Disclaimer: Saya bukan pemilik Naruto atau One Piece. Saya cuman minjem karakter nya.


BAB I.

"Kita sudah sampai di Arlong Park." Ucap seorang pria kepada kedua temannya. Dia adalah pria berukuran sedang dengan kulit yang kecoklatan, mengenakan kaca mata hitam dan memiliki tato hitam di pipi kirinya bertuliskan 'Laut'. Dia mengenakan jaket hoodie berwarna biru dengan kaos ungu, celana cokelat, sepatu bot, dan jam tangan di pergelangan tangan kiri nya.

"Yosh, akhirnya kita sudah sampai. Tapi pertama kita harus menemukan dimana Nami memarkirkan Merry terlebih dahulu." Salah satu pria disana berseru. Dia adalah remaja kurus berkulit sawo matang, memiliki bibir yang sedikit menonjol, dan memiliki hidung yang panjang. Dia juga mengenakan bandana kotak-kotak berwarna hijau dengan kacamata diatasnya, mengenakan baju terusan berwarna cokelat dengan selempang putih dan tanpa baju dibawahnya dan membawa tas kuning.

Pria terakhir bangun dari duduk nya, memegang satu pedang di pinggangnya. "Aku tidak peduli, Luffy menyuruh ku untuk membawa Nami kembali ke kru." Seru nya membawa pedang nya ke depan wajahnya. "Dan Aku akan membawa nya, bahkan jika harus mencincang para manusia ikan itu."

Dia adalah pria dengan tinggi rata-rata. Memiliki rambut berwarna hijau dengan tiga anting emas ditelinga kirinya. Tubuh nya dibalut dengan perban, memakai celana hitam yang dimasukkan kedalam sepatunya. Mereka bertiga adalah Johnny, Usopp dan Zoro.

"D.. DASAR BODOH, MEREKA ITU BAJAK LAUT ARLONG. TIDAK PERLU MEMBUAT KERIBUTAN LEBIH JAUH!" mereka berdua melotot marah. "Hm, tidak peduli." Zoro berjalan kedepan melihat gerbang masuk ke markas Bajak laut Arlong.


XxX


Beralih ke tempat lain, tepatnya di dalam markas Bajak laut Arlong saat ini penuh dengan para manusia ikan. Tak jauh dari situ, ada satu sosok yang menarik perhatian. Yaitu manusia ikan yang duduk didepan kolam.

Dia berotot, berkulit biru dengan ciri khasnya yaitu hidung nya yang berbentuk gergaji. Dia memiliki rambut hitam panjang mencapai bahu nya. Memiliki sirip di tengkuk nya yang dikelilingi rambutnya, dan insang terletak di kedua sisi lehernya. Dia mengenakan pakaian modis berupa kemeja cabana kuning tanpa kancing lengan pendek, memakai celana pendek bermuda berwarna hijau. Selempang ungu di pinggang dan sendal sederhana.

Dia adalah Arlong, Kapten Bajak laut Arlong. Mata nya yang tajam terlihat menikmati kesenangan saudara sesama spesies nya. Dia teralihkan saat seorang wanita cantik berambut orange masuk ke dalam markas nya.

Dia perempuan cantik berambut orange dengan mata cokelat, memakai baju kaos hijau dengan bentuk bunga hijau tua, celana hitam ketat dan sendal hak tinggi warna orange.

Seringai hiu nya tumbuh, "Oi! Kau kembali juga Nami! Lama tak berjumpa. Perjalanan yang cukup panjang bukan." Nami yang sekarang bernama berjalan membawa satu tas jinjing hitam.

"Arlong, sistem pertahanan mu masih tetap lemah!" Nami berkata.

"Huh, biarkan saja." Dengan muka mengejek mengangkat bahu nya, "Lagipula tidak akan ada yang berani melawan ku." Mereka semua tertawa mendengar nya.

"Jadi bagaimana tangkapan mu kali ini?" Arlong bertanya.

Nami mengangkat tas itu, "Aku beruntung bertemu banyak Bajak laut yang bodoh." Dia menepuk tas itu beberapa kali sebelum menurunkan nya, "Lihat, Aku mendapat lebih banyak kali ini." Dia selesai.

"Shahaha! Pengkhianatan memang keahlian mu." Seringai Nami tumbuh sedikit, "Begitulah."

"Saudara-saudaraku! Teman kita Nami telah kembali, ayo berpesta."

"UWOOHHH!"


XxX


"Ketemu! Itu dia disana! Going Merry." Usopp menunjuk ke arah kapal tersenyum.

"B..BAKA! APA YANG KALIAN LAKUKAN! LEPASKAN TALI SIALAN INI!" Zoro berteriak pada Usopp dan Johnny. Mereka berdua mengabaikan nya dan melihat peta. "Disini tidak terlalu jauh dari Desa Kokoyashi. Tapi aneh, mengapa melabuhkan kapal jauh dari desa?"

Zoro berteriak kesal, "Lepas ikatannya!".

"Sudahlah, kau akan kelelahan jika berteriak seperti itu. Serahkan ini pada kami." Usopp menepuk dada Zoro membuat nya berjengit. 'Tolong ingatkan aku untuk memotong kalian berdua.'

"Yosh, Aku akan membawa kembali gadis itu mwhahahaha!" Katanya sambil berpose. Johnny yang berdiri dibelakang nya hanya bisa sweatdrop mendengar tawanya.

"baiklah, arahkan kemudi ke Going Merry. Dekatkan kita ke arah kapal."

"Ya!"

"Yosh, laki-laki gagah berani ini akan berlabuh di pulau tak dikenal. Ini akan dikenal sebagai petualangan Kapten Usopp!" Seru nya berpose di depan kapal.

Tak jauh dari tempat berlabuh, terlihat beberapa bajak laut manusia ikan sedang berbincang-bincang. Usopp yang melihat itu tentu terkejut dan melompat ke belakang. Tubuh nya menggigil membuat Johnny dan Zoro penasaran.

"U..Usopp-Aniki ada apa!?" tanya Johnny penasaran. Usopp menunjuk dengan tangan gemetar. "D..Disana! Disana!"

"MANUSIA IKAN!" Johnny dan Usopp berseru melotot.

"Lewati dengan kecepatan penuh." Ucap Usopp tidak bertenaga. "Siap."

"KENAPA KALIAN MELEWATI NYA?!" Zoro berteriak, "SSTT..."

"APAKAH KAU TIDAK MELIHAT NYA? DISANA ADA MANUSIA IKAN, KRU NYA ARLONG! MEREKA SANGAT MENGERIKAN! INI BURUK, KAN?!" Usopp berteriak dengan muka bodoh. Zoro yang kesal menendang nya di wajah. "Jangan meneriaki ku!"

"Kurasa semua wilayah ini merupakan kekuasaan Arlong." Kata Johnny. Dia menatap Usopp sambil menyilangkan tangan di dada, "Bagaimana Usopp-Aniki?"

"Yosh, kita bilang saja bahwa kita tidak bisa membawa Nami kembali."

"Lepaskan ikatan ku, baka!" teriak Zoro kesal.

Para manusia ikan itu menatap curiga pada kapal itu, "Aku belum pernah melihat kapal itu sebelum nya!" kata salah satu manusia ikan itu. "Mencurigakan, ayo kita lihat."

Usopp dan Johnny melotot melihat nya, "Kita lari!"

"Setuju!"

Zoro yang melihat mereka ketakutan menjadi panik, "OY, KALIAN BERDUA! SETIDAK NYA LEPASKAN DULU IKATAN TALI INI!" Teriak nya. Mata nya melotot melihat mereka berdua melompat meninggalkan nya.

"Oy oy! Ada apa ini? Hanya dia sendiri?" salah satu manusia ikan itu terkekeh. "Apakah kau baru saja dibuang atau semacamnya?"

"Be.. Begitulah.." 'Aku akan membunuh mereka berdua!'

"Ah, jadi kau terluka karena disiksa ya? Baiklah bawa dia ke Arlong-san!" Kapal pun menjauh menuju Arlong Park. Usopp dan Johnny muncul dari air melihat kapal yang menjauh.

"Maafkan kami, Zoro! Aku akan mengatakan kepada Luffy bahwa kau adalah ksatria pemberani." Kata Usopp memegang dada nya dengan satu tangan terkepal. Johnny disampingnya menangis, "Aniki benar-benar tidak beruntung! Aku tidak akan melupakan mu, Aniki!"

"Nah, mari kita berenang ke daratan terlebih dahulu."

"Baik!"


XxX


Beralih ke tempat lain, tepat nya ditengah lautan nampak sebuah kapal kecil dengan asap mengepul diatas nya. Jika dilihat lebih dekat terdapat 3 manusia sedang makan.

Mereka adalah Monkey D. Luffy, Sanji, dan Yosaku. Luffy adalah laki-laki dengan tinggi sedang dan ramping, memiliki bekas luka dibawah mata kiri dan selalu membawa topi jerami kesayangan nya. Dia memakai rompi merah dengan bawahan celana biru dan sendal sederhana.

Sanji adalah pria ramping dengan otot berkembang, berkaki panjang dan rambut kuning yang dia sisir ke sisi kiri wajah nya. Dia memiliki satu ciri khas nya yaitu alis nya yang membentuk spiral tetapi dengan ujung yang berbeda. Dia mengenakan setelan jas hitam dengan kemeja biru bergaris.

Yosaku sendiri pria dengan tinggi sedang, sedikit berotot. Dia memakai kemeja hitam dengan mantel hijau dan tutup kepala merah. Untuk bagian bawah nya dia memakai celana boxer kotak-kotak kuning selutut menampakkan bulu kaki yang tidak dicukur, dan memakai sepatu gelap.

"Kau hebat sekali, Sanji-Aniki," kata Yosaku melahap makanannya dengan cepat. "Masakan mu benar-benar enak." Sambung nya.

"Tunggu hingga ini semua selesai, Aku akan membuat makanan yang lebih enak lagi untuk Nami-san." Ucap Sanji menggoyangkan minuman nya.

"Kuharap kita bisa makan bersama Nami-Aneki lagi!" Yosaku nyengir melahap makanan nya.

"Kita akan berkumpul kembali dengan navigator kita! Dia akan pergi ke Grand Line dengan kita." Katanya membuang tulang daging di tangan nya. Luffy melotot melihat daging terakhir didepannya direbut.

"Itu milikku!" seru Luffy.

"Kau sudah memakannya kan! Biarkan aku memakan nya juga." Yosaku tidak mau mengalah menjauhkan daging dari Luffy.

Tak jauh dari kapal itu, dibawah air terdapat bayangan hitam besar mengintai mereka dengan kecepatan sedang. Luffy dan Yosaku yang tidak menyadari nya masih berlarian merebut daging dari tangan Yosaku.

"HENTIKAN KERIBUTAN KALIAN!" Teriak Sanji. Pipinya memerah menahan kekesalan nya. "Kau ingin membuat ku terguyur sake ini, ya!" sambungnya.

Mata nya terbuka saat mendengar sesuatu dari bawah air, berdiri dari duduknya Sanji menatap ke bawah air.

"Oi! Diamlah sebentar." Kata sanji. Luffy dan Yosaku menatap nya bingung, "Sepertinya ada sesuatu dibawah sini..." Sambungnya. Tiba-tiba air bergejolak dan sesuatu yang besar muncul dari laut.

"...Sesuatu yang besar."

Menjulang keatas adalah monster laut menyerupai sapi. Monster itu menatap mereka bertiga dengan tatapan kosong. Yosaku yang melihat nya menganga.

Luffy dengan polos bertanya, "Apa itu?"

"M...MONSTER LAUT! KENAPA MONSTER LAUT ADA DI EAST BLUE? ITU ADALAH MAKHLUK DARI GRAND LINE!" Teriak nya ketakutan. Luffy berjalan kedepan menatap makhluk itu bingung.

"Apa? Kenapa dia?" Yosaku menatap nya ngeri sebelum menunjuk makanan. "Dia mengincar makanan kita!" seru nya.

"Apa!"

"Cepat berikan makanannya padanya! Kapal kita bisa terbalik olehnya!"

"Gomu-Gomu no Pistol!" teriak Luffy meninju monster. Luffy membalikkan tangannya dengan marah. "Aku tidak akan membiarkan mu mengambil makanan ku!"

"SUGEE! BAGUS LUFFY-ANIKI" Yosaku menatap nya dengan mata berkilau. Monster tadi kembali muncul dari air, wajah nya terlihat marah.

"S-Sepertinya kau membuat dia marah Luffy-Aniki!"

"Mau kupukul lagi?" Luffy mengambil ancang-ancang sebelum ditendang dimuka oleh Sanji. "Dasar bodoh, jangan menghajar makhluk yang sedang kelaparan!" Katanya.

"Dia mungkin terluka dan tidak bisa mencari makanan sendiri." Sanji mengambil daging dengan satu tangannya. "Benar, bukan?"

"ini, makanlah! Tidak perlu sungkan." Monster itu menatap Sanji yang tersenyum pada nya. Membuka mulut nya dengan lebar mencoba memakannya.

"MATI SAJA KAU!" Yosaku menatap nya dengan mulut lebar, kaget dengan tindakannya.

"APA YANG KAU LAKUKAN?! BAGAIMANA DENGAN KASIH SAYANG MU TADI?!" Teriak Yosaku kesal. Sanji hanya menaikkan satu kaki nya keatas sambil merokok.

"Monster kurang ajar itu berniat memakan ku juga." Ucap nya santai.

"RAGRRH!" Monster itu muncul kembali dengan marah. "AHHHHH!" Yosaku berteriak ketakutan, "Dia datang lagi! Dia akan menenggelamkan kapal kita!"

"Kurang ajar!" Luffy bersiap sebelum dicegah oleh Sanji, "Mundur, biar Aku yang menyelesaikan nya." Sanji berlari ke sisi kapal sebelum melompat ke depan monster itu.

"Collier Shot!" Sanji memutar badan nya menendang leher makhluk itu. Luffy dan Yosaku membuka mulut nya kagum. "UWAHHHH!"

'Dasar makhluk kurang ajar' Seringai nya tumbuh. Mendarat dengan mulus, mereka berjalan kembali ke meja makan melanjutkan makan mereka yang tertunda meninggalkan monster yang terjatuh.

Luffy menepukkan kaki nya dibawah meja senang, "Baiklah, ayo makan lagi!" katanya. Sanji dengan senyum bangga nya duduk sambil merokok. "Lumayan untuk pemanasan."

Yosaku menatap mereka dengan keringat di kepala nya, 'Mereka benar-benar gila...'


XxX


Sementara itu, beralih ke tempat lain. Berdiri sebuah rumah kecil dengan dikelilingi kebun jeruk. Didalam rumah itu terlihat beberapa manusia berbeda gender.

"Unghh..."

"Are.. dimana aku?" Usopp dengan bingung melihat sekeliling nya. Tidak mengenali tempat asing ini. "Rumahku."

"..."

"Kau sudah bangun?" wanita itu berbasa basi, dirinya duduk sambil memandang Usopp. "K..Kau siapa?" Tanya Usopp memandangi wanita itu. Dia seorang wanita berukuran sedang dengan rambut biru muda dan berkulit sawo matang. Dia mengenakan kemeja tanpa lengan berwarna krem, celana biru panjang dan sendal ungu. Dia juga memiliki tato yang melintang dari lengan kanan ke dada nya.

"Namaku Nojiko." Katanya yang sekarang bernama. "Aku orang yang menanam jeruk disini." Selesainya.

"Ah, benar juga. Kau yang memukul ku dengan palu, kan?" Wajah nya cemberut lucu mengingat saat sebelum dia pingsan, dia akan menghadapi manusia ikan menggunakan ketapel nya.

"Padahal Aku sedang berusaha menyelamatkan mu!" keluh nya. Nojiko memberikan nya segelas teh hangat dan menyuruh nya duduk.

"Akulah yang menyelamatkan mu." Usopp menatap nya terkejut, "Saat kau melakukan sesuatu pada manusia ikan itu, tak perlu dipertanyakan lagi kau akan langsung dibunuh."

"..."

"Tapi kau anak dari Gosa, kan?" Tanya Nojiko menatap anak kecil didepan nya. Dia terlihat sedang gemetar menahan tangis nya.

Nojiko menangkup dagu nya dengan satu tangan, "Kau pasti sudah tau bagaimana pembunuhan yang akan terjadi jika ada seseorang yang menentang manusia ikan."

"Aku tau itu," dia menggertakkan gigi nya kesal, "Aku tau, tapi mereka telah membunuh ayahku! Mereka menghancurkan segalanya, menghancurkan kota kami, dan membunuh semua orang. MEREKA TIDAK BISA DIMAAFKAN!" teriak nya mencurahkan segala isi hatinya.

"Lalu saat aku ke Arlong Park, salah satu dari mereka menghalangi ku! Dia seperti seorang penyihir wanita!" Usopp mendengarkan dengan gelas ditangannya mencoba minum. "Aku benci ini! Aku tidak peduli jika harus mati, yang penting aku bisa membalaskan dendam ayah ku!" katanya lagi sesenggukan.

"Kalau begitu, matilah!" Usopp menyemprotkan minumannya keatas terkejut. "Aku dan penyihir wanita itu sudah menyelamatkan mu 2 kali! Tapi jika kau masih ingin mati, maka pergilah balaskan dendam ayahmu." Dia berdiri membawa gelas kosong ditangan nya.

"Jika kau sudah selesai, pergilah!" sambungnya.

Usopp mengelap wajah nya dengan tangan lalu berbicara pada Nojiko. "Oi! Tidak perlu sekasar itu kepada anak kecil, kan?"

"Anak kecil atau bukan, jika mereka ingin mati maka biarkan saja mati!" seru nya kesal. Matanya menajam padanya. "Dia sama sekali tidak memiliki keinginan untuk hidup meski dalam kondisi sesulit apapun!" anak itu menundukkan kepala nya.

"Kenapa kau berkata seperti itu?"

"Aku mengenal seorang anak yang tetap memandang masa depannya meski dia harus menanggung beban lebih menyakitkan daripada kematian." Ucap nya sedikit sendu, "Karena itulah aku benci anak seperti dia yang ingin mati tanpa alasan!"

Anak itu menangis tersedu-sedu, wajah nya diarahkan kebawah. "Lalu apa yang harus kulakukan? Aku akan menahannya! Tapi apa yang harus kulakukan?"

"Bagaimana dengan Ibumu?" tanya Nojiko.

"D...Dia masih hidup.." Nojiko tersenyum lembut pada nya. "Ibumu pasti mengkhawatirkan mu, pulanglah pada ibumu."

"Baik!" Usopp tersenyum melihat nya sebelum berbalik melihat Nojiko. Matanya melebar sesaat mengingat tujuan dia disini.

"Ahh, benar juga aku belum memperkenalkan diri ku. Aku kapten Usopp, senang berkenalan dengan mu." Usopp berkata sambil menatap Nojiko. "Aku ingin bertanya, apakah kau mengenal seorang wanita bernama Nami?"

"Nami..?!"


XxX


Kembali ke tempat Arlong Park, saat ini tempat itu sedikit berantakan dengan beberapa manusia ikan tergeletak disekitar. Penyebab nya tak lain karena seseorang yang saat ini duduk di kursi Arlong.

"Dia menyuruh ku untuk lari, padahal tujuan ku ada disini..." Zoro menatap langit dengan datar dengan kaki disilangkan diatas kaki yang lain, "Ditambah aku sudah berjanji pada Luffy untuk membawa nya kembali."

"Sekarang seperti nya ini menjadi sesuatu yang merepotkan, aku ingin tahu apa yang dilakukan oleh Luffy sekarang."


XxX


Dilaut terlihat sebuah kapal kecil berlayar dengan cepat. Ini terjadi dengan bantuan monster laut yang sudah mereka kalahkan barusan dengan mengikatkan tali di tanduk nya.

"YAHOOO! Cepat sekali!" Luffy tersenyum lebar menatap kedepan. Salah satu tangannya memegang topi nya agar tidak terjatuh.

"Luffy-Aniki, aku melihat nya, Arlong Park!" seru nya menunjuk ke depan. "AYO KE ARLONG PARK!" Teriak Luffy bersemangat.


XxX


Beralih ke pinggiran Desa Kokoyashi, disekitar dermaga tersebut muncul seorang pemuda berjubah hitam yang menutupi seluruh tubuh nya sedang mengikatkan tali dari perahu rakit nya ke salah satu pasak kayu.

Pemuda tersebut menghela napas nya setelah selesai mengikat. Tangan nya terangkat dan mengelap keringat di dahinya.

"Yosh, sudah selesai." Menepukkan tangannya membersihkan debu, dia menatap ke arah desa itu. "Aku tidak tau aku berada dimana sekarang, dan tidak ada seseorang yang bisa aku tanyakan disini." Matanya tidak menangkap satu pun manusia disekitar nya.

"Lebih baik segera masuk dan tanyakan aku berada di pulau mana." Perutnya bergemuruh pelan membuat pemuda itu mengelus perut nya pelan. "Yah... Aku lapar, mungkin ada sesuatu yang bisa aku makan disini." Mengangkat bahu nya dia berjalan pelan masuk kedalam desa.

Semilir angin menerpa tubuh nya membuat jubah nya bergoyang pelan menampakkan beberapa helai rambut pirang nya.


XxX


Kembali lagi pada Zoro, terlihat dia saat ini sedikit gelisah. Tubuh nya bergerak pelan mencoba mencari posisi ternyaman.

"Lama sekali!" katanya menggerutu. "Kapan si Luffy itu akan datang? Lima menit lagi aku pasti akan mati bosan!"

"UOHHH! Ini hebat!" terdengar suara dari balik tembok Arlong Park. Mata Zoro terbuka nampak tertarik dengan suara itu, "Bahkan petinggi Bajak Laut Arlong pun tidak ada yang bisa menarik nya."

Zoro mendekati suara itu dan melihat manusia ikan berbentuk gurita sedang memegang pancingan. Dia terlihat mengoceh tentang tangkapan nya yang hebat dan tentang ikan terkuat dari East Blue.

"Kau... Sangat aneh." Zoro berkata sambil bersandar di tembok. "Hah..?! Siapa kau?" tanya nya. Tiba- tiba dia menunjuk diri nya sendiri, "Aku? Kau menanyakan namaku. Aku Hatchan!" Katanya berpose.

"Jadi kau salah satu manusia ikan itu?" tanya Zoro melihat nya aneh. Tangan manusia ikan gurita itu melambai. "Tentu saja, aku adalah manusia ikan berbentuk gurita. Dilihat dari bentuk mu, apakah kau seorang Manusia?"

"Hm, yah aku Manusia." Ucap nya tenang. "Salah seorang angkatan laut? Atau seorang tamu?" Zoro melihat kedalam halaman melihat perbuatan nya sebentar. "Tamu? Begitulah."

Manusia gurita itu menjelaskan bahwa mungkin Arlong dan yang lain mungkin tidak ada didalam, karena mereka saat ini sedang menuju ke Desa Kokoyashi untuk menangkap pria dengan hidung panjang yang diduga melarikan diri kesana.

"Jika kamu pergi ke Desa Kokoyashi, kamu pasti akan bertemu dengan Arlong-san disana." Jelas nya. Zoro memikirkan nya sebelum mengangguk. "Begitukah? Yosh, Aku akan kesana. Bisakah kau menunjukkan arah ke desa itu?"

Hatchi menunjuk gentong yang mengambang di air, "Masuklah kesitu! Jika kau seorang tamu maka aku akan mengantarmu." Zoro mengangkat bahunya sebelum melompat ke dalam gentong besar itu.


XxX


Ditengah desa sendiri terlihat seperti baru saja terjadi pertempuran. Beberapa rumah acak terlihat hancur dan berantakan. Pemuda berjubah yang baru saja tiba melihatnya sedikit terheran. Matanya tertuju pada kerumunan orang yang saat ini sedang melingkari seorang pria paruh baya yang terluka.

"Halo, permisi! Apa yang baru saja terjadi disini? Aku baru saja tiba disini berharap untuk bertemu warga yang baik hati memberi tahu ku pulau apa ini dan mungkin memberi sedikit makanan mereka untuk ku." Katanya kepada kerumunan warga disana. Mereka semua menoleh pada nya bingung dengan orang baru itu.

"Berapa lama aku tidak makan? Hm, 3 hari? 4 hari? Aku benar-benar lupa kapan terakhir kali aku makan dan sekarang aku kelaparan" dia bergumam sendiri sambil mencoba menghitung dengan jari nya. Nojiko yang berdiri bersama warga disana bertanya padanya.

"Hm, dan dengan siapa aku saat ini berbicara jika kami boleh tau?" pemuda itu akhirnya menatap nya sebelum tangannya menarik penutup kepala dari jubahnya memperlihatkan rambut nya yang berwarna pirang.

Pemuda itu tersenyum pada nya dengan jempol kanan menunjuk diri nya sendiri. "Aku? Namaku Uzumaki Naruto, siap melayani mu!" pemuda yang bernama itu berseru.

Dia adalah seorang pemuda yang berumur kisaran 25, dengan tinggi 5'8 dan memiliki kulit sedikit kecoklatan yang mengeluarkan aura maskulin dari dirinya. Memiliki wajah tampan dengan mata berwarna biru samudera yang menenangkan, memiliki tiga guratan tipis seperti rubah di masing-masing pipinya. Dan memiliki rambut pirang yang runcing dengan poni yang panjang membingkai kedua sisi wajahnya.

Pakaiannya terdiri dari sebuah kaos orange bergambar rubah di tengah nya, dilapisi haori berwarna hitam kebiruan sebatas pinggul. Di dada nya juga nampak sebuah kalung liontin berwarna hijau yang berkilau. Memakai celana hitam ninja dan sepatu ninja, dia juga membawa pedang yang disarungkan di sisi kanan pinggang nya.

Nojiko tersenyum pada nya dan mengangguk, "Namaku Nojiko, pria paruh baya yang sedang diobati itu adalah Genzo-san, sheriff di desa ini." Katanya sambil menunjuk pria paruh baya itu.

Nojiko kembali menatap Naruto dan dengan bangga menepuk dada nya membuat nya bergoyang. Naruto menatap nya dengan kaget sebelum menggelengkan kepala nya menghilangkan pikiran kotor dari kepalanya.

Nojiko tersenyum geli melihat nya, "Yah, tidak bisa menolak pemandangan yang bagus, bukan!" Naruto hanya cengengesan sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal. 'Uh, kenapa sangat panas disini?' batin nya.

"Yah kamu beruntung bertemu dengan ku, karena sebagai warga desa yang baik aku akan memberi tahu mu dimana ini dan mungkin menunjukkan restoran yang ada disini." Naruto mengangguk penuh terima kasih padanya.

"Yosh, Arigatou sudah mau mengantar ku!" Nojiko mengangguk padanya sebelum berjalan bersama pemuda itu. Mereka berdua melambai pada beberapa warga disana sebelum berjalan pergi.

"Apa yang terjadi? Apakah terjadi pertarungan?" Nojiko menatap nya, "Aku akan menjelaskan nya nanti." Naruto mengangguk mengerti.


XxX


Di suatu tempat di tengah laut, bersama dengan kapal kecil yang mengangkut Luffy, Sanji dan Yosaku sedang melaju kencang. Luffy yang berdiri didepan kapal terlihat tertawa senang dengan kecepatan kapal nya. Beberapa saat kemudian, Yosaku melihat gerbang dari Arlong Park.

"Luffy-Aniki, lihat! Kita sudah hampir sampai di Arlong Park!" Luffy mengangkat tinju nya mengarahkan nya ke Arlong Park dan berteriak, "AYO! MAJU KE ARLONG PARK!"

Monster berbentuk sapi itu nampak bergetar ketakutan saat melihat gerbang itu dan segera berbelok arah ke kanan menghindari Arlong Park. Luffy yang melihat nya berteriak panik dan berteriak pada monster itu untuk kembali ke jalur yang tidak ditanggapi.

Luffy, Sanji dan Yosaku tiba-tiba berteriak ketakutan saat melihat monster itu akan menabrakan dirinya ke tembok.

Tak bisa mengelak, monster itu menabrakan diri nya membuat kapal yang ditumpangi Luffy dan yang lain terbang dengan kecepatan penuh. Luffy kembali berteriak senang dan tertawa. Sanji dan Yosaku yang berdiri dibelakang nya terlihat berteriak ketakutan melihat mereka akan jatuh.

"HAHAHAHA! Kita seperti terbang! Sugeee!" Luffy berteriak semangat. Sanji dan Yosaku berteriak dengan muka lucu padanya.

"KITA MEMANG TERBANG! BAKAYARO!" Yosaku kembali berteriak saat melihat kapal mulai jatuh dengan kecepatan penuh. Beberapa pohon nampak tumbang saat mereka terus jatuh.

Tak jauh dari sana, terlihat Zoro yang sedang berlari dengan panik karena sesuatu. Ini karena setelah dia sampai di desa yang ditunjukkan oleh gurita itu dia mendengar bahwa para manusia ikan itu baru saja menangkap Usopp dan membawa nya ke Arlong Park. Ini lah yang membuat dia berlari panik tadi.

Zoro yang sedang sibuk dengan pikirannya tidak menyadari sebuah kapal yang sedang melaju kencang ke arah nya. Teriakan seseorang menyadarkan nya dari pikirannya, dia menolehkan kepala nya ke sumber suara sebelum melotot melihat sebuah kapal melaju kearah nya.

Kembali pada Luffy sesaat sebelum nya, dia terlihat tertawa kencang dengan situasi nya saat ini. Matanya menangkap seseorang yang dia kenal sebelum berteriak kencang. "ZORO!"

"UWAHHH!" Zoro tertabrak bagian depan kapal dan menempel disitu. Kapal yang masih melaju masuk kedalam sawah sebelum berhenti setelah menabrak batu besar.

"Yahh! Itu tadi benar-benar menyenangkan." Luffy berkata sambil menepuk-nepuk tangan nya membersihkan kotoran. Zoro mengutuk pelan saat dia berusaha melepaskan diri dari jepitan antara kapal dengan batu.

Setelah semua nya terbebas mereka kembali ke jalan dan melihat Johnny berlari ke arah mereka dengan tergesa-gesa. Wajah nya terlihat bercampur antara gelisah dan ketakutan. Mereka yang melihat nya bingung. "Kita sudah terlambat!" serunya.

"L.. Luffy-Aniki! U.. Usopp-Aniki! D..Dia.." Johnny tergagap membuat Luffy memiringkan kepalanya bingung.

"Usopp? Ada apa dengan dia?" Luffy bertanya bingung. Johnny mengelap ingus yang mengalir diwajah nya sebelum berseru. "Usopp-Aniki telah dibunuh oleh Nami-Aneki!"

Mata mereka melebar terkejut. Johnny jatuh terduduk dan memukul tanah dibawah nya. "Aku tidak percaya dia melakukan hal seperti itu! Dia benar-benar seorang penyihir wanita!" Luffy menarik kerah Johnny menatap nya kesal.

"Apa kau bilang? Coba katakan sekali lagi! Akan kuhajar omong kosong mu ini!" Luffy berseru marah kepada Johnny. Johnny memalingkan wajah nya terlihat takut.

"Itu memang benar! Aku melihat nya dengan kedua mata ku sendiri. Jika tidak percaya tanyakan saja sendiri pada Nami-Aneki!" Johnny balas berteriak. Luffy mengguncangkan tubuh Johnny tidak percaya. Sorot matanya menajam.

"Tidak mungkin Nami melakukan hal itu! Tidak mungkin dia membunuh Usopp! Kita adalah teman!" teriak nya. Zoro nampak ingin melerai, "Oi! Luffy hentikan."

"Siapa yang kau anggap teman, Luffy?" Berdiri dibelakang mereka adalah Nami yang menyilangkan tangannya dengan wajah cemberut.


XxX


Ditempat lain di dekat pantai terlihat siluet seseorang menggunakan jubah yang sudah tidak layak pakai. Dia berjalan dengan linglung, matanya terlihat bergetar menahan ketakutan.

"A... Aku masih hidup! Aku masih hidup!" dia mengulangi kata-kata itu seperti mantra. Jantung nya masih berpacu cepat. Dia kembali memikirkan saat dia di Arlong Park. Ada sesuatu yang aneh saat itu.

"Aku yakin harus nya aku sudah mati saat itu! Tapi kenapa..." dia memikirkan semua kejadian itu dengan otak nya. Tangannya mengerat disekitar tubuh nya.

"...Kenapa Nami menusukkan tangannya sendiri?!" Pria berjubah yang dikenal sebagai Usopp berseru.

Matanya menajam sebelum melihat kedepan, "Aku harus menemukan yang lain!" dia segera berlari cepat.


XxX


Kembali di pinggiran desa dekat sawah, terlihat tiga remaja yang berdiam diri dibawah pohon. Mereka adalah Luffy, Zoro dan Sanji. Entah sudah berapa lama mereka disana, setelah Johnny dan Yosaku pergi karena mereka merasa urusan mereka sudah selesai, Luffy tidak mau beranjak dari tidurnya.

Sanji memecah keheningan, "Nami tidak membunuhnya!" katanya dengan yakin. Setelah percakapan panjang dengan Nami tadi, dia melihat nya menyembunyikan air matanya. Dia yakin Nami menyukai kru Topi Jerami, tapi pasti ada alasan mengapa dia seperti ini.

"Begitukah menurut mu?" Zoro agak sedikit ragu awal nya, tapi mendengar dari Sanji bahwa dia melihat nya menangis membuat nya berasumsi bahwa mungkin benar Nami tidak membunuh Usopp.

"Memang salah?" Zoro menggelengkan kepala nya, "Entahlah, tapi sudah kuduga gadis kecil itu memang tak tahan melihat kematian orang lain." Sanji melebarkan matanya terkejut setelah mendengar bahwa Zoro telah mengejek Nami-Nya 'Kecil'.

Sanji menatap nya kesal sebelum melayangkan tinju nya ke arah Zoro yang tidak mau mengalah mengambil pedangnya menyerang Sanji.

Buagh!

Entah dari mana muncul kepala Usopp diantara pedang dan tinju Sanji. Mereka berdua melebarkan matanya terkejut. "Dia masih hidup!" seru Sanji. Usopp terjatuh dengan wajah nya yang babak belur.

"Tidak, seperti nya baru saja mati." Kata Zoro melihat nya tumbang.

Beberapa saat kemudian

"Usopp!" Seru Luffy melihat Usopp. Dia mengayunkan tubuh nya mencoba membangunkan nya. "Apakah Nami yang melakukan ini!" lanjut nya.

"Aha! Tidak, kami lah yang melakukan nya."

"Kau sendiri!" bantah Zoro membuat Sanji kesal. "Luffy, kau sudah datang." Sanji mengangkat tangannya kepada nya.

"Ah, aku juga!" Usopp bangun dari tidurnya dan memelototi Sanji mengatakan suatu saat dia akan membunuh nya. Sanji hanya tertawa canggung.

"Bukannya kau sudah dibunuh Nami?" Tanya Zoro to the point. Luffy memukul tangannya ke tangan satunya dengan kesal. "Ya, si Johnny mengatakan omong kosong itu kepada kami. Sial aku akan menghajar nya nanti!" Luffy terlihat marah, asap keluar dari hidungnya seperti banteng.

Usopp menggelengkan kepala nya pelan, "Tidak, dia tidak mengatakan omong kosong, justru kebalikannya." Kata Usopp serius.

"Dia justru menyelamatkan ku" Mereka kembali terkejut mendengar nya. Lalu Usopp mulai menceritakan alasan mengapa Nami berpura-pura membunuh nya agar dia bisa melarikan diri dari Arlong.

"Aku yakin Nami memiliki alasan yang khusus bergabung dengan Bajak laut Arlong." Kata Usopp yakin. Sanji mengangguk padanya setuju, "Ya, itu pasti."

"Jadi bagaimana? Langsung menyerbu Arlong Park?" Zoro bertanya kepada yang lain. Usopp mengangkat tangannya gugup mendengar usulan Zoro.

"T...Tunggu dulu! Kita tidak bisa langsung menyerbu mereka. Pertama yang harus kita lakukan adalah mengetahui masa lalu Nami." Kata Usopp kepada mereka.

"Itu percuma saja!" seru seseorang membuat mereka mengalihkan perhatian mereka. Disana terlihat dua orang berbeda gender berjalan bersama. Mereka adalah Naruto dan Nojiko.

"Kekuasaan Arlong tidak akan berakhir dengan satu atau lain cara!" lanjut nya dengan tajam. Naruto yang berada disampingnya terlihat bingung dan menatap antara Nojiko dan ketiga orang disana.

Matanya menyipit saat melihat satu orang yang menarik perhatian nya. 'Topi jerami? Dimana aku pernah melihat nya, ya?' Batinnya sambil memutar otak nya. Dia seperti tidak asing dengan topi itu.

Di sisi lain, Luffy juga menyipitkan matanya melihat pria disana. Senyum nya tumbuh saat mengingat orang itu.

"OY PIRANG! kita bertemu lagi, kan!" Teriak nya senang. Pikiran Naruto tiba-tiba berbunyi saat dia akhirnya mengingat orang itu. "O..oh jangan bilang..."

Luffy dengan senyum besar nya melambai dengan semangat kepadanya, "DENGAN BEGINI KAU BERGABUNG DENGAN KRU BAJAK LAUT KU, KAN?!"


XxX

To be continued~

XxX


A/N: Terima kasih telah membaca cerita ini, dan beri tahu saya jika ada kesalahan.

Ini adalah cerita baru ku dengan crossover NarutoxOnePiece, aku berharap kalian semua menyukai nya. Aku memutuskan membuat cerita ini setelah aku menonton ulang Anime One Piece dan melihat berbagai cerita crossover NarutoxOnePiece versi bahasa Inggris.

Jadi, disinilah aku membuat versi cerita ku sendiri dan berharap kalian menyukai nya. Aku berpikir untuk update seminggu sekali dan meihat seberapa kuat potensi cerita ini. Aku sudah membuat tiga chapter yang sudah jadi dan siap untuk rilis setiap minggu.

Dan juga aku tidak akan menjelaskan beberapa hal disini, aku akan membiarkan kalian membaca dan menebak tapi aku tidak akan membicarakan apapun tentang Fic ini.

Aku juga sudah berencana menjadikan ini harem dan aku tidak akan membicarakan siapa saja yang termasuk, kalian hanya perlu melihat didalam nya.

Jadi segitu saja untuk kali ini, aku berharap kalian menyukai nya dan berikan tanggapan kalian untuk Fic ini. Jika ini berpotensi mungkin saja di masa depan aku akan memikirkan untuk bisa update dua kali dalam seminggu.

Thank you and Enjoy.

Bye.