampan dan berasal dari golongan pureblood elit? Pastinya hampir seluruh populasi di Hogwarts tahu mengenai Pangeran Gryffindor ini. Si Genius Playboy, tapi otak dan kejiwaannya perlu direparasi agar kembali waras.

Walburga Black dan Orion Black ingin sekali rasanya menjadikan cucu nya ini sebagai bahan ramuan dan di kemas dengan botol berpita cantik lalu di jual di toko apoteker Knocturn Alley, namun sayang seribu sayang mereka masih sayang dengan sang cucu, yang didapuk sebagai Lord Black sesudah Orion ataupun Sirius pensiun dari wizengamot.

Yah like father like son, rupanya ini karma dari Sirius Black yang dulu durhaka pada Walbuga karena kenakalannya sehingga kini Sirius menuai akibatnya dengan diberi anak seperti Al yang sama luar binasa eh luar biasanya dalam kenakalan serta kelakuannya, yah seperti saat dimana kelakuannya kumat ketika Draco bersikap galak seperti anjing penjaga yang posesif pada tuannya, disaat Phoenix tengah bermain bersama Al lalu Draco mengintrupsi dan karena kesal dengan sintingnya Al mengambil radio semi muggle -karena sudah diberi sentuhan sedikit sihir agar berfungsi didunia sihir- yang entah didapat darimana dan menyetel lagu Who Let Out the Dog!

Padahal Sirius Black sang ayah termasuk dalam bagian anjing?! Karena bentuk animagus nya, memangnya tidak tersinggung tuh? Jawabannya tidak, karena bapak dan anak sama sablengnya. Walburga sudah elus-elus dada, Orion rasanya ingin head bang saja meski kedua sesepuh Black itu hanya secara inner saja sedangkannya outer nya masih cool and calm namun sedikit terselip tanduk setan secara imajiner untuk memberi hukuman pada anak dan cucu nya karena keributan yang dihasilkan duo biang kerok itu. Apa hukumannya? Silahkan kalian bayangkan sendiri.

B : Black's Families

Black dikenal sebagai keluarga darah murni yang prestisius, banyak isu miring dari keluarga ini. Dimulai dengan supremasi darah murni nya yang kental dan agresif, keluarga yang loyal pada Dark Lord karena sihir mereka terkenal dengan sihir hitam, dan yang paling sering adalah Keluarga Black di cap sebagai keluarga gila secara turun temurun tanpa sebab yang belum di identifikasi secara spesifik apa yang membuat mereka gila atau dicap gila sehingga menjadi kejam dan haus darah. Diantara sekian banyaknya isu miring itu hanya beberapa yang benar, yakni sihir yang diwarisi adalah sihir dengan inti magis berwarna hitam meski ada yang berwarna abu-abu, jarang yang memiliki sihir ringan dikeluarga ini karena Black selalu memilih dan memiliki yang terbaik meski itu adalah hal yang banyak tidak disukai orang lain terutama dari orang-orang yang mengatasnamakan penyihir cahaya.

Dan yang terakhir adalah kegilaan, soal itu sih yah memang tidak dapat dipungkiri bahwa mereka ehm gila ehm. Gila eksperimen, gila menakhlukan, gila ekspedisi dan kegilaan lainnya. Namun itu semua untuk memajukan nama Black dan karena hal itu pula pundi-pundi keuangan Black selalu menumpuk tiap tahunnya karena kerajaan bisnis yang dibangun oleh mereka, ketenaran, kemegahan, kekayaan, dan serentetan nilai prestisius lainnya dibawah embel-embel Black adalah hasil kerja keras mereka disertai kegilaan itu. Dan perihal kekejaman mereka akan datang tidak tanggung-tanggung bila itu menyangkut anggota keluarganya, karena keluarga adalah nomor satu yang paling diutamakan.

Namun kali ini bukan soal kegilaan atas nilai prestisius lainnya, tapi ini kegilaan akan Phoenix Malfoy yang menjadi bahan rebutan keluarga. Sampai-sampai ada aksi penculikan dan tukar cucu segala, yang menjadi bahan rebutan sudah tidak ambil pusing lagi. Meski terkadang Phoenix suka berfikir durhaka "Ini keluarga kalau ditukar tambah dengan yang normal laku tidak yah?" Nah kan Si Nix juga sudah mulai error pikirannya.

C : Corvus Marvolo Lestrange

Cucu laki-laki sulung dari keluarga Black dan Lestrange, bernama Corvus Marvolo Lestrange yang didapuk sebagai Lord Lestrange berikutnya ini tengah jatuh cinta pada seorang bidadari yang jatuh dari kahyangan dan perasaan itu disambut oleh sang pujaan hati. Semakin membuat hatinya riang gembira, dengan berlatarkan bunga-bunga bertebaran serta tanda love yang muncul menemani taburan bunga itu, dan untuk memeriahkannya ada pula melodi-melodi indah nan romantis yang mengiringi. Namun tiba-tiba taburan bunga-bunga itu lenyap dilalap api, love-love yang mengiringipun sirna dihantam tombak sampai pecah berkeping-keping dan melodi indah itu digantikan suara

JDAR

PRANG

CORVUS MARVOLO LESTRANGE...SHINEEEEE!!

UWAAHHH

Corvus segera sadar dan bangun dari mimpi indahnya. Dan berkata lirih "Padahal dimimpi itu sedikit lagi aku akan mencium Nix, kenapa Si Draco malah muncul dengan atribut setannya!"

Yah ternyata Corvus tengah bermimpi tentang dia dan Nix yang sedang berkencan, lalu saat Corvus ingin mencium sang pujaan hati, tiba-tiba Draco muncul dengan atribut setan berupa tanduk merah, sayap kelelawar, ekor berujung runcing,dan tidak lupa garpu besar nan tajam yang kini diacungkan pada wajah tampannya. Draco juga menambahkan kata Shine (死ね!) yang berarti mati kau.

D : Deskripsi

Ketika kita bersekolah dan mendapatkan pelajaran, setiap guru atau profesor akan mendeskripsikan mengenai pelajaran tersebut agar para siswa mudah memahami pelajaran tersebut, ataupun terkadang kita sendiri sering mendeskripsikan berbagai topik agar audien kita memhami topik yang diangkat dan sama seperti saat ini para siswa tahun kedua ini tengah mendapatkan tugas untuk mendeskripsikan tanaman mandrake oleh Profesor Sprout, dalam pelajaran herbologi, gryffindor dan hufflepuff.

Setiap siswa dengan tekun menulis esai nya, menggores perkamen dengan quill yang telah dicelup tinta. Dan sama halnya dengan Daniel Potter yang sedang asyik menulis di esai herbologi itu sambil tersenyum-senyum yang membuat fansgirl nya melting dan bermata love dan bintang. Profesor Sprout yang jengah melihat itu menghampiri Pewaris Gryffindor.

"Mr. Potter apa yang membuatmu tersenyum seperti itu hingga membuat para siswi menggelepar, kalau boleh tahu?"

"Oh maafkan aku Profesor, aku hanya tengah melakukan tugasmu, mendeskripsikan."

"Ya, tapi sampai tersenyum-senyum seperti itu, apa kau berhasil tahu secara terperinci mengenai Mandrake?"

"Eh?"

Profesor Herbologi itu menaikan alisnya, lalu mengecek pekerjaan sang murid, dan berhasil sweatdrop karena yang ditulis Daniel Potter bukanlah deskripsi yang seharusnya, melainkan itu deskripsi mengenai manusia bukan tanaman. Walhasil Potter Jr tersebut mendekam di kantor Prof. Sprout untuk detensi, beginilah kira-kira deskripsi yang ditulis oleh Daniel.

Biru dimatamu bagai langit indah dikala mentari terbit, hingga aku terjerat dengan pesonanya bagai terkena imperius untuk terus menatap, bibir merahmu bagai buah ceri ranum yang sangat ingin kucicipi. Aku berani bertaruh rasanya pasti manis, dan tirai mahkota kepalamu yang bagai permata onyx atau mungkin hitam sekelam jelaga dan tebal membuatku ingin terus mengelusnya, kurasa itu lembut. Phoenix kau adalah deskripsi keindahan surga dunia yang nyata.

Oke mungkin itu bukan deskripsi, melainkan gombal-gembel ala Daniel mengenai Nix.

E : Eagles

Welcome to the Hotel California. Such a lovely place (such a lovely place).

Such a lovely face. Plenty of room at the Hotel California.

Any time of year (any time of year). You can find it here.

Suara itu mengalun lembut dan agak bass yang kasar dari mulut berbeda yakni seorang gadis yang kini tengah bernyanyi bersama pamannya di sebuah ruang bermain di Grimauld Place, hingga sesosok pirang berwajah angker seperti boneka di film chukky datang dan menodong laki-laki lainnya dengan pisau daging eh salah, dengan tongkatnya dan berkata ketus.

"Jangan mulai mengajari Nix dengan lagu-lagu yang membuat sakit kepala, Sirius Orion Black" ternyata ini adalah suara Lucius Malfoy yang tengah memarahi

"Father tapi lagu ini santai kok, The Eagles lagu favoritku mulai hari ini. Oh iya nanti belikan aku kaset vinyl nya yah, judulnya Hotel California. Kalau tidak mau aku akan pergi bersama Uncle Siri" ujar sang anak, Lucius hanya bisa meratap dalam hati mengapa anaknya malah menyukai lagu apa yang disukai Sirius.

"Nah Nix, sepertinya ayahmu tidak bisa diandalkan dalam hal ini, kau pergi denganku saja" dan dengan itu Sirius pergi menggandeng Nix untuk berburu lagu The Eagles yang lain selain dari Hotel California.

Lord Malfoy itu rasanya ingin sekali membumi hanguskan koleksi lagu Heavy Metal, Rock, dan musik-musik sakit kepala milik Sirius namun ia ngeri membayangkan Nix mengamuk padanya, karena yang dikoleksi Mutt -panggilan Lucius pada Sirius- itu akan mengadu pada Nix yang berujung anaknya mogok bicara dan mengabaikannya berminggu-minggu. Oh sungguh ia tidak mau jadi dengan terpaksa ia hanya memelototi tumpukan piring hitam tersebut dengan ganas. Tumpukan Vinyl itu berisi dari band muggle bernama, Queen, White Lion, Scorpion, Gun n Roses, Metallica, dan sederet band lainnya yang bisa membuat keluarga Malfoys ataupun yang mendengarkan lagu ini sakit kepala bukan main -lebay- dan yang mengherankannya Sirius, Alfa, James, Daniel, Remus dan Nix menikmati itu, ia heran mengapa anak perempuannya tahan dengan itu. {Yg Hika tulis adalah band kesukaan hika~ mana nih yg samaan cung jarinya wkwkwk}

F : Foto

Ketika kita memiliki momen berharga biasanya diabadikan dalam sebuah kamera dan dicetak sebagai foto, lalu suatu saat ketika melihat foto tersebut akan teringat mengenai kenangan tersebut. Sama seperti para lady ini yang tengah mengadakan pesta teh dikediaman Potter. Mereka asik melihat album-album foto yang dipegang Lily Potter dan juga saling bertukar album tersebut dimulai dari Lily.

"Ah kalian ingat ini tidak?" seru Lily sambil menunjuk sebuah foto yang berisi anak-anak mereka tengah foto bersama.

"Oh aku ingat ini, saat itu terjadi kerusuhan karena ulah anakmu yang memancing emosi" ujar Bellatrix sambil terkekeh dan diikuti para lady lainnya. Saat itu diadakan foto keluarga besar atas usul Phoenix saat berumur sepuluh tahun, karena gadis itu ingin memiliki foto keluarga besar dikamarnya. Dan tentu saja hal itu disambut hangat oleh yang lainnya, maka disusunlah rencana mulai dari hari, pakaian, dan juga fotografer profesional. Saat pemotretan terjadi kerusuhan disana-sini karena ingin dekat dengan Nix, namun dapat diatasi oleh gadis tersebut dengan adil hingga tidak ada yang protes.

Lalu setelah foto keluarga inti dan keluarga besar itu, Lily mengusulkan untuk ada sesi foto anak-anak bersama Nix, dan terjadilah kerusuhan kembali.

"Nix denganku sini, jangan dekat Draco terus"- Daniel

"Phoenix sini denganku, aku kan kakakmu"-Draco

"Nix dengan Corry dan aku saja"-Pollux dan Corvus hanya ber-hn ria saja

"Loli bolehnya dekat dengan Shota" {wibu detected}-Leo

"Putri cantik harus dengan pangeran tampan"-Alfa.

Dan sang fotografer terlihat miris dan ingin tertawa, miris karena dia pegal berdiri dan inin tertawa karena kelakuan bocah-bocah didepannya. Dan Nix akhirnya mengatur, dimana dirinya ditengah, disisi kanannya berdiri Draco, disebelah kirinya berdiri Daniel, disamping Draco Corvus, disamping Daniel Leo, dua dibelakang adalah Alfa dan Pollux. Ini hasil jan ken pon {batu, gunting kertas versi Jepang} atas usul Leo, mulanya foto pertama lancar.

Lalu saat pengambilan foto selanjutnya adalagi kerusuhan, dimana Nix ditarik kesamping oleh Daniel dan mencium pipinya, Draco yang tidak ingin kalah menarik pinggang Nix agar berdempetan dengannya lalu saling menatap, Leo yang gerak cepat menggendong Nix gaya pengantin sebagai posenya, Pollux sendiri berlutut pada Nix dengan tangan menggemgam buket bunga mawar entah dari mana, Corvus memeluk Nix dari belakang sambil mencium pipi Nix, dan terakhir Al dengan gaya paling fenomenal, ia menggendong Nix ala sekarung kentang dengan tangan menepuk bokong Nix karena tidak bisa diam. Alhasil Al harus dilarikan pada Severus Snape untuk didiagnosa. Al memiliki gigi goyah semi copot, rahang sedikit bergeser, tulang kering yang memar ungu, serta lebam-lebam lainnya, akibat perbuatannya. Siapa pelaku kejahatan tersebut? kalian pasti berpikir itu adalah Draco dan sepupu lainnya. Dan jawaban itu salah semua.

Nyatanya sang pelaku adalah Nix sendiri, meski badannya mungil dan lembut gadis ini bila sudah marah bisa menghajar anak laki-lakipun K.O, dengan bukti autentik berupa Al yang sedang dicekok ramuan serta salep yang menempel dikulitnya. Ternyata Nix diam-diam diajari dasar-dasar karate oleh Alice yang terbukti bermanfaat untuk Nix saat ini. Al si tampan tapi kewarasannya patut dipertanyakan sudah merasakan tinjuan dan tendangan dari si imut Nix.