"Aku sadar bahwa aku hanya lah figuran dalam kisah percintaan orang lain"

Friendship or Love

Dipagi yang cerah , bias matahari yang masuk kedalam kamar wanita cantik berambut hitam legam dengan mata yang terkatup dan kamar yang ribut dengan suara jam weker

"Aish jinjja kenapa ribut sekali"

"Apa yang kau lakukan didalam Kyungsoo-ya, cepat bangun dan segera mandi" Teriak Luhan dari luar depan pintu kamar Kyungsoo

"Heran biasanya dia yang membangunkan ku, kenapa dia sekarang telat bangun" gumam Luhan yang mulai berjalkan menuju kamarnya

Selesai bersiap-siap keduanya sarapan dengan roti yang diolesi selai kesukaan mereka masing-masing

"Ayo berangkat Luhan, aku tidak mau kita telat"

"Siapa tadi yang bangun telat ? malahan salahin aku"

"Halah cepetan gak keluar dalam hitungan ke lima ku tinggalin nih"

"Iya bentar"

Luhan dan Kyungsoo pun berangkat sekolah bersama dengan berjalan kaki ke halte bus, apartemen kecil mereka lumayan jauh dengan sekolah mereka makanya mereka harus menggunakan bus untuk pergi ke sekolah, syukur saja mereka hanya perlu naik bus sekali dan sampai mereka ke depan pintu gerbang Scholl of performing arts

"Luhan-ah aku duluan yah, nanti kalau istirahat kau chat aku saja arra ?"

"Heum" Luhan menjawabnya dengan anggukan dan senyumnya

"Dasar anak itu"

Luhan menyusuri Lorong menuju kelas nya yang lumayan jauh. Luhan mengambil kelas Dance sedangkan Kyungsoo kelas olah vokal, makanya mereka beda kelas

"In my dreams you with me will be everything " belum selesai lagu yang Luhan nyanyikan selesai ia melihat guru nya yang mengajar sudah masuk kedalam kelas nya ia pun segera berlari dan memasuki kelas nya

*ISTIRAHAT

Pada jam istirahat biasanya kantin di SOPA sangat lah ramai, makadari itu susah sekali mendapat meja, tetapi setelah mencari cukup lama dan susah payah Kyungsoo dan Luhan pun menemukan Meja buat mereka makan

"Bulan depan aku harus mempraktekan lagu ciptaan ku"

"Lalu ?"

"Aku belum buat hahaha"

"Masih lama juga kan ?"

"Tapi minggu depan harus nyicil prakteknya"

"Maksudnya ?"

"Jadi minggu depan aku harus menampilkan nada nya atau tidak mempresetasikan lirik lagunya"

"Kau akan menulis tentang apa ? persahabatn ? percintaan?"

"Tema nya diundi dan aku mendapat tentang percintaan"

"Kau mau ku bantu ?"

"Oh iya kau kan pakarnya sakit hati yah hahahaha" Kyungsoo pun tertawa lepas , Luhan yang tidak terima pun hanya memukul kepala Kyungsoo dengan sendok

"Awas saja kau, kau juga akan merasakan sakitnya jatuh cinta"

"JONGIN OPPA"

"SEHUN OPPA kyaaaaa!"

"OPPA"

"OPPA"

"Apaan sih itu ?" tanya Luhan

"Molla" ucap Kyungsoo acuh, sangat tidak peduli yang dia peduli hanya perutnya yang lapar

"kalian tidak tau siapa itu Kim Jongin dan Kim Sehoon ?" mereka pun hanya menggeleng mendengar seorang wanita yang bernametag 'Hera'

"Mereka adalah si kembar Fraternal yang sanagt digilai oleh kebanyakan wanita disini"

"Oooo" mereka pun hanya ber'o'ria dan kembali memakan makanan mereka

"Kalian dengar aku tidak sih ?" tanya Hera

"Dengar lah, sudah lah makan makanan mu nanti dingin" ucap Luhan sambil melanjutkan makanannya

"Kau tau Luhan semalam music video Very Nice sudah keluar"

"Jinjja ? kau tidak bohong kan ?"

"Aku serius , kau pikir apa alasan ku hari ini bangun telat ? ya karena itu"

"Kau sudah mendownloadnya ?"

"Tentu saja sudah"

"Jinjja ? omo omo uri minggyu oppa" ucap Hera yang ikut nimbrung dengan pembicaran mereka

"Yeyy ikut nimbrung aja" ledek Kyungsoo

"Kan kita sama-sama carat (nama fans Seventeen)"

"Dasar, asal kau tidak suka dengan uri Wonwoo" ucap Luhan

"Dan uri " lanjut Kyungsoo

"Tenang saja aku tidak akan menyukai mereka berdua, aku lebih mencintai Minggyu oppa"

Tanpa mereka sadari si kembar Kim melihat dengan pandangan tertarik, soalnya sejak tadi hanya mereka sajalah yang tidak melihat kearah si kembar. Saat si kembar Kim ingin mencari tempat duduk untuk di tempati mereka melihat kearah Kyungsoo dan Luhan karena di samping mereka kosong, si Hera sudah balik duluan karena ingin mengerjakan tugas

"Kami duduk disini ya ?"

"Silahkan duduk saja"

"Ayo Kyung" ajak Luhan

"Changkam"

"Eh kalau kalian tidak suka kami duduk disini kami bisa cari tempat lain"

"Kami sudah selesai kok, kalian pakai saja"
jawab Kyungsoo lalu menarik tangan Luhan pergi

Salah satu dari si kembar itu tersenyum miring saat kepergian keduanya

"Jongin-ah kau mengenal mereka ?"

"Tidak"

"Mereka kurang terkenal disekolah ini"

Mereka pun melanjutkan makan mereka dan melanjutkan ke perbincangan lainnya

.

.

Kyungsoo dan Luhan pun berada di ruang latihan dance untuk menunggu hujan berhenti, di luar hujan sangat deras sekali

"Kyungsoo berhentilah, aku lelah"

"Kau istirahat saja lah, aku ingin mempelajari dance Very nice, kau kan anak dance jadi pasti gampang mengcover nya sedang aku ?"

"Hujan juga belu reda ya" Luhan pun berbaring dan melihat kearah jendela dimana tetesan air mengalir

"Iya benar, bagaimana kita bisa pulang yah"

"Kau sudah selesai ?"

"Aku capek" Kyungsoo pun ikut membaringkan tubuhnya disebelah Luhan

Luhan dan Kyungsoo pun berbaring sambil melihat air yang mengalir dari jendela, mereka bukannya memikirkan cara pulang tapi mereka malah memikirkan hal lain

"Bagaimana kabar Rae hyun dan jae soo yah Lu ?"

"Entahlah tan"

"Terkadang aku masih suka iri padamu karena perasaan mu terbalaskan, kita berjuang bersama dan Kau yang beruntung haha" Kyungsoo pun menutup matanya dan airmata nya pun mengalir perlahan

"Setidaknya kau masih bisa chat dengan Raehyun soo-ya"

"Hanya saja han, aku menginginkan hal seperti yang kau rasakan walaupun kau hanya jadian seminggu"

"Bersabarlah soo-ya, kau akan mendapatkan yang terbaik"

Kyungsoo sebenarnya masih sedih tapi mau gimana lagi, cinta tak bisa dipaksakan. Sekuat apapun kau mencoba tapi perasaannya untuk orang juga percuma

"Ayo pulang kyung, hujan nya sudah reda"

"Ne kajja"

Sesampai mereka didepan gerbang mereka pun melihat sebuah mobil sedang berwarna hitam yang sangat mewah berhenti di depan mereka, lalu sang supir membukakan pintu penumpang dan saat itu lah Kyungsso dan Luhan tau bahwa penupang itu adalah

"Harabeoji ?" teriak mereka berdua

"Hehe kalian berdua apa kabar ?"

"Harabo..ji ii..ii..nnniii mak...sud..sud..nya ?" Kyungsoo masih sulit percaya jika yang dia lihat ini adalah sang Harabeoji yang waktu itu dia tolong

"Anyeonghaseyo Harabeoji" Luhan pun membungkuk dan menarik rambut Kyungsoo untuk membungkuk

"Harabeojji apa yang harabeoji lakukan disini ?" tanya Luhan

"Kalian masuk lah dulu ke dalam mobil harabeojji akan mengantar kalian pulang dan kita makan di apartemen kalian"

"Bagaimana jika makan di warung makan yang lain saja harabeoji apartemen kami sangat berantakan hehe" jawab Kyungsoo

"Iya harabeoji mending kita makan ditempat lain saja" ucap Luhan

"Shireo harabeoji maunya makan di apartemen kalian"

"Arraseo"

Mereka pun masuk kedalam mobil mewah tadi lalu menuju apaertemen milik kyungsoo dan Luhan

"Silahkan masuk harabeoji"

"Maaf apartemen kecil kami hanya seperti ini" ucap Kyungsoo

"Gwenchana, apartemen kalian sangat nyaman"

"Harabeoji silahkan duduk, aku akan memasak untuk kita makan bersama" ucap Kyungsoo

"Kau bisa masak ?" tanya kakek Kim

"Hanya bisa sedikit"

"Lalu kau Luhan apa kau bisa masak ?" tanya kakek Kim

"Aku hanya bisa membuat minum yang enak buat harabeoji" kata Luhan yang membuat mereka bertiga tertawa

Saat Kyungsoo dan Luhan sedang sibuk di dapur sang kakek pun berkeliling melihat apartemen kecil Luhan dan Kyungsoo

"Kalian berteman sejak kapan ?"

"Sejak kami kelas dua smp harabeoji" jawab Luhan

"Harabeoji, maaf aku lancang bolehkah aku bertanya ?"

"Tanyakan saja apa yang mengganggu pikiran mu kyungsoo"

"Apa Kyungsoo dari keluarga konglomerat ?"pertanyaan polos Kyungsoo mebuat sang kakek tertawa dan mendapat tamparan kecil dari Luhan

"Bodoh, kenapa kau bertanya seperti itu kau menyinggung harabeoji"

"Aku hanya penasaran kenapa kau menampar ku ? sakit tau"

"Sudah-sudah hentikan, kalian jangan berkelahi"

"Jeoseonghaeyo Harabeoji"

"Masakan kalian sudah jadi ?"

"Heum"

"Duduk disini harabeoji dan mari kita makan" ajak Kyungsoo

"Kyungsoo-ya kau pimpin doa" perintah Luhan

"Kenapa tidak kau saja ?"

"Kenapa kau tidak nurut saja sih"

"Harabeoji saja yang akan memimpin doa" ucap kakek final

"Bapa kami yang ada di dalam surga ... amin"

"Selamat makan" ucap Kyungsoo dan Luhan bersama

Mereka bertiga makan dengan lahap dengan obrolan-obrolan kecil terkadang mereka juga tertawa karna obrolan yang lucu

.

.

Sedangkan di kediaman kakek dari Si kembar Kim hanya ada mereka berdua sambil memegang handphone masing – masing

"Jongin hyung"

"Heum"

"Harabeoji kemana yah ? mereka yang menyuruh kita ke sini tapi malah dia yang tidak ada"

"Mungkin masih dikantor tunggu lah

"Aku ingin main basket"

"Kau kan sudah main tadi"

"Kau seperti tidak tau aku"

"Bersabar lah sehun-ah"

Mereka pun melanjutkan bermain di game di handphone mereka sambil menunggu si kakek pulang

T B C