Friendship or love

Matahari terik menyinari hari yang indah ini terlihat seoarang anak wanita yang sedang mengoles selai coklat di selembaran roti nya

"Selamat pagi Kyungsoo-ah"

"Ah harabeojji selamat pagi, bagaimana perjalanan semalam ?"

"Cukup melelahkan, dimana Luhan dan kedua anak itu?"

"Mereka sedang bersiap harabeojji"

"Good morning harabejhiikjhj" sapa Luhan dengan suara nya yang nyaring

Kyungsoo yang tidak ingin mendengar suara berisik Luhan dipagi hari pun menutup mulut Luhan dengan roti yang tadi diolesi selai tersebut

"Kau sangat ribut Luhan-ah"

"Yak Kyungsoo bagaimana kalau aku berhenti bernafas karena serangan mu yang tiba-tiba itu"

"Janganlah mati sekarang aku sedang tidak ada uang untuk menyumbang karena kematian"

"YAK NEO !"

"Ayo makan dari pada kalian ribut" sehun yang baru saja datang pun ikut membully Luhan dengan menyodorkan kembali roti yang sedang di olesi Kyungsoo ke mulut kecil Luhan

Luhan yang tidak terima pun memukul Sehun membabi buta "kau ingin mati hah KIM SEHUN ?"

"Kim sehun hentikan" ucap Jongin yang baru saja datang dan mengambil sisa roti yang di pegang Luhan lalu memakannya membuat Kyungsoo dan Luhan terpaku melihat itu

"Kalian kenapa menatapku ?"

"Aku tadi sempat menaruh sianida di roti itu"

"Huk huk" Jongin pun terbatuh mendengar penuturan Kyungsoo

"Ini minum aku hanya bercanda sunbae" Kyungsoo pun menyodorkan air putih yang sudah tersedia di meja tersebut lalu menepuk belakang jongin

"Yak Kyungsoo daebak" lalu Sehun mengajak Kyungsoo berhifive

Entah setan darimana yang membuat mereka hari ini terlihat sangat akrab

"Luhan kau ikut denganku ayok kita pergi sekolah" ajak Sehun

"Aniyo , shirreoyo"

"Palli" sehun pun menarik tangan Luhan menuju pintu depan rumah

"Harrabeoji nan kalkae"

"Yak ! anak nakal setidaknya kau makan dulu di meja makan"

"Tidak bisa harabeojji kami akan terlambat, Kyungsoo kajja"

"Arraseo, harabeojji kami pamit"

Mereka pun mengendarai mobil sport mereka masing-masing menuju sekolah karena sebentar lagi lonceng sekolah berbunyi

.

.

.

Lonceng pulang sudah berbunyi Kyungsoo dan Luhan pun bersiap meninggalkan kelas dan menuju tempat kerja mereka

"Yak ! tunggu aku" seok jin pun memanggil mereka

"Kau kan pria pasti bisa pergi sendiri" kata Luhan

"Tapi kan pergi bersama lebih menyenangkan, eh tunggu dulu kalian jadi berita terhangat di sekolah"

"Emang kenapa ?"

"Kenapa ? kalian masih bertanya kenapa ?"

"kami kan tidak tahu" jawab Kyungsoo

"Kalian berdua turun dari mobil Sehun dan Jongin"

"Mampus" Luhan pun menepuk kepalanya sendiri

"Nanti akan ku ceritakan seokjin-ah" jawab Kyungsoo

"Aku sih tidak meminta penjelasan kalian tapi kalau kalian ingin bercerita aku akan mendengarkannya"

"Arraseo, baiklah ayo kita bekerja"

"Kajja" ucap seok jin

Seok Jin , Luhan dan Kyungsoo pun memasuki tempat kerja mereka dan mulai bersiap dengan pekerjaan mereka masing-masing

"Kyungsoo hari ini kau datang cepat"

"Ah ne Kwangsoo oppa, kami langsung dari sekolah dan tidak mampir kemana-mana dulu"

"oh begitu, Kyungsoo bisakah kau melap gelas-gelas ini ?"

"Keurom"

"Ne gomawo Kyungsoo-ya, aku akan segera kembali"

Kwangsoo pun pergi entah kemana dan Kyungsoo melanjutkan pekerjaannya

"Kyung" panggil Luhan

"Kau tidak kerja ?"

"Di jam segini ?" Kyungsoo melihat jam nya yang masih menunjukan pukul enam

"Lalu apa yang kau lakukan ?"

"Hanya ingin menemani mu"

"Jangan sok so sweet terhadapku Luhan-ah"

"Kau pikir hal itu tidak menjijikan bagi ku ?"

"Dasar"

Kyungsoo kembali fokus terhadap pekerjaannya itu dan Luhan sedang memamerkan senyumnya kepada pelanggan yang datang dan mempersilahkan mereka duduk. Kyungsoo mulai meracik beberapa minuman yang di pesan oleh beberapa pelanggan yang datang, kurang lebih sudah dua jam Kyungsoo melakukan pekerjaannya itu sedangkan Luhan baru saja naik ke atas panggung dan mulai memainkan alat yang sama sekali tidak dimengerti Kyungsoo. Kyungsoo memperhatikan semua pelanggan yang ada di depannya, pandnagan mereka semua tertuju pada Luhan bahkan ada yang sampai tidak berkedip melihat Luhan, saat ia melihat kearah Luhan ia juga merasa terpesona dengan sahabatnya itu, bagaimana tidak Luhan mememiliki kulit yang seputih salju dengan rambut coklat gelombangnya itu dan mata rusa nya yang dapat menguci siapa saja yang melihatnya

"Sungguh cantik yah"

"cantik sekali"

"Bar ini memang sangat beruntung memiliki DJ seperti DJ Lu"

"Dj Lu tidak kalah dengan DJ SODA menurutku"

dan masih banyak lagi perkataan yang sempat Kyungsoo dengar, memang sangat cantik dan manisnya Luhan, andai saja dia bisa seperti Luhan

setelah sekian lama mereka berkerja akhirnya mereka pun pulang. Sesampai mereka di rumah diantar oleh seok jin dan hoseok yang tadi di telfon Luhan untuk mengatarnya pulang mereka pun masuk kedalam rumah seperti seorang pencuri agar tidak ketahuan tapi syukur saja hari ini mereka tidak ketahuan.

.

.

.

Sabtu pagi yang sedikit mendung menyapa pagi Luhan hari ini, hari ini mereka libur maka dari itu Luhan sangat bersyukur karena tidak perlu mendengar teriakan 7 oktaf Kyungsoo di pagi hari

"Pagi Kyungsoo" teriak Luhan di depan pintu kamar Kyungsoo, Kyungsoo pun tak mengeluarkan suara apapun, Luhan pun berjalan menuju tangga dan mengintip kearah dapur tapi tidak menemukan Kyungsoo akhirnya Luhan memutuskan untuk membuka pintu kamar Kyungsoo yang entah kenapa tidak terkunci lalu masuk kedalamnyamelihat Kyungsoo yang ternyata masih tertidur, sepertinya dia sangat lelah karena kemarin begitu banyak pelanggan di bar tempat mereka bekerja kemarin

Luhan pun memilih untuk berbaring di samping Kyungsoo lalu memandang sekeliling kamar Kyungsoo, kamar Kyungsoo di tempeli walpaper berwarna biru dengan poster di depan tempat tidur dan poster seventeen di samping nya lalu gambar doraemon dan pororo di sebelah kasurnya lalu poster barcelona beserta messi di samping nya

"Luhan apa yang kau lakukan disini ?" tanya Kyungsoo dengan suara khas orang baru bangun

"Aku pikir kau sudah bangun tadi jadi aku memanggilmu tapi kau tak menyahut dan akhirnya aku membuka pintu mu, eh kenapa pintu mu tidak kau kunci ?"

"Ah jjinjayo ?"

"Ne"

"Aku lupa, kepala ku begitu pusing aku masuk dan langsung tertidur"

"Ayo turun ke bawah"

"tunggu aku membasuh wajah ku dulu"

Kyungsoo pun membasuh wajahnya lalu mereka menuju ke lantai bawah dan menyiapkan omurice untuk sarapan, tentu saja Kyungsoo yang memasak karena tidak mungkin Luhan yang memasak yang ada semua keluarga kim terkena diare

"Luhan kau letakan omurice yang sudah kutaruh di piring itu ke masing-masing piring yang sudah kau lap tadi aku akan mencuci ini dulu" ucap Kyungsoo sambil menunjuan pan yang tadi di gunakannya

Jongin pun berjalan kearah dapur dan melihat Luhan yang sedang menyusun makanan dan menaruh saus tomat di atas omurice dengan sangat serius membuat Jongin tersenyum karena wajah Luhan saat itu sangat Lucu

"Hei apa yang kau lakukan ?"

"Ah kamchagya"kaget Luhan

"Haha mianhae" ucap Jongin yang sedikit tertawa dan mengacak rambut Luhan lembut

"ekhem" Kyungsoo sejak tadi melihat Jongin dan Luhan pun berdehem menghentikan usapan di kepala Luhan

"Ah Kyungsoo kau juga disini ?" tanya Jongin

"Nde oppa"

"Eomma mul" tiba-tiba Sehun datang entah dari mana dengan mata yang masih tertutup

"Oppa kau tidur sambil berjalan ?"

"Eomma mul" rengeknya lagi seperti anak kecil Kyungsoo pun berinisiatif mengmbil minum tapi Luhan mengambil nya lalu menyiram ke wajah Sehun

"Yak bangun"

"Ah Chupta" Sehun pun terbangun dan melihat Luhan dan kedua orang didepannya tertawa

"Kau yang menyirami ku kan Luhan ?" tanya Sehun

"Aniya Kyungsoo yang melakukannya"

"Aniya bukan aku lihat lah di tangan Luhan dia sedang memegang gelas" ucap Kyungsoo membela diri

"Awas Kau Luhan" Sehun mengejar Luhan mengitari meja makan lalu naik keatas lalu turun kebawah lagi Luhan yang tidak terima dengan dengan pengakuan Kyungsoo pun mengejar Kyungsoo juga

"kesini kau Kyungsoo" lalu mengejarnya dan terjadi lah saling kejar kejaran didalam rumah itu

Jongin sangat terhibur melihat itu dan tertawa terbahak-bahak tetapi tetap saja merasa paling tua di antara mereka pun ia ingin melerainya, ia pun berinisiatif menarik tangan Luhan agar berhenti kejar-kejaran tapi ia malah mengambil tangan Kyungsoo dan tak sengaja memeluknya, awalnya mereka terdiam sambil memandang wajah masing-masing lebih tepatnya Kyungsoo sangat terpesona dnegan wajah tegas namun tampan milik Jongin itu

"Hei kalian berdua apa yang kalian lakukan ayo makan, harabeojji akan turun"

"Ah ne maafkan aku Kyungsoo-ya, aku tadi berencana menarik tangan Luhan malah menarik tanganmu" jujur Jongin membuat Kyungsoo sedikit kecewa

"Ah Luhan"

"Ayo duduk disini kita makan bersama" panggil Harabeojji

Mereka pun berkumpul dimeja makan dan menyantap masakan Kyungsoo yang dipikir Jongin itu adalah masakan Luhan

"Bagaimana kalau malam ini kita membuat BBQ party ?"

'uhuk' Luhan dan Kyungsoo sontak terbatuk bersamaan

"Kenapa ? apa kalian sudah ada acara ?"

"Aniya harabeojji hanya saja kami..kami" Kyungsoo bingung bagaimana menjelaskannya

"Waeyo ? kapan lagi harabeojji mempunyai waktu membelikan kita hanwoo" ucap Sehun

"Iya benar ayolah hari ini saja" bujuk kakek Kim

Mereka pun bingung, jujur saja mereka tidak enak untuk meminta ijin tapi mau bagaimana lagi kalau sudah begini

"Arraseo harabeojji" jawab Luhan

.

.

.

"Kyungsoo bawakan sayur-sayur tadi sudah kita rebus ke sini dan jangan lupakan telur" teriak sehun

"Kau sudah membawa red sauce nya ?" tanya Kyungsoo

"Aku sudah membawanya tadi"

"Yak Jongin oppa andweyo" ucap Luhan karena Jongin tadi menarik kunciran rambutnya

"Hahaha kau lebih cantik jika rambut mu diurai begitu"

Seketika semua pun diam bukan hanya Luhan, sehun dan Kyungsoo pun terdiam sampai Harabeoji datang membawakan daging

"Ada apa ini kenapa kalian terdiam ?" tanya Harabeoji yang baru saja datang dari dalam rumah, kyungsoo yang melihat harabeojji kesusahan pun berdiri dan membantu membawa kantongan besar yang bawa oleh harabeojji tadi

"Tadi kami terlalu fokus mengerjakan tugas kami masing-masing harabeojji"

"Oh benarkah ? bagaimana bbimbap nya ?" tanya harabeojji pada Kyungsoo

"Sudah jadi tingal nanti kita campur saja harabeojji"

"Bagus lah, kalian sudah memanggang sosis nya ?"

"Sudah harabeoji tinggal hanwoo nya saja" jawab Luhan

Mereka pun mulai mengerjakan tugas masing-masing dan harabeojji yang sejak tadi memperhatikan keempat anak itu akhirnya mengangkat suara

"Kalian berempat berjodoh"

"Hah ?"

"Aku bilang kalian ini sangat berjodoh, tapi aku tak tau siapa berjodoh dengan siapa"

"Harabeojji jangan bercanda, sudahlah ini hanwoonya sudah matang ayo kita makan"

Hanwoo pun sudah matang dan akhirnya mereka makan, mereka makan di halaman belakang mansion Kim di samping kolam renang

"You can call me monster' suara nada dering Kyungsoo terbunyi menandakan ada yang menelfonnya

"Aku tinggal kebelakang sebentar" ucap Kyungsoo lalu berjalan menjauh mereka

"Ne eomma waeyo ... ?"

...

"Appa wae ..."

...

"Eomma jangan bersedih lagi jangan marah lagi yah"

...

"Mungkin karena mama sedang marah-marah begini makanya pikiran mama melayang kemana-mana ma"

...

"Sudahlah ma ku tutup"

...

Kyungsoo menangis tapi ia menggigit bibir nya rapat-rapat ia tak ingin tangisannya terdengar walaupun ia berada di tempat yang minim penerangan tapi ia harus berhenti menangis

"Kyungsoo kau kenapa ?"

Kyungsoo mendengar suara Jongin mendekat ia harus mengapus air matanya dan bersikap biasa

"Ah aniyo gwenchana oppa"

"Kau menangis ?"

"Aniya"

Entah kenapa airmata ku tak mau berhenti jatuh, mendengar suara Jongin oppa entah kenapa membuat ku ingin menangis dihadapan nya dan memberiutahu keluh kesah ku

"Hei gwenchana menangis lah maaf aku bertanya" ucap lalu menarik Kyungsoo kedalam pelukannya disaat itu lah Kyungsoo menangis begitu kencang nya, ia begitu sedih begitu kecewa dengan kelakuan ayahnya hanya saja dia tak dapat apa-apa

"Jongin oppa maafkan aku, aku membasahi bajumu"

"Sudahlah tak apa, kau sudah tidak apa-apa kan ?" tanya Jongin

"Ne, kamshamnida oppa"

"Gwenchana, basuh wajahmu lalu kembali lah ke sana, arraseo"

Setelah membasuh wajah ku aku berjalan menuju tempat kami berkumpu tadi dengan mata yang masih sedikit membengkak

"Kau kenapa ?" tanya Luhan

"Saus nya tadi memasuki mataku" bohong Kyungsoo

"Ayo dilanjutkan makannya" ucap harabeojji dan malam ini dihabiskan dengan kami yang memakan daging yang sangat mahal ini

.

.

.

Senin Pagi hari menyapa mereka berempat dengan matahari yang terik dan hawa yang pas dengan musim semi ini

"Luhan-ah ayo ikut dengan ku, aku akan mengantar kan mu" ucap Jongin

Entah kenapa mendengar tawaran Jongin oppa yang ditujukan kepada Luhan membuat dada Kyungsoo berdesir tidak suka. Kyungsoo memberikan pandangan terkejut kepada Luhan karena biasanya dialah yang bersama Jongin dan Luhan bersama Sehun

"Aniya oppa, aku bersama Sehun oppa saja ada sesuatu yang ingin kita bicarakan" jujur Luhan, sebab dia dan Sehun ingin membicarakan sesuatu yang sudah direncanakan sejak BBQ party kemarin

"Ah begitukah ? baiklah, Kyungsoo ayo kita berangkat"

"Ah ne oppa"

Sebenarnya Luhan tidak enak menolak tawaran dari Jongin oppa tapi dia merasa lebih tidak enak lagi jika membatalkannya dengan Sehun

"Luhan ayo kita berangkat" ajak Sehun yang baru saja turun dari lantai atas

.

.

.

Seperti yang sudah disepakati oleh Luhan dan Sehun sepulang sekolah mereka kan membeli sesuatu untuk eomma Sehun yang besok lusa akan berulang tahun

"Oppa apa yang ibu mu sukai ?"

"Molla"

"Lalu kita ngapain ke tempat aksesoris ini ?"

"Ku pikir ibu ku akan suka aku belikan kunciran rambut atau jepitan"

"Kau pikir ibumu remaja belasan tahun apa "

"Lalu apa yang harus kubelikan ?"

"apa yang kau sukai eomma mu gunakan ?"

"Aku suka eomma ku jepitan rambut ini" ucap sehun sambil memegang jepitan rambut berwarna soft pink yang sangat cantik sekali

"wah yeopo"

"Jjinja yeopo ?" tanya Sehun yang di jawab anggukan oleh Luhan

"Arraseo aku akan mengambil ini lalu apa lagi ya ?"

"Kau belikan saja itu lalu kau nyanyikan lagu kau memivideonya lalu masukin file nya di dalam flashdisk dan jadilah hadiah untuk ibu mu"

"Wo ho kau sangat kreatif sekali"

"Tentu saja LUHAN" ucapnya sambil membanggakan dirinya

"Sebagai ucapan terimakasih ku ambil lah apa yang kau mau aku yang membayarnya"

"Jinjayo ?"

"Heum"

Luhan pun memilih sebuh jepit rambut berwarna putih yang tidak kalah cantik dengan hadiah eomma sehun

.

.

"Kyungsoo-ya mau kah kau membantu ku"

Kyungsoo bingun tumben sekali Jongin mau menemui nya di depan kelas nya tadi, ternyata Jongin mau meminta pertolongan kepadanya

"Minta tolong apa ?" tanya nya

"Aku ingin membuat kan hadiah yang sangat cantik untuk seseorang yang ku cintai"

Deg

Sungguh kali ini jantung Kyungsoo tidak bisa berhenti berdegup dengan sangat kencang, pikirannya sudah melayang pada Luhan sungguh hati nya sakit tapi mau bagimana lagi

"Akan kuacari kau membuat flower crown" ucap Kyungsoo dengan senyum yang dipaksakan

Kyungsoo dan Jongin pun membeli bahan-bahan dan bersiap membuatnya

.

Malam nya saat Kyungsoo dan Luhan bekerja

"Kyung kau tadi dari mana saja dengan Jongin oppa ?"

"Membuat hadiah"

"Oh buat eommanya ya ?"

"Hah ?"

"Jadi kau tidak tau kalau hadiah itu buat eommanya ?"

"Molla"

"Ibu mereka akan berulang tahun besok lusa"

"Kau tau darimana?"

"Aku tadi membantu sehun mencarikan hadiah buat eomma nya"

"Ahhhhh" Kyungsoo sangat malu karena sudah cemburu tidak jelas sangat bodoh dirinya

"Aku akan bekerja pai pai"

"Ah ne hwaiting lulu-ya"

"Ne"

Kyungsoo merutuki dirinya sendiri yang sangat begitu bodoh

.

Saat Luhan akan mengakhiri penampilan terakhirnya ia melihat kearah salah satu meja dan ia melihat Sehun yang sedang memperhatikan nya dengan pandangannya yang sangat dingin dan jujur saja Luhan sangat takut itu, ia segera turun ke bawah dan memanggil Kyungsoo dan segera lari dari situ

"Kyungsoo-ya palli Sehun dan Jongin ada di bar ini dan tadi Sehun melihat ku seperti sebentar lagi dia akan membunuh ku palli" terak Luhan diakhirnya

Kyungsoo pun segera keluar dari meja bar itu

"Oppa aku pergi dulu sebentar" ucapnya pada Kwangsoo lalu segera berlari menyusul Luhan

Tangan Kyungsoo memegang tangan Luhan dan mereka berlari bersembunyi kemana saja yang penting mereka tidak ditemukan oleh Sehun dan Jongin, mereka bedua pun segera masuk ke dalam ruang ganti karyawan dan melihat dari cela pintu. Mereka melihat jongin jalan melalui pintu tersebut mereka pun mulai bernafas sedikit lega walau Sehun tidak mengikuti Sehun mereka berpikir Sehun dan Jongin berpencar

Setelah beberapa menit Kyungsoo membuka pintu dan melihat ke kanan kiri dan berbalik ke belakang dan memberikan tanda aman dengan jempol tangannya

"Aman"

"Ah akhirnya..."

"Mau pergi kemana kalian" ucap Jongin yang menarik tangan Kyungsoo dan Sehun yang menarik tangan Luhan

Ternyata sejak tadi mereka sudah tahu Kyungsoo dan Luhan bersembunyi disitu dan mereka pun berdiri di samping pintu itu yang memiliki tembok untuk mereka bersembunyi

"Mati Kita lu"

T B C

Hai chinggu !

Akhirnya sudah chap 7 juga yah, setelah ini aku janji bakal ngasih konflik dan banyak moment moment yang kalian inginkan, makanya di review yah chinggu. Beri masukan atau apa pun yang ingin kalian sampaikan. Kira-kira ff ini akan tamat di chap ke 15 itu juga kalau aku tidak malas membuatnya. Maaf yah baru punya sempat untuk mengerjakan ini setelah banyak tugas dan liburan natal ini aku baru punya sempat untuk menulis lagi.

Ig : dyzrtkx

Kamshamnida chinggudeul ! Saranghae ! Wo Ai Ni