Sexy Lu.
MainCast:Luhan(GS), Sehun, Kris
Pairing: Hunhan, Krishan, slight Chanbaek&Kaisoo
Rated: M
Warning: typos, cerita aneh, mature content
GS, DLDR.
enjoy
.
.
Chapter 3
"oke. Jadi kau butuh uang 1 juta yuan?" kata Tao santai sambil meminum minuman di depannya. Aku baru saja menceritakan masalahku pada si mata panda ini dan dia memaksa ingin bertemu.
"begitulah." Tao mendesah. "aku tak punya uang jika sebanyak itu Lu." Katanya tulus. "Tao. Aku menceritakan masalahku bukan untuk meminjam uangmu kok" kataku bersungguh sungguh. Aku memang perempuan rendahan, tapi aku masih punya sedikit harga diri. Aku tak mau menyusahkan teman baikku. Aku hanya butuh saran dan masukkan sekarang.
Kami berdua terdiam. Sibuk dengan pikiran masing masing. Sampi tiba tiba gadis bermata panda itu terpekik. Seolah baru ingat sesuatu.
"AH! Iya Luhan aku baru ingat. Datang lah ke acara white mask bersamaku!" katanya sangat bersemangat. Aku mengernyitkan dahiku heran. White Mask? Namanya aga janggal ditelingaku. Seperti acara pesta topeng yang digelar oleh anak anak muda saat prom night mereka.
Apa hubungannya dengan masalah yang kuhadapi?
"White mask adalah acara judi terbesar di Korea Selatan Lu! Kau masa tidak tau?! Hampir semua wanita panggilan di Korea tau acara itu." Kata Tao mengguruiku. Hampir kan? Tidak semuanya? Karena aku sama sekali tak tau.
"judi? Kau menyuruhku untuk berjudi?" main kartu saja aku selalu kalah, sekarang dia minta aku bermain kartu dengan bertaruh? Kalau begini, aku pasti akan semakin bangkrut dan terpaksa menjual ginjalku.
"astaga Luhan. Kau ini keterlaluan. White Mask itu acara judi terbesar orang orang konglomerat seantero Korea. Dan mereka pasti membutuhkan wanita malam bukan. Disana kau bisa mendapatkan uang!"
"caranya?"
"kau akan memasang harga, dan liat siapa orang yang akan membelimu. Disana mereka akan mencoba menawar harga terbaik. Seperti lelang. Namun berbeda. Dan saat kau sudah terbeli, kau akan menjadi milik si pembeli dalam batas waktu tertentu."
"dan darimana aku bisa tau batas waktunya?" "ah. Susah menjelaskannya padamu. Kau datang saja dan lihat cara kerjanya. Baekhyun dan Kyungsoo juga datang kesana." Ah, si cerewet dengan sahabatnya yang suka saling mencekik. Mereka dan Tao juga adalah wanita panggilan sepertiku. Aku tak pernah mengerti kenapa ada pria yang mau menyentuh Kyungsoo. Jika dilihat lihat, wanita itu lebih menyeramkan dari lelaki manapun yang pernah kutemui.
Tapi aku tak bohong sih, Kyungsoo juga cantik dengan mata burung hantunya. Meskipun badannya tak setinggi diriku.
Aku menimbang nimbang perkataan Tao barusan.
"baiklah aku setuju." Aku menyerah. Mungkin dengan mengikuti ini, aku bisa mendapatkan uang yang aku cari.
"oke. 3 hari lagi, aku akan menjemputmu dan kita ke acara itu bersama! tapi kau harus ingat, kau harus memasang harga tinggi Karena mereka baru membayarmu 50% diawal dan sisanya setelah masa kepemilikan dirimu berakhir"
Seketika aku tidak yakin dengan keputusanku. Apa ada orang yang mau membeliku dengan harga semahal itu?
ooo
Jujur saja setelah pertemuan dengan Tao aku tidak merasa lega sama sekali. maksudku, ini semua adalah hal baru. Aku tidak pernah mendatangi acara seperti itu sebelumnya. ditambah, ini benar benar berbeda. Biasanya aku hanya akan melayani semalaman penuh lalu mendapatkan uang esok harinya. tapi acara ini tidak seperti itu.
Aku tak tau bagaimana nanti, seperti berapa nominal yang akan aku dapatkan? sampai kapan aku harus menjadi budak nafsu mereka di ranjang? Semuanya hal yang baru. Dan aku takut mereka membayarku jauh lebih murah atau jauh setelah jatuh tempo pembayaran hutangku.
Ibuku tidak bisa tinggal disini. Kehidupanku di Korea akan membuatnya mati berdiri.
Dan hal itu membuatku termenung di kelas. Aku tak menyadari Tuan Oh memperhatikan ku dan menyemprotku dengan kata kata dinginnya begitu aku tak bisa menjawab pertanyaan yang dia lontarkan.
Pikiranku sedang buruk, okay? Cobalah di posisiku.
.
.
Dan hari itu pun tiba. Tao menjemputku di apartemen, dengan Kyungsoo dan Baekhyun yang sudah menunggu di Taksi.
"kira kira, siapa yang akan mendapat bayaran yang paling tinggi" kata Tao bermonolog, binar binar dimatanya menunjukan sekali bahwa gadis itu benar benar tak sabar.
"yang jelas, aku lebih tinggi dari si cerewet ini." Kata Kyungsoo sambil mendelik ke Baekhyun. Baekhyun mendengus. "begitukah? Terakhir aku cek, kau sudah jarang 'dipanggil' beberapa hari belakangan ini."
"tapi bayaranku lebih tinggi darimu!"
"benarkah? Pede sekali kau" dan mereka terus saja saling berdebat. Aku hanya menggelengkan kepala. Sudah hafal diluar kepala bagaimana jika mereka disatukan seperti ini.
Akhirnya keduanya membungkam mulutnya begitu taksi kami masuk ke sebuah hotel mewah di daerah Gangnam. Dari luar tampak tak ada acara atau apa yang sedang berlangsung. Namun begitu kami naik ke lantai paling atas, disitulah aku membelalakan mataku.
.
.
BGM : EXO-LOTTO
Mesin mesin casino dan meja judi dimana mana. Semua pria dan wanita memakai topeng pesta berwarna putih dengan gaya dan hiasan berbeda. Lalu, aku menemukan sebuah panggung yang menghadap ke lantai judi. Kupikir awalnya itu panggung untuk live music. Namun dugaan ku salah begitu aku menyipitkan mataku. Mencoba memperhatikan lebih jelas.
Seorang wanita tanpa topeng yang baru saja disambut turun oleh lelaki dengan topeng putih. "itu wanita yang baru 'terjual'" bisik Tao padaku, seolah mengerti kemana arah pandang dan apa yang sedang kupikirkan.
2 orang lelaki berbadan besar menghalangi kami. Dengan santai Tao mengeluarkan sebuah undangan berwarna keemasan pada pria itu. "untuk kami berempat" katanya santai. lalu, si pria yang mirip Hulk itupun membiarkan kami masuk.
Banyak sekali wanita cantik dimana mana. Ada yang sedang bermain judi, ada yang minum minum ada juga yang sedang bercumbu di pojokan. Tapi aku masih tak mengerti. Kenapa hanya sebagian yang memakai topeng?"
"wanita tanpa topeng adalah wanita panggilan. Sedangkan yang memakai topeng bukan. Mereka kemari untuk bermain judi, menemani kekasihnya atau ikut menawar laki laki sewaan." Jelas Tao. Ia berjalan paling depan. Sementara Baekhyun, Kyungsoo dan aku mengekorinya dibelakang bagaikan anak dan induk ayam.
Tao tampak sudah hafal luar kepala tempat ini. Jangan jangan dia mencari uang disini. "kau sudah sering kemari ya?" Tanya Baekhyun masih melongo heran dengan pemandangan di depan matanya.
"tidak Baek. White Mask acara tahunan. Ini yang kedua kalinya aku kemari, tahun lalu aku datang bersama temanku. Saat itu aku memakai topeng, aku belum diperbolehkan membuka harga dan melelang diri. Yah, aku masih culun saat itu. Belum memenuhi standar" aku tersenyum miris. Ternyata wanita panggilan juga ada tinggi harga atau semakin banyak pengalamanmaka semakin tinggi standar atau kelasmu. Tapi entahlah, dibenakku malah itu terdengar sama saja. Berbanding terbalik malah. Apasih yang bisa dibanggakan dari wanita panggilan?
.
.
"oke. Sebentar lagi giliran kita" kata Tao saat kami sudah berada di balik panggung. Dan saat wanita yang sedang ada dipanggung sekarang itu turun dengan seorang pria bertopeng putih. Saat itulah aku tau, giliran kami sudah tiba.
"ayo Baekhyun. Kau duluan." Kata Tao. Baekhyun mengatur nafasnya, mengibaskan rambut panjangnya dan berjalan keatas panggung dengan anggun.
"Baiklah, selanjutnya Nona Byun Baekhyun. Dengan harga 10.000.000 won" kata Mr Ben, host sekaligus pemandu pelalangan.
Kyungsoo menyemburkan tawanya begitu mendengar nominal yang Baekhyun sebutkan. "percaya diri sekali dia" kata Kyungsoo sambil melipat tangannya angkuh. Astaga. Apa dia tidak bisa berhenti bermusuhan dengan Baekhyun. Benar benar cara aneh untuk menunjukan kasih sayang diantara keduanya. Ya, Kyungsoo dan Baekhyun bersahabat. Namun bisa kupastikan mereka mempunyai cara gila untuk menunjukan 'sayang' mereka
"3.000. 000 WON untuk 2 minggu" tawar seorang pria di meja depan. "ayolah. Kau bisa menawar lebih dari itu untuk nona cantik ini."kata Mr Ben. Kyungsoo tertawa geli.
"5.000.000 won. 1 bulan." Seorang pria di sebuah meja menawar dengan cengiran diwajahnya. Aku bisa melihat telinga pria itu yang mirip elf. Sepintas aku pikir itu sayap dari topengnya. Tapi bukan.
"6.000.000 WON 1 bulan!" si pria telinga elf memandang pria yang baru saja mengalahkan tawarannya dengan kesal. Beberapa pria yang duduk di dekatnya mencoba memprovokasi, agar si elf tak mau kalah. Huh, dasar orang orang kaya. Mungkin mereka pikir uang jatuh dari langit?
"10.000.000 WON! 6 bulan!" semua bertepuk tangan, karena tawarannya menembus angka awal. "12.000.000 won. 3 bulan!" sahut pria lain tak mau kalah.
"baiklah nona Byun. Yang mana yang kau pilih" kata si pria pemandu lelang pada Baekhyun. Aku menoleh kearah Tao, meminta penjelasan oleh system lelang yang aneh ini. "karena penawaran nya memiliki waktu yang berbeda, kau harus memilih siapa yang membelimu. 6 bulan dengan si pria bertelinga elf atau 3 bulan dengan pria pendek itu" aku mengangguk. Aku baru mengerti system lelang budak sex ini.
Belum sempat Baekhyun menjawab, pria bertelinga elf berdiri dengan penuh semangat. "25.000.000 WON! 6 BULAN!" dan para hadirin bertepuk tangan. Kyungsoo membelalakan matanya saat Baekhyun berhasil ditawar 2 kali lipat dari harga yang ia buka.
"aku… memilih 25.000.000 won itu" kata Baekhyun malu malu. Kyungsoo menggelengkan kepalanya sambil mendengus remeh. Jelas saja dia pilih 25juta. Dasar wanita gila uang.
"dan terjual! Maaf dengan siapa namamu Tuan?"
"Park Chanyeol" kata pria itu masih terus memandangi Baekhyun dengan senyuman yang err… mengerikan?
"baiklah tuan Park, silahkan jemput wanita mu" dan baekhyun Menghilang oleh si Chanyeol yang mengajaknya turun panggung dan menuju pintu keluar. Check in kamar mungkin, mencoba kebolehan wanita yang baru ia beli.
Selanjutnya Kyungsoo. Tak berbeda jauh dari acara tawar menawar Baekhyun, Kyungsoo memasang harga 15.000.000 won dan berhasil terbeli sebesar 20.000.000 won selama 6 bulan oleh pria bernama Kim Jongin. Orang yang tadinya semeja dengan Chanyeol. berbeda dengan Baekhyun dan Chanyeol. Jongin mengajak Kyungsoo duduk kembali dimejanya. Mungkin ingin menonton acara lelang sampai selesai. Beruntung Baekhyun tidak ada, ia pasti akan menertawai Kyungsoo kencang kencang dan akan dibalas oleh sebuah jambakan.
"baiklah Lu, sekarang dirimu." Kata Tao santai
"a-aku? Bagaimana denganmu?" mataku terbelalak kaget. aku pikir aku terakhir. "aku setelah dirimu. Sebagai senjata cadangan jika kau ditawar terlalu rendah sayang. Kau tau, aku akan naik sebagai penyalamatmu untuk menaikan harga jual mu! 1 juta yuan untuk 2 wanita sekaligus" aku mengernyit. Omong kosong apa yang dia katakan? Tapi si gadis bermata panda itu memaksaku sampai sedikit mendorong tubuhku yang jelas jelas jauh lebih pendek darinya. Takut tersandung oleh gaun panjangku. Aku akhirnya naik keatas panggung pelan pelan.
Dadaku bergemuruh, aku menunduk. Mencoba mengalihkan tatapan orang orang. Ini pertama kalinya aku berdiri di depan orang banyak. Dengar ya tatapanya sangat tidak enak! Berbeda dengan tatapan mahasiswa kampus yang menilaiku.
Disini kau berdiri dihadapan puluhan orang yang menilai berapa won yang pantas untukmu. Memperhatikanmu lekat lekat dari ujung rambut keujung kaki.
Aku keluar dari belakang panggung, gaun bergaya mermaid ku menyapu panggung saat aku berjalan. Warnanya yang berwarna merah sangat kontras dengan kulitku yang pucat. Rambutku ku gerai, memberikan kesan sexy dan glamour. Beberapa pria di depan panggung terdiam. Mungkin terpesona oleh ku? Hahaha.
"selanjutnya nona Xi Luhan. Nona Luhan memiliki permintaan khusus, ia ingin dibayar dengan mata uang china. Sebesar 2 juta yuan" beberapa orang menghela nafasnya. Kaget dengan nominal luar biasa tinggi itu. Ku yakin mereka bukan tidak punya uang, tapi mereka hanya bingung kenapa gadis bau kencur sepertiku berani meminta harga tinggi. Bahasa lainnya, memangnya aku siapa?
"kau pikir siapa dirimu nak" celetuk seorang wanita panggilan yang sudah terjual sebelum Baekhyun. Ah, mungkin dia iri karena hanya terjual murah. Jauh sekali dari harga yang ia buka.
"800.000 yuan 3 bulan" kata seorang pria membuka tawarannya. Aku menoleh. Ah lagi lagi dari meja yang sama dengan Chanyeol dan Jongin.
"900.000 yuan, 6 bulan." seorang pria tinggi berkulit putih dari meja sebrang menawar. Aku bersumpah ia melemparkan smirk kearahku. "ayolah Minseok-hyung kau bisa lebih baik dari itu" kata Jongin memprovokasi. Aku bisa mendengar suaranya dari sini. "1.000.000 Yuan, 6 bulan" lanjut Minseok akhirnya.
"1.200.000 yuan 6 bulan" kata pria tinggi tadi tak mau kalah. Pria yang bernama Minseok itu terdiam. Seperti menimbang nimbang apakah ia akan menghamburkan uangnya lebih banyak lagi untukku atau tidak. "kau yakin?" Tanya seorang pria bermuka kotak di sampingnya. Minseok masih memandangiku dengan tatapan menilai. "masih terlalu dini untuk membuang terlalu banyak uang" sahut Minseok santai, seolah tak begitu benar benar berminat padaku. Aku menoleh ke Tao yang memperhatikanku dari belakang. Ia memandangiku dengan cemas. Uangnya tidak cukup. Itupun akan dibayar hanya setengah dulu diawal. Yang berarti hanya 600.000 yuan.
"baiklah Nona Lu ter-"
"1.500.000 yuan, 6 bulan." Potong seorang pria yang baru masuk dan berdiri dengan angkuh di barisan meja paling belakang. Entah kenapa suaranya seperti aku kenal.
"1.800.000 yuan 6 bulan!" kata si tinggi tak mau kalah. Kesal karena barang yang hampir ia beli akan direbut orang.
"2.000.000 yuan". Si tinggi menggeram kesal. "2.100.000 yuan! 6 bulan!" katanya nyaris bertiak sambil bangkit dari bangkunya.
"whoaaw semakin panas rupanya. Baiklah, ada tawaran yang lebih baik?" si wanita yang tadi mencibirku kemudian bangkit pergi, disusul pria nya. aku mendengus remeh. Ia mengingatkanku pada ketiga gadis bodoh dikampus yang kugeser ketenarannya.
"3.000.000 yuan. 6 bulan." Kata si pria misterius sambil berjalan mendekat kearah panggung. "dibayar lunas, dimuka" lanjutnya. Aku terbelalak mendengar kata katanya barusan. Bukan hanya karena ia bersedia menawarku berkali kali lipat dan mau membayar lunas diawal, tapi juga karena aku tau siapa pria ini.
Sekujur badan ku terasa kaku. Wajahku pasti jelek sekali sekarang. "baiklah, nona Luhan. Kau terbeli oleh pria ini." "dan siapa namamu tuan?" Tanya Ben, lalu mengarahkan mic nya ke pria itu.
"Sehun. Oh Sehun" dan saat tepukan meriah memenuhi telingaku, Sehun mengulurkan tangannya. Memintaku untuk turun panggung dengan dia. Saat tersadar aku langsung menoleh ke Tao. Gadis itu menunjukan 2 jempol nya sambil tersenyum senang. Dia tidak tau hatiku sedang mencelos sekarang. Aku menggeleng samar kearahnya. Tapi gadis bermata panda itu tidak mengerti.
"apa kau akan terus berdiri disitu?" desisnya dingin. Kelabakan aku langsung meraih tangannya dan turun dari panggung.
"bagaimana kau bisa disini?" bisikku. "kau yakin mau bertanya hal itu? Aku juga bisa melontarkan pertanyaan yang sama padamu" aku diam. Benar juga. seorang lelaki pergi ke casino itu bukan suatu hal besar. Tapi seorang mahasiswi pergi ke sebuah casino untuk melelang dirinya baru hal besar. "ba-baiklah. Sekarang kita mau kemana."
"menemani ku bermain, tentu saja." Sahutnya sambil menuntunku ke sebuah meja,
dan disinilah aku, duduk disamping Sehun yang sedang bermain judi. Setelah beberapa meja berakhir dengan kemenangan Sehun, pria ini mencoba keberuntungannya di meja lain, semeja dengan Jongin dan Kyungsoo. Pemuda tan yang membeli Kyungsoo tak ragu untuk mengumbar kemesraan mereka di depan umum. "get a room Jongin" kata temannya yang bermuka kotak sambil mengambil kartunya malas. "sebentar lagi, Jongdae-hyung" kata Jongin sambil terkekeh.
Aku sempat mendapati Tao dimeja tak jauh dari kami dengan pria yang kuasumsikan bukan orang Korea. Gadis itu tampak senang, mungki ia terjual tinggi?
"aku menang!" kata pria bernama Jongdae, sambil menunjukan kartunya. Baru saja bersiap mengambil taruhan dimejanya, Sehun menginterupsi pria itu.
"tahan dulu." Dan saat itulah Sehun membuka kartunya dan menunjukan sesuatu yang aku tidak pahami. Yang jelas dilihat dari raut Jongdae, Jongin yang terkekeh dan senyum tipis Sehun, aku bisa lihat bahwa yang menang adalah dosen albino ku.
"aku ingin pergi ke toilet sebentar." Kataku saat mereka sedang bersiap untuk putaran selanjutnya. Sehun mengangguk singkat dan melanjuti permainannya.
Agak sulit untuk menemukan toilet di lantai besar ini. Berpuluh puluh menit berlalu akhirnya aku menemukan toilet sialan itu. Baru saja menginjak lorong ke kamar mandi, tiba tiba sepasang lengan menarikku dari belakang sampai tubuhku berbalik menghadapnya. Astaga, kenapa aku selalu ditarik oleh orang orang sih! Aku mendongak menatap pria tinggi menjulang dengan topeng diwajahnya.
Sepertinya aku kenal pria ini. Ah! Dia yang tadi nyaris membeliku.
"di hiraukan oleh pria mu, manis?" tanyanya sambil tersenyum dingin. Tapi aku bisa melihat sinar kelaparan dari matanya. "maaf tuan, aku sudah dibeli."kata ku sambil mencoba melepaskan cengkraman si pria ini. Namun sia sia, badanku yang mungil tidak bisa melepaskan tangan sialannya itu.
"ayolah, aku bisa membayarmu lebih tinggi"
Aku mendengus. Dia pikir dia siapa? "tapi sayangnya aku sudah terbeli dan dimiliki pria lain selama 6 bulan" kataku sambil mendongak, menatapnya dengan berani. Pria itu melepas topengnya. Aku bisa melihat wajah tampan pria ini.
"persetan dengan itu. Aku menginginkanmu" dan secepat kilat ia mendorongku masuk lebih dalam, kesebuah lorong sepi lalu merapatkanku ke dinding.
"kau membuatku gila Luhan" katanya dengan nafas memburu dan mulai mencumbuku. Sial, gaun panjangku yang ketat, membuatku tak bisa menendang selangkangan pria sinting ini. Kedua tangan ku dia kunci diatas kepalaku.
"TOlOO-" baru saja mau meminta tolong pria itu sudah menciumi bibir ku dengan rakus, menggerak gerakan kepalanya mencari posisi yang pas. Semakin lama semakin menekan sampai kepalaku terantuk dinding. Pria ini menerobos paksa masuk mulutku dan mulai melesakan lidahnya kesana. Terus seperti itu. Dadaku sesak karna marah, kesal dan kekurangan oksigen.
Kemudian pria ini memundurkan kepalanya beberapa inci, membiarkanku menarik nafas. "aku benar benar menginginkanmu" katanya terengah sambil menciumiku lagi lalu turun ke leherku. Meninggalkan kecupan kecupan dileherku dan turun sampai dada.
Aku bisa yakin pria itu mengagumi payudaraku yang besar karena dia mulai menenggelamkan kepalanya di belahan dadaku. Aku ingin berteriak namun jujur saja, aku masih sibuk mengumpulkan oksigen dan… aku sedikit terbawa suasana, okay! Pria ini tampan dan aku sudah lama tidak sex. Aku juga punya kebutuhan, asal kau tau.
Tiba tiba selang beberapa detik seseorang menarik pria itu lalu meninju nya sampai terhuyung beberapa langkah. Ia mendongak, memegangi bibirnya yang robek. Aku menoleh dan mendapati Sehun yang baru saja datang menyelamatkanku.
"singkirkan tanganmu dari wanitaku." Desisnya dingin lalu langsung menarikku pergi. Kami berjalan menuju pintu keluar, memecah keramaian lantai judi yang penuh sesak dengan orang orang. Saking ramai nya dan si Sehun ini melangkah terburu, aku sampai tidak sempat berpamitan dengan Tao dan Kyungsoo. Persetan dengan Baekhyun, wanita Cerewet itu pasti sudah orgasme berkali kali sekarang.
Sehun menarikku sampai ke mobilnya dan menyuruhku agar masuk. Dia melepaskan topengnya lalu melemparkan kekursi belakang,kemudian menancap gas mobil dan melaju secepat kilat di jalanan Seoul malam itu.
Sehun menatap jalanan di depannya lurus lurus, masih hening. Rahangnya mengeras. Mungkin dia marah. Aku tak enak sebenarnya, aku merasa sangat murah karena bercumbu dengan pria lain padahal aku sudah dibeli. Ya bagaimana, dia duluan yang menyerangku dan aku sedikit terbawa suasana. Tapi aku tak merencanakan untuk melanjutkan lebih jauh kok!
"di-dia yang menyerangku Sehun, a-" kataku mencoba menjelaskan kejadian tadi. Namun si Sehun muka datar malah memotong ucapanku.
"aku tau" tandasnya dingin, masih menatap lurus kedepan.
"jangan banyak tanya, sampai kita tiba ditempat tujuan" lanjutnya begitu pria itu menyadari aku baru saja mau membuka mulut. Aku mengedikkan bahuku. Menyetujui keinginan aneh Sehun.
Beberapa menit kemudian, kami sampai disebuah apartemen mewah. Aku menatap Sehun diam diam, sepertinya pria itu tak menunjukan gerak gerik bahwa aku boleh berbicara.
Kami naik lift dan akirnya di depan pintu sebuah kamar, ia mengambil kartu disakunya dan membuka pintu itu dengan mudah. "masuklah" sahutnya. Aku masuk, ruangan yang tadinya gelap gulita, langsung terang begitu Sehun menyalakan lampu dibelakangku sambil menutup pintu dan menguncinya.
Disitu aku bisa melihat sebuah apartemen luar biasa mewah dengan furniture elegan yang mahal.
"ini dimana. Kenapa kau membawaku kesini?" kataku masih mengedarkan pandanganku sambil maju beberapa langkah. Mengagumi keindahan tempat ini. Ya ya ya, kau bisa bilang aku norak. Terserah.
"ini apartemenku." Kata Sehun santai, aku menoleh, mendapati si albino sedang melipat tangannya sambil bersender di pintu. Aku mengernyit heran.
"kau tinggal disini sekarang." Mataku terbelalak mendengar kata kata pria itu barusan. Dia tidak mabuk kan?
"kau tentu tidak lupa kan, bahwa kau milikku selama 6 bulan kedepan." Lanjut Sehun sambil melangkah kearahku dengan smirk khasnya. Jarak kita hanya beberapa inci sekarang. Aku bahkan bisa mencium aroma parfum maskulin yang menguar dari tubuhnya.
Hening sesaat sampai akhirnya Sehun membuka suaranya lagi.
.
.
"buka bajumu." Kata pria itu dengan tatapan dingin. Aku masih membatu.
"sekarang, Luhan" Titah Sehun dengan nada tak terbantahkan.
Oh tuhan, aku yakin malam ini akan menjadi malam yang panjang…. Dan ini lah hidup selama 6 bulanku bersama Sehun dimulai.
.
.
TBC
A/N
Aku bikinnya buru buru karena harus pergi. Maaf kalo tak sempurna, banyak typo dan berantakan. Aku ga begitu ngerti uang kurs jadi anggap saja uang kursnya gede ya. Hueheuee
Yang nunggu NC, siap siap!
Update kilat? Siap! Asal review terus ya chingu. Aku suka banget baca pendapat kalian, bikin aku makin semangadh. Ehehehe.
Sekali lagi, makasih sudah mau baca. Yehet!
-Moza:*
