FRIENDSHIP OR LOVE

Kyungsoo dan Luhan mengantarkan joo hyuk ke bandara internasional incheon, Kyungsoo sangat tidak ingin berpisah dari Joo hyuk tapi mau bagaimana lagi, jika itu keputusan Joo hyuk dia hanya bisa menyemangati nya saja

"Kau benar-benar akan pergi ?" tanya Kyungsoo

"Hei kau kan namja masa karna aku pergi saja kau mau menangis"

"Yak saekia nan namja anigo nan yeoja-ya" ucap Kyungsoo tak terima

"Pergi lah pesawat mu sudah mau berangkat" ucap Luhan

"Arraseo, Luhan jaga Baekhyun ku yah jika dia sudah putus dari pacarnya segera hubungi aku" ucap Joo hyuk mengacak rambut Luhan yang di jawab anggukan saja dari Luhan

"Aku ? kau tidak suruh Luhan menjaga ku ?" tanya Kyungsoo tak terima

Nam joo hyuk yang sangat gemas dengan sikap imut temannya ini pun mencium dahi Kyungsoo dan mengacak rambut sahabat nya itu

"Aku pergi jaga diri kalian bye"

Nam joo hyuk pun pergi meninggalkan kedua sahabatnya dan Kyungsoo yang memang sudah biasa dicium oleh Nam joo hyuk pun hanya bisa diam saja

.

.

.

Lain di bandara lain juga di kediaman keluarga Kim. Sang kakek kim sedang merencanakan sesuatu dia mulai mematamatai Luhan dan Kyungsoo, setelah tau tentang keluarga dan semua hal pribadi tentang kedua anak tersebut sang kakek tersenyum puas

"Pak cha kau hubungi orangtua kedua anak ini atau perlu kau datangi rumah keluarga nya segera"

"Baik sajangnim"

*pip

Sambungan telefon pun berakhir entah apa yang akan direncenakan oleh si kakek pemilik perusahan terbesar ketiga di korea ini

"Pak cha siapkan aku mobil sekarang juga"

Lalu sang kakek pun pergi meninggalkan ruangan kerja nya menuju depan rumah nya dan pergi dengan mobilnya entah kemana

.

.

.

Kyungsoo dan Luhan membersihkan apartemen kecil mereka yang bila di perhatikan sekilas seperti kapal pecah, bungkus makanan ringan berserakan dimana-mana dan kaleng bir yang mereka minum kemarin belum di buang bahkan dapur mereka juga kotor karena aksi mereka semalam

Setelah satu jam penuh mereka membereskan rumah mereka itu mereka pun duduk di sofa dan mengambil nafas dengan rakus begitu lelah mereka, tapi perjuangan tidak pernah menghianati hasil rumah mereka begitu bersih dan harum

Ting tong ting tong

"Luhan sana buka"

"Yak aku lelah"

"Aku juga lelah"

"Aku membersihkan paling banyak dari mu"

"Arraseo"

"Assa aku menang"

Kyungsoo pun dengan raut wajah yang kelelahan terpaksa membuka pintu dan begitu terkejut nya dia saat membuka pintu

"Ha..har..harabeoji"

"Kenapa kau selalu terkejut melihat ku Kyungsoo-ya"

"Aniyo tapi harabeoji kenapa harabeoji kesini ?"

"Ta-da"

Kakek Kim pun menujukan dua kotak pizza berukuran large dan tiga botol soda untuk mereka bertiga

"Silahkan masuk harabeoji"

"Kalian sedang melakukan apa ?"

"Aniya hanya baru saja selesai mebereskan apartement kami" jawab Kyungsoo

"Luhan-ah harabeoji datang"

"Harabeoji sia..? omo anyeonghaseyo harabeoji "

"Ah ne Luhan-ah bagaimana kabar mu ?"

"Aku baik-baik saja harabeoji "

"Syukurlah ayo kita makan ini, ini sungguh enak"

"Pizza yeay"

Mereka memakan pizza nya dengan sangat lahap apalagi Kyungsoo dan Luhan saat pizza nya habis mereka memesan jajangmyun membuat mereka sangat kenyang

"Harabeoji ingin mengatakan sesuatu pada kalian"

"Apa itu harabeoji ?" tanya Luhan

"Aku sudah mendapat ijin dari orang tua kalian untuk kalian tinggal dirumah Harabeoji"

"APA ?"

"Dan juga biaya sekolah kalian harabeoji yang bayar semua keperluan kalian harabeoji yang tanggung"

"Maaf sebelumnya harabeoji tapi kita membantu dengan ikhlas"

"Harabeoji juga ikhlas, ayollah harabeoji mohon"

"Tapi sungguh-sungguh tidak enak harabeoji"

"Gwenchana harabeoji benar-benar ingin membantu kalian"

Mendengar jawaban tulus dari harabeoji akhirnya Luhan luluh dan memutuskan untuk mengiyakan permintaan harabeoji

"Baiklah harabeoji" jawab Luhan

"Assa akhirnya kalian mau juga, besok akan ada orang membantu kalian untuk memindahkan barang-barang kalian, harabeoji tidak bisa lama disini harabeoji harus segera pergi"

"Biar ku antar sampai ke luar harabeoji" ucap Luhan

"Tidak usah Luhan, kalian mulai lah membereskan barang bawaan kalian besok arraseo ?"

"Ne arraseo harabeoji"

"Harabeoji pulang dulu kalian jaga diri kalian yah"

"Hati-hati harabeoji" ucap mereka berdua

Setelah kakek Kim pulang Luhan dan Kyungsoo segera mandi langsung membereskan barang bawaan mereka, mereka hanya membawa pakaian dan beberapa boneka karena apartement ini mereka beli jadi tidak apa-apa bila di tinggal begini saja. Setelah membereskan barang mereka pun tidur

.

.

.

Karena hari ini malam minggu seperti rutinitas mereka Luhan mulai menggerakan badannya melikuk-likuk sesuai dengan irama lagu Juju on dat beat , sedangkan Kyungsoo sejak Luhan bangun dari tidur siang tadi dia tidak melihat wanita bermata belo itu

"Aku pulang huh huh" teriak Kyungsoo yang langsung berjalan menuju kulkas dan mengambil minum

"Kau dari mana saja ?"

"Bermain basket di lapangan depan situ"

"Malam-malam begini ? jangan bilang kau sendiri"

"Aniya aku bersama anak-anak"

"Lalu dimana mereka

"Pulanglah memang mau kemana lagi ? sudah yah aku mau mandi dan tidur, hari ini kau makan malam sendiri aku sedang malas memasak dan sangat lelah"

"Arraseo"

Kyungsoo baru saja masuk dalam kamar nya bunyi suara bel apartemen mereka pun berbunyi

Ting tong ting tong

"Siapa ?" tanya Luhan dari layar intercom

"Kami orang suruhan dari presdir Kim"

"Oh silahkan masuk"

"Terimakasih nona, kata presdir Kim kalian akan di berangkatkan ke kediaman Kim sekarang juga"

"Hah ? tapi"

"Maaf nona kami hanya menjalankan tugas kami saja"

"Dasar harabeoji pemaksa" ucap Luhan jengkel

"Luhan-ah kenapa ribut" ucap Kyungsoo yang keluar dari kamar nya sambil mengucek matanya dan mengenakan piyama ungu

"Mereka akan mebawa barang kita " jelas Luhan

"Lu kau bawa semua poster SEVENTEEN kita kan ?"

"Sudah"

"Rafael ku ?"*boneka kesayangan Kyungsoo yang berbentuk banteng

"Kau lah sendiri yang bawa"

"Arraseo"

.

.

.

"Mulai sekarang kalian tinggal di rumah harabeoji"

"Hah ? shireo" ucap Sehun membantah

"Kenapa tiba-tiba begini ?" tanya jongin

"Pokoknya kalian harus tinggal disini jika tidak ingin nama kalian di coret dari kartu keluarga"

"Arraseo terserah harabeoji saja lah"

"Semua barang kalian sudah di bawa kesini"

"Secepat itu ?" ucap sehun lagi

"Sehun jaga sikap mu"tegur jongin

"Harabeoji kali ini saja aku tidak mau tinggal disini" sehun merajuk seperti anak kecil

"Sehun sekali harus tinggal disini yah harus tinggal disini"

"Kakek jahat hiks.."

"Tuan kedua anak itu sudah tiba"

"Bawa mereka masuk"

"Baik tuan"

"Siapa harabeoji ?" tanya jongin

"Nanti kalian akan tau"

Luhan dan Kyungsoo mulai memasuki ruangan kerja sang kakek, mereka yang mulai memasuki ruangan kakek tersebut sangat terkejut melihat si anak kembar

"KALIAN" teriak Luhan yang secepatnya ditutup oleh Kyungsoo

"KENAPA KALIAN ADA DISINI ?"teriakan heboh sehun pun terdengar

"Kalian berempat sudah saling kenal"

"Bukan saling kenal harabeoji aku Cuma tau mereka dari temanku"

"Astaga ternyata begitu, yasudah Sehun bantu Luhan mengangkat barang nya ke atas dan Jongin bantu juga Kyungsoo"

"Nan shirreonde" jawab Seun

"Aku juga bisa sendiri aku tidak butu bantuan mu" ucap Luhan

"SEHUN !"

"Arraseo"

Sehun pun akhirnya mengangkat barang yang dibawa oleh Luhan, kata ayah nya seorang pria harus meringankan beban wanita itu baru nama nya lelaki sejati

"Aku sudah membantumu" ucap seun yang menaru barang Luan di dalam kamar yang akan ditempati oleh Luhan "Ini sungguh berat kau tau"

"Wow kamar ini sebesar apartemen ku, besar sekali"

"Yak kau mendengar ku tidak sih ? kau bawa apa saja sih kenapa sangat berat ? apa kau isi batu ?"

"Kau ikhlas tidak sih membantu ku ?"

"Aku ikhlas"

"Yasudah jangan banyak ngomong mujlut mu sudah seperti ahjuma ahjuma di pasar"

Luan yang tidak terima pun memukul lengan sehun "Kau bilang apa ? ahjjuma ? sini kau Oh Sehun"

"Yak aku kakak kelas mu"

"Bodo, kita seumuran asal kau tau"

"Kau tahan kelas ya?"

"enak saja aku hanya telat sekolah saja"

"Sudahlah bilang saja kau tahan kelas"

"Hei kau !"

Dan banyak celotean yang mereka keluarkan, mereka sama-sama keras kelapa dan tidak mau saling mengalah sungguh kekanakan. Sedangkan dikamar kyungsoo

Krik..krik..krik

Tidak ada obrolan apapun yang keluar, kai benar-benar orang yang dingin dan misterius entalah membuat Kyungsoo takut membuka suara dengannya

"Gomawo sunbae"

"Tidak usah seformal itu dengan ku kalau kita sedang di rumah"

"Oh arraseo"

"Heum"

Dan setelah itu benar-benar hening sampai Kyungsoo sendiri bingung iya ingin bicara apalagi

"Selamat istirahat Kyungsoo-ya"

"Ah ne sunbae"

"Jongin, panggil aku jongin oppa saja"

"Ah ne Jongin"

Setelah itu Jongin keluar dari kamar Kyungsoo dan berjalan menuju kamar Luhan untuk memanggil kembarannya. Saat ia sampai di depan pintu kamar Luhan ia melihat adiknya yang sedang main kejar-kejaran dengan Luhan yang entah kenapa terlihat menyenangkan, tidak sengaja pupil matanya melihat Luhan yang mengejar Sehun dengan tawanya yang mempesona

Deg deg deg

'Perasaan apa ini kenapa aku tiba-tiba berdegup kencang' ucap Jongin dalam hati tiba-tiba Luhan melihat Jongin dan berhenti mengejar Sehun

"Ah Jongin sunbae" ucap Luhan

"Jangan memanggil ku seperti panggi saja Jongin oppa" ucap Jongin salah tingkah

"Ah hyung, wanita ini gila sepertinya dia terkena rabies"

"Yak !"

"Sehun ayo balik kekamar besok kita ada sparing, Luhan kau istirahat lah"

"Ah ne jaljayo" ucap Luhan yang

"Jaljayo" ucap Jongin lalu berbalik menuju kamarnya dengan senyuman penuh arti

"Hyung benarkah mereka akan tinggal disini ? kenapa tiba-tiba ?"

"Tidurlah besok aku akan bertanya pada harabeoji"

"Hyung telfon lah eomma tadi eomma menelfon ku karena cemas dengan mu ?"

"Jinjja ? arraseo, sebelum tidur aku akan menelfon eomma, kau cepatlah tidur"

Kim jongin sangat menyayangi wanita yang sudah melahirkannya ke dunia itu, siapa tidak menyayangi ibunya sendiri ? tidak ada kan, Ibu nya jarang sekali ada di rumah karena menemani ayahnya yang pergi perjalanan dinas

"Eomma bogoshipeo"

"Eomma do nae sarang"

"Bagaimana kabar eomma dan appa ?"

"Eomma baik-baik saja, eomma dengar kalian akan tinggal dengan harabeoji yah ?"

"Ah ne eomma"

"Baguslah, kenapa tidak dari dulu saja kalian tinggal dengan harabeoji ?"

"iya benar juga"

"Tidurlah sayang, besok bukannya kau ada sparing ya ?"

"Ne, eh eomma" Jongin memberi jeda

"Aku bertemu dengan Joo hyuk eomma"

"Hah ? Jinjja ? dimana dia sekarang sayang ? apa dia baik-baik saja ?"

Entahlah eomma aku hanya bertemu saja tidak sempat berbicara saja"

"Apa dia kelihatan sehat ?"

"Ne eomma"

"Syukurlah"

"Eomma aku tidur yah, good night"

"Good night eomma"

"Night sayang"

Percakapan melalui telefon itu pun terputus dan jongin memetuskan untuk segera tidur

TBC