Chapter 15 : Revenge pt 3

Preview

"Kau wanita sombong Molly!" dengan itu Arthur keluar dari rumahnya dan pergi kekementrian untuk bertemu Sirius Black, agar dipertemukan pada si kembar dan memberitahukan hal ini pada mereka.

Bold/Italic : Parseltongue

Suasana kementrian saat ini tengah dalam keadaan panas baik secara harfiah atau kiasan. Yang menyebabkan suasana panas hati dan juga ruangan yang pengap, udara ketegangan yang terjadi pada orang-orang di dalamnya akibat adanya perdebatan sengit. Bahkan beberapa diantaranya mulai saling memberi ejekan halus namun kejam dan penghinaan lainnya dan yang paling sengit berdebat dan ingin melontarkan kutukan secara mengejutkan adalah Cygnus Black yang notabenenya selalu terlihat tenang dan jarang memunculkan diri selain dari pesta resmi yang diselenggarakan, pria itu sangatlah tertutup.

"Dengarkan ini baik-baik Mentri Sialan Fudge, Black bukan hanya sekedar nama omong kosong. Kau menyakiti salah satu keluarga kami maka harus ada harga yang dibayar. Terlebih kau juga berurusan dengan salah satu keturunan pureblood dari Perancis. Malfoy sama kuatnya dan prestisius di dunia sihir, kami juga memiliki Crouch, Lestrange, Potter, dan terutama Slytherin. Persetan dengan aturan bodoh itu. Cucuku sudah menderita hampir sebelum lebih dan bukti yang ada sudah sangat jelas dan konkret." Cygnus berujar dingin dan penuh intimidasi membuat beberapa nama yang disebutkan menyeringai bak hiu mencium bau darah. Kemunculan Cygnus Black adalah hal yang membuat para kepala keluarga dari dua puluh delapan suci dan Wizangemot kaget. Pasalnya, Cygnus Black adalah orang yang dikenal tidak menyukai politik. Namun tentu saja mereka bisa mengerti, kakek mana yang akan menerima cucu perempuannya menjadi korban pelecehan ditambah menteri sihir yang seharusnya paham aturan dasar mengenai garis kuno dan segala macam perilaku etiket justru menghalangi rencana keluarga Malfoy untuk meminta sidang.

"Tahukah kau, Tuan Menteri Terhormat? Ku rasa kau tidak tahu yah karena kau tidak mau merepotkan diri, maka ku beri tahu ini. Potter adalah keturunan langsung dari garis keturunan Ignotius Peverell dan juga Godric Gryffindor dan sementara itu Lord Slytherin juga berhubungan dengan Peverell dari Cadmus Peverell. Menjadikan kami lebih kuat dan diatas dari dua puluh delapan suci. Meski Potter bukan bagian dua puluh delapan suci kembali, namun garis keturunan kami bukanlah hal yang bisa dianggap remeh." James membuka suara yang di dukung oleh Lily yang kini sudah membawa bukti autentik mengenai warisan darah dari goblin, membuat Fudge gentar namun ia menutupi nya hanya dengan tidak menanggapi hal itu. Meski ia tahu bahwa itu bisa saja mengancam posisi nya sebagai Perdana Menteri Sihir Britania, ia memiliki firasat buruk kali ini, dan sekali lagi ia mengabaikannya tidak tahu akan badai yang akan menimpanya.

"Diskusi ini sudah final dan kalian tidak bisa menuntut kementrian untuk masalah tersebut. Pertemuan dibubarkan, selamat siang." Ujar Fudge dengan angkuh dan percaya diri menutupi fasad kepengecutan dirinya dan ketidakbecusannya terhadap undang-undang Magical Britain terutama dalam hal-hal tradisi darah murni kuno, karena ia adalah seorang picik yang malas dan mencari keuntungan pada orang-orang disekitarnya dengan mengendus-ngendus bagai pengerat. Sebelum ia bisa melangkah satu kakipun tubuhnya sudah ditahan oleh sihir Amelia Black nee Bones yang marah, dengan nada yang dingin dan beracun ia melontarkan kalimat "Tetap ditempat mu Pak Menteri sebelum tongkatku yang berbicara. Pertemuan ini akan terus berlangsung, dan suamiku Lord Sirius Black III akan menjemput salah satu dari orang tua Mr. Percy Weasley untuk diskusi ini. Namun sebelum Fudge dapat membuka mulutnya demi menyuarakan pembelaan yang tidak berguna Cygnus sudah memotongnya.

"Fudge, otakmu benar-benar kosong dan dungu. Phoenix Aquila Malfoy adalah cucuku. Ia memiliki keluarga Black dalam darahnya . Mungkin Malfoy tidak bisa meminta sidang tapi Aku, Cygnus Black meminta keadilan untuk cucuku!!!" kata Cygnus tegas dan penuh penekanan disetiap suku katanya, jelas berniat mengintimidasi lawan.

"Tetap saja Tuan Black itu tidak bisa dilaksanakan, mengingat itu hanyalah masalah biasa diantara para remaja yang akan terselesaikan dengan sendirinya dan seiring waktu berjalan. Lgipula hal ini perlu disetujui oleh orang tua dari Mr. Weasley muda itu, sesuai dengan ketentuan hukum dekrit kementrian nomor 64 yang menyatakan bila kedua belah pihak baik korban dan pelaku setuju untuk tuntutan yang diajukan, maka sidang keluarga dan hukuman kuno dapat dilaksanakan." Fudge berujur sombong dan sinis seolah-olah keluarga Black bukanlah tandingannya.

Sementara itu di aula kementrian yang keadaannya semakin memanas mulai terjadi pertunjukan aura magis yang menekan yang berasal dari Cygnus Black yang semakin murka. Arthur Weasley yang kebetulan tengah melewati ruang konferensi di aula utama sudut terpencil untuk sidang khusus tidak sengaja merasakan sihir itu dan merasakan tanda tangan ajaib Sirius yang kebetulan ia tengah mencarinya, ketika hendak masuk ia merasa tidak sopan bila tidak mengetuk namun harus mendengarkan semua yang dikatakan oleh Cygnus dan Menteri Fudge, membuat ia yang seorang ayah merasa buruk dan gagal mendidik putra kebanggaannya terlepas dari segala hal yang pernah ia lakukan dari semua ini.

Arthur Weasley yang mendengar hal itu dibalik pintu, terburu-buru masuk dan menyela dengan amarah yang mendidih. "Menteri Fudge, aku sebagai kepala keluarga klan Weasley menyatakan dengan keadaan sehat, tanpa paksaan baik dibawah mantra atau ramuan, akan dengan rela sidang keluarga dan hukuman kuno diberlakukan pada putraku Percy Ignatius Weasley yang diserahkan dibawah pengawasan dari keluarga Miss. Phoenix Aquila Malfoy yakni Lord Malfoy dan Lord Black." Kedatangan Arthur Weasley yang justru menyerahkan putranya pada Malfoy dan Black cukup mengejutkan terlebih kepala klan Weasley itu menggunakan kata-kata ajaib yang mana setara dengan sumpah ajaib yang tidak bisa diputus dan sihir yang mengelilinginya jelas menyetujui dan memaksudkan apa yang diucapkan . Fudge hanya bisa terdiam, setelah membeku beberapa detik dan melongo bagai orang bodoh, ia membuka suaranya "Arthur ini hanya kenakalan remaja biasa, tidak perlu menggunakan hal seperti itu."kata Fudge mencoba merayu meski itu hanya sia-sia.

"Mencium seorang gadis pureblood dan menyegel sihirnya disebut kenakalan remaja biasa, Jelaskan pada ku !! Apa kau memiliki otak barang se-ons pun?! Bahkan Troll mungkin lebih pintar darimu sialan." Amuk Sirius, ia sudah lelah bermain dengan menteri sihir boneka ini yang berbelit-belit dan tidak kompeten. Augusta Longbottom yang sedari tadi terdiam, kini turut memberikan suaranya. "Fudge, sebagai menteri sihir kau seharusnya tahu budaya kuno kita. Jika ada yang melanggar keluarga korban bisa meminta sidang kuno, terlebih ini adalah gadis dari klan terpandang." kata Nyonya Longbottom itu dengan dingin dan tajam.

Augusta Longbottom sudah mendengar siapa itu Phoenix Malfoy. Seorang gadis yang banyak menolong cucunya, meski ia belum seklaipun mengadakan pertemuan pribadi dan berbicara santai dengannya kecuali dalam keformalan pesta yule itupun interaksi terbatas. Tentu saja sebagai wanita dan ibu, ia akan membela gadis tak bersalah itu.

Thomas Marvolo Riddle atau Gaunt yang dikenal Lord Voldemort atau juga Lord Slytherin itu hanya bisa menggelengkan kepalanya. Fudge memaksakan hal yang sudah jelas tidak bisa dia ubah atau tentang seenaknya, sungguh kesia-siaan yang ia dapat. Ah andai Bartemius disini, ia akan bisa meminta bawahannya yang paling setia itu untuk membunuh menteri idiot ini. Tapi kematian adalah hal yang sangat ringan baginya dan itu bukan gayanya memberikan kemudahan bagi musuh-musuhnya dengan kematian instan.

Fudge tidak dapat berkata apapun, semua kata-kata yang ingin ia lontarkan seolah menghilang dari tenggorokannya dan hanya menelan ludah gugup serta kelu pada lidahnya. Terutama setelah pernyataan tegas dan sumpah dengan kata ajaib yang di lontarkan kepala keluarga Weasley yang tidak bisa diganggu gugat, semakin melemahkan posisinya. Albus pun tidak dapat datang untuk saat ini, dia sudah skakmat.

Bila keadaan sudah seperti ini ia sudah tidak dapat menolak atau membantah lagi, bila ia tetap melanjutkan maka posisi nya sebagai menteri bisa terancam dan kemungkinan Black akan membalas lebih kejam karena bagaimanapun Black bukanlah sembarang pureblood.

"Fudge kau tak ada pilihan lain lagi. Sidang untuk Percy Weasley akan dilaksanakan secepatnya" kata Amelia Black nee Bones memutuskan. Ia bisa melihat suaminya menarik nafas lega sebelum menghampiri Arthur Weasley. Lucius pun menarik nafas lega. Kini ia hanya harus mengurus siapa yang akan memberikan hukuman pada anak itu, Bellatrix sudah ingin melakukannya. Meski ia lebih senang bila ia sendiri yang mengcrucio anak kurang ajar itu, namun ia harus tetap mempertimbangkan bahwa bocah itu masih dibawah umur, tentunya hukuman fisik itu akan terbatas. Fakta yang menjengkelkan.

Setelah perundingan alot tersebut yang menghasilkan kesepakatan yang memuaskan pada pihak Malfoy dan Black mereka meninggalkan ruangan tersebut tanpa menoleh kembali pada Fudge yang merasa terkalahkan dan tidak berdaya. Tetua Malfoy dan Black tanpa berterimakasih pada Arthur melenggang begitu saja karena mereka masih merasa itu memang kewajiban Arthur untuk mendidik putranya agar tidak mengkesampingan dan meremehkan tradisi keluarga kuno. Arthur sendiri tidak ambil pusing justru ia melangkah kearah Sirius Black bersama James yang didampingi para istri mereka.

"Sirius aku perlu berbicara denganmu"

"Apa yang ingin kau bicarakan? Katakan sekarang, aku tidak memiliki kesabaran bila kau hanya ingin membuang waktu untuk keringanan putramu." Sirius menjadi dingin dan kejam, karena dalam Black keluarga adalah segalanya.

"Aku ingin bertemu dengan George dan Fred serta Ginny putriku. Aku merindukannya" ujar Arthur lemah dan wajah yang letih.

"Huh setelah bertahun-tahun baru kau mengakui di depan wajahku kalau kau merindukan mereka, apa kau terlalu takut pada Molly?"

"Ak-aku.. aku entahlah Sirius. Seberapa besar aku merindukan mereka tetap saja aku tidak bisa menemui mereka karena Molly entah bagaimana selalu menghalangiku, meski surat-surat yang ku terima dari mereka membuatku hangat itu tetap tidak cukup, aku terllau malu dan takut menghubunginya, dan Sirius James maukah kau membiarkan aku bertemu dengan si kembar dan putriku meski sebentar". Ujar Arthur dengan pahit dan ekspresi menyedihkan.

"Kami bersedia dengan syarat anak-anak akan dengan sukarela bertemu denganmu dan tidak ada hal-hal yang dapat menyinggung perasaan anak-anak terutama melukai fisik bila kedapatan hal tersebut aku tidak segan bertarung denganmu." Ujar Lily tegas dan mengancam, karena bagaimanapun tidak ada yang menyangka Lily adalah dueller wanita terbaik dibawah asuhan Bellatrix Lestrange nee Black yang terkenal sebagai jendral dark lord dan dibimbing langsung oleh penguasa kegelapan tersebut. Selain itu Amelia Black nee Bones juga tidak kalah menakutkannya karena jabatannya sebagai kepala DMLE serta mantan Auror, ia bukanlah tandingan bagi dua wanita tangguh tersebut.

"Terimakasih banyak, aku akan kembali ke rumah dan aku tidak meminta keringanan hukuman apapun untuk Percy karena itu adalah milik keluargamu sepenuhnya." Dengan itu Arthur melangkah pergi dengan ringan dan merasa beban dipundak dan hatinya merasa lapang.

"Sirius apa tidak apa-apa?" James bertanya pada temannya dengan sedikit ke khawatiran karena tahu Sirius adalah orang yang sangat protektif pada anak-anaknya meski hanya adopsi, setelah peristiwa itu.

"Aku tahu rasanya kehilangan seorang anak, meski kasus Arthur anaknya diambil olehku karena istri jalangnya dengan gampang membuang anak-anaknya karena prasangka konyol."

"Bahasa Sirius, aku tahu dear perasaanmu dan mengerti. Ayo istirahat dulu." Amelia menenangkan suaminya, Sirius meski ia seorang berandal bukanlah suatu sifatnya yang dengan mudah membuang keluarga terutama darah dagingnya. Sirius mengerti perasaan Arthur karena ia pernah kehilangan seorang anak, saat itu Amelia tengah mengandung anak pertamanya namun keguguran karena terkena kutukan nyasar ketika ia menjadi auror dan Sirius terancam kehilangan istri dan anaknya, sejak saat itu ia sangat protektif terlebih ketika setahun kemudian Amelia tengah mengandung Alphard ia sangat teroterial dan overprotektif membuat istrinya jengkel dan sering mengutuk Sirius dengan tongkatnya.

Tenang sebelum badai, mungkin itulah yang kini menggambarkan Hogwarts. Siswa maupun siswi asrama Slytherin tidak melakukan apa pun dalam artian mereka tidak menuntut keadilan bagi Lady mereka. Seakan-akan mereka hanya menganggap itu hal yag sudah terlupakan namun itu hanya anggapan lain diluar asrama ular, keadaan sebenarnya adalah mereka tengah bersiap dalam kegelapan dalam pembalasan dendam mereka yang terselubung dan rapih. Leo dan Draco yang memerintahkan para anak ular itu tetap tenang dan waspada, sementara sisa dari mereka harus saling mengawasi punggung masing-masing. Fakta bahwa kepala sekolah kambing itu mengatakan apapun yang sudah diubah mengenai kejadian dengan salah satu kembar Malfoy menjadi bukti betapa pilih kasihnya sang kepala sekolah. Nix sendiri sudah kembali ke mansion atas permintaan Lucius dan Narcissa, meninggalkan Draco di Hogwarts. "Jadilah mata dan telingaku Draco" pesan dari Nix itulah yang membuat Draco bertahan meski harus menahan kejengkelan yang luar biasa tidak tertahankan bagi para penggosip yang diibaratkan seperti burung nasar pemakan bangkai, ia mendengus memikirkan istilah itu.

Banyak desas-desus yang beredar dikalangan para siswa mengenai Heiress Malfoy, rumor mengatakan bahwa gadis Malfoy tersebut sedang dalam pemeriksaan dengan healer mengenai kesehatan mental dan fisiknya, bahkan gosip yang lebih kurang ajar lagi adalah bahwa gadis tersebut hanya mengada-ngada mengenai keadaan kesehatannya dan tengah bersekongkol dengan fraksi gelap untuk menyerang fraksi cahaya, dan punya penyakit mental seperti gila.

Anak-anak slytherin sudah muak dengan hal itu namun tidak dapat melakukan apapun selagi kepala sekolah mereka belum diganti yang hanya bias dan terlalu menyanjung serta memanjakan para singa. Terkecuali untuk Neville Longbottom, Alphard Black, dan Daniel Potter meski mereka juga kesayangan Dumbledore sebagai boneka faktanya mereka bertiga adalah ular dalam pemikiran mereka, meski bermain halus.

Sementara itu di Malfoy Mansion yang megah tengah terduduk gadis cantik menghadap jendela berkaca patri indah, menampilkan kebun mawar berbagai warna yang menakjubkan, senja menyinari sosok gadis tersebut dan menciptakan pemandangan yang ilahi bagai mkhluk fae dengan seribu kecantikan yang mempesona. Itu adalah Phoenix Malfoy.

Di Malfoy Manor, Nix melihat papan catur melihat bidak-bidak catur, dan membayangkan sebuah strategi. Ia sadar kekuatanya belum cukup untuk saat ini. Andaikan ia memiliki seseorang yang bisa ia percaya di kementerian, yang menurutinya tanpa banyak bertanya, seperti milik Kakek Tom, seseorang seperti Bartemius Crouch Junior.

Namun untuk saat ini ia harus berfokus dahulu untuk mengatasi trauma nya dan juga membangun inner circle di dalam hogwarts guna membendung kekuatan Dumbledore pada para siswa demi kebaikan lebih besarnya yang hanya akan menambah beban dunia sihir dan kehancuran dimasa depan. Omong-omong mengenai traumanya itu adalah hal yang paling sial dan mimpi buruk baginya. Lemah tidak berdaya karena sihirnya tersegel lalu dilecehkan, beruntung sepupunya datang tepat waktu, kalau tidak ia tidak ingin membayangkan hal yang akan terjadi selanjutnya. Penyembuhnya juga menyarankan agar ia terapi.

Flashback

Nona Bertha Weirght adalah healer andalan dari St. Mungo dan juga penyembuh pikiran yang mumpuni. Ia bertemu dengannya ketika sang ibu sudah frustasi akan keterdiamannya akan peristiwa yang malang tersebut serta dirinya yang tersentak seti.ap kali ada kontak fisik hampir seminggu ini. Bahkan ia selalu menyangkal bahwa ia baik-baik saja.

Narcissa yang tidak ingin ini terus berlarut-larut segera memanggil sang healer dan Nix tidak mampu menolaknya, karena ayah dan ibunya mengancam akan menariknya dari Hogwarts dan homeschooling atau pindah ke Perancis.

Nona Weirght memiliki rambut ikal coklat kemerahan sepunggung dan di kuncir dengan gaya pony tail, memiliki mata runcing cendrung sipit dan berwarna ungu gelap seperti orang Asia karena salah satu buyutnya adalah penyihir keturunan Asia, memiliki kulit sedikit coklat madu dan tinggi sekitar 170cm. Wajahnya terbilang cantik dan mungkin banyak laki-laki yang mengejar-ngejarnya, memiliki senyum ramah dan berkata sopan.

"Hai, selamat pagi Miss. Malfoy, bagaimana kabarmu?" sapanya

"Hai juga dan selamat pagi Miss. Weirght, aku baik-baik saja bagaimana denganmu?

"Uh-huh, kau tanyakan kabarku yang mana nona kecil? Karena aku punya dua kabar" ujarnya ceria.

"Eum, maaf nona bila aku tidak memahami maksudmu" Nix memasang wajah kebingungan yang terlihat imut.

"A ha jelas kau bingung yah, baiklah akan kuberitahu. Kau menanyakan kabarku yang mana? Fisik atau jiwaku?"

"Eh? Eum jiwa mu... "

"Oh jiwaku dalam keadaan bahagia meski banyak yang bilang aku gila"

Nix semakin bingung dan hampir setuju dengan perkataan orang-orang terhadap healer yang menanganinya.

"Oh dear, jangan memasang wajah menggemaskanmu. Baiklah lanjut pada kabar fisikku. Hari ini aku merasa bugar dan bersemangat yang mana artinya aku sehat." ucapnya memberi seringai bahagia.

"Uh uhum" Nix bingung ini menjawab apa pada sosok ceria didepannya.

"Nah sekarang aku ulangi, bagaiman kabarmu nona kecil?"

"Eeh ak-aku..aku..."

"Apa kau marah? Tidak berdaya? Letih? Kebingungan? Atau semua itu sayang?"

"Ak-aku.. aku entahlah Miss. Weirght aku hanya merasa hampa"

"Kamu terlalu lama memendamnya sayang, ingin bercerita keluh kesahmu?

Nix berdebat dikepalanya antara memberitahu atau terus bungkam karena ia terlalu takut dengan mimpi buruk tersebut dengan risiko mencoreng nama baik Malfoy karena baginya itu adalah aib bila ia mengatakannya atau ia ambil risiko itu dengan jaminan bahwa itu adalah solusi untuk mengurangi traumanya. Setelah beberapa saat akhirnya ia memutuskan untuk bercerita saja, namun bila informasi ini disalah gunakan ia akan mengambil nyawa sang healer itu dengan tangannya sendiri meski sepertinya itu tidak mungkin terjadi mengingat sifat sang healer.

"Apa kau berjanji merahasiakan hal ini? Membawanya hingga kekuburanmu?"

"Aku bersumpah atas sihirku dan juga kode etik Healer ku bahwa aku bersungguh-sungguh untuk menjaga informasi sekecil apapun dari pasien untuk tidak memplubikasikan atau menyalahgunakan informasi tersebut kepada siapapun tanpa izin Heiress Phoenix Malfoy. Mote it be." Dengan sumpah yang diucapkan kabut putih tipis menjulur dari tongkat Nona Weirght dan pecah menjadi bubuk keemasan tanda sumpah itu sudah terikat.

Nix menceritakan kronologinya, "Saat itu keadaan kesehatanku tidak stabil karena hari pertama aku mengalami kedewasaan sebagai remaja putri" ia terlalu malu menyebutkan kalau ia menstruasi karena dahulu dia masih percaya bahwa jiwanya laki-laki, namun saat ini keyakinan itu sedikit demi sedikit terkikis meski ia masih malu mengatakannya.

"Uhum" Healer itu mencatat.

"Lalu karena keadaan tersebut tidak menguntungkan aku tidak sadar akan lingkunganku, hingga ada mantera non-verbal yang menyerangku diidentifikasi sebagai pelemas otot, lalu ketika orang itu menyergapku ia melatunkan mantra aneh dalam latin kuno untuk menyegel sihirku serta mengikat inti magisku meski tidak sampai permanen namun itu menyakitkan dan juga mantra compulsion agar aku menurut padanya namun aku berhasil menepisnya sebelum sihirku benar-benar terikat dalam segel, dan...dan..dan"

"Bila tidak ingin dilanjutkan kau boleh tidak melanjutkan ceritamu, tidak apa-apa jangan menekan dirimu lebih dari ini" Healer Weirght memberi pengertian.

"Tidak, aku akan melanjutkan. Setelah itu darisanalah ia mulai melecehkanku, meski itu hanya ciuman namun dalam tradisi kuno hal itu dilakukan bila kami saling menerima dan dalam masa courting. Aku bermaksud menjaga tradisi ini karena jiwa dan tubuhku untuk pasanganku kelak bukan sembarangan untuk disentuh. Itu menjijikan dan kotor" Ujar Nix dengan emosi yang berubah-ubah dari sedih, kemarahan, dan hampa.

Healer itu mengangguk pengertian dan membiarkan Nix bercerita apapun mengenai perasaan dan mimpi buruknya seperti ia diruang gelap dan Percy yang mengintai atau hal-hal lainnya. Sang Healer akhirnya menenangkan dengan nasihat, agar ia memaafkan dirinya sendiri karena itu bukanlah salahnya melainkan hanya situasi yang salah diwaktu yang salah. Nona Weirght selalu datang konsisten selama seminggu setengah penuh dan selalu mendengarkan Nix, tidak sekalipun membahas pelecehan yang dialaminya, dan mengingatkan keluarga Malfoy dan Black untuk berhati-hati dalam berkata yang bisa menimbulkan traumanya, serta beberapa terapi demi kenyamanan Nix. Mereka melakukan segala daya dan upaya untuk membuat Nix nyaman.

Dan sepertinya sudah menunjukkan perkembangan, membuat seluruh keluarga bahagia dan Nix menjadi semakin baik setiap harinya meski Healer Weirght setiap dua minggu sekali berkunjung untuk mengecek nya.

Flashback Off

Kembali kemasa kini dimana

"Dobby!" panggil Nix, sang peri rumah itupun langsung datang. Ia meminta Peri rumah itu untuk memberitahu Alphard untuk memanggil Hermione Granger dan Kembar Black untuk menemuinya. Dan meminta untuk membuka akses jaringan Floo menuju Manor Malfoy serta tidak boleh ada satupun yang mengetahui hal itu, harus tersembunyi sebelum bisa diendus oleh orang tua yang senang mencampuri bisnis orang lain.

"Ya Nona Muda Phoenix, Dobby akan melakukannya secara rahasia dan tidak mengecewakan Nona." Ujar peri itu dengan semangat, lalu menghilang dengan pop kecil untuk melaksanakan tugasnya.

Tbc yah guysHika : Banyakan ini, nanti kalo sempet aing lanjutin yak wkwkwkwk, gua sma ka aya otaknya lagi error. Dan ku mau curcol, kalo aku sedang sibuk2nya karena kuliah online, ngajar online, rapat online, blom lagi bikin dokumen paud serta rencana pembelajaran mingguan serta harian selama 1 semester anak paud. Niat mau update oktober ku ubah jadi bulan ini karena aku juga padat dibulan oktober. Salam kangen dan cinta dari Hika dan Ka Aya :)Sehat selalu dan stay at home kalian kalo gak ada keperluan. Ini deket rumah wali murid aku dan rekan guru paud aku dari paud lain sudah kena. Dan wilayah aku udh zona rawan krna banyak yg kena. Bahkan Pengawas Paud ku 1 kantor kena Covid-19.Me : Tuh dengerin kata anak gw, nah readers yg budiman dan cecan maupun cogan terimakasih bagi kalian yang sudah menantikan kelanjutan cerita ini. We always love you guys 3 3