Friendship or love

"Kalian itu bodoh atau bagaimana hah ?" sehun yang benar-benar naik pitam memarahi Luhan yang duduk disebelahnya

"Kenapa kau memarahi ku?" jawab Luhan yang memaksakan dirinya untuk bertanya

"Lalu aku memarahi siapa lagi kalau bukan kalian? Aku harus memarahi harabeoji atau aku harus memarahi orang yang menerima kalian bekerja disana ?"

"Yak memang kau siapa berani memarahi kami ?"

"Siapa ? kau tanya aku siapa ? oke , coul aku bukan siapa-siapa kalian tapi aku diberi tanggung jawab menjaga kalian, aku sudah berjanji pada harabeoji tentang itu"

"Huah aku sangat tersanjung dengan tanggung jawab tuan Kim tapi kami tidak meminta kalian untuk tanggung jawab atas kehidupan kami"

"Hohh kau berani sekali, kau pikir aku mau..." dan masih banyak lagi teriakan yang mereka hasilkan karena saling berteriak satu sama lain

.

.

"Oppa apa kau memarahi kami ?"tanya Kyungsoo takut

Berbeda dengan mobil yang tadi, mobil ini sungguh sangat hening tanpa ada yang berani membuka pembicaraan satu pun

"Kalian bercanda ?"

"Hah apa ?"

Jongin pun menepikan mobilnya dipinggir jalan

"Oppa ? mwohe ? apa kau ingin aku turun?" tanya Kyungsooo yang ketakutan, jongin belum menjawabnya dia menundukan wajahnya lalu menarik nafas dalam

"Apa kau takut ku turunkan disini ?" tanya Jongin dan dijawab anggukan oleh Kyungsoo yang ketakutan " Lalu kau kenapa berani sekali kerja di tempat laknat itu hah ? jawab aku Kyungsoo-ya"

"Aku..aku hanya"

"Hanya apa ?"

"Hanya menyukai pekerjaan itu tak ada yang macam-macam dengan ku disana jongin oppa"

"Tapi tetap saja aishh" lalu dia memukul setirnya " sudahlah ayo kita segera pulang, kalian pasti lelah" ucapnya dengan nada yang masih sama dinginnya

"Apakah Luhan baik-baik saja" lirih Jongin khawatir yang masih bisa didengar oleh Kyungsoo, membuat hatinya berdenyut sakit

"Heum" jawabnya pelan dan membalikan wajahnya menghadap kaca mobil 'apa di pikiranmu hanya ada Luhan saja ?'

.

.

.

"Kami pulang" ucap mereka berempat

"Harabeoji ?" ucap Kyungsoo yang terkejut melihat harabeoji berada di ruang tamu terlihat sedang menunggu mereka pulang

"Kyungsoo dan Luhan duduk lah ada yang ingin harabeoji katakan kalian berdua"

"Ah harabeoji" Luhan baru saja mengeluarkan suaranya " harabeoji bilang duduk" tapi mendengar suara harabeoji yang begitu serius membuatnya takut dan kembali duduk

"Kenapa kalian bekerja disitu ?" tanya harabeoji

"Kami hanya tidak ingin menyusahkan harabeoji, harabeoji sudah menanggung sekolah dan tempat tinggal kami, kami hanya tidak ingin uang jajan kami juga di tanggung oleh harabeoji" jelas Kyungsoo

"Tapi tidak disitu kalian bekerja Kyungsoo-ya" suara harabeoji mulai meninggi

"Mianhae harabeoji-ya kami tidak akan bekerja disana lagi, kami janji" ucap Luhan

Harabeoji yang melihat kesungguhan dari wajah keduanya pun akhirnya mempercayainya

"Kalian tidur lah, dan kau Kyungsoo apa kau tidak sadar jika kau terluka ?"

"Nanti akan kuobati sendiri harabeoji"

"Baiklah, kalian tidur lah besok kalian akan bersekolah bukan ?" setelah mengatakan itu Harabeoji pun naik keatas

"Kyungsoo-ya kau terluka ? di bagian mana ?" tanya Luhan panik

"Kau naiklah, oppadeul naik lah dan tidur aku bisa membersihkan luka ku sendiri" ucapnya dan berjalan menuju toilet

.

.

Hiks hiks hiks

Tangis yang ditahannya malah membuat dirinya semakin terluka, apa yang telah diperbuatnya dikehidupan yang lalu sehingga membuatnya sangat tidak beruntung dalam percintaan, semua pria yang ia cintai dengan sungguh tak pernah berbalik mencintainnya

"Pabo-ya, apa yang kau dilakukan memang hidup mu menyedihkan terima saja lah hidup mu itu"

Setelah ia puas dengan tangisannya Kyungsoo pun membasuh wajahnya dan menyiram luka di kaki nya yang terluka karena menabrak pintu dan satu tanaman yang berduri saat ia berlari tadi dengan air

"Kenapa rasanya sama sekali tidak sakit hahahaha"

Kyungsoo keluar menuju kotak P3K dan mengambil obat merah beserta kapan dan salap agar tidak meninggalkan bekas luka lalui berjalan menuju sofa

"Sini biar ku bantu kau untuk mengobati luka mu"

"Aniya gwenchana"

"Sini biar aku .." Obat luka yang tadi di berada ditangan Kyungsoo pun perpindah ketangan Jongin

"Aku benar-benar bisa sendiri" ucap Kyungsoo dengan nada yang ketus dan wajah yang datar

"Kau kenapa Kyungsoo-ya ?"

"Nan gwenchana"

Jongin yang sungguh tidak mengerti dengan Kyungsoo, kenapa anak yang lembut dan baik jadi berubah ketus begini, Jongin merampas kapas yang di pegang Kyungsoo lalu menarik kaki Kyungsoo dan mencengkram. Bukan , sungguh dia bukan nya pria yang kasar dengan cewek tapi ia sangat gemas dengan sifat Kyungsoo yang sekarang sedang berpura-pura bahwa dia baik – baik saja

"Oppa, apa yang kau lakukan ?"

"Neo kammanisho"

"Oppa"

Entah kenapa tapi air mata Kyungsoo turun begitu saja setelah melihat Jongin membersihkan kakinya, dia ingin menghapus Jongin dari hatinya tapi jujur itu sangat sulit sekali

"Chaaa, aku yang akan merapikan ini semua kau naiklah dan tidur jangan melukai diri mu lagi"

"Wae ?"

"Apanya yang kenapa ?"

"Kenapa kau menghawatirkan ku ? kumohon jangan begini" ucapnya lalu berbalik menuju kamarnya

Jongin sama sekali tidak paham dengan apa yang dimaksudkan oleh Kyungsoo, kenapa dia tidak boleh khawatir dengannya apa itu salah? Apa dia melakukan kesalahan ? sepertinya tidak. Sudahlah dia ingin merapikan ini dan kembali tertidur

.

"Luhan ada yang ingin ku tanyakan padamu ?"

"Apa ?"

"Apa kau menyukai Jongin oppa ?"

"Huffftt... kau"

"aku hanya bertanya"

"Kau menyukai Jongin oppa ya ?"

"Ani.. aku.. aku hanya sedang bercanda saja, aku tidak menyukainya"

"Aku tidak menyukai Jongin maupun Sehun"

"Lalu kau menyukai siapa ?"

"Wonwoo tentu saja haahhahah"

"Yakkk aku juga sangat menyukai tentu saja"

"Yasudah kenapa kamu bertanya begitu ? aku hanya penasaran saja"

"Kau kembali lah sana"

"Tunggu sebentar aku masih ingin makan lagi"

"Astaga Luhan, kau sudah menghabiskan berapa bungkus ramen dan kau belum kenyang ?"

"Hei kau sadar diri kau sudah menghabis kan berapa roti ?"

"Salah siapa tidak sarapan dulu tadi, sekarang kita jadinya sarapan disini kan, ayo cepat habiskan Luhan aku tidak ingin dimarahi oleh cha songsangnim karena menunggu mu makan ramen"

"nah aku sudah selesai ayo cepat masuk, dua menit lagi bel berbunyi"

.

.

"Selamat pagi anak-anak saya punya pengumuman baru buat kalian"

"Bapa akan berhenti menjadi wali kelas kita ?"

"Bapak akan berhenti dari sekolah ini ?"

"Istri bapak hamil lagi ? gila pak subur sekali anda pak"

Dan berbagai pertanyaan dari anak cowok kelas Kyungsoo yang terlalu frontal

"Kalian ingin di gantung di tower namsan ? jika ingin kalian akan secepatnya di gantung disana" balas cha songsangnim

"Aniya saem" jawab mereka kompak

"Arraseo, aku akan mengenalkan kalian dengan anak baru dari kanada. Pernalkan namamu kris"

"Hallo nama ku Kris Wu, aku china canada mohon bantuannya"

"Baiklah kris carilah tempat duduk mu"

Kyungsoo tidak mau membuang waktu nya melihat kedepan kelas waktunya terlalu berharga untuk mendengar lagu di tempatnya duduk

"oh na na" Kyungsoo yang menyandungkan lagu nya dan tak peduli jika ada seseorang yang sudah duduk disampingnya

"Hai Kyungsoo kita ketemu lagi"

"Hyakkk neo nuguya"teriak Kyungsoo terkejut

"Kau pasti tidak memperhatikanku lagi nona Kyungsoo" ucap cha saem

"Saem kenapa anak ini duduk dengan ku ? lalu Jin bagaimana?"

"Ada tuan Kim yang duduk disana yah ?" tanya sambil berpikir "suruh Jin pindah saja nanti di samping nona Hwasa"

"hei Kyungsoo sudahlah jangan membantah cha saem lagi" ucap Kris sambil menarik tangan Kyungsoo yang hendak berdiri

"Kau siapa ?"

"Kau lupa padaku ?" Kris mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Kyungsoo

"Ahhh aku ingat sekarang kau Kris yang di perpustakaan waktu itu bukan ?"

"Akhirnya kau mengingatku"

"Kau sedang apa ?"tanya Kris yang bingung sejak tadi Kyungsoo tidak memperhatikannya saat ia memperkenalkan dirinya

"Aku mendengarkan lagu, menurutku perkenalan anak baru begitu tidak penting bagiku"

"Aku tidak penting bagi mu ?" tanya Kris sambil menunjuk dirinya sendiri, Kyungsoo pun menjawab dengan anggukan kepalanya dan lanjut mendengarkan lagu

"Huwahh daebak"

Kris tentu saja heran dengan Kyungsoo, Lihat lah semua wanita didalam kelas itu melihat Kris dengan tatapan lapar sedangkan Kyungsoo tidak ingin peduli terhadap Kris.

.

"Kris-ahh kau duduk disana nanti biar aku saja yang mengantri untuk membelikan makanan"

"Yakk seharus nya aku yang mengatakan itu, aku kan cowok"

"Kau tidak cara mendapatkan kimbap gratis"

Kyungsoo sudah membuat Kris tercengang dua kali dalam kurun waktu tiga jam, kenapa wanita ini sangat berbeda ?

"Kau ingin makan apa biar ku belikan ?" tanya V atau yang biasa di panggil taehyung

"Aku bisa beli sendiri kau tahu" jawab Luhan ketus

"Baiklah aku akan membelikan jjajangmyun untuk mu" ucap Taehyung yang langsung berjalan menuju kekedai yang menjual mie hitam itu

"Yak bagaimana kau bisa membaca pikiran ku"

"Mata mu sudah melihat kedai itu lebih dari sepuluh kali bodoh" jawab Kyungsoo yang berjalan dari belakang

"Yak dari mana kau datang"

"Kau tidak melihat ku ?"

"Tidak"

"Oh kau Kris itu ya ? anyeonghaseyo Luhan imnida" Luhan yang mengikuti Kyungsoo berjalan menuju meja mereka memberi salam pada Kris yang duduk menunggu Kyungsoo

"Ah ne anyeonghaseyo kris imnida"

"Kata Kyungsoo kau dari Canada ya ? tapi kau orang china campuran kanada ? berarti kau bisa berbahasa mandarin kan ?"

"Iya"

"Omo senang nya aku bisa menggunakan bahasa tanah air ku sendiri"

"Hahahaha" Kris yang mendengar celotehan Luhan hanya bisa tertawa mendengarnya

"Apa yang kalian tertawakan ?" tanya Taehyun yang baru saja datang

"Tidak ada apa-apa"

.

"Kuantar kau pulang ya ?" Tawar Kris

"Aku bisa pulang sendiri kau tennag saja"

"Aniya, biar kan aku yang mengantar mu pulnag"

"Aku bisa pulang sendiri Kris-ah" Ucap Kyungsoo penuh penekanan tapi tetap saja Kris tidak mau dengar dan menarik tangan Kyungsoo

"Kyungsoo pulang bersama ku" ucap seseorang dibelakang mereka

"Kau !" Kris berdesis

"Eorenmaniya tuan Wu"

"Hah benar kata orang dunia ini begitu sempit tuan Kim"

"Jongin oppa kau mengenal Kris wu ?"

"Geurom, tuan Wu bisa kah kau melepaskan wanita itu ?"

"kau tidak berhak mengatakan hal itu"

"Tentu aku berhak wanita itu adalah milikku"

"Yak jongin oppa"

"Ha ?"

"Aniya Kris-ah"

"Ayo pulang Kyungsoo"

Jongin menarik tangan Kyungsoo menuju mobilnya Kyungsoo tidak mengerti kenapa Jongin mengklaim dirinya sebagai milik Jongin padahal mereka belum menentukan siapa yang akan dijodohkan dengan siapa

Flashback

...Setelah membasuh wajah ku aku berjalan menuju tempat kami berkumpu tadi dengan mata yang masih sedikit membengkak

"Kau kenapa ?" tanya Luhan

"Saus nya tadi memasuki mataku" bohong Kyungsoo

"Ayo dilanjutkan makannya" ucap harabeojji dan malam ini dihabiskan dengan kami yang memakan daging yang sangat mahal ini

"Harabeoji mememiliki satu permintaan untuk kalian berempat"

"Apa itu harabeoji ?" tanya Luhan

"Maukah kalian menikah ?"

"hah ? / yee ? / Mwo ? what ?" mereka terkejut mendengar permintaan harabeoji

"Harabeoji kami tentu saja menikah" ucap Kyungsoo yang masih belum paham

"Bukan Kyungsoo bukan itu maksudku"

"Lalu apa harabeoji ?" tanya Sehun

"Aku ingin kalian berempat menikah, maksudku adalah Sehun dengan Luhan atau Kyungsoo dan Jongin dengan Kyungsoo atau Luhan"

"Harabeoji" Kyungsoo dan Luhan benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiran Harabeoji

"Kalian tau bahwa harabeoji sudah harus pensiun secepatnya karena kesehatan haraeboji, dan salah satu dari kalian harus menggantikan harabeoji untuk memimpin perusahaan, tapi salah satu alasan kalian tidak dapat menggantikan harabeoji adalah kalian belum menikah maka dari itu para pemegang saham tidak ingin kalian memegang perusahaan ini"

"harabeoji sudah mengijinkan kalian untuk Sma di sekolah seni maka dari itu harabeoji mohon sekali pada kalian untuk mengambil kuliah bisnis kalian"

"Arraseo harabeoji kami menerima permintaan harabeoji, tapi beri kami waktu saling mendekatkan diri" jawab Jongin dengan mantap

"Yak oppa, harabeoji kami sedikit keberatan bagaimana dengan kedua orang tua kami ? mereka menyekolahkan kami jauh ke sini pasti ingin agar kami menjadi seseorang yang lebih baik bukannya segera menjadi istri orang" ucap Luhan

"Harabeoji kami mengerti dengan alasan harabeoji tapi kami masih ingin melakukan banyak hal misalnya aku yang ingin melanjutkan sekolah opera ku dan Luhan yang ingin menajdi penari terhebat" sambung Kyungsoo

"Kyungsoo dan Luhan harabeoji mengerti juga dengan yang kalian inginkan tapi kan setelah kalian nikah kalian masih bisa melanjutkan mimpi kalian, Jongin dan Sehun pasti ingin istri mereka berhasil, Kyungsoo setelah kalian menyelesaikan sekolahmu kau bisa melanjutkannya ke paris ataupun amerika" jawab Harabeoji " kumohon pada kalian berempat"

"Aku setuju harabeoji, kalian berdua tenang saja kami akan tanggung jawab apa yang kalian alami setelah menikah semua anak disekolah pun tidak akan tahu menahu tentang pernikahan ini kami janji pada kalian" ucap Sehun dengan percaya diri

"Baiklah kami setuju harabeoji" jawab Kyungsoo dan melihat kearah Luhan

"Oh iya Luhan orang tua kalian sudah setuju, sejujurnya kemarin aku tidak melakukan perjalanan bisnis melainkan aku datang ke beijing dan melamar kalian ke kedua orangtua kalian" ucap Harabeoji yang membuat kedua mata Kyungsoo dan Luhan membulat "Jadi abagaimana jawaban mu Luhan ?"

"Aku iya" jawab Luhan akhirnya

Flashback off

"Kau sudah memilih dengan ku oppa ?"tanya Kyungsoo masih ragu-ragu

"Belum hanya saja ku mohon pada mu Kyungsoo-ah jangan dekat dengan pria itu dia tidak sebaik seperti yang kau lihat selama ini

.

.

Kyungsoo pov

Banyak yang kulihat selama aku hidup ini tapi belum ada yang seindah senyuman pria itu di pagi hari saat ia datang padaku dan meminta kopi

"Kyungsoo-ah aku mau minta kopi" ucap pria itu sambil tersenyum padaku

"Kau mendengarkan ku kyung ?" ia mencubit pipi ku karena aku melamun

Aku malu tentu saja pipi ku yang cubit nya pelan mendadak menjadi sangat merah membuat nya tertawa melihat wajah ku, sungguh pagi yang indah sampai Luhan datang

"Ini bekal mu dan bekal ku sudah kumasukan semuanya" Luhan datang dari arah dapur

Kenapa dia selalu datang disaat yang tidak tepat ?

"Taruh dimeja dulu saja"

Aku yang berada di meja makan hanya bisa mendengus , yaampun Luhan aku sudah lelah memasak untuk bekal kita kenapa kau tidak membiarkan aku merasakan indahnya senyuman malaikat satu ini

"Ayo ambil tas kita lalu berangkat" ajak Luhan meninggalkan ku dan Jongin yang melihatnya menaiki tangga

"Oppa aku naik keatas dulu yah"pamit ku

Sial !

Kyungsoo pov end

Jongin yang penasaran dengan bekal Kyungsoo dan Luhan pun membuka kotak bekal Luhan dan menyicipi nasi goreng kimchi yang ada didalamnya

"Eomma chorom" lirihnya

"rasanya seperti punya eomma" ucapnya lagi lalu menyuap makanannya sekali lagi lalu segera menutup kotak bekal itu karena suara Luhan mulai terdengar

"Oppa tunggu aku" Luhan yang hari ini berangkat denagn Jongin pun segera mengejar Jongin yang mulai berjalan keluar rumah

.

.

"Boleh ku minta sesuap ?" tanya Kris

"Tentu saja, ini" jawab Kyungsoo memberikan sendoknya ke Kris

"Shireo aku mau kau menyuapkannya padaku"

"astaga Kris kau itu sudah tua tapi masih saja mau makan disuapin" ngomel nya tapi masih tetap menyuapi Kris

Kris pun hanya nyengir kesenangan "ini enak" ucap Kris sambil tersenyum membuat mata tertutup, Kyungsoo pun ikut tersenyum

"Luhan ada sesuatu yang ingin kukatakan padamu" kata Jongin yang baru saja datang langsung menarik tangan Luhan

"Oppa yak appo" Luhan yang terkejut dan kesakitan pun berteriak dengan nada tak terima

"Kris kau habiskan lah aku ingin ke kamar mandi sebentar" bohong ! Kyungsoo mengikuti Luhan dan Jongin yang mulai menghilang dari penglihatannya

Kyungsoo berjalan menuju taman belakang sekolah dan berusaha mencari dimana keberadaan jongin dan Luhan tapi dia tidak menemukannya sampai

"Luhan maukah kau yang menikah denganku" Kyungsoo pun menutup mulut nya terkejut dan menjatuhkan air matanya ia pun segera menyembunyikan dirinya

Jujur ini sangat sakit ! dia ingin segera pergi dari tempat ini tapi saat ia berdiri tangan tidak sengaja menyenggol sekop yang disenderkan di tembok yang disandari Kyungsoo tadi

"Siapa itu" tanya Jongin

Tangan seseorang menarik Kyungsoo lalu menyenderkan bahunya kedinding lalu menghimpitnya muka mereka pun berdekatan layaknya orang yang sedang berciuman

"Jangan melakukan hal itu disini, ini masih di kawasan sekolah" ucap Jongin lalu menarik tangan Luhan lagi

"Neo gwenchana ?" tanya orang tadi

"Neo" ucap Kyungsoo yang membuat nya makin menangis lalu memeluk orang dihadapannya itu

T B C

Review juseyo reader-nim, wiltan comeback ...
Aigoooo chuaaaaaaa