Friendship or Love
Chap 10
Suasana menegangkan terjadi dalam ruang keluarga Kim. Semua orang terdiam dan menatap Luhan tidak percaya. Terlebih lagi Jongin yang menatap Luhan tidak percaya dan tertawa terpaksa meyakinkan yang dia dengar hanyalah candaan yang Luhan buat saja.
"Luhan-ah kau ini, kenapa bercanda di antara kami heum ?" ucap Jongin yang masih terkekeh dan melihat sekelilingnya, tidak ada ynag tertawa sepertinya. Semua orang di tempat itu memasang wajah yang sangat serius
"Oppa aku minta maaf. Aku hanya tidak ingin menyakiti dirimu dan diriku sendiri lebih dalam. Kau butuh wanita yang sangat mencintaimu. Bukan aku yang dengan egois memilihmu hanya karena permainan kekanak yang kami buat" jelas Luhan masih berusaha meyakinkan Jongin bahwa dia serius tanpa ada niatan bercanda sama sekali
"Tapi kenapa Luhan-ah?" tanya Jongin dengan senyum yang luntur dari sudut bibirnya digantikan dengan setetes airmata yang jatuh di sudut mata kanannya dengan wajah yang menampilkan raut wajah kekecewaan yang besar
"Hyung mianhae. Tapi aku juga mencintai Luhan, aku tahu kau pasti akan merasa di tusuk dari belakang oleh adikmu sendiri tapi kau tidak ingin membohongi diriku sendiri bahwa aku mencintai Luhan. Kau mungkin tidak menyadari satu hal tapi yang harus kau tahu adalah" Sehun menghentikan perkataannya lalu memalingkan pandangannya ke arah Kyungsoo "ada seorang wanita yang mencintaimu lebih dari aku menyayangi sebagai seorang kakak yang hidup bersama sejak bayi hyung" lanjut Sehun
Jongin masih tidak dapat menerima semuanya. Ia menundukan kepalanya lalu mengambil nafas dalam. Dia mulai kehilangan akalnya. Otaknya serasa beku dan tak mengerti dengan semua ini. Yang dia tahu hanyalah dia lelah dan ingin kembali kekamarnya, membaringkan tubuhnya dan berharap besok akan kembali seperti semula tapi apa yang dia harapkan tidak semuda dengan kenyataan yang datang kepadanya. Jongin mengadahkan kepalanya menatap kearah manik Luhan mencari kebohongan di pupil mata rusa milik wanitanya itu. Tapi itu percuma karena yang dia lihat adalah kesungguhan dari apa yang wanitanya itu katakan.
"Ak...aku tidak mengerti lagi harabeojji. Apa yang harabeojji inginkan terjadilah. Aku sudah tidak tahan dengan ini semua" ucap Jongin sambil berdiri lalu berjalan entah menuju kemana seperti orang yang tidak memiliki jiwa
"Jongin.. Jongin-ah" panggil harabeoji terlihat khawatir dengan keadaan cucunya
"Selamat malam tuan Kim" ucap seorang pria gagah yang menjabat sebagai sekretaris harabeoji
"Mobil anda sudah siap untuk pergi. Sudah saatnya sebelum anda ketinggalan pesawat
"Luhan-ah neo mwohaneunggoya ?" sahut Kyungsoo dengan nada yang bercampur aduk antara marah dan khawatir
"Sudah ku katakan kan Kyung, aku ingin kau juga bahagia. Aku juga ingin bahagia. Aku dan Sehun sudah menyatakan perasaan kami masing-masing. Aku tahu aku berdosa pada Jongin oppa tapi tetap saja aku harus mengakhiri semua masalah yang telah kuperbuat"
"Aku tahu tapi bisakan tidak sekarang kau mengatakannya ? tunggu Jongin oppa netral dulu, dia sedang bahagia tadi" ucap Kyungsoo sedikit khawatir
"Sudahlah kyung. Aku tau aku seperti orang yang serakah tapi sekarang adalah kesempatanmu mengambil hati Jongin oppa, pergi kesana dan tenangkan lah dia"ucap Luhan meyakinkan Kyungsoo
"Kau benar" jawab Kyungsoo
.
.
Jongin sedang berdiri menatap pemandangan apa saja yang disajikan dari atas balkon rumah mewah milik keluarga Kim, Jongin menutup matanya membiarkan angin berhembus menerpa wajahnya pikiran nya sedang penuh dengan pertanyaan dan hal-hal bodoh lainnya
"Jongin oppa apa yang sedang kau lakukan ?" tanya Kyungsoo yang mendekat perlahan kearah Jongin
"Ah kyungsoo-yaa kau disini" ucap Jongin yang terkejut dengan kehadiran Kyungsoo
"Apa kau tidak apa-apa ? bagaimana perasaanmu ?" tanya Kyungsoo hati-hati sebenarnya dia merutuki pertanyaan yang dia buat sendiri
"Jika kau ingin sendiri aku akan ..."
"Entahlah aku juga tidak mengerti dengan apa yang ku rasakan, aku seperti biasa saja tapi hati ku sakit. Jiwa ku seperti tidak merasa kehilangan siapa-siapa atau merasakan terluka sedikit pun tapi hatiku hahhh entahlah aku bingung" Jongin sudah seperti orang yang tidak tau kemana lagi harus pergi seperti orang yang jiwa nya sudah hilang
Kyungsoo berinisiatif duduk di sofa yang ada di samping Jongin lalu menarik lembut tangan pria untuk duduk disamping dirinya, kyungsoo membelai tangan itu menenangkan Jongin dengan nyanyian kecilnya yang lembut
'HI HELLO
neoege geonel ttaemada
nal seollege haneun i mal
HI HELLO
i mareul jugobatgoseo
neowa naui iyagireul sijakhe
Entah kenapa perasaan Jongin menghangat. Di memperhatikan wajah Kyungsoo yang sedang menunduk memperhatikan tangannya sambil menyanyi
Manis
Wajah Kyungsoo sungguh manis. Jongin menggelengkan kepala nya dia tidak mengerti dengan apa yang dia pikirkan, kenapa dengan hal sederhana ini saja sudah dapat menenangkan hatinya
.
.
Sehun dan Luhan yang ditinggal berdua oleh Kyungsoo pun mulai canggung. Tidak tau siapa yang akan membuka percakapn diantara mereka.
"Aku mau ke / apa kau mau ?" ucap mereka bersamaan
"Kau duluan" sahut Sehun
"Aku ingin balik ke kamarku dulu" ucap Luhan lalu berjalan menuju kamarnya di lantai atas baru dua langkah ia melangkahkan kakinya Sehun sudah menarik tangan Luhan lalu memeluknya
"Tunggu. Biarlah seperti ini dulu. Tidak taukah kau ? kau membuat ku bahagia dengan cara yang sesederhana ini" ucap Sehun sambil tertawa kecil
"Sehun-ah" tubuh Luhan membeku karena terkejut tubuhnya dipeluk oleh Sehun. Dia masih belum siap
"Katakan padaku jika kau mencintai ku Luhan" pintah Sehun mulai melepas pelukannya pada Luhan sambil menatap dalam kearah mata rusa milik Luhan
"Aku...aku" Luhan kebingungan
"Katakan Luhan" Pintah Sehun lagi masih dengan senyum tampannya
"AKU TIDAK MENCINTAI MU Bleee" Luhan menjulurkan lidahnya lalu berlari menuju kamarnya. Tidak tahukah Sehun kau membuat wanita rusa itu mengalami heart attack.
"Aku juga mencintaimu Luhan" kata Sehun masih dengan senyum kebahagian yang tak pernah terpatri di wajah tampan Kim Sehun.
.
.
.
'Jongin-ah harabeoji minta maaf karena sudah menyakitimu. Harabeoji tidak akan melanjutkan perjodohan ini jika memang kau merasa tersakiti, Harabeoji juga akan berusaha menjadikan kalian sebagai penerus harabeoji tanpa menikah. Sekali lagi harabeoji minta maaf. Sekarang kalian fokuslah ke ujian kelulusan dan ujian masuk universitas kalian'
Saat terbangun di pagi hari Jongin melihat surat kecil yang tertempel di sandaran sofa, semalam Jongin tertidur di sofa balkon dan seingat Jongin dirinya tidak menggunakan selimut
"Ahh pasti Kyungsoo yang menyelimutiku" monolog Jongin
Jongin yang sudah membaca pesan itu pun merasa tidak enak dengan harabeoji. Sikapnya sangat tidak dewasa, tapi bagaimanapun juga dia berhak kecewa dengan ini semua.
Jongin memutuskan untuk melipat selimutnya dan mempersiapkan dirinya untuk pergi sekolah. Kurang lebih tinggal dua bulan lagi dia dan kembarannya bersekolah, Jongin harus mempersiapkan dirinya untuk kuliah bisnis yang akan dia ambil.
.
"Luhan-ah ambil piring yang ada disana aku ingin menaruh nasi goreng ini" perintah Kyungsoo sambil berteriak
"Aku di dekatmu Kyung kau tidak perlu berteriak" jawab Luhan sambil membawakan empat piring dan menyerahkannya pada Kyungsoo
"Gomawo" cengir Kyungsoo
"Kyungsoo-ya selamat pagi" ucap Sehun dengan sangat riang lalu menuju kearah Luhan dan mengacak kepala Luhan
"Yak sehun kau membuat rambut ku berantakan" teriak Luhan sambil berlari mengejar Sehun
"Luhan Sehun hentikan, aku akan bersiap sebentar. Luhan-ah nanti aku duluan ya aku ingin mengumpulkan tugas akhir dulu. LUHAN KAU DENGAR AKU TIDAK SIH ?" teriak Kyungsoo
"Sudahlah kau pergi sana" Ucap Luhan ketus masih mengejar Sehun
Kyungsoo yang merasa Jongin tidak akan sarapan pun menaruh nasi goreng kedalam tempat bekal lalu berlalu menuju kamarnya.
Beberapa menit kemudian seperginya Kyungsoo, Jongin turun kebawah menuju lapar awalnya di sangat kelaparan tapi setelah melihat adegan Luhan dan Sehun membuatnya muak.
.
Luhan mengejar Sehun tapi karena langkah Sehun yang Panjang jadinya seperti Sehun yang mengejar Luhan. Sehun menarik tangan Luhan lalu membalikan tubuh Luhan melingkarkan tangan kirinya dipinggang Luhan. mereka saling menatap satu sama lain dan mulai rakus menghirup oksigen. Sehun menyingkirkan anakan rambut Luhan diwajah Luhan
"Neo yeopo" ucap Sehun membuat wajah Luhan menimbulkan simburat merah
Lain Luhan lain juga Jongin yang baru turun dari lantai dua, jongin yang melihat acara lovey dovey antara Luhan dan adiknya membuatnya sangat muak dan ingin pergi dari sana juga.
"Ahh Jongin oppa, kau sudah akan berangkat ?" tanya Kyungsoo dari arah belakang Jongin
"Kyungsoo ayo kita pergi" ucapnya sedikit keras agar terdengar oleh kedua insan yang sedang berlovey dovey
Jongin menarik tangan Kyungsoo dan berjalan tergesa-gesa mebuat Kyungsoo bersusah payah mengimbangi jalan Jongin, Kyungsoo tau mood Jongin rusak karena Luhan dan Sehun tadi. Untung saja tadi dia sudah membawakan bekal untuk Jongin
Yang kyungsoo harapkan sekarang adalah semoga perjalanannya sesampai di sekolah selamat, Kyungsoo masih ingin Kuliah dan bekerja. Amin.
T B C
Masih adakah yang menunggu ff absurd ini ? aku benar-benar minta maaf, aku sedang sibuk di kelas tiga ini, tidak ada kata libur untuk sekedar menonton drama sekalipun hahaha
Semoga kalian mau menyempatkan waktu kalian untuk mereview ff yang tidak sempurna ini, dan aku minta maaf banget karena kali ini lebih pendek dari yang sebelum-sebelumnya. Akan aku siapkan yang panjang sedikit dan doakan yang terbaiklah. Terimakasih guys
